
Tak lama, notifikasi video call di laptop Kenzie muncul, Kenzie menekan tombol hijau dan memperlihatkan Billy,
“Oi, Oi, Oi, Kenzie, kamu benar-benar melaporkan Pamanmu ini ke Ayahmu, kejamnyaaa, Paman dimarahi habis-habisan tau,” Billy
“Paman kira aku akan peduli?? Paman yang mulai,” Kenzie
“Ya ya, Paman salah, Paman minta maaf, tapi Paman pergi tiba-tiba bukan hanya karena akan kabur, tapiiii, aku takut sama Kakak Arina, dia sedang di Jakarta, dari kebiasaan Kak Arin, dia pasti akan mencari masalah denganmu,” Billy
“I see, tapi tetap saja Paman meninggalkan pekerjaan padaku lagi, untungnya selama liburan, aku selalu menghubungi Pak Jo untuk tanya ada kerjaan atau gak, tapi ternyata semua pekerjaan yang Pak Jo kasih adalah harianku,” Kenzie
“Sudahlah Ponakan, kamu berusahalah untuk tidak mati dalam pekerjaan,” Billy
“Berusahalah-“ Kenzie
Billy mematikan sambungannya,
“Tuan Muda, tenanglah,” Pak Jo
“Bagaimana aku bisa tenang Pak Jo?? Bibi Arina ada di Jakarta, jika Bibi mengganggu Para Adik bagaimana??” Kenzie
BRAKKK!!!
Kenzie maupun Pak Jo tersentak karena bantingan pintu, Kenzie melihat seorang wanita berumur sudah berkepala 3an,
“Bibi Arina,” Kenzie
“Pak Jo, keluarlah, aku ingin bicara dengan Kenzie,” Arina
Pak Jo melirik Kenzie, Kenzie mengerti dan mengangguk, Pak Jo pun keluar dari ruangan Direktur Utama,
“Bibi, bisakah Bibi tidak membuat keributan??” Kenzie
“Apa?? Mentang-mentang kau sudah menjadi Direktue, kau berani melawanku??” Arina
“Tidak Bibi, aku-“ Kenzie
Arina duduk di sofa, Kenzie pun mendekat ke Arina,
“Bibi, ada apa Bibi kemari??” Kenzie
“Ini adalah Perusahaan Kakakku sekaligus Perusahaan Keluargaku, apakah aku harus minta izin untuk kemari??” Arina
“Tidak, maaf, Bibi bisa disini selama yang Bibi mau,” Kenzie
Kenzie mengambil sebuah selimut dan memberikannya ke Arina,
“Pakailah ini Bi, disini banyak Pria dewasa yang berlalu-lalang, jangan pamer tubuh Bibi disini,” Kenzie
Kenzie kembali ke tempat duduknya, Kenzie memanggil kembali Pak Jo, saat Pak Jo datang,
“Pak Jo, siapkan tempat rapat, kita harus menyelesaikan masalah yang dibuat Paman Billy, dan juga siapkan cemilan dan minuman untuk Bibi Arina. Dan juga, kunci semua tempat dokumen, aku tidak mau ada informasi bocor dan jangan biarkan siapapun menyentuh dokumen-dokumen yang ada diruangan ini,” Kenzie
Kenzie maupun Arina saling melirik, Pak Jo mengerti,
“Baik Tuan Muda,” Pak Jo
__ADS_1
Kenzie pun pergi, sementara Pak Jo melakukan suruhan Kenzie, Arina pun menjadi kesal dan pergi.
.
.
.
Keesokan harinya, Kenzie terkejut melihat 4 bangku yang kosong sedari ia mulai masuk YGS diisi oleh 4 temannya, lebih tepatnya bangku Kenzie dikelilingi oleh keempat temannya itu,
“Yo Ken, Ohayou*,” Akira
*Ohayou(Bahasa Jelangt) : Pagi
“Kalian ternyata benar-benar bersekolah di YGS ya,” Kenzie
“Yeah, mumpung di Indo kan, kapan lagi bisa sekolah di Pusat YGS,” Eun
“Gue denger Smart All udah mulai, kita liat kuy nanti,” Reno
“Yang paling deket bukannya daerah kumuh di kota sebelah??” Vivian
“Iya, hmmm boleh juga ide Si Reno. Boleh deh, sebelumnya kita harus beli beberapa buku,” Kenzie
“Napa kagak uang aja kasih?? Repot bawa buku tau,” Eun
“Eun, lo tau salah satu misi Kak Ra sekarang?? Itu adalah memberantas Koruptor yang ada di InOs. Kak Ra sendiri bahkan memasukan semua tabungan YGS ke rekeningnya, jadi jika ada lolos, Kak Ra yang harus ganti, entah berapa miliar yang harus diganti Kak Ra jika lolos sekali, karena itu kita harus hati-hati saat bertransaksi kalau sama Kak Ra, dan ditambah, sebaiknya kita memberikan buku-buku langsung, jadi Vivian- ah tidak, Reno aja, Reno buat daftar belanjaan, Vivian dan Akira urus biayanya, dan Eun, lo jangan cari masalah nanti, gue akan koordinasi sama Kak Ra,” Kenzie
“Oi oi Kenzie, bukannya ini gak adil?? Hanya gue yang gak dapat ngapa-ngapain,” Eun
“Lo lupa saat kita sd?? Kita pernah ikut-ikutan Smart All tapi lo malah hajar salah satu InOs, Waketos saat itu lagi, hanya karena lo kelebihan suruhan, jadi gue mau lo diem, jika ada Preman yang ganggu baru lo bisa maju,” Kenzie
