
Di rumah sakit, Julian sudah terbangun dan mulai bergantian menjaga Sera,
“Ezhar, kau pulang saja, Kak Rini pasti juga khawatir denganmu,” Julian
“Hm, kau bisa menjaga Sera sendiri?” Ezhar
“Tentu saja,” Julian
“Baiklah, Yohan juga sudah datang, kalian akan menjaga Sera,” Ezhar
Julian mengangguk, Ezhar pun pergi,
“Sera, cepatlah sadar, ingatlah janji pernikahan yang kita buat,” Lirih Julian.
.
.
.
Keesokan subuh harinya, Kenzie sudah terbangun, Kenzie melihat sekitar dan mengingat jika dirinya sudah kembali ke rumahnya, Kenzie melihat para saudaranya masih tertidur pulas, Kenzie pergi dengan perlahan dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, setelah itu, Kenzie kembali ke ranjangnya, Kenzie melihat jam,
“Jam setengah 6, jam 6 aja bangunin para adik,” Kenzie
Kenzie keluar dari kamar, sambil menguap, Kenzie turun dari lantai 4 menggunakan tangga,
“Eh, Kenzie, kamu udah bangun??”
Kenzie menatap Olivia,
“Kamu mau jogging Livia??” Kenzie
“Ah iya,” Olivia
“Kenapa gak ngajak Serlian dan Kak Seren?? Berat badan Fay juga kayaknya naik,” Kenzie
“Hm? Aku sudah sering mengajak, tapi ya, Kak Serena, Serlian, apalagi Fay adalah anak-anaknya Bibi Sera, kamu tau sendiri jika Bibi itu malas, jadi anak-anaknya juga malas,” Olivia
“Pfft, aku tidak bisa mengelak,” Kenzie
“Tapi Fay rajin olahraga di ruang gym, kalau gak percaya tanyakan pada Kenzo, Azlan, Anier, dan Rully, mereka sering gym bareng dan diawasi Arya sama Devals juga,” Olivia
“Baguslah kalau begitu. Livia, makasih ya, kamu udah menbantu memperhatikan adik-adikku selama aku gak ada, aku tau kamu temannya Serlian dari kecil, tapi bantuanmu padaku pantas mendapat terima kasih, kamu memberitahuku apa yang terjadi yang tak diceritakan Kak Serena ataupun Serlian,” Kenzie
“Aku hanya tau sedikit saja Kenzie, kamu adalah Keluarga mereka, sudah sepantasnya kamu tau, aku juga tidak tau terlalu banyak karena sibuk les tambahan,” Olivia
“Iya, pendidikanmu adalah yang terpenting, “ Kenzie
“Kalau begitu, aku keluar jogging dulu ya, thaaa,” Olivia
Olivia pergi,
“Aku udah lama gak jogging, untungnya otot-ototku masih ada,” Celetuk Kenzie
Kenzie berjalan ke halaman depan tempat bisnis warnet Alan, Kenzie mencoba satu komputer,
__ADS_1
“Aishhh ada virus, para Karyawan gak ada yang tau kah??” Kenzie
Kenzie pun dengan cepat memperbaiki semua komputer,
“Hm gampang sekali,” Kenzie
Kenzie melihat jam,
“Sudah jam 6, waktunya bangunin para adik,” Kenzie
Kenzie pergi ke rumah utama, sampai dikamar, alarm sudah berbunyi, namun tak satupun yang terbangun terkecuali Anier, Azlan, Devals, dan Arya,
“Para bocil ini benar-benar,” Kenzie
Kenzie mendorong Eknath hingga Eknath terbangun karena terjatuh dari ranjangnya, Kenzie lalu membuka korden serta jendela,
“Azka, Aksa, Kenzo, bangun,” Kenzie
“5 Menit lagi Kak,” Azka
“Kalian kalau dikasih waktu 5 menit malah jadi 5 jam, cepat bangun,” Kenzie
Kenzie membuka selimut Azka, Aksa, dan Kenzo dan juga menarik bantal mereka,
“Anier, Azlan, sambil menunggu para 3 bocah ini, kalian mandi duluan ya, sekalian mandikan Bilal ya, air panas udah Kakak isi sebelumnya, seharusnya udah hangat sekarang,” Kenzie
“Baik Kak,” Azlan
Azlan pun membawa Bilal dan Anier ke kamar mandi,
“Kamu nggak mau bangun toh, siapa cepat dia yang dapat. Devals dan Arya, kalian gantian mandi pakai kamar mandi yang lagi satu,” Kenzie
