
Tiba-tiba suara mobil terdengar,
“Itu Ayah,” Fay semangat
Tak lama, Julian datang sambil membawa makanan,
“Anak-anak, kalian belum makan kan, ini Ayah belikan pizza dan ayam krispi,” Julian
“Ayah membelikan es krim untukku??” Fay
“Tentu saja sayang, Ayah belikan yang banyak, tapi jangan dihabiskan sekaligus ya, sisakan buat besok,” Julian
“Baik Ayah,” Fay
“Devals, Ayahmu mengirimkan ini,” Julian
Julian memberikan sebuah kartu atm,
“Jangan jajan sembarangan, Ayahmu dan Paman akan mendapat semua data transaksi yang kamu lakukan, dan jangan lupakan adikmu Rully, kalian berbagilah,” Julian
“Baik, terima kasih Paman,” Devals
“Ayah akan bebersih dan kembali ke rumah sakit. Kenzie, jaga adik-adikmu,” Julian
“Ayah,” Kenzie
“Hm?” Julian
“Apa yang terjadi antara Ayah dan Kak Serena??” Kenzie
“Tidak ada, Serena hanya sedikit salah paham dan menjadi kesal,” Julian
“Aku mengenal Kak Serena dengan baik, Kak Seren gak mungkin kesal sampai segitunya,” Kenzie
“Kenzie, sebaiknya kamu fokus pada hal yang diperlukan, jangan mengkhawatirkan hal lain,” Julian
“Kak Serena adalah Kakak Satu Ibuku, bagaimana bisa masalah ini tidak diperlukan?? Apa yang terjadi sebenarnya Ayah??” Kenzie
“Ayah tidak akan menjawab,” Julian
Saat Julian akan pergi,
“Apakah ini ada hubungannya dengan kelahiran Bilal??” Kenzie
Julian terhenti, Kenzie menatap tidak percaya pada Sang Ayah,
“Haa Hahaha, jadi benar? Kelahiran seorang anak yang membuatku dan Mama pergi melarikan diri, dan sekarang membuat Kak Serena juga menjauh,” Kenzie
“Jangan keterlaluan Kenzie, bagaimanapun Bilal tetap adikmu,” Julian
“Aku tau, Mama selalu mengatakan itu selama 3 tahun, Mama menerima bayi itu, bahkan sekarang aku tak bisa membenci dia karena suruhan Mama, tapi ada satu hal yang menjadi pertanyaan semua orang, Ayah dikenal sangat mencintai Mama bahkan sampai mengorbankan nama Keluarga Ginanjar dan bahkan sampai memusuhi Keluarga Kerajaan di Inggris demi Mama, namun kenapa Ayah masih berhubungan dengan wanita lain?!” Kenzie
Julian terdiam,
“JAWAB AYAH!!” Teriak Kenzie
Gemini dan Sherina yang tertidur menjadi terbangun tiba-tiba dan menangis, Bilal yang masih bayi pun ikut menangis, Serlian meraih tangan Kenzie,
“Kenzie sudah, para adik bayi menangis takut,” Serlian
Kenzie melirik ketiga adik bayinya,
“Kakak,” Panggil Fay yang juga merasa takut
Fay memegang ujung kaos Kenzie,
“Kenzie, Ayah tak bisa memberitahukan hal itu padamu sekarang, tapi suatu hari nanti, Ayah akan menceritakannya. Dan yang pasti, Ayah tidak bermaksud membuat Serena kesal dan kecewa, setelah keadaan Mama normal, Ayah akan kembali ke Bali dan menyelesaikan masalah Ayah dengan Serena, Ayah akan pastikan Serena kembali menjadi Putri Ayah, kalian adalah anak-anak Sera, Ayah tidak bisa kehilangan kalian begitu saja, ”Julian
Saat Julian akan pergi,
“Dan Kenzie, saat kamu udah mulai sekolah, saat itu juga kamu jadi Direktur Utama di Perusahaan Ginanjar, Mamamu yang menyuruh demikian, jadi datanglah ke perusahaan sesekali, tapi yaa, lebih fokuslah ke Sekolahmu,” Julian
__ADS_1
Julian pergi,
“Apa? Direktur Utama?” Kenzie bingung
Tangisan Sherina membuat Kenzie lupa akan ucapan Julian dan memilih menenangkan para adik bayinya dengan bantuan Serlian dan Si Kembar A.
.
Di luar sebuah kamar dengan papan nama, Julian melihat tulisan “Ayah Julian” dan disebelahnya ada papan yang sama dengan tulisan “Ayah Kecil “,
“Ahhhh, apa yang harus kujawab untuk pertanyaan Kenzie?? Padahal, ini pertama kalinya Kenzie bertanya sebagai seorang anak ke Ayahnya,” Lirih Julian
Julian masuk ke kamarnya.
.
.
.
3 Hari Kemudian....
Tepat di hari senin, semua anak-anak bersiap untuk masuk sekolah yang beruntung bertepatan dengan Tahun Ajaran Baru, Kenzie dan Serlian dan juga Olivia masuk kelas 2 SMA, Daffa-Farro dan Devals kelas 1 SMA, Azka-Aksa kelas 2 SMP bersama dengan Rully, Fay dan Kenzo kelas 5 SD, mereka semua masuk ke YGS dengan tingkatan yang berbeda.
Sedangkan para bayi dititipkan ke para babysitter dengan banyak cctv agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.
.
.
.
Di Sekolah Dasar Ganesh Shati...
Fay dan Kenzo menjadi perhatian di Sekolah karena mereka kembar seiras dan sangat mirip,
“Kenzo, kita harus nyari kartu siswa dimana ya??” Fay
“Padahal baru Elementary School, tapi udah semegah ini, YGS memang hebat,” Fay
“Ayo kita tanya ke satpam aja,” Kenzo
Mereka pun kembali ke pos satpam,
“Permisi Pak, maaf mengganggu waktu bapak,” Kenzo
“Ya dik??” Satpam
“Kami murid baru disini dan tidak tau dimana ruang gurunya, boleh minta tolong diantarkan ke ruang guru??” Kenzo
“Tentu saja,” Satpam
“Terima kasih Pak,” Kenzo
Kenzo dan Fay pun pergi mengikuti Satpam. Saat sampai di ruang Guru, Satpam mengetuk pintu ruangