
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar suara berisik,
“Itu Ketos InOs, Raphael, pasti ada masalah lagi di Kelas 11 A Mapel Umum,” Guru
“Serlian,” Bathin Kenzie
Kenzie pun bergegas keluar tanpa pamit pada Gurunya.
.
Di Kelas Serlian, Kelas 11 A Mapel Umum, benar saja ada masalah, beberapa siswa sedang membully Guru yang akan mengajar, Guru itu mencoba tenang menerima pembullyan itu setidaknya sampai Ketos InOs datang, namun tiba-tiba Serlian yang sebelumnya ke toilet baru datang ke kelasnya, Serlian terkejut melihat jika Guru mereka di lempari oleh alat tulis ataupun telur dan bola tepung, Serlian melihat jika para gadis juga hanya diam dan malah ada yang ikut membully, Serlian pun mencoba melindungi Gurunya,
“HENTIKAN!!!” Serlian
“Mata empat, menyingkirlah, lo itu masih anak baru, jangan mencari masalah,” Ujar Bastian Sang Ketua Kelas sekaligus Penguasa di Kelas 11 A Mapel Umum
“Tidak, kalian tidak sopan dengan memperlakukan guru seperti ini,” Serlian
“Hah?? Tidak sopan?? Pfft Hahahahahaha,” Bastian
Satu Kelas ikut tertawa, Bastian mendekat ke Serlian dan menarik kerah seragamnya dengan wajah marah,
“Lo itu hanya anak baru, jangan berlagak sok jadi pahlawan,” Bastian
“Aku- Aku bukan ingin menjadi pahlawan, tapi si-sikap kalian yang tidak ba-baik,” Serlian
“Cewek gagap, lo jangan coba-coba menasehati gue,” Bastian
Brukkk....
Bastian melempar Serlian ke dinding hingga tangannya Serlian terkilir dan kepalanya terluka,
“Bas, apa yang lo lakuin?? Dia kan Kakaknya Kenzie, Kenzie paling gak bisa melihat kembarannya terluka,” Teman Bastian
“Benarkah?? Kalau begitu gue mau liat apa yang bisa di lakukan Si Bangs*t Kenzie itu kalau Kakak kembarnya disentuh,” Bastian
“Bastian hentikan, jangan ganggu murid lain,” Guru
BRAKK...
Guru tercengang saat sebuah kursi dilempar Bastian dan hampir mengenainya,
“Jangan ganggu, Guru gedung utama adalah yang terburuk,” Bastian
Bastian mendekat ke Serlian,
“Apa yang ka-kamu mau la-lakukan??* Serlian takut
“Tidak banyak, gue hanya ingin melihat gimana ekspresi Kenzie saat tau Kakaknya telah disentuh anak bermasalah disekolah,” Bastian
__ADS_1
Bastian melihat luka Serlian, entah mengapa Bastian menjadi terdiam terbeku beberapa saat,
“Bastian Erdogan,”
Bastian menoleh dan melihat Raphael yang menatapnya dengan dingin, Bastian bangkit dan menatap Ra dengan tatapan rendah,
“Caca-Anji, bawa guru dan Serlian ke uks, jika Serlian terluka lebih parah, Kenzie gak akan ragu untuk menghancurkan satu sekolah ini,” Ra
Caca membawa guru pergi dan saat Anji akan mendekati Serlian, seorang siswa tiba-tiba mengangkat kursi untuk memukul Anji, namun Ra mencegahnya dengan cepat dengan menendang meja yang ada di hadapan cowok yang akan melempar kursi tersebut, cowok tersebut pun terjatuh dengan dihimpit meja serta kursi,
“Bastian, lo udah benar-benar keterlaluan ya, gue udah bosen ngurus lo doang bangs*t,” Ra
“Gue juga bosen liat orang yang telah ngebuat Kakak Perempuan gue bunuh diri,” Bastian
“Aihhh, udah gue bilang berapa kali, gue gak ada hubungan dengan kematian Bianca,” Ra
“JANGAN BERPURA-PURA!! Lo adalah alasan Kakak gue mati, lo Ketos InOs tapi lo sama sekali gak perhatian pada Bianca, dia Murid YGS, tapi kenapa dia gak dapat perlakuan yang pantas!!!” Teriak Bastian
