
Disisi lain, Erick maupun Eun sudah ada di suatu tempat, mereka duduk di depan seorang pria yang memakai masker,
“Hei, haruskah kita seperti pengecut yang menyerang anak-anak kecil YGS, kalau gue sih milih melawan InOs sampai mati daripada para bayi di YGS,” Eun
“Gue juga gak mau bangs*t, jika bukan karena Ketua, gue juga gak akan nyerang, kita hanya akan meledakan beberapa tempat. Gue denger InOs sudah menyembunyikan semua anak di Kapsul Perlindungan, entah darimana mereka tau tapi itu sudah bagus,” Pria bermasker
“Gue sempat dengar jika Raphael melakukan itu karena adek bungsunya Kenzie,” Erick
“Gemini?? Why??” Eun
“Lo temenan ama Kenzie tapi kagak tau??? Si Bayi Bulat itu cenayang di Keluarga Ginanjar, bahkan ada rumor, Julian Ginanjar selamat karena Si Gemini itu memberikan ramalan beberapa jam sebelum kejadian,” Erick
“Anak itu.... Harus mati,”
3 Pria itu menatap seorang pria tua,
“Hei, Boss, Gemini masih bayi, dimana kita bisa mengangkat kepala setelah membunuh anak kecil?? Tidak, tidak, membunuh Kenzie lebih baik daripada Adiknya itu,” Eun
“Benar, ditambah Gemini punya pelindung Raphael, mustahil kita nyentuh Gemini,” Erick
“Tidak, anak itu sudah menggagalkan rencana kita berulang kali, jika terus begini, maka impian mewujudkan impian pemerintah sebelum kudeta dari Ketua sebelumnya tidak akan terwujud,” Pria tua itu
3 Pria muda itu merengut tak peduli.
.
.
.
Di YGS, Raphael sedang berada di luar kapsul, lebih tepatnya di pintu masuk kapsul, Ra sedang melihat ponselnya,
“Udah jam 1, ini udah lewat waktu pulang sekolah anak PAUD, TK, sama SD,” Ra
“Orang tua mereka pun sudah terus menelepon ke ruang InOs karena supir mereka gak diizinkan masuk,” Anji
“Jumlah InOs kira-kira cukup gak ya untuk mengawal anak-anak keluar??” Ra
“Mungkin cukup, tapi disini kita kekurangan orang,” Aldo
“Kalau orang disini udah banyak, ada Kenzie dan teman-teman lainnya, seharusnya disini udah aman, gue takutnya ada peledak di Jalanan, cih kenapa pula alat pendeteksi bom bisa rusak,” Ra
“Dhani lagi berusaha memperbaiki mesin itu sekarang, kan lu juga yang menyuruh Dhani ini itu hingga dia gak bisa memperbaiki alat itu,” Anji
Ra merasa tertusuk,
“Anji, bisakah lo berbohong?? Kejujuran itu kadang menyakitkan,” Ra
“Memang ada fakta yang ngak menyakitkan??” Balas Anji
Ra bersandar di pintu kapsul,
__ADS_1
“Aihhhhh, mental gue sekarang jadi down njirrrr, kenapa pada masa kepimpinan gue ada hal berbahaya, InOs mati gak masalah, nah ini incarannya para bayi dan anak-anak, Organisasi Hitam memang menyebalkan anjirrr,” Ra
“Wolesss masbro, semuanya pasti akan baik-baik saja,” Aldo
“Yo Ra,”
Ra melihat seseorang yang ia sangat kenal,
“Kakak Rian,” Ra
“Ketua Yayasan memanggil semua mantan Ketos InOs yang masih kuliah, dan gue salah satunya, gue masih Kuliah nyari S2 sekarang,” Rian
“Bagaimana Ketua Yayasan tau di YGS ada masalah??” Ra
“Di YGS itu ada manusia dan iblis, ada informan dalam dan informan luar, jangan menganggap jika jadi InOs bisa mengendalikan satu sekolah, bukan seperti itu proses InOs. Tadi gue liat ada hampir 10 Ketos InOs bersama cs nya, ternyata banyak juga yang kuliah, walau ada beberapa yang sudah tua,” Rian
“Kan gak dosa juga nyari banyak ilmu,” Ra
