
Di gudang penyimpanan makanan, Serlian dan Serena sedang menyusun stok bahan makanan seperti beras, bumbu kaldu, bubuk lada, tepung-tepungan, mentega, telur, saos-saosan, kecap, sambal instan, dan lain sebagainya,
Setelah membereskan stok makanan, mereka pergi ke gudang camilan dan kelengkapan rumah,
“Kak Serena, untung Kakak memesan kemarin, atau gak kita benar-benar kehabisan stok, barang-barang sudah sampai dan kita tinggal menyusun,” Serlian
“Saat pulang kemarin, aku langsung periksa dan langsung memesan, Bi Inah seperti terlalu sibuk dengan kedatangan kita sampai lupa stok,” Serena
“Lagipula Bi Inah juga sudah berumur, kita harusnya jangan terburu-buru,” Serlian
“Serlian, aku senang kamu semakin dewasa, dulu kamu hanya menunggu Kenzie bicara baru kamu bicara, kamu bahkan membawa pulang adik iparku,” Serena
Pipi Serlian memerah, “Ad-Adik Ipar apa?? Erick han-hanya adik kelasku di sekolah,” Serlian gugup
“Pfft Hahahaha, aku bahkan tidak mengatakan siapa namanya, tapi kau udah bilang itu Erick,” Serena
“I-Itu-“ Serlian tergugup
“Seperti bocah itu sangat menyukai kamu, dia udah ngerebut hati Gemini dan Kakek, dia bahkan setampan Kenzie, dan sepertinya dia dari Keluarga Kaya, jadi apalagi yang perlu kamu pikirkan,” Serena
Serlian hanya diam sambil pura-pura sibuk mengatur barang, namun di luar gudang, Eknath mendengar obrolan Serena dan Serlian, Eknath menjadi kesal namun memilih pergi.
.
.
.
Seminggu berlalu dan sehari sebelum nyepi, anak-anak Keluarga Sera pun bersiap menonton pertunjukan, dalam perjalanan ke bale banjar,
“Kenzie, nanti bolehkan gue, Aldo, dan Anji ikut angkat ogoh-ogohnya??? Rasa-rasanya seru deh, kami juga sudah membawa sepatu,” Ra
“Hmmmm, coba nanti tanya Ketua muda-mudinya dulu, kagak mungkin kan Kak Ra tiba-tiba ikut,” Kenzie
“Baiklah,” Ra
“Kak Serena, Serlian, nanti kita juga-“ Caca
“Tidak, terima kasih, aku paling gak bisa angkat berat, jika aku tak bisa apalagi Serlian,” Serena memotong pembicaraan
“Lagipula aku gak akan biarin, jika kalian terluka, Mama akan memarahiku,” Kenzie
“Ditambah kita membawa anak-anak, kan harus ada yang ngawasin,” Ra
“Hm, Kak Ra benar juga,” Kenzie
“Tapi bisa-bisanya kita begitu beruntung, mereka sedang bicarakan soal baju saat kita baru datang, untung masih sempat kita pesan,” Aldo
“Ditambah Ibunya Anier buka laundry jadi bisa langsung cuci kering, sungguh beruntung,” Anji
“Semuanya sudah kebetulan dari alam,” Ra.
.
