Baby Darling ^.^

Baby Darling ^.^
10. Paman


__ADS_3

Tengah Malam di Bali...


Julian sedang duduk di sisi Sera sambil tetap bekerja lewat laptopnya, tiba-tiba pintu terketuk dan  terbuka, Julian melihat Serena datang,


“Serena, tengah malam gini kenapa kamu ke rumah sakit,” Julian


“Aku hanya ingin menengok Mama, bentar lagi kan aku akan berpisah dari Mama,” Serena


“Kenapa kamu tidak ikut saja?” Julian


“Karena- Itu rahasia,” Ujar Serena sambil tersenyum


“????” Julian bingung


“Ayah, selama ini aku selalu bertanya-tanya, apakah Ayah mencintai Mama??” Serena


“Tentu saja,” Jawab Julian cepat


“Lalu kenapa Bilal lahir??” Serena


Julian terdiam,


“Aku sudah tes dna, dan Bilal itu anak kandung Ayah, jadi katakan kenapa Bilal tetap lahir??” Serena


“Serena, ini sudah malam, kamu harus pulang dan tidur, besok kamu masih ada kuliah,” Julian mengelak


“Ayah jangan mengelak,” Serena


“Serena sebaiknya kamu tetap diam, itu bukan urusanmu,” Julian dingin


“Aku adalah anaknya Mama, aku berhak tau siapa yang bisa menjadi Ayahku,” Serena


“Ayahmu hanya satu dan itu adalah Sean, Ayah sedang tidak ingin mendengar omong kosongmu, sebaiknya kau pergi sekarang,” Julian


“Jika Kenzie yang menanyakan itu apakah Ayah menjawab??” Serena


Julian kembali terdiam,


“Suatu hari nanti, Kenzie pasti akan menanyakan itu,” Serena


Serena menatap Mamanya yang terbaring dengan berbagai alat bantu kehidupan di sekujur tubuhnya,


“Aku akan ke Singapura mencari Ayahku, setidaknya dia harus tau kabar Ibu dari anaknya,” Serena


“Tidak bisa, kamu dan Sean tidak ada hubungan status Ayah dan Anak, dia hanya orang lain sekarang,” Julian


“Ayah, Ayah sendiri yang bilang, Ayahku hanya satu dan itu adalah Ayah Sean,” Serena


Julian tersadar dengan apa yang ia katakan,


“Seren-“ Julian


“Aku akan menemui Ayahku, Paman,” Serena


Serena pergi,


“Serena, tunggu,” Julian


Julian mencoba mengejar Serena namun Serena sudah terlanjur pergi dengan lift, Julian kembali ke ruang rawat Sera, Julian duduk disamping Sera,


“Sera, maafkan aku, aku kehilangan pengakuan satu anakku,”  Julian


Julian memegang jemari Sera yang juga penuh alat,


“Kumohon cepatlah sadar Sera,” Julian terisak.

__ADS_1


.


.


.


3 Hari Kemudian....


Di lepas landas pesawat pribadi milik Keluarga Axel, semua Keluarga Sera datang untuk mengantar Sera dan yang lain bahkan Kenzie yang kembali kemarin,


“Kenzie, kamu baru datang tadi malam, sekarang kamu pergi lagi,” Rini


“Bibi, tenanglah, aku sudah besar, aku bukan anak-anak yang harus diawasi,” Kenzie


“Ya baiklah, keponakanku ini sudah besar dan tampan pula,” Rini


“Kenzie, rawat adik-adikmu ya, urusan Mamamu serahkan saja pada Ayahmu,” Alan


“Iya Paman, aku akan menjaga semuanya,” Kenzie


Kenzie menatap Serena,


“Kak Serena, kamu yakin gak mau ikut??” Kenzie


“Iya, aku ingin fokus Kuliah dulu, jika aku sudah lulus, aku akan ke Jakarta dan tinggal bersama kalian,” Serena


“Kak Seren, aku sudah membeli rumah yang banyak kamar, kita akan mendapat 1 kamar 1 orang, kapanpun Kakak datang, Kamar Kakak sudah ada,” Kenzie semangat


“Itu bagus, aku akan menantikannya,” Serena tersenyum


“Kak Serena, jaga Kakek ya, jangan biarkan Paman Alan memenuhi keinginan jelek Kakek,” Serlian


“Hei hei Serlian, kamu itu,” Alan


Alan mengelus kepala Serlian,


“Iya Paman,” Serlian


“Kenzie-Serlian, jaga baik-baik adik-adik ya, jika ada waktu datanglah ke Bali,” Ezhar


“Paman, kami bahkan belum pergi tapi sudah disuruh kembali terus,”Kenzie


“Kalian, Kenzie-Serlian,” Suta


Kenzie menunduk kepada Sang Kakek,


“Kakek, aku pergi dulu ya, aku pasti akan menjaga adik-adik, Mama juga pasti akan sembuh, jadi jaga kesehatan Kakek ya,” Kenzie


