
Back To Story....
“Jadi, orang yang gue pukul adalah lo Kak??” Kenzie
“Itu hanya salah paham, gue udah maafin dan anggep itu gak terjadi, jadi gak usah merasa bersalah,” Ra
“Gue emang gak mau minta maaf kok,” Kenzie
“Ken, Zie, Gi, Nan, Jar,”
Kenzie tersentak dan menatap takut Serlian,
“Se-Ser-“ Kenzie
“Kamu terlibat bahaya dan tak memberitahu orang rumah, memangnya kamu punya berapa nyawa?? Kamu bahkan gak minta maaf walau sudah mukul orang,” Serlian
“Serli, itu bukan salahku,” Kenzie
“Masih menjawab? Berlutut!” Titah Serlian
Kenzie sontak berlutut di hadapan Serlian yang terduduk di ranjang rumah sakit,
“Maafkan aku,” Kenzie
“Minta maaf ke Kak Ra,” Serlian
Kenzie menggembungkan pipinya, “Kak Raphael, maaf udah mukul lo waktu itu,” Kenzie
“Pfft, baiklah, gue udah maafkan,” Ra
“💢💢💢,” Kenzie kesal melihat Ra menahan diri untuk menertawakannya
Tiba-tiba Bastian ikut berlutut,
“Serlian, maafkan aku juga Serlian. Kak Ra, gue juga minta maaf, andai lo menjelaskan dari awal, gue gak akan jadi begini,” Bastian
“Memangnya lo pernah mau duduk diam dan mendengarkan cerita gue sampai akhir?? Aihhh, gue tau lo aslinya orang baek Bas, Bianca adalah Kakak Kesayangan lo dan satu-satunya Keluarga lo yang gak gila seperti keluarga lo yang lain, tapi karena itulah Bianca tiada, gue juga bersalah, andai gue lebih kuat saat itu, Bianca maupun Kak Gio tidak akan meninggal. Gue akan meninggalkan posisi Ketos gue, jadi- Kenzie-“ Ra
“KAGAK, lo mau kasih seluruh harta Keluarga lo buat bayar gue, tetep aja gue kagak mau,” Kenzie
“Kenzie, jangan kasar,” Serlian
Kenzie terdiam,
“Kenzie, Bastian, kalian berdirilah, kalian mengaku salah dan meminta maaf itu yang penting,” Serlian
Kenzie dan Bastian berdiri,
“Serlian, jika kamu berkenan, mintalah Kenzie untuk menjadi Ketos, aku udah akan Ujian, aku harus mementingkan nilaiku, aku bukanlah jenius seperti Kenzie,” Bujuk Ra
“Hei, jangan menghasut Serlian seperti itu,” Kenzie
“Kenzie,” Serlian
__ADS_1
Kenzie menunduk,
“Kak Ra, aku memang Kakak Kembarnya Kenzie, tapi jika itu mengenai Kenzie sendiri, Kenzie berhak memutuskannya sendiri karena Kenzie yang akan menjalani maka Kenzie yang harus putuskan,” Serlian
“Aihhhh, yaaa, kamu benar, untuk sekarang aku akan mundur,” Ra
“Berarti Kakak akan mencoba lagi ya,” Bathin Serlian
“Serlian, sebaiknya kamu kembali istirahat, aku akan menjemputmu nanti,” Kenzie
“Baiklah,” Serlian
“Serlian, biarkan aku menemanimu, aku juga sedang malas mendengar kemarahan guru BK,” Bastian
“Bas, lo-!!” Kenzie
“Baiklah,” Serlian
“HAH??? Serlian-“ Kenzie
“Kenzie, gue gak akan nyakitin Serli, jika Serli terluka karena gue lagi, lo bisa mencabut jantung gue dan memberikannya pada Serlian,” Bastian
“Tentu saja gue akan lakukan itu ba- pembuat onar,” Ujar Kenzie yang hampir mengumpat dihadapan Serlian
“Tapi Bastian, aku- aku agak membosankan kalau berdua, jadi-“ Serlian
“Gak masalah, kamu tidurlah, aku akan bermain game di sofa,” Bastian