“Hn, diem-diem aja, kasihan para bocil nanti ketakutan liat darah,” Kenzie
“Oke deh, jika ada yang ganggu nanti, gue akan buat mereka jadi makan malam gue. Btw Ken, kemarin malam gue ketemu sama Bibi Arina di depan Hotel Starling Sun, Bibi Arina makin cantik aja,” Eun
“Kenapa lo bisa di sana juga??” Kenzie
“Gue sama Akira lagi nyamar, eh ngeliat Bibi lo masuk hotel bersama seorang pria, dia seperti seorang Pria bule,” Eun
“Gue udah nyari informasi, pria itu adalah Josua, dia tak punya nama Keluarga dan terlahir dari Keluarga biasa di Inggris, pekerjaan saat ini adalah- Pria panggilan??” Akira
Reno tersedak,
“Pri-Pria panggilan?? Are you serious?? Bi Arin cantik-sexy lho, kagak mungkin kan Bi Arin sampai butuh Pria penjual diri?? Gue kalau diajak seranjang juga mau, gratis lagi,” Reno
“Eh bangs*t, Bibi gue itu,” Kenzie
Kenzie berpose berpikir,
“Ayah kalau tau hal ini pasti tidak akan ngebiarin, Paman Billy kira-kira mengetahuinya atau belum ya,” Kenzie
“Oi Ken, walau terlihat konyol, Paman Billy lo itu seorang Jenderal rahasia di Angkatan Darat Inggris, dia bahkan juga punya jabatan penting di pasukan khusus negara ini. Orang yang melucu nan terlihat bodoh bisa saja adalah Rajanya para Iblis, jangan lupakan itu, Kenzie,” Eun
Kenzie mengerti, “Yeah, i know. Akira, terus caritau apa yang sebenarnya terjadi, gue gak mau terjadi sesuatu pada Bibi gue,” Kenzie
__ADS_1
“Aihhh, padahal lo sama saudara-saudari lo dibenci sama Bi Arin, tapi kenapa lo peduli amet??” Reno
“Dia adik Bokap gue, mau digimanain lagi. Dan juga, Akira, Tae Eun, kalian ngapain nyamar deket Hotel SS??” Kenzie
“Kepo amet lu ah,” Eun
Kenzie mendengus ngambek, Vivian dan Reno pun tertawa kecil, tak lama guru pun datang dan pembelajaran pun dimulai.
.
.
.
Sore harinya, di daerah Smart All, Kenzie datang bersama 4 temannya setelah memastikan Serlian dan lainnya pulang dengan selamat, di tempat kumuh itu, Kenzie melihat Dhani dan Caca,
“Yo Kak Dhani,” Kenzie
“Ken, lo beneran dateng,” Dhani
“Tentu saja, gue kan udah ngasih tau, sekalian belajar,” Kenzie
Kenzie melihat sekeliling,
“Mana Kak Ra??” Kenzie
“Ketua Yayasan menyuruh Raphael untuk misi lain, biasa, Si Maniak itu gak boleh deket-deket bayi, waktu ultah Gemi, entah berapa kantung darah yang Ra habiskan, pas Ketua tau, Beliau tidak mengizinkan Ra deket bayi atau anak-anak,” Jelas Dhani
Teman-teman Kenzie tertawa kecil mendengar cerita Dhani, Dhani menoleh ke teman-teman Kenzie,
“Hei yo, kalian ternyata jadi sekolah di YGS, gimana hari pertama?? Susah??” Dhani
“B aja tuh, gak ada bedanya,” Eun
“Korea dan Jepang terkenal pendidikan yang keras, jadi apa bedanya sama YGS Kak,” Kenzie
“Bener juga, jadi mana buku-buku yang kalian mau sumbangin??” Dhani
“Tuh diluar, kami meminjam truk barang untuk membawa buku, jadi ada 100 kerdus buku, 60 kerdus pensil+pulpen, beberapa sepatu dan tas juga ada, dan ada perlengkapan lainnya, dan untuk di daerah timur juga udah kami kirimkan beberapa truk dengan isi yang sama dengan tambahan buku pelajaran dari YGS, kami perbanyak dan kirimkan,” Kenzie
“Kami hanya punya sisa uang jajan senilai 755 juta, jadi hanya dikit yang bisa kami berikan,” Akira
“Ini sudah sangat banyak, ada beberapa memang yang mengirimkan banyak barang tapi hanya 1 kerdus di 1 daerah, tapi kalian mengirimkan sampai ke tempat terpencil, pasti banyak anak jalanan yang bisa kembali bersekolah. Kalian, thanks ya,” Dhani
“Jadi sekarang kita bisa latihan ngajar dimana??” Kenzie
“Kenzie cs pintar dalam segala bidang, hmmm bagaimana jika di Bilik IPAS?? Kalian mengajarkan soal alam dan sosial, ini RPP nya, Strategi Pembelajaran secara reflek aja,” Caca
“Hmmm oke deh, kami coba dulu,” Kenzie
“Karena ini pertemuan pertama, jadi santuy, kenalan gitu, ngak perlu ke materi inti, mengerti??” Caca
Kenzie mengangguk,
“Sana dah, Bilik IPAS dijaga Anji, lo pada bisa langsung masuk,” Caca
__ADS_1
“Yokay Kak,” Kenzie
Kenzie ca pun pergi.