
Flashback On...
Keluarga Radeya, dikenal dengan keluarga yang loyal secara royal, berisikan keturunan Indonesia, Mesir, dan Inggris, walau agak lebih kecil dari Keluarga Ginanjar, Keluarga Radeya memiliki banyak kekayaan yang melimpah.
Namun setelah kelahiran Raphael yang sangat dibanggakan bahkan sampai pelosok dunia mengetahui kelahiran Raphael, 7 tahun kemudian, anak dengan diagnosa mengalami gangguan pada iq terlahir dan diberi nama Rashi, Rashi tumbuh dengan sehat walau iq serta mentalnya sangat buruk.
Rashi selalu ingin dekat dengan Sang Kakak yaitu Raphael, Rashi selalu mengikuti Raphael kemanapun dan bertingkah konyol dihadapan teman-teman Raphael, walaupun Rashi ingin dekat dengan Raphael, Ra tidak menyukai Rashi lebih tepatnya Ra membenci Rashi karena Rashi membuatnya kehilangan muka di hadapan teman-temannya, terlebih, Rashi suka memakai berbagai topeng wajah yang aneh-aneh.
Saat Raphael masuk SMP, batas kesabaran Ra pun menjadj pecah karena Rashi terus-menerus mengganggunya, hingga saat Raphael berada di rumah, Raphael sedang melukis di balkon mansion, tiba-tiba, Rashi datang dan menyiram lukisan Raphael dengan jus tomat,
“RASHI!!!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN!??!!!! Ini tugas lukisanku!!! Lihat!! Jadi kotor kan,” Raphael marah
Rashi yang entah fokus melihat apa membuat Raphael kesal, Raphael mengguncang tubuh Rashi cukup keras,
“Rashi, kau denger aku!! Kau itu hanya seorang yang *****, seharusnya kau gak terlahir aja!! Sebaiknya kau menghilang dari hadapanku!! Lebih baik kau enyah saja!!!” Raphael marah
“Kakak, ayo pelgi dari cini,” Rashi
“APA MAKSUDMU HAH??!” Teriak Raphael
Tiba-tiba Rashi mendorong Raphael hingga Raphael terjatuh, dan...
DORRR!!!!
Rashi berdiri di depan Raphael yang masih terduduk dilantai,
DORRR!!!!
DORRR!!!!
2 tembakan melayang dari 2 arah yang berbeda, Raphael terbelalak melihat Rashi tertembak tepat di dada kirinya, Raphael melihat sisi lain dan melihat sniper yang gugur dan sniper milik Keluarganya, saat Rashi jatuh tergeletak,
“Kaka,” Rashi
Raphael tersadar dan mendekat ke Rashi, Raphael memangku Sang Adik,
“Kakak,” Rashi
__ADS_1
“Rashi, bertahanlah, Kakak mohon bertahanlah,” Raphael
“Kakak, Kaka memanggil namaku dengan lembut, aku senang sekali, ta-tapi, ini sakit Kakak, Lashi gak kuat,” Rashi
“Ngak Rashi, kamu pasti bisa bertahan, aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang,” Raphael
“Kakak, Kakak jangan membenciku lagi ya, aku sayang Kakak,” Rashi
Rashi menutup matanya, Raphael terdiam sejenak tak percaya jika Rashi meninggal di hadapannya setelah Rashi menyelamatkannya,
“Ra-Rashi, maafkan Kakak Rashi, maafkan Kakak, Rashi,” Raphael terisak dan pertama kalinya Raphael menangis bahkan sampai Raphael mimisan dan pingsan sambil tetap memeluk tubuh Rashi yang terlihat tersenyum seperti biasa.
.
.
.
Selama acara pembakaran jenazah Rashi, Raphael hanya terdiam dengan tatapan kosong, Caca, Dhani, Aldo, dan Anji yang telah menjadi teman semenjak Ra kecil dan mengetahui bagaimana perlakuan Raphael pada Rashi membuat mereka menjadi iba dan kasihan pada teman mereka, mereka berempat mendekati Raphael yang terduduk sambil memandang jenasah Rashi perlahan terbakar,
“Ra, sudah, jangan seperti ini lagi, jangan nyiksa diri lo sendiri dengan seperti ini,” Caca
“Lalu gue harus bahagia melihat adik yang selalu gue benci dan sakiti sekarang sudah menjadi jasad dan dibakar, Rashi- Rashi selalu gue jauhi dan gue sakiti, kenapa- kenapa dia menyelamatkan gue, disaat seperti itu- kenapa Rashi tidak menjadi orang yang benar-benar ***** dan membiarkan gue mati?? Tidak, Rashi bukan mati karena kepribadiannya, Rashi mati karena gue, gue yang membunuh Rashi, gue yang telah ngebunuh Rashi,” Raphael meracau
Caca menjadi takut dan menangis,
“Dhani, Aldo, Anji, nasehatin temen kalian ini hiks, hiks gue- hiks huaaa,” Caca menangis
“Ra, udah, jangan nyalahin diri lo sendiri, Rashi gak akan hidup lagi dengan lo nyalahin diri lo sendiri,” Anji
“GUE TAU!!!! Hiks, gue tau Rashi gak akan hidup lagi dan itu karena gue, karena gue Rashi tiada,” Raphael
“Bukan lo yang salah Ra, yang salah adalah Boss Sniper itu, jika dia gak nyuruh, maka seharusnya Rashi masih hidup,” Aldo
“Aldo bener Ra, Boss Sniper itu sebenarnya pasti mengincar lo tapi Rashi mengetahui itu dan memilih melindungi lo,” Anji
Raphael terdiam sejenak dan tertawa pahit, “Padahal Rashi sudah menyuruh gue pergi dari balkon, tapi gue malah marah-marah bahkan mencaci maki Rashi, sekarang gue gak tau apa gue ini manusia atau gak, apa gue memang iblis yang gak punya hati nurani,” Raphael
“Jika lo iblis maka siapa yang akan menuntut balas atas kematian Rashi??” Anji
__ADS_1
“Lo harus membalas kematian Rashi, Ra,” Caca
“Gue denger Boss Organisasi Hitam adalah Boss jahat yang menginginkan banyak perusahaan besar, bahkan ada beberapa Keluarga yang hampir musnah,” Dhani
“Hanya ada satu cara mendekati Boss Organisasi Hitam, gue harus menjadi orang lain,” Raphael
Raphael memakai topeng kulit berbentuk tengkorak milik Rashi yang di pegang Rashi saat kejadian.