Ra menjadi berpikir,
“Berarti bisa dong anak-anak kecil pulang, InOs sekarang ada banyak sekali, sekolah atau anak-anak pasti akan aman,” Bathin Ra
Ra pun meminta para Seniornya yang juga merupakan Mantan Ketos InOs,
“Selamat siang para Senior, saya Ra Ketos YGS Tahun ini, saya sangat berterima kasih pada Ketua Yayasan dan juga kalian semua yang sudah mau datang, ahhh ini memang berat, tapi saya tetap ingin meminta pertolongan kalian, tolong lindungi Bibit YGS,” Pinta Ra lalu membungkuk
3 temannya Ra pun ikut membungkuk,
“Kami mohon Senior,” Serentak Caca, Aldo dan Anji
“Pffttt Hahahahahaha, wkwkwkwkwkwk,” Para Senior tertawa
“Hei Nak, sejak kapan seorang remaja mau menundukan kepalanya, apalagi murid YGS,” Ujar Senior 1
“Kami pasti bantulah, kami besar dan belajar di YGS, ini rumah kedua kami, siapapun yang merusak sekolah kami itu tak pantas hidup,” Senior 2
Rian mendekat ke Ra lalu membuat Ra cs berdiri tegak,
“Banyak, Ketos InOs yang mati, dan kami tau juga jika kita bisa saja mati kapanpun, jadi kami selalu siap untuk hal seperti ini, tenang saja Ra, kemana Raphael yang angkuh dulu hm?? Napa jadi bayi gini,” Rian
Ra menyengir bahagia,
“Kami mengandalkan kalian Para Senior,” Ra.
.
.
.
Para InOs pun di bagi, 1 anak memiliki 2 InOs, saat mencatat yang di jemput atau yang mau pulang, Ra mendekati Gemini yang sedang melamun saja,
__ADS_1
“Gemi sayang, kamu gak apa kan tetap disini?? Kakak Kenziemu yang akan jemput,” Ra
“Tapi Kak La, aku mau pulang, aku mau lebahan di kamalku, padahal tumben gak ada pl,” Gemini
“Di luar ada monster, kamu gak mau ketemu monster kan,” Ra
“Teman-temanku aja boleh pulang,” Gemini
“Aku juga mau pulang Kak Ra, aku mau tau keadaan Pak Yuda,” Fay
“Diamlah Fay, kamu hanya tau Pak Yuda aja, dia udah dewasa, dia pasti bisa jaga diri sendiri,” Kenzo
“Wah kalimatmu panjang sekali Kenzo. Tapi Fay, kata Kenzo benar, Semua Guru SD juga ada disini kan,” Ra
“Tapi disini gak ada Pak Yuda,” Fay
“Berhenti merengek dan diamlah!!!” Kenzo menaikan suaranya
Fay menjadi takut dan mundur,
“Kenzo, jangan begitu sama Fay. Kak Ra, jika kami pulang sepertinya gak apa, aku udahlah bisa naik mobil sendiri, jadi Devals disini untuk membantu Kakak dan Kenzie,” Serlian
“Hmmm, tapi Kenzie tadi nelpon jangan kasih kalian pergi, gimana ya??” Ra
DUARRRRR!!!
Suara ledakan terdengar sangat kuat, seluruh isi kapsul pun panik,
“Serlian, jaga adik-adikmu dan tetap disini,” Ra
Ra bergegas keluar dan melihat kobaran api dari halaman parkir PAUD, TK dan SD,
“Anji, anak-anak yang keluar gimana??” Ra
“Kami masih evakuasi, untungnya kita makai jalur di luar dan bis, jadi sekarang hanya sisa 10 kelompok lagi yang belum keluar,” Anji
“Tapi sialnya mereka berpencar, suara ledakan menakuti anak-anak,” Aldo
“Di dalam kapsul pun kacau Ra, ada yang berteriak jika di dalam kapsul ada bom,” Caca
“Apa?? Itu mustahil, gak mungkin, jadi di dalam kapsul gimana??” Ra
“Tidak terkendali, bahkan anak SMP dan SMA juga mengeluh,” Caca
“Tidak mungkin,” Ra
Dhani datang,
“Ra, gue udah selesaikan pendeteksi bomnya,” Dhani
Ra mengambil pendeteksi itu,
__ADS_1
“Gue akan periksa di kapsul, kalian cari anak-anak yang berpencar dan bawa ke kapsul,” Ra
Ra berlari ke arah kapsul.