Saat sampai di pertigaan bale banjar, Kenzie menghentikannya di tempat yang cukup jauh dari bale banjar,
“Kita turun disini,” Kenzie
Kenzie turun duluan dengan menggendong Gemini dan menggandeng Fay, dan yang lainnya pun turun dari mobil,
“Oi, Ken, kenapa kita turun disini??” Tanya Eknath yang turun dari mobilnya sendiri
“Kau mau sampai tengah malam disini??” Kenzie
“Kagak,” Eknath
“Nah, aku akan sampai malam, jadi nanti kau antar Kak Seren, Serlian, Fay dan Gemini pulang, adik-adik yang masih kecil juga gak boleh begadang,” Kenzie
“Oh, oke,” Eknath mengerti
“Jadi setelah nonton, yang mau pulang bisa pulang sama Eknath,” Kenzie
“Yokayyy,” Jawab semua
__ADS_1
Mereka pun jalan bersama, ditengah jalan, teman-teman Kenzo memanggil Kenzo, Anier dan Azlan, mereka pun pergi ke bagian anak laki-laki kecil, sampai di panti, mereka melihat jika sudah banyak muda-mudi yang datang, setelah memastikan Serena dan Serlian dapat tempat duduk,
“Serlian, kamu membawa cukup uang kan?? Jika Gemini minta jajan dan uangnya kurang, minta saja padaku,” Kenzie
“Kenzie, kamu tak perlu khawatir, aku sudah menyiapkan semuanya,” Serlian
“Baiklah,” Kenzie
Kenzie melihat Kumpi(Ibu dari Dadong Sera yang dipanti) yang baru keluar dari kamar,
*Just Info : Di Bali jika Si A punya Nenek maka di sebut Dadong, sedangkan Ibu dari Dadong di sebut Kumpi oleh Si A, sedangkan Ibu dari Kumpi disebut Kelab oleh Si A.
“Aku mau menyapa Kumpi dulu. Devals, Azka-Aksa, kalian langsung saja ke tempat kumpul, bawa Kak Ra, Kak Aldo, Kak Anji, dan yang lainnya juga,” Kenzie
“Oke Kak,” Devals
Kenzie pun pergi,
“Kak Serena, aku dan Kak Olivia akan ke mudi-mudi berkumpul ya,” Rully
“Iya, tapi hati-hati, jangan sampai terluka, Paman Ezhar akan marah nanti,” Serena
“Rully, Via, aku boleh ikut ngak??” Caca
“Tentu saja, ayo Kak,” Rully
Mereka pun pergi,
“Kak Seren, aku kok jadi malu ya karena gak ikut,” Serlian
“Daripada kita jadi beban disana, lebih baik jangan kan, kita disini kan juga udah ngo'ot, jadi gak perlu barengin,” Serena
“Aihhh bilang aja Kakak malas,” Serlian
“Hmm, kamu juga jangan maling teriak maling adik manisku,” Serena
Setelah 1 jam menunggu dan jam menunjukkan jam 18.30 WITA, pertunjukan ogoh-ogoh dimulai, Serena mulai merekam pertunjukan walau agak buram karena tak berani pakai cahaya.
Pertunjukan ogoh-ogoh yang tak lebih dari 10 menit dengan 4 ogoh-ogoh yang dibawa oleh para pemuda, para pemudi, para anak smp, dan para anak sd.
“Serlian, ayo kita pulang, si Kenzie ngechat suruh antar kalian pulang, aku udah chat si kembar A sama si Kembar kecil, tinggal nyari Kenzo,” Eknath
“Lalu Rully??” Serlian
“Aku udah disini Kak,” Rully
Rully dan Caca mendekat,
“Aku disuruh gak ikut keliling sama Mbok* yang disana, ya udah aku pulang aja,” Rully
*Mbok dalam bahasa Bali artinya Kakak Perempuan
“Kalau gitu, kuy lah kita pulang, tapi.jika Si Kenzie itu berani ikut minum*, aku akan memukulnya habis-habisan,” Serena
*Minum disini berarti minum alkohol atau bir yang bisa membuat mabuk
“Walaupun Kenzie banyak minum, Kenzie kan gak pernah mabuk, dari kecil udah kuat minum,” Serlian
“Lalu nunggu Si Ken itu jadi pemabuk, pokoknya jika bocah itu berani minum, habis si Kenzie itu,” Serena.
.