“Maaf, Inti Osis sudah menghukum berat Para Guru yang melakukan itu pada Kakak lo, gak bisakah lo menerima itu,” Ra
“Yang mati adalah Kakak gue, tapi para penjahat itu hanya lo hukum penjara, itu tidak seimbang,” Bastian
“Lalu lo mau apa?? Mau InOs ngebunuh mereka?? Mereka itu iblis yang bahkan paling terendah dari yang rendah, lo mau InOs ngelakuin hal rendahan, gue gak mau menjadi anjing hanya karena mengurus beberapa anjing liar,” Ra
“Cih, kalau begitu tetaplah tutup mata Raphael, dan gue sendiri yang akan membalas mereka dengan cara terendah sekalipun,” Bastian
“Bastian, kita selesaikan disini, lo marah sama gue kan, kalau gitu, pukul gue sepuas lo, tapi jangan lagi menyakiti orang lain,” Ra
“Raphael, lo bisa mati El,” Dhani
“Jangan ngelakuin hal gila Ra,” Anji
“Ra,” Aldo
Ra terdiam,
“Lo yakin?” Bastian
“Ya, jika kematian gue bisa ngeredain amarah lo, lo bisa ngebunuh gue dengan memukuli gue sepuas lo, dan kematian gue hanya akan dianggap bunuh diri, lo gak akan di sebut dalam masalah ini,” Ra
“Baiklah, kalau gitu, gue gak akan ragu,” Bastian
Bastian mengambil sebuah tongkat baseball, saat Bastian akan memukul Ra, tiba-tiba Serlian menghalangi Bastian dan terkena pukulan Bastian,
“SERLIAN!!!!”
Saat tubuh Serlian terjatuh, Kenzie yang melihat Serlian di pukul segera menangkap tubuh Serlian,
“Serlian, bangun Serli,” Kenzie
__ADS_1
“Kenzie, cepat bawa Serlian ke rumah sakit, gue yang akan ngurus disini,” Ra
Kenzie tanpa berpikir panjang langsung menggendong Serlian dan membawa Serlian pergi, Ra melihat Bastian yang nampak terkejut dengan perbuatannya sendiri,
“Bastian, lo mengenal cowok tadi kan, dia adalah Kenzie, dan cewek yang lo pukul adalah Kakak kembarnya, sekarang lo harus menyelamatkan nyawa lo sendiri dari amukan Kenzie,” Ra
Ra melirik Dhani,
“Dhani, bereskan disini, gue yang akan melaporkan ini ke Ketua Yayasan,” Ra
Ra pergi,
“Apa yang gue lakukan? Cewek mata empat gak akan mati kan?” Lirih Bastian yang bergetar.
.
.
.
Di rumah sakit, Serlian sudah mendapatkan penanganan dari Dokter, sedangkan Kenzie merasa letih karena masalah yang bertubi-tubi dalam sehari,
“Kenzie,”
Kenzie melirik dan melihat Sang Ayah,
“Bagaimana Serlian?? Serlian baik-baik saja kan??” Julian khawatir
“Dokter belum keluar dari ruangan, aku ngak tau,” Lirih Kenzie
Julian merasa frustasi,
“Pertama Mama, sekarang Serlian, aku benar-benar tidak berguna,” Kenzie
“Kenzie,” Julian
Julian menepuk bahu Kenzie,
“Jangan menyalahkan dirimu, kamu tau kan jika Serlian paling gak suka hal itu. Kamu istirahat saja, Ayah akan mengurus sisanya,” Julian
“Tidak, biarkan aku Ayah, aku akan mengurusnya si brengsek yang melukai Serlian,” Kenzie
“Lakukan yang menurutmu benar Kenzie, Ayah akan selalu di belakangmu,” Julian
Dokter keluar dari ruangan,
“Dokter, bagaimana Serlian??” Julian
“Tuan, pasien sekarang dalam kondisi baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan, hanya tangan kanannya yang patah, butuh beberapa minggu untuk kembali semula, saya sudah meresepkan obat dan jadwal check, pastikan pasien meminum obat dan banyak istirahat,” Dokter
__ADS_1
“Baik Dok, terima kasih banyak,” Julian
Dokter pergi,