
Alan pun duduk di meja makan, Serlian pun menyiapkan makanan untuk Alan,
“Wah, keponakanku udah mandiri ya, dulu masih Paman yang menyiapkanmu, sekarang kamu yang menyiapkan sarapan Paman,” Alan ke Serlian
“Paman udah merawatku dari kecil, tentu saja aku harus melakukan ini sesekali,” Serlian
“Yaa itu udah cukup,” Alan
Alan pun memakan bakso buatan Serlian, Amel dan Rini yang selesai membanten pun juga ikut makan,
“Alan, Ezhar ada beritau agendanya kemana sekarang??” Rini
“Mungkin ke kantornya?? Yaaa mana aku tau, Kakak kan istrinya, kenapa nanya aku,” Alan
“Ezhar tidak memberitahu apapun, dia selalu di ruang kerjanya saat malam hari,” Rini
“Hm, daripada Si Ezhar, aku lebih penasaran sama Agus dan Juna, mereka tak pulang walau nyepi, sepertinya mereka tidak takut akan dipukul Serena,” Alan
“Biarkan saja, mereka sudah menikah dan punya kehidupannya sendiri,” Rini
“Ya juga sih,” Alan
“Hm, Alan, seperti yang kamu tau, Kakakku dan suaminya meninggal seharu sebelum Nyepi, apa boleh aku ke rumah Kakak Iparku dan membawa 2 Keponakanku kemari?? Mereka sudah menjadi yatim piatu sekarang,” Amel
“Tidak, Kakak Iparmu juga memiliki adik, biarkan dia yang ngurus, kamu jadi Keluarga Istri tidak berhak mengambil hak asuh mereka,” Alan
“Ta-Tapi, Keluarga disana serba kekurangan, mereka gak akan sanggup merawat 2 anak, mereka seusia Kenzo dan Fay, jadi lebih mudah merawat mereka disini,” Amel
“Aku bilang ngak ya ngak,” Alan tegas
Amel menjadi murung,
“Alan, biarkan Amel membawa keponakannya, kamu jangan jadi suami kasar kayak Prayoga, Amel juga kan membantumu merawat keponakan kamu disini,” Rini
“Paman, Bi Rini benar, Azlan dan Anier pasti kesepian jika hanya Arya yang disini, jadi biarkan Keponakan Bibi datang dan menjadi teman Azlan-Anier,” Serlian
“Aihhh baiklah, Amel, kamu boleh membawa mereka kemari,” Alan
“Dan satu lagi Paman, jangan memarahi Bibi Amel dibelakang, Bibi Amel hanya bisa bicara di hadapan Paman jika bersama Bibi Rini dan aku sebagai anaknya Mama Sera, jika tidak, Bibi Amel pasti takut dimarahi Paman, jadi Paman jangan memarahi Bibi Amel dibelakang kami, atau aku akan marah sama Paman,” Serlian
“Serlian, kamu benar-benar pengertian, baiklah, aku berjanji tidak akan marah, tapi jika anak-anak itu berbuat masalah, aku akan menggunakan hukuman Sera, kamu setujukan Amel??” Alan
“Iya, terima kasih, aku janji, mereka tidak akan buat masalah, aku akan memukul mereka terlebih dahulu,” Amel
“Dan Bibi Rini, Bibi Amel, aku sudah menyetok kembali makanan dan perlengkapan rumah, sampai 6 bulanan seharusnya cukup,” Serlian
__ADS_1
“Baiklah, Bibi baru akan memeriksanya,” Rini
“Hiks, hiks,”
Semua menatap ke Gemini yang tertatih sambil menangis, Serlian pun mendekat,
“Gemi sayang, kamu kenapa?? Jatuh kah??” Serlian
Gemini menggeleng,
“Lalu kenapa hm??” Serlian
“Bonekaku lusak, aku gak sengaja merobeknya,” Gemini
Serlian melihat boneka beruang kesukaan Gemini yang memang rusak karena sudah tua(Boneka Gemini adalah boneka yang dimainkan sejak jaman Sera kecil, bahkan sejak Serena baru lahir dan diturunkan ke setiap anak perempuan Sera), Alan yang selesai makan mendekat ke Gemini, Alan melihat jika boneka beruang berwarna pink itu sudah kurus dan lusuh,
“Gemini, gimana kita beli baru?? Boneka itu sudah rusak parah,” Alan
“NGGAK MAU, AKU CUKA BONEKA INI,” Gemini teriak lalu menangis keras
Kenzie pun dengan cepat datang, Kenzie langsung berjongkok menyamakan tingginya dengan Gemini,
“Gemini, kamu kenapa sayang??” Kenzie
Gemini masih menangis,
“Boneka Gemini robek dan kayaknya susah dijait lagi,” Serlian
Kenzie melihat boneka yang dipeluk Gemini,
“Gemini sayang, cup cup, jangan nangis ya, boneka Gemini terluka ya, gimana Kakak obatin?? Kamu tau sendiri Kakak spesialis pengobatan boneka terluka,” Kenzie
“Sungguh?? Kakak bisa mengobati bonekaku??” Gemini
“Iya, Kakak ambil alat jahitnya dulu, kamu sarapan aja dulu ya, bonekanya taruh aja dimeja,” Kenzie
Gemini mengangguk, Kenzie pun pergi ke sebuah lemari raksasa, Kenzie melihat nama di setiap laci dan akhirnya menemukan tempat jahit, Kenzie kembali ke ruang tengah dan mulai menjahit boneka Gemini, Kenzie menambahkan busa dan menjahit beberapa bagian yang robek, bahkan Kenzie memeriksa bagian mata apabila ada kejadian “kecolongan”, setelah beberapa lama bahkan hampir semua selesai sarapan, Kenzie pun menyelesaikan boneka Gemini dan nampak seperti baru, Kenzie pun memperlihatkan boneka beruang pink itu ke Gemini,
“Gemini tadaaaa, Bonekanya udah cantik lagi kan,” Kenzie
“Wahhhh Kakak hebat, jadi bagus, makasihhh Kakakk, aku sayang Kakakk,” Sorak Gemini sambil memeluk Kenzie
“Kakak lebih sayang sama Gemini,” Kenzie
Kenzie memeluk balik Gemini dan tersenyum tulus, Ra cs yang melihat itu pun menjadi terharu,
__ADS_1
“Kenzie, dia bisa melayangkan peluru ke siapapun kecuali adik-adiknya,” Aldo
“Ya, Kenzie memang jauh lebih baik dari gue, terutama dalam kasih sayang seorang Kakak ke Adiknya, andai gue sadar lebih awal, mungkin gue gak akan cemburu,” Lirih Ra.
Disisi lain, teman-teman Kenzie juga melihat adegan itu,
“Vivian, jika lo mau jadi menantu Keluarga ini, yang lo harus pikirkan bukan mertua tapi adek ipar,” Akira
“Ahhh, disisi ini Kenzie sangat menyayangi adiknya, disisi lain, gue membunuh adik gue sendiri karena takut kehilangan tahta, jeleknya hidup gue,” Eun
“Eun, jangan berkecil hati, kematian adik lo bukan salah lo, jika lo gak nembak adek lo, apa lo yakin dia gak akan dikuliti?? Lebih baik mati sekali mati kan,” Reno
“Yeah, maybe,” Eun.
.
.
.
Siangnya, Ra cs harus terbang kembali ke Jakarta karena harus mempersiapkan Smart All, sementara di rumah Sera, Kenzie sedang memakan bakso rujak sambil menonton video di komputer tempat warnet Alan setelah memeriksa keamanan dan keadaan semua komputer, sedangkan Akira yang pencinta ikan melihat-lihat akuarium dan berbagai jenis ikan yang dijual Alan.
Kenzie yang menjaga warnet melirik ke bale tempat biasa orang nunggu giliran, Kenzie melihat Gemini masih tidur nyenyak, sementara yang lain melakukan kebiasan mereka sendiri.
.
.
.
Saat hari liburan YGS berakhir, Kenzie dan adik-adiknya harus kembali ke Jakarta, sedangkan Serena seperti di awal tidak ikut karena ingin menjaga Sang Kakek.
Sampai dj Jakarta, bukannya istirahat, Kenzie memeriksa semua persiapan untuk mulai sekolah lagi, Kenzie juga memeriksa stok makanan dan perlengkapan rumah lain karena tidak ingin direpotkan pada masalah “sepele”.
Di hari yang sama, Kenzie pergi ke Perusahaan dan seperti firasat Kenzie, Billy hanya bermain-main, di meja Direktur Utama, Kenzie memijat pelipisnya yang pening,
“Tuan Muda,” Pak Jo
“Jadi Paman Billy sudah tau kapan aku akan pulang dan Paman melarikan diri kembali ke Inggris??” Kenzie
Kenzie mengambil ponselnya dan menelepon seseorang, saat terhubung,
“Ayah, adikmu Billy benar-benar keterlaluan, meninggalkan tumpukan tugas kantor saat dia telah berjanji untuk menyelesaikan saat aku liburan, ajarkan adik Ayah itu dengan benar,” Kenzie
Kenzie menutup teleponnya,
__ADS_1
“Tuan Muda,” Pak Jo tak yakin
“Aku sudah bilang ke Paman Billy jika Paman bermain-main, aku akan melaporkan ke Ayah, inilah akibatnya tak menempati janji,” Kenzie.