“HATCHIIII,”
Kenzie menutup mulutnya saat bersin,
“Aihh, Kak Seren pasti tau niatku setelah ini, jika sampai aku minum, habislah aku,” Kenzie
“Kacian, di luar, lo jadi harimau, tapi dirumah lo jadi anak kucing Ken,” Ra
“Huh, punya Kakak segarang spinx gimana gak jadi anak kucing, udahlah ayo kita kejar,” Kenzie
Kenzie dan Ra pun berlari karena sebelumnya tali sepatu mereka lepas bersamaan.
__ADS_1
.
.
.
Kebesokan harinya, saat nyepi berlangsung, suasana serasa sepi, namun keheningan itu sirna saat Serena mengelilingi Kenzie yang baru terbangun dengan membawa sebuah kayu rotan, Serena mengendus-ngendus Kenzie,
“Kau gak minum kan,” Serena
“Kak, aku mencintai tubuhku, tentu saja aku tak akan minum,” Kenzie
“Yakin??” Serena
“Iya, aku sungguh tak minum, tanyakan pada Kak Ra, aku sama sekali gak minum, bahkan aku menyeret mereka pulang saat pawai selesai, aku sungguh tak minum,” Kenzie
Serena menatap tajam Kenzie,
“Aku gak bohong Kak,” Kenzie
Serena pun menghela nafas,
“Baiklah, aku percaya, jika kau berani minum-minum, aku akan memukulmu,” Serena
“Aku sudah kapok sama Mama, aku gak akan nyari masalah,” Kenzie
“Sekarang, makanlah dulu sana, jam segini kau baru bangun, dasar babi kecil ini,” Serena
Ra cs ataupun yang lain menahan tawa,
“Kakak, jika aku babi kecil berarti Kakak babi besarnya- Akh, sa-sakit Kak,” Kenzie
Serena melepaskan telinga Kenzie yang ia jewer,
“Berani kau bicara gitu sama Kakakmu sendiri,” Serena
“Yaa maap, Kakak kan yang mulai, masa aku segini tampannya dibilang babi kecil,” Kenzie
“Cihhh, gurunya Fay yang waktu itu baru tampan, dan kau itu hanya setengah,” Serena
“Ihhh jahatnya,” Kenzie
Gemini yang menggendong boneka beruang kesukaannya pun mendekat ke Kenzie,
“Kakak Kenzie, Raka lebih tampan dali Kakak,” Gemini
Kenzie tersentak sedangkan yang lain tertawa puas,
“Hiks, Geminiiiii, Kakakmu ini kan yang paling tampan, masa dibilang jelek, bilang Kakak tampan, nanti Kakak belikan es krim,” Kenzie
Gemini menggeleng, “Ngak, aku nanti dijewel Kakak Selen kalau makan es klim,” Gemini
Kenzie menjadi murung, Serlian pun mendekat,
“Sudahlah Kenzie, bagiku kamu adalah adik tertampanku,” Serlian
“Ah, Serlian, kamu memang Kakak terbaikku,” Kenzie
Kenzie melihat sekitar,
“Bentar, sejak kapan, 4 kunyuk itu ada disini??” Tanya Kenzie sambil menunjuk ke-4 temannya(Vivian, Eun, Akira, dan Reno)
“Kemarin siang, mungkin pas lo di Desa,” Reno
“Siapa yang nyambut??” Kenzie
“Paman Alan, memang siapa lagi,” Eun
“Kami juga kepo sama tradisi nyepi ini, jadi gak masalah kan??” Akira
“Kenzie, gue udah suruh jangan, tapi mereka malah memanggil pesawat pribadi Akira dan terbang kesini,” Vivian
“Sebenernya lo pada kepo apa sih?? Tradisi nyepi yaa sepi biasa, gak boleh keluar bawa motor dan malamnya gak boleh lampu hidup, itu aja, bahkan sekarang satu Bali gak ada akses internet, untungnya listrik masih nyala,” Kenzie
__ADS_1
“Yaaa, kepo aja sih,” Eun