
ini akan ada pembahasan sensitif, jika tidak berkenan mohon skip saja ya.
tolong di baca dengan pemikiran terbuka, karena ini tak terpengaruh oleh apapun atau menjelekkannya siapapun.
ini hanya sebatas ide gila dari author...
.
.
.
.
.
.
.
karena kasus sudah di tutup, jadi lusa sekolah akan di mulai lagi, dan ternyata mereka semua tak di izinkan untuk bolos.
Ardi, Shaka dan Cici masih tenang menikmati waktu bersama di rumah Kania.
tapi pesan itu membuat mereka merasa aneh, pasalnya kasus pembunuhan itu baru juga tadi terjadi.
"kalian merasa aneh tidak, kenapa kasus ini telihat seperti di putuskan secara buru-buru ya," kata Kania.
"ya kamu benar, tak semudah itu jika Selvi membunuh dirinya karena frustrasi," saut Shaka.
"mungkin saja itu benar, mungkin dia punya masalah dan depresi," saut Ardi.
"tapi itu memang benar, dan masalah itu adalah Ayus, anak emas sekolah kita, atau lebih tepatnya pangeran sekolah ini," kata Cici
"apa maksudnya?"
"ya karena hantu Selvi nemplok di punggung pemuda dan bisa di pastikan jika dia salah satu dalang yang membuat Selvi bunuh diri," kata Kania yang membuat mereka tak percaya.
"berarti kita harus tau apa yang terjadi, dan bisa menolong arwah Selvi," kata Shaka.
"tidak perlu, sepertinya itu tak akan terjadi, pasalnya dia tak meminta tolong jadi jangan merepotkan diri lah," kata Ardi.
"aku setuju," kata Kania bersemangat.
"baiklah terserah kalian, kalau begitu ayo kita belajar saja sekarang, karena Cici juga ada disini, jadi tolong ajari dua bocah ini tentang pelajaran matematika dan IPA," kata Shaka.
"tidak!!" teriak Ardi dan Kania yang membuat mereka semua tertawa.
🌺🌺🌺🌺🌺
tak terasa akhirnya mereka pun harus mulai sekolah, dan selama dua hari ini Kamis dan Ardi di siksa oleh Shaka dan Cici.
pasalnya dua orang ini adalah murid yang sangat berprestasi, tapi kadang yang membuat mereka heran adalah Shaka.
bagaimana bisa pemuda itu tetap pintar meski tak pernah terlihat belajar.
__ADS_1
bahkan kadang dia hanya melihat dan membaca sebuah buku, dia sudah menghafal seluruhnya.
entah terbuat dari apa kepintaran dari Shaka itu, seperti bukan manusia saja.
mereka sampai di sekolah dan langsung menuju ke kelas masing-masing.
ternyata kelas mereka kini di rolling, kelas dua jadi di lantai tiga, kelas satu lantai dua dan kelas tiga di lantai satu.
jadi kini mereka harus naik ke lantai tiga dengan baik tangga, "ya tuhan kenapa sekarang kita yang tersiksa," omel Kania yang selama ini kelas dua di lantai dua sudah mengeluh.
dan sekarang malah di pindah ke lantai tiga, "ya Tuhan, sebenarnya Shaka ini terbuat dari apa ya, jadi anak kok gak ada habisnya tenaganya," kata Ardi.
"makanya gerak, jangan cuma rebahan doang," kata Shaka yang menertawakan kedua temannya itu.
tak butuh waktu lama, mereka sampai di kelas dan langsung duduk, tapi kali ini kursi sudah di bagi sesuai nama.
yang mengejutkan Ardi di depan bersama Cici, sedang Shaka dan Kania duduk di kursi belakang dan satu bangku pula.
"aduh gak adil banget sih, kenapa aku di depan," kesal Ardi.
"salah sendiri punya nama abjad nya pakai A," ejek Cici yang terkenal penghuni bangku depan guru.
pas pelajaran pertama, ternyata sekarang jadwal dari Waka kesiswaan yang mengajar.
tapi anehnya kenapa ganti dari Selvi mengikuti pria itu, Ardi menoleh ke arah belakang.
tanpa di duga, Miss Kunti ikut ke sekolah Shaka, dia melambaikan tangan ke depan pemuda itu.
"Miss Kun," gumam Shaka yang membuat kepala Kania menoleh juga.
"entahlah, mungkin dia bosan," kata Shaka.
tanpa di duga, guru yang mengajar itu, melemparkan sebuah penghapus kearah mereka berdua, beruntung karena Shaka menangkap penghapus papan tulis itu sebelum mengenai Kania.
"yang belakang itu kenapa, papan tulisnya itu di depan bukan di luar!" bentaknya.
dengan marah Shaka melempar penghapus itu, "kau pikir ini tak sakit jika kena kepala, kamu itu guru atau preman, menjabat Waka kesiswaan tapi kelakuan preman,"
"dasar tak tau aturan, keluar!!"
