
Sorenya, semua anak-anak berkumpul di ruang tengah,
“Yoshhh waktunya makan, kalian jangan berebut ya, semuanya harus dibagi sama rata, kalian mengerti??” Kenzie
“IYA KAKKKK,” Sorak para adik Kenzie
Kenzie mendekati Serlian,
“Serli, aku membelikan dress untukmu, gantilah sekarang juga,” Kenzie
“Hah?? Kenapa??” Serlian
“Aku hanya ingin lihat apakah ini cocok atau gak untukmu,” Kenzie
Fay yang nakal pun mendekat dan membuka kotak pakaian itu, Fay membuka pakaian itu dan menunjukkan jika pakaian itu pakaian jenis off shoulder dress, dan itu sudah pasti membuat Serlian terkejut,
“Kakak, Kak Serlian gak akan cocok memakai dress model gini, lebih baik yang shirt dress,” Fay
“Aku hanya ingin memberikan hal baru, untukmu juga udah Kakak belikan, tapi Kakak akan memberikannya besok karena masih dalam perjalanan,” Kenzie
“Sungguh?? Oke deh, aku akan menunggu,” Fay
Fay memberikan dress itu pada Serlian dan melanjutkan makan pizza,
“Jadi Serli, ayo tukar bajumu,” Kenzie
“Aku tidak mau, aku gak terlaku suka sama model kayak gini,” Serlian
“Jangan keras kepala dan ganti saja, waktu retur hanya 24 jam,” Kenzie
“Aku akan menerimanya, tapi aku tidak akan memakainya sekarang,” Serlian
“Kenapa? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan Serlian??” Kenzie
“Kenzie, sudah cukup, kau mengganggu Serlian,” Eknath
“Kau yang mengganggu, jangan ikut campur,” Kenzie kesal
“Jika itu tentang Serlian, tentu saja aku harus ikut campur,” Eknath
“Memang apa hubungannya denganmu,” Kenzie
“Aku-“ Eknath
“Kenzie, sudah, hentikan, aku akan memakai ini, tapi, aku gak mau pakai ini di hadapan adik-adik, mereka masih kecil,” Serlian
“Baiklah, aku akan menunggumu di depan ruang ganti perempuan,” Kenzie
Serlian pun menarik pergi Kenzie, Eknath pun diam-dian mengikuti mereka.
.
Di ruang ganti, Serlian sudah bertukar pakaian dan melihat kiss mark yang ditinggalkan Eknath di sekujur leher hingga dada,
“Kenzie pasti akan menanyakan bercak ini, apa yang harus kulakukan??” Serlian
Serlian melihat beberapa make up,
“Aku samarin aja ya, semoga gak ketahuan,” Serlian
Serlian mencoba segala make up dan saat hasilnya cukup menutup bekas,
__ADS_1
“Wah, aku tidak tau aku punya bakat make up,” Serlian
Serlian berberes dan keluar,
“Lihatlah, bajunya pas kan,” Serlian
“Hmmmmm, yaaa, pas, walau... aku tidak tau jika kamu benar-benar tidak punya bakat dalam make up,” Kenzie
Kenzie mengeluarkan tisu basah dan mengelap leher Serlian, Kenzie melihat dengan jelas ada bekas kissmark disana,
“Jelaskan sekarang, aku tidak akan marah atau melapor,” Kenzie serius
Serlian menjadi takut,
“jika kamu memikirkan Kakek, aku akan berusaha tenang dalam membereskan bajingan itu, Kakek akan tetap sehat, kamu tak percaya pada Kak Seren, tapi kumohon, percayalah padaku,” Kenzie
Serlian pun menangis, Kenzie memeluk Serlian,
“Kenzie, hiks, aku takut, jika Kakek tau, Kakek akan terluka dan tambah sakit, aku tak bisa menceritakan ini pada siapapun,” Serlian menangis
“Serlian, aku sudah disini, aku pastikan akan menyelesaikan masalahmu tanpa ketahuan Kakek,” Kenzie
Serlian menggeleng, “Aku- Aku tidak mau menambah bebanmu Kenzie, selama ini kamu selalu ada untuk mengatasi masalahku bahkan jika itu akan melukai dirimu sendiri, aku gak mau,” Serlian
“Serlian, apa yang kamu bicarakan?? Sejak kapan kamu menjadi bebanku?? Kita adalah saudara kandung, kita lahir bersama, jika kamu tidak terlahir, maka aku akan sendirian sekarang, jadi jangan mengatakan hal yang membuatku menyesali kelahiranku. Sekarang, ceritakan apa yang terjadi selama 3 tahun aku pergi,” Kenzie.