“Kalau gitu, Serlian, aku akan pergi ke kelas sekarang, jika si Ban- Maksudku Pembuat Onar ini mengganggumu lagi, hubungi aku, aku akan membuatnya lenyap tanpa sisa,” Kenzie
“Iya iya, Ayah kan juga disini, aku akan baik-baik saja, belajarlah yang rajin dan ajarkan aku dirumah nanti,” Serlian
Kenzie mengangguk, Kenzie dan Ra pun pergi,
“Hubunganmu dan Kenzie baik sekali ya, biasanya kembar cewek-cowok itu selalu bertengkar,” Bastian
“Hm? Tidak kok kami sering berbeda pendapat, malah kadang-kadang saat Kenzie terlalu marah denganku sampai Kenzie ingin memukul, Kenzie akan memukuli dirinya sendiri, itu ajaran Mama kami soalnya,” Serlian
“Keluarga Ginanjar, terlihat seperti Keluarga yang menyenangkan,” Bastian
“Tidak, Ayah berkata jika Keluarga Ginanjar adalah Keluarga Militer yang mengenaskan, yang menyenangkan adalah Keluarga Mama, Keluarga dimana Keluarga Ginanjar dan Keluarga Affandra serta dukungan 5 Keluarga lainnya membuat Keluarga Mama menjadi Keluarga besar yang berkuasa, tapi- mungkin itu akan berlalu, Keluarga Mama- cepat atau lambat pasti akan hancur,” Serlian sedih
“Selama kamu hidup, Keluarga Mamamu gak akan hancur, percayalah pada dirimu sendiri walau sedikit,” Bastian
Serlian menatap Bastian yang menatap ponselnya, Serlian tersenyum manis, “Kamu benar, terima kasih sudah mengingatkanku,” Serlian
Bastian melirik Serlian sedikit dan entah mengapa pipi Bastian memerah.
.
.
.
__ADS_1
Sore harinya, saat Kenzie dan saudara-saudarinya pulang sekolah dan sampai rumah, mereka disambut oleh Gemini dan Bilal serta Sherina, Si Kembar A langsung memeluk Gemini,
“Penyemangat Kakak, Kakak rindu banget,” Azka
“Azka, aku juga mau peluk Gemini,” Aksa
“Aduhh kau ganggu aja,” Azka
Azka memberikan Gemini agar bisa digendong Aksa,
“Serlian, kamu istirahat sana, sisanya biarkan aku dan yang lain urus,” Olivia
“Ah Livia benar, jangan khawatir para bayi, kamu banyakin istirahat ya Serlian,” Kenzie
“Kak Ken dan Kak Oliv benar Kak, Kakak istirahatlah, percayakan pada duo tampan ini,” Azka
“Bukannya karena kalian Kak Serlian gak bisa istirahat terus,” Celetuk Devals
“Ihhhhh Kak Devalsss,” Azka dan Aksa
Devals tertawa dan pergi ke kamarnya,
“Ahhh baiklah, aku akan istirahat. Azka-Aksa, bantu Kenzie jaga para bayi ya,” Serlian
“Yokayyyy,” Jawab Azka dan Aksa serentak
Serlian pergi,
“Mbak Amy, Sherina sudah mandi kan??” Kenzie
“Sudah Tuan Muda, Nona bayi tinggal makan camilan, makan malam, lalu tidur Tuan,” Mbak Amy(Babysitter Sherina)
“Baguslah, aku akan membawa Sherina ke Perusahaan. Azka-Aksa, Kakak akan pergi dan pulang jam 9 malam nanti, pastikan PR kalian selesai, mengerti??” Kenzie
“Iya Kak,” Jawab Azka-Aksa
“Kaka, ikut,” Gemini
“Eh?” Kenzie
“Gak boleh Gemi, Kakak akan bekerja,” Azka
“Benar, bermain sama Kakak Aksa aja ya,” Aksa
“Gak mau, mau Kak Enji,” Gemini menangis
“Aihhh, baiklah, Gemi, ayo ikut Kakak,” Kenzie
“Tapi Kakak akan repot,” Azka
“Hm, Azka, kamu kira Kakakmu ini adalah orang payah??” Kenzie
Azka dan Aksa menggeleng,
__ADS_1
“Kalau gitu Kakak pergi dulu ya, jaga rumah baik-baik,” Kenzie
Kenzie pun pergi menggunakan mobil lainnya.