.
Sejak saat itu, Raphael belajar jauh lebih giat, Raphael juga belajar komputer untuk menghack akun, 1 tahun kemudian, Raphael berhasil mencuri cetak biru pembuatan topeng kulit wajah manusia serta pengubah suara mini, Raphael pun membuatnya beberapa topeng wajah, hingga saat Raphael sudah bisa di gunakan, Raphael pun mulai terbiasa dengan topeng itu, Raphael bisa berganti 20 wajah sekaligus dalam 1 menit, Raphael yang menaruh pengganti suara di dalam tubuhnya sendiri pun bisa berganti suara sesukanya selama bisa mengetahui suara asli orang yang ingin ditiru.
Namun karena masalah kasus hacker yang telah mencuri data penting YGS, Ketua Osis Inti Osis saat itu menemui Raphael bersama dengan seorang gadis seusia mereka dan seorang anak SMP juga yang berbeda setahun dari Raphael, saat Raphael akhirnya harus duduk dan diinterogasi oleh Anggota Inti dari Inti Osis YGS serta seorang gadis SMA dan seorang anak SMP.
Sang Ketos InOs saat itu melirik Raphael dan sebuah foto Keluarga di dinding ruang tamu rumah Keluarga Radeya,
“Ekhem, jadi lo udah kuasain penggantian muka itu, padahal lo cukup tampan,”
“Bukannya kalian seharusnya mengenalkan diri terlebih dahulu?? Sepertinya Kesopanan YGS semakin berkurang,” Raphael
“💢💢💢, anak nakal ini ya. Ahhh baiklah, gue akan memperkenalkan diri, gue adalah Ketos InOs, nama gue Rian, ini pacar gue Rain, dan ini-” Ujar Rian
“Keluarga??” Raphael
“💢💢💢, anak ini semakin berlagak, gue Rian Affandra, dia Waketos Kino Anggara, Si Kembar Ari Dirgara dan Ara Dirgara, dan Ketua Pembantu InOs, Suzuki Shino. Pacar gue Rain emang dari Keluarga tanpa nama, tapi 5 tahun dari sekarang, Rain akan dapat nama Affandra, dan dia-“ Rian yang kesal malah memperkenalkan semua orang kecuali anak laki-laki SMP iitu
“Nama gue Gio, gue hanya yatim piatu yang tinggal bersama Kakak gue, tapi gue diadopsi oleh Keluarga Ginanjar, jadi seharusnya Keluarga Ginanjar juga menjadi nama belakang gue,” Gio langsung memperkenalkan diri
“Nah, kita semua sudah memperkenalkan diri, dan bukankah lo seharusnya membuka topeng lo itu??” Rian
“Gue gak bisa, dibalik topeng ini, hanya akan ada wajah seorang pembunuh yang telah menghabisi adiknya sendiri,” Raphael
“Aihhh, lo itu bukan pembunuh adik lo, kawanan sniper waktu itu aja udah ketangkap dan ini gak ada hubungannya dengan organisasi hitam, ya walaupun boss mereka belum terungkap. Karena itu hentikan mengganti wajah lo itu,” Rian
“Gak, gue gak akan berhenti sebelum dendam adik gue terbalaskan-“ Raphael
“DENDAM APA YANG LO MAKSUD!!?? Lo sendiri yang memiliki dendam, adek lo rela mati demi lo, tapi lo masih bersikap bodoh seperti ini!! Lo membenci adek lo sendiri tapi kasih sayangnya membuat dia ngorbanin diri, adek lo pasti gak mau lo hidup dalam lingkaran setan ini, jadi hentikan semua ini, bukan hanya lo, keamanan seluruh NOC YGS bisa bahaya, jangan membuat korban lagi,” Rian kesal
“Gue- Gue gak peduli, bagaimanapun caranya, apapun yang akan terjadi, dan siapapun yang akan mati gue gak peduli, gue hanya ingin kematian Rashi tidak tersia-sia, Rashi- Rashi pasti menyimpan dendam untuk orang jahat itu maupun gue,” Raphael
__ADS_1
“Ya anggap itu dendam adik lo, tapi bagaimana cara lo membalasnya, mengganti wajah hanya bisa digunakan untuk mencari informasi, tapi bagaimana cara lo menghabisi Boss yang membunuh adik lo??” Gio