“Iya, kamu memang sudah besar Kenzie,” Suta


Julian datang,


“Kenzie, bawa adik-adikmu ke dalam, Mamamu sudah dipindahkan ke dalam pesawat,” Julian


“Baik Ayah,” Kenzie


Kenzie pun pergi dengan menggendong Sherina dan menggandeng Fay, sedangkan Gemini di gandeng si Kembar A,


Julian mendekati Serena,


“Serena-“ Julian


“Aku akan menjaga Kakek dan rumah dengan baik, jadi tolong sembuhkan Mama, Paman,” Serena


Semua langsung menatap Serena dan Julian, bahkan sampai Kenzie yang masih belum terlalu jauh, Serena menatap Julian lalu tersenyum dan pergi,

__ADS_1


“Serena,” Lirih Julian.


.


Di parkiran mobil, Serena melihat pesawat telah lepas landas, Serena tersenyum,


“Aku hanya perlu sentuhan terakhir saja,” Serena


Serena pun pergi dengan mobilnya.


.


.


.


Di Jakarta, lebih tepatnya di rumah yang telah di beli Kenzie, Para Anak-anak sampai di rumah duluan karena Julian masih ada urusan di rumah sakit, saat sampai rumah, Kenzie langsung menidurkan Sherina di ranjang bayinya, Serlian juga menidurkan Gemini yang tertidur selama perjalanan.


Sedangkan yang lain memilih masuk ke kamar masing-masing yang sudah ditandai Kenzie karena mereka cukup lelah selama perjalanan.


.


.


.


Malamnya, Kenzie dan adik-adiknya berkumpul di ruang tamu untuk menyiapkan sekolah mereka,


“Wahhh aku gak menyangka aku akan sekolah di YGS,” Azka


“Iya, padahal selama ini kita hanya bisa melihat brosur,” Aksa


“Azka-Aksa, kalian akan sekolah di YGS, karena itu perhatikan sikap kalian dari sekarang, jangan membolos,” Kenzie


“Baik Kak,” Azka-Aksa


“Dan Serlian, kamu saja yang bawa kartu hitam ini, kamu yang lebih tau apa yang dibutuhkan rumah ini,” Ujar Kenzie sembari menjulurkan black card itu


“Kamu aja Ken, aku tak bisa mengatur keuangan tanpa Kak Serena atau pendamping,” Serlian


“Tidak apa, kamu pasti bisa sendiri, aku juga akan membantumu sesekali. Aku sudah menyewa 3 Pembantu, 3 babysitter dan 2 satpam, babysitter akan menjaga Gemini, Bilal, dan Sherina masing-masing satu, dan Pembantu 2 bekerja dan 1 masak, karena ini sedikit pembantunya tidak seperti dirumah utama, jadi kalian tidak boleh manja dan bantu-bantu mereka, mengerti??” Kenzie


“Baikkk Kakk,” Jawab Semua


“Serlian juga akan menjadi pengambil keputusan, jadi keputusan apapun yang Serlian putuskan, kalian harus menuruti, atau aku akan mengembalikan kalian ke Bali,” Kenzie


Kenzie menatap Eknath,


“Dan khusus kau Eknath, aku tau apa niatmu ikut bersama kami, sebaiknya singkirkan niatmu sebelum aku benar-benar kehabisan kesabaran,” Kenzie


“Oi oi, tenang saja Kenzie, aku juga akan kerja part time di samping kuliahku, jadi aku akan sedikit lebih sibuk,” Eknath


“Ayah telah melarang kita kerja part time, kau tau itukan,” Kenzie


“Dan 4 tahun yang lalu, Mama Sera telah mengijinkanku, keputusan Mama Sera siapa yang berani melanggarnya, bahkan aku masih punya rekam suaranya,” Eknath


Kenzie menjadi kesal dan berdecih,


“Kakak, kami juga ingin kerja part time-“ Azka


“Tidak, setidaknya sampai nilai kalian 100 atau A+ dalam setiap mata pelajaran, kalian harus lebih fokus pada sekolah, Ayah dan Paman masih hidup, kita masih bisa hidup lebih dari cukup tanpa harus bekerja, mengerti??” Kenzie


Azka-Aksa menjadi murung, “Baik Kak,” Azka-Aksa


“Ini juga berlaku untuk kalian Daffa-Farro, walau kalian anak tak diharapkan Ayah sekalipun, kalian tetap anak-anak Ayah,” Kenzie

__ADS_1


“Baik Kak,” Daffa-Farro yang menjadi mengurungkan niat mereka yang ketahuan oleh Kenzie bahkan sebelum mereka mengatakannya.


__ADS_2