.
.
.
Kenzie dan Serlian duduk berdua disana setelah Serlian berganti pakaian,
“Sebenarnya, 3 tahun dari kepergianmu, aku selalu di bully di sekolah, aku menjadi lebih pendiam, nilaiku bahkan turun drastis, kamu tau sendiri, aku paling gak bisa belajar sendiri dan aku hanya punya sedikit teman,” Serlian
Kenzie menatap Serlian dan mendengar dengan seksama,
“Ayah Julian selalu ke luar negeri dan hanya memberikan uang untuk aku dan Kak Serena kelola, Ayah Julian juga tidak terlalu peduli dengan yang Ayah tak pedulikan, hubungan Kak Serena dan Ayah Julian juga retak seperti yang kamu rasakan, Ayah terkadang seperti bipolar yang perkataannya selalu menyakitkan,” Serlian
Serlian menatap ke langit,
“Saat itulah, Kak Eknath mengajukan diri untuk menjadi pengurusku, Kak Nath mengantar dan menjemputku dari sekolah, Kak Eknath juga mengajariku materi pembelajaran, aku cukup senang karena aku bisa dapat 90an lah di semua nilaiku, aku juga cukup berani, karena entah mengapa Kak Nath sepertimu yang muncul saat aku butuhkan, aku sangat bahagia saat itu sampai-sampai aku hampir saja menyamakan kalian berdua. Namun..... 2 tahunan yang lalu, Kak Nath entah mengapa mulai bertingkah aneh dan melecehkanku, Kak Nath menyentuhku dan mengancam jika akan mengatakan kejadian rahasia pada Kakek. Kesehatan Kakek udah memburuk sejak kamu dan Mama pergi, aku tak mungkin membuatnya lebih buruk lagi, aku juga tak bisa menghubungimu,” Serlian
“Serlian, maafkan aku,” Kenzie
Serlian menatap Kenzie, Serlian tersentak melihat Kenzie menitihkan,
“Aku seharusnya tidak pergi 3 tahun lalu, aku minta maaf Serlian,” Kenzie
“Kenzie, jangan menyalahkan dirimu Ken, ini salahku karena tak berani melawan, ancaman akan kesehatan Kakek membuatku tak bisa berkutik,” Serlian
“Jangan khawatir Serlian, aku sudah disini, aku tak akan biarkan Eknath mendekatimu lagi, aku juga akan membuat Kakek tidak akan tau hal ini selamanya, jadi kamu bisa tenang sekarang,” Kenzie
“Kenzie, kamu terlihat lebih tenang dari sebelumnya ya?? Kalau dulu, kamu pasti akan menghajar Kak Nath di muka publik,” Serlian
Kenzie tersenyum, “Aku sudah banyak belajar saat di Jakarta, karena itu Serli, percayakan semua padaku,” Kenzie
Serlian mengangguk,
“Kalau begitu aku akan kembali ke ruang Keluarga, aku juga ingin makan pizza,” Serlian
__ADS_1
“Baiklah,” Kenzie
Serlian pergi, namun saat Serlian pergi, wajah tersenyum hangat Kenzie berubah menjadui wajah sedingin es,
“Si Bajingan Eknath itu berani sekali menyentuh Serlian, aku akan membalas semua ketakutan Serlian berkali-kali lipat padamu Eknath,” Kenzie marah.