"aku lebih baik belajar di perpustakaan dari pada di ajari oleh guru tak tau moral seperti mu," kata Shaka yang langsung meninggalkan kelas.
"pak anda tau, dia itu yang sering memenangkan olimpiade di sekolah ini, jika anda terus membuatnya belajar sendiri, bukankah lebih baik jika dia pindah sekolah, dan aku ingin lihat bagaimana sekolah ini bisa mempertahankan nama baiknya," kata Cici yang tak mau di tindas guru macam itu
"kamu mengancam ku hah," tanya guru itu.
"tentu saja tidak,tapi aku ingatkan jika lupa," kata Cici yang tersenyum.
pasalnya dia di ancam pak Abdul itu karena Cici punya banyak rahasia dari semua gitu di sekolah ini.
"kamu juga keluar!"
"dengan senang hati, toh setidaknya aku bisa belajar dengan Shaka," kata Cici dengan semangat.
"yah... aku juga mau!!" teriak semua siswi yang memang sangat menyukai Shaka.
__ADS_1
meski pemuda itu dingin dan cuek, sedang mendengar temannya senang bersama Shaka, membuat hati dari kania merasa sedih.
di tempat lain Selvi masih mengikuti Ayus kemanapun, dan sesekali dia menampakkan dirinya.
tapi kali ini dia ingin menganggu guru yang sudah mengancamnya terakhir kali.
inilah cara balas dendam dari Selvi, dan untuk Dewi, dia sudah membuat wanita itu seperti orang gila terakhir kali
karena bagi Selvi sangat mudah menganggu Dewi, karena gadis itu tinggal sendirian di rumah.
telebih Dewi memiliki riwayat penyakit halusinasi, itulah kenapa mudah membuatnya seperti orang gila.
Selvi naik ke atas punggung guru pria yang menjabat sebagai Waka kesiswaan.
dia pun kembali ingat bagaimana cara pros itu mengancam dirinya sebelum kejadian naas itu.
Selvi di panggil ke kantor milik pria itu, dan dia kaget saat di sana, pria itu melemparkan semua foto bugil darinya.
bukan apa, bahkan saat dia yang tengah tak sadar dan di kerubutin eh banyak pria yang wajahnya di blur.
"ini bukan saya pak," kata Selvi yang tak percaya ada foto itu.
"kamu yakin, padahal semua pria di foto itu sudah mengaku, dan mereka bilang kamu sangat mengigit, jadi aku ingin merasakannya, atau aku akan mempermalukan mu dan membuat nama kedua orang tua mu yang seorang petinggi di salah satu pabrik itu hancur," ancam pria itu.
"jangan pak, ini bukan saya, saya tak pernah seperti itu," kata Selvi yang ketakutan.
"menurut saja, di sini tak ada orang kecuali kita, dan aku akan membuat mu nikmat," kata guru itu yang melecehkan muridnya sendiri.
Selvi tak bisa menolak, tapi saat ini dia bisa balas dendam, dia terus di punggung pak Hery.
pria itu berjalan semakin bungkuk karena rasa berat dan sakit di punggungnya.
Kania, Ardi dan Shaka serta Cici yang ada di kantin melihat Prie itu turun seperti kakek tua yang lemah.
"itu guru kasian amat," kata Kania.
"biarkan saja, itu balasan untuknya, siapa yang suruh jadi guru kok seenaknya," kata Shaka yang memberi kode pada Miss Kunti.
karena Miss Kunti yang mau iseng juga, dia membuat kaki guru itu tersandung dan langsung jatuh terguling hingga lantai satu.
Miss Kunti tertawa senang melihatnya begitupun dengan mereka semua.
tapi murid yang lain panik pasalnya pak Hery jatuh dengan kepala jatuh duluan dan menghantam lantai.
jadilah pria itu terluka sangat parah, tapi anehnya keempatnya nampak santai
akhirnya sekolah pulang pagi,saat mereka bersiap pulang, ternyata hantu Selvi datang.
"mau apa, mau di tolong menyebrang atau menuntut keadilan?" tanya Shaka.
"bantu aku mengucapkan selamat tinggal pada kedua orang tuaku, sebenarnya aku ingin bilang jika aku bukan mati bunuh diri,tapi di bunuh, tapi aku tak ingin nanti mereka semakin sedih," kata Selvi.
"kami akan bantu, tapi lewat tulisan saja,karena kami bisa kelelahan jika kamu merasuki salah satu dari kami," kata Kania.
"baiklah, tapi sepertinya Cici kuat cuma sebentar saja," mohon Selvi.
__ADS_1
Kania, Ardi dan Shaka melihat kearah Cici, "aku juga siap membantu," katanya.