
“Kenzie, Ayah akan kembali ke kamar Mamamu, kamu jagalah Serlian,” Julian
“Baik Ayah,” Kenzie
Julian pergi, tak lama setelah Serlian dipindah ke ruang rawat, seseorang datang,
“Serlian- Bagaimana dengan Serlian??”
Kenzie melihat Bastian dengan amarah,
“Mau apa lagi lo kesini bangs*t!?” Kenzie
“Gue hanya ingin menjenguk Serlian,” Bastian
“Setelah lo menyakiti Serli sampai seperti ini, lo berani nunjukin muka bangs*t lo itu!!” Kenzie
“Gue gak bermaksud menyakiti Serlian, sungguh, gue hanya ingin menyerang Raphael tapi Serlian menghadangnya,” Bastian
“Tongkat baseball bukan seperti peluru yang tak bisa dihentikan jika sudah melayang, kenapa lo gak reflek hah!?” Kenzie benar-benar marah
“Kalau begitu, lo pukul gue sepuas lo-“ Bastian
“Memang jika lo mati gue pukulin, Serlian akan sembuh dan rasa sakit serta lukanya menghilang, jika itu bisa menyembuhkan Serlian, gue bahkan ngak akan ragu untuk membuat lo menderita melebihi Serlian rasakan, jika gue membunuh lo sekalipun, Serlian apakah bisa langsung sembuh, KAGAK KAN!?” Kenzie
Bastian menunduk,
“Serlian gak punya dan gak pernah buat masalah sama lo, jika lo masih dendam sama gue tentang masalah setahun lalu, lo bisa datang ke hadapan gue, jangan sentuh saudara-saudara gue!!” Kenzie
Bastian menatap Kenzie yang tidak seperti Kenzie yang ia temui setahun lalu,
“Sebaiknya lo pergi dari sini, jangan dekati Serlian lagi, jika dendam lo masih ada, cari gue, berapa pun jumlah lo, gue gak akan pernah takut,” Kenzie
“Kenzie,”
Kenzie dan Bastian melihat Serlian sudah sadar,
“Serlian,” Kenzie
“Jangan teriak-teriak, kamu bisa mengganggu pasien lain,” Ujar Serlian yang masih lemah
Serlian menatap pria yang didepan pintu,
“Kacamataku mana ya?? Aku tak bisa melihat siapa yang menjengukku,” Serlian
“Kamu gak perlu melihat orang itu, orang itulah yang telah membuatmu terluka,” Kenzie
“Bastian??” Serlian
“Iya, ini aku Serlian,” Bastian
“💢💢💢,” Kenzie kesal
“Serlian, maafkan aku, aku tak bermaksud menyakitimu, aku benar-benar hanya ingin memukul Raphael,” Bastian
“Aku tau,” Serlian
__ADS_1
“Apa?” Bastian
“Aku tau kamu sebenarnya tidak ada niat jahat, bahkan saat kamu melihat aku terluka, kamu seperti ingin mengambil lukaku dan menaruhnya di tubuhmu, aku hanya bingung, kenapa kamu begitu membenci InOs dan Para Guru??” Serlian
“Serli-“ Kenzie
“Kenzie, itu ada hubungannya denganmu kan? Jadi diamlah, aku masih Kakakmu dan seorang Kakak harus tau apa yang terjadi pada adiknya,” Serlian
Kenzie menunduk, tiba-tiba pintu terbuka dan Raphael masuk kedalam,
“Kak Ra,” Kenzie
“Serlian, kamu sudah baikan??” Ra
Serlian sempat bingung dengan Ra karena belum ia kenal,
“Maafkan aku, seharusnya aku memperkenalkan diri, namaku Raphael, aku adalah Ketua Osis Inti Osis Satu Angkatan diatasmu, aku juga adalah orang yang kamu selamatkan tadi, aku sangat berterima kasih untuk itu,” Ra
“Tidak masalah Kak, ini hanya luka kecil,” Serlian
“Luka kecil apaan?? Tangan kananmu patah,” Kenzie
“!!!” Bastian tercengang dan tambah merasa bersalah
“Kenzie, sstttt,” Serlian
“Kamu jangan terlalu baik Serlian,” Kenzie
“Kenzie benar, aku sebagai Ketua InOs, aku akan bertanggung jawab atas kerugian yang kamu alami,” Ra
“Tidak perlu Kak, aku baik-baik saja,” Serlian
“Kalau begitu, ceritakan apa yang terjadi, aku ingin tau, jika Kakak menceritakan, aku akan anggap impas, aku yakin, Kakak lebih tau apa yang terjadi ketimbang Kenzie atau Bastian,” Serlian
“Baiklah, aku akan menceritakan semua yang terjadi satu tahun lalu,” Ra.
.
.
.
Flashback On...
Satu Tahun Yang Lalu....
Kenzie yang bersekolah secara daring(Sekolah Kenzie secara khusus memberikan perhatian tersebut karena Kenzie adalah siswa berprestasi), Kenzie juga bekerja sebagai spy di SMA YGS atas permintaan Ketua InOS sebelum Raphael yang bernama Gio,
Kenzie berkeliaran di YGS dan mendapat banyak berita yang tak diketahui oleh InOs, Kenzie memberitahu Gio mengenai masalah pembullyan yang dilakukan oleh Para Guru.
Di ruang InOs, Gio merasa kesal dengan hasil laporan Kenzie,
“Sejak kapan Guru YGS berubah menjadi iblis?? Sial*n!!” Gio (18 Tahun, Kelas 3 SMA saat itu)
“Kak Gio, perlukah gue turun tangan??” Kenzie
__ADS_1
“Ini urusan YGS, pekerjaan ini saja sudah menyalahi peraturan YGS, tapi gue gak punya pilihan lain selain melakukan ini,” Gio
“Kak Gio, Kakak adalah Ketos InOs, Kakak bisa mencari tau sendiri dan menghukum yang salah kan?? Kakak bahkan tak perlu ijin untuk memasuki Istana Presiden,” Kenzie
“Gue, gak bisa ngelakuin itu,” Gio
“Kenapa?” Kenzie
“Gue berasal dari Keluarga tanpa nama, dalam artian, gue gak bisa melawan hal diluar Sekolah ini,” Gio
“Kak-“ Kenzie
“Lo berasal dari Keluarga Ginanjar, Ketua Yayasan pun berpikir membuat masalah karena Ginanjar dan Affandra entah mengapa bersekutu, bahkan tanpa Affandra, Ginanjar sudah kuat karena Bokap lo bersahabat dengan 4 Keluarga besar lain, dengan seperti itu lo bisa bebas menyelidiki tanpa ketahuan kalau lo itu spy InOs,” Gio
“Kak, lo tau sendiri jika gue gak suka dengan Keluarga Ginanjar,” Kenzie
“Gue tau, tapi tanpa Kebesaran Keluarga lo, akan jauh lebih sulit untuk bergerak. Suatu hari nanti, lo pasti akan tau Ken,” Gio
“Entahlah, sebaiknya gue pergi sekarang, gue masih harus kerja part time,” Kenzie
Kenzie pergi dan berpapasan dengan seorang pemuda yang ia tak kenali,
“Raphael, lo muka baru lagi??” Gio
Kenzie sempat bingung, “Wajah baru lagi??” Bathin Kenzie bingung
Kenzie keluar dari ruangan, di dalam, Raphael melepas topengnya dan menunjukkan wajahnya yang rupawan, Raphael menghadap cermin,
“Huaaaa, gue bingung, ini wajah asli gue kah?? Terlalu banyak muka yang gue pakai,” Ra
“Ra, hentikan candaan lo, laporkan apa yang terjadi,” Gio
“Hm? Ah, gue hanya dapat kabar jika Putri Keluarga Erdogan, Bianca, mengalami pembullyan yang dilakukan oleh guru, dia ingin kita menolongnya,” Ra
“Keluarga Erdogan ya, bukannya Keluarga ini dibawahi langsung oleh Keluarga Ginanjar?? Kenapa bisa ada anak yang di bully??” Gio
“Keluarga Erdogan memiliki tradisi hanya memperdulikan anak laki-laki, jadi mau anak perempuan mereka ada atau gak, itu sama saja untuk mereka. Dan Keluarga Ginanjar sendiri, akhir-akhir ini kan emang lagi ada urusan pribadi karena Pewaris mereka sedang berkeliaran dan menjadi spy YGS,” Ra
“Hm, pantas saja Bianca ini tidak melawan,” Gio
“Haruskah kita menghabisi para guru itu?? Jika mereka mati maka Bianca juga akan selamat,” Ra
“Tidak perlu, hukum anjing bukan berarti kita harus menjadi anjing juga, kumpulkan lebih banyak bukti dan kita akan menghukum mereka tanpa mereka bisa melawan, setelah itu kita akan menyelamatkan Bianca dan mengembalikan kehormatan Bianca di mata Keluarganya,” Gio
“Baik Kak,” Ra
Ra memasang topengnya,
“Ra, hentikan penyamaran lo itu sebelum orang-orang lupa dengan wajah asli lo,” Gio
“Hm?? Gak mau, jika identitas asli gue terkuap, maka satu InOs bisa bahaya,” Ra
“Lo seharusnya tau, InOs adalah medan perang dimana kita adalah prajurit yang siap mati, terdengar konyol, tapi itu faktanya, sebagai InOs, lo, yang lain, atau gue sendiri, bisa mati kapan aja,” Gio
“Itu, urusan Ketua Yayasan untuk bertanggung jawab dan setiap Ketos InOs pasti ada masalah tertentu, gue cabut duluan Kak,” Ra
__ADS_1
Ra pergi,
“Aihhh, gue gak mau jadi bagian Ketos yang gugur,” Bathin Gio.