Baby Darling ^.^

Baby Darling ^.^
09. Mencari Rumah


__ADS_3

Di meja makan, semuanya telah berkumpul, mereka makan dengan tenang sesuai dengan etika yang Sera ajarkan dari kecil, Kenzie pun sibuk menyuapi Gemini yang minta disuapin, lalu Ezhar yang akan berangkat kerja pun datang,


“Wahhhh ramai sekali ya,” Ezhar


“Pagi Paman Ezhar,” Kenzie


“Pagi Ayah,”  Arya


“Iya, kalian terlihat tentram, kepulangan Kenzie memang pilihan yang tepat ya. Tapi Kenzie, Ayahmu menyuruhmu kembali sekolah, gak mungkin kan kamu selalu sibuk mengurusi adik-adikmu,” Ezhar


“Iya Paman, aku sudah mengurus berkasnya semalam, nanti aku akan berikan berkas itu ke Sekolah,” Kenzie


“Kamu akan sekolah di sekolahnya Serlian kan?” Ezhar


“Iya Paman,” Kenzie


“Tidak,”


Semua melihat Julian,


“Ayah, Ayah kenapa disini?? Lalu Mama??” Kenzie


“Mamamu masih belum siuman, tapi Kak Axel menyarankan Mama di rawat di Rumah Sakit YGS di Jakarta, karena itu kita akan pindah, karena tidak tau berapa lama yang dibutuhkan untuk menyembuhkan Mama kalian,” Julian


“Ayah, lalu bagaimana dengan Kakek??” Serena


“Kakek tidak apa Serena,”


Semua melihat ke Suta yang duduk di kursi roda,


“Yang harus kamu khawatirkan sekarang adalah Mamamu, Kakek tidak apa,” Suta


“Lalu, jika kita pindah sekolah, kita pindah kemana Ayah??” Fay


“Tentu saja YGS. Disana Murid boleh mengajak adik bayi mereka, jadi kalian bisa mengajak Gemini dan Bilal ke sana,” Julian


“Berarti Sherina juga bisa. Baiklah Ayah, aku akan kembali lagi ke Jakarta. Adik-adik yang mau ikut ataupun tidak juga tidak masalah,” Kenzie


“Aku akan ikut,” Olivia


“Ka-Kalau gitu aku juga ikut, ya kan Kenzo?” Fay


Kenzo mengangguk,


“Kak Kenzie gak boleh curang, Gemini adalah adik yang kami minta, Kakak gak boleh mengajak Gemi tanpa kami,” Azka


“Betul tuh betul,” Azka


“Kenzie, aku akan ikut juga,” Serlian


“Aku juga,” Eknath


“💢💢💢,” Kenzie kesal


“Anier, Azlan, kalian tetap di rumah jaga Kakek,” Alan


Azlan dan Anier menjadi murung, “Baik Ayah,” Anier


“Ayah, aku ingin ikut juga,” Devals kepada Ezhar


“Aku juga,” Tambah Rully


“Arya, kamu gak mau ikut??” Ezhar

__ADS_1


“Tidak Ayah, aku ingin di rumah saja, Anier dan Azlan tidak akan bisa membantu disini jika hanya berdua,” Arya


“Aku juga tak akan pergi, aku akan tetap di rumah bersama Kakek,” Serena


“Kak Seren-“ Kenzie


“Tidak apa Kenzie, harus ada perwakilan dari setiap orang tua,” Serena


“Berarti yang akan ikut adalah, Kenzie, Serlian, Fay-Kenzo, Azka-Aksa, Devals, Rully, Eknath dan Olivia, para bayi adalah tanggung jawabku, karena itu aku akan membawa Gemini, Bilal, dan Sherina,” Julian


“Ayah, kami juga mau ikut,” Daffa


“Bolehkan Ayah,” Farro


Julian menatap Kenzie yang tak peduli,


“Baiklah, tapi pastikan kalian menuruti perintah Kenzie. Ayah tak bisa mengurus kalian selalu,” Julian


“Baik Ayah,” Daffa


“Jadi kapan kalian akan pindah??” Suta


“Lusa, Kak Axel sedang ke Jepang untuk mengambil formula obat yang membuat Sera sakit,” Julian


“Ayah, kalau begitu aku akan ke Jakarta hari ini, aku akan mencari rumah yang cukup besar,” Kenzie


“Tidak perlu. Kamu kira nama belakangmu apa? Kamu, Serlian, dan semua adik-adikmu adalah bagian Keluarga Ginanjar, Mansion disana lebih besar dari rumah ini,” Julian


“Apakah Bibi Arina akan menerima kedatangan kami??” Kenzie


Julian terdiam,


“Paman Billy mungkin akan menyambut kami dengan pelukan hangat, tapi apakah Bibi Arina akan menerima kami?? Tidak kan, apakah Ayah yakin Bi Arin akan menerima kami??” Kenzie


“Ahhhh, ck jika itu kamu Ayah tak bisa membantah, Kenzie, lakukan sesukamu,” Julian


Julian pergi,


“Kak Serena, Kakak yakin akan tetap di Bali??” Kenzie


“Aku tak bisa membiarkan Bi Rini dan Bi Amel mengurus rumah ini,” Serena


“Ahh baiklah, tolong jaga Kakek untuk kami ya Kak,” Kenzie.


.


.


.


Siang harinya, Kenzie sudah berada di Jakarta dengan membawa Sherina dan Gemini yang merengek ingin ikut, di Bandara, Kenzie mengikat tangan Gemini dengan tangannya sendiri,


“Gemini, kamu jangan melepaskan tangan Kakak ya, Kakak akan kebingungan jika kamu sampai menghilang,” Kenzie


Gemini mengangguk,


“Kenzie,”


Kenzie melihat ke seorang pria yang lebih muda dari Sang Ayah,


“Paman Billy,” Kenzie


Saat Billy sudah bersama mereka,

__ADS_1


“Kak Julian sudah menceritakan apa yang terjadi di Bali, Paman ikut sedih Mamamu kembali sakit,” Billy


“Mama pasti sembuh Paman,” Kenzie


Billy melihat Gemini dan menggendong Gemini,


“Wahhhhh lucunyaaa, mirip sekali seperti boneka. Kenzie, ini adikmu Gemini??” Billy


“Iya, dan ini Sherina,” Kenzie


Billy melihat ke dalam kereta bayi,


“Ini Putri Kak Yohan?? Ahhh Kenapa Kak Yohan bisa-bisanya sih mengambil istri orang lain bahkan sampai punya anak,” Billy


“Sudahlah Paman, sebaiknya kita secepatnya mencari rumah,” Kenzie


“Ya baiklah, ayo kita ke mobil Paman,” Billy


Mereka pun pergi.


.


.


.


Saat mendapatkan rumah yang cocok,


“Kamar disini ada banyak sekali, hmmm sepertinya ini cocok. Paman Billy, aku akan mengambil rumah ini, rumah ini juga dekat dengan YGS,” Kenzie


“Hmmm menurut Paman cocok juga, baiklah, Paman akan beli rumah ini,” Billy


“Eh?? Tapi Ayah telah memberikan kartu hitamnya, aku yang disuruh beli,” Kenzie


“Anggap saja ini hadiah ulang tahun Gemini, lagi beberapa hari kan ultah Gemini ke 6 Tahun,” Billy


“Ah benar juga. Kalau begitu, aku menggantikan Gemini bilang terima kasih Paman,” Kenzie


“Kalian adalah keponakanku, tidak perlu seperti itu, Kak Sera dulu juga banyak membantuku, hal sepele ini tak akan bisa menggantikannya,” Billy


“Paman, apa Paman mengetahui masa lalu Mama??” Kenzie


“Tidak banyak, tapi Ayah Julianmu selalu menceritakan soal Mamamu. Kamu pasti gak tau kalau sebenarnya Ayah dan Mamamu dulu adalah Saudara Kembar Tidak Serupa,” Billy