.
.
.
Di ruang Keluarga, Kenzie kembali dan melihat pizza yang di beli sudah sisa seperempat,
“Kak Kenzie, ayo ikut makan, sebelum pizzanya habis,” Fay
Kenzie tersenyum, “Kamu dan yang lainnya makan saja, aku sudah kenyang makan makanan yang Bibi Maid buatkan,” Kenzie
“Ayolah Kak Ken, ambil satu aja,” Fay
Kenzie pun mendekat ke Fay,
“Baiklah, aku akan ambil satu cola aja, kamu yang habiskan bagianku ya,” Ujar Kenzie sambil mengelus rambut Fay
Fay mengangguk semangat, Kenzie pun pergi ke luar rumah, disana Kenzie melihat Eknath sedang memberi makan satu-satunya anjing Sera yang masih hidup,
“Serlian sudah mengatakannya ya, padahal aku sangat ingin menjadi kelemahan sekaligus kekuatan Serlian,” Eknath
“Sejak kapan?” Kenzie
“Hah?” Eknath
“Sejak kapan kau menyukai Serlian?” Kenzie
“Kau serius menanyakan itu, aku kira aku akan dipukuli,” Eknath
“Aku sangat ingin memukulmu sekarang, tapi adik-adik sedang di dalam, mereka akan menangis jika melihatmu yang mengenaskan,” Kenzie
“Ahhhh sejak kapan aku menyukai Serlian, mungkin dari pertama kali aku bertemu Serlian secara gak sengaja. Kau ingat saat kau masih TK, saat itu kalian sedang study tour, saat itu juga aku belum tau jika kalian adalah anak-anak dari Ibu Tiri yang diakui oleh Ayahku. Saat study tour, saat itulah aku tak sengaja bertemu Serlian, saat itu Serlian masih sangat gembul seperti bola karet yang kenyal, aku di bantu Serlian bertemu dengan Ayah yang ingin meninggalkanku di jalanan,” Eknath
“Ayahmu itu- Ayah Sean??” Kenzie
“Tentu saja, Ayah Julian terlalu sibuk saat itu mencari kalian, Mami membawaku ke Ayah Sean saat itu, walau terlihat ogah, tapi aku adalah anak yang diakui Mama Sera, Ayah Sean jadi mau merawatku untuk beberapa saat,” Eknath
“Haa, aku sama sekali tidak percaya, ini bukan film-film yang tiba-tiba bertemu, ditolong dan jadi suka,” Kenzie
“Mau kau percaya atau tidak tapi itu kenyataan, Serlian adalah manusia yang terlalu baik, dia menolong semua orang yang bisa ia tolong. Sebelum kau memukulku, aku akan beritau kenapa aku mengakui perasaanku, padahal Mama Sera selalu berkata, aku harus menyimpan semua yang aku rasakan jika aku ingin bertahan dan hanya memakai topeng persahabatan untuk hal terjahat sekalipun, tapi saat melihat Serlian mulai diganggu oleh seorang adik kelasnya, dia seorang gangster disekolah, menurutmu Serlian bisa melawan kalau adkelnya itu berbuat sesuatu. Kau harusnya bersyukur aku ada disini untuk Serlian,” Eknath
“Adek Kelas Serlian?? Siapa??” Kenzie
“Kalau kau kepo*, cari tau aja sendiri,” Eknath
*Kepo : Kepo punya arti rasa ingin tahu yang berlebihan tentang kepentingan atau urusan orang lain.
Kenzie menjadi kesal,
“Kau memang menyebalkan, kenapa Mama mau mengadopsi manusia sepertimu. Dan, mulai detik ini kau jangan pernah mengganggu Serlian, jika kau mengganggu Serlian lagi, aku akan membuatmu menyesalin perbuatanmu, bangs*t,” Kenzie
Kenzie pergi,
“Menyesali?? Tidak mungkin, aku tidak akan menyesal, aku bisa bersama dengan Serlian itu sudah cukup,” Eknath.
__ADS_1