“Hei, aku duluan, aku harus kuliah pagi,” Eknath
“Ngalah sama yang lebih muda dasar Tua Bangka,” Kenzie
“Ck,” Eknath berdecak sebal
Kenzie memeriksa tas adik-adiknya,
“Udah kami siapkan kok Kak,” Aksa
“Hm, bagus, ini baru adikku. Kalian jangan bertengkar, aku akan memeriksa sarapan,” Kenzie
Saat di luar pintu, Kenzie melihat Serena,
“Kenzie, bantuin akuuuu, Sherina menangis, Gemini juga nangis, Fay ngamuk gak mau bangun, Rully dan Serlian sedang sibuk menenangkan Fay dan Gemini,” Serena
Serena memberikan Sherina ke Kenzie,
“Aihhhh gara-gara ada tambahan bayi, rumah ini sudah persis Paud,” Eknath
“Tutup mulut Eknath,” Kenzie kesal
Kenzie pun membawa Sherina pergi ke bawah, sampai lantai bawah, Kenzie mengambil susu dari tempat penyimpanan dan memberikan susu asi kepada Sherina, sambil berkeliling membawa Sherina, Kenzie pergi ke dapur,
__ADS_1
“Bibi, apa sarapan hari ini??” Kenzie
“Tuan Muda, kemarin Nona Serena meminta dibuatkan Pindang tomat, karena itu menu hari ini adalah ikan Tuan,” Ujar Bi Inah selaku Kepala Pelayan sekaligus Kepala Dapur
“Lalu Pembantu yang lain??” Kenzie
“Mbak Lara dan Mbak Andin sedang menyapu serta mengepel lantai bersama beberapa pelayan rumah,” Bi Inah
“Oh, oh ya Bi Inah, carikan aku babysitter ya, satu aja cukup untuk menjaga Sherina, Sherina masih bayi sekali dan aku tak bisa menjaganya selalu,” Kenzie
“Baik Tuan Muda, akan segera saya carikan, namun pelayan Tuan Alan cukup banyak, jika masalah rekrut pelayan, Tuan Muda coba bicarakan dengan Tuan Alan,” Bi Inah
“Benar juga, baiklah,” Kenzie
Kenzie melihat meja makan panjang yang penuh makanan,
“Bekal adik-adik bagaimana??” Kenzie
“Tuan Julian memberikan uang jajan karena itu Para Tuan Muda dan Nona yang bersekolah hanya membawa bekal jajanan saja Tuan Muda,” Bi Inah
“Rumah ini kacau sekali tanpa Mama. Bi Inah, siapkan saja bekal untuk yang sekolah, buat Kak Serena dan Eknath tidak perlu,” Kenzie
“Baik Tuan Muda,” Bi Inah
Kenzie pergi, di kamar Suta, Kenzie melihat Alan sedang membantu memindahkan Sang Kakek dari ranjang ke kursi roda,
“Kakek, Paman, selamat pagi,” Kenzie
“Kenzie, ada apa??” Alan
“Paman, bisakah Paman mencarikan babysitter?? Sherina membutuhkan babysitter, aku tak mungkin terus menerus merawat Sherina, aku juga harus sekolah,” Kenzie
“Kenzie, seharusnya kamu membiarkan Ayah bayi itu yang merawat, kenapa kamu malah yang susah-susah merawat bayi itu,” Alan
“Paman Alan, bayi ini adalah adikku juga, bagaimana mungkin aku membiarkan adikku diurus dengan tidak becus,” Kenzie
“Alan, sudahlah, carikan saja, bagaimanapun bayi itu adalah anaknya Sera,” Suta
“Kakek, Kakek menerima Sherina sebagai cucu Kakek??” Kenzie
“Tentu saja. Dari kecil Sera selalu merasa Kakek tidak adil dan pilih kasih kepada Sera, sekarang Kakek sudah tua, Kakek tidak sanggup melawan Sera, sekarang Kakek hanya bisa menunjukan dan memberikan kasih sayang pada semua cucu Kakek,” Suta
“Kakek, terima kasih, aku senang setidaknya adikku diterima dengan tulus oleh Kakeknya,” Kenzie
“Tentu saja, kalian adalah cucu-cucu Kesayangan Kakek,” Suta
“Kalau begitu, aku akan melihat para adik, permisi Kakek,” Kenzie
Kenzie keluar,
“Ayah, Ayah serius dengan menerima bayi itu??” Alan
“Memangnya kita punya pilihan lain??” Suta
Alan menghela nafas tak bisa mengelak,
__ADS_1
“Sepertinya ini gak akan pernah berakhir,” Alan.