“APA???? Aku baru dengar hal ini,” Kenzie terkejut


“Akan aneh kalau kamu tak terkejut. Puluhan tahun lalu, Kak Julian, Ayahmu, dititipkan pada Keluarga Kak Sera karena masalah Perebutan Tahta Keluarga Ginanjar yang telah merenggut nyawa Kakek Buyutmu, namun karena Nenek dari Mamamu meninggal, Kak Sera kembali ke Bali dan meninggalkan Kak Julian, saat itu Kak Julian masih umur 5-6 tahunan dan aku belum lahir, Kak Julian yang menceritakan hal itu, selama 12 tahun sampai umur Kak Julian 18 tahun, Kak Julian kembali ke Bali untuk tinggal bersama Keluarga yang dianggap Keluarga Kandungnya,” Billy bercerita


“Lalu? Bagaimana bisa Ayah Julian dan Mama memiliki hubungan sampai aku dan Serlian bahkan adik-adikku terlahir??” Kenzie


“Itu- Paman juga tak tau, tapi sepengetahuan dan sepenglihatan Paman, Kak Julian, Ayahmu itu jatuh cinta pada Kak Sera, dan lucunya, Kak Julian mengetahui Kak Sera bukan saudara kandung dan malah tanpa hubungan darah apapun saat Pernikahan Pertama Kak Sera bersama Kak Sean, dan pada saat itu juga Kak Julian menculik Kak Sera yang sedang mengandung Serena. Pada saat itu sangat rumit, Kak Sera yang kabur bertemu dengan Kak Yohan dan mengetahui jika Kak Yohan adalah saudara Kembar Identik Kak Julian yang juga diasingkan agar tidak disentuh oleh orang-orang Organisasi Hitam, dan yaaa Kak Yohan adalah mantan pacar Kak Sera saat di Universitas, kamu juga pasti tau jika Kak Sean adalah mantan sahabat Kak Julian, karena Ibunya Eknath yaitu Kak Gladis, mereka berdua bermusuhan, ditambah dengan Kak Sera, mereka berdua benar-benar perang dingin,” Billy


“Jika Ayah Julian sungguh mencintai Mama, kenapa Daffa dan Farro terlahir?? Bahkan Bilal. Paman Ezhar pernah cerita jika Daffa dan Farro terlahir secara ngak sengaja saat masa salah paham antara Ayah dan Mama, tapi Bilal-??” Kenzie


“Itu- Hanya bisa dijawab oleh Ayahmu Kenzie, tapi Paman berani jamin, Ayah Julianmu sangat mencintai Mamamu, bahkan saat Kakek Buyut dari Inggris datang, Ayahmu Kak Julian memilih melepaskan nama Ginanjar dari namanya supaya bisa kembali bersama Kak Sera dan kamu Kenzie. Cobalah bertanya baik-baik pada Ayahmu, Ayahmu pasti akan membuka mulutnya disaat yang tepat,” Billy


Kenzie terdiam dan nampak berpikir, hingga Billy berdiri,


“Sudah, lupakan masalah orang tua, kamu masih muda, jalani saja hidup sesukamu, kamu memiliki nama Ginanjar dibelakang namamu, selama di Negara ini dan Inggris, kamu bebas berjalan di jalan yang kamu pilih. Paman akan membawakan katalog ranjang dan furniture rumah supaya kamu bisa milih,” Billy


“Tidak Paman, aku akan ke tokonya langsung, Mama selalu belanja online karena melihat gambarnya menarik tapi yang datang malah buruk rupa, sebaiknya aku langsung ke tokonya,” Kenzie


“Pfft, sifatmu persis seperti Ayahmu. Baiklah, ayo, Paman akan mengantarmu,” Billy

__ADS_1


“Iya,” Kenzie


Mereka pun pergi.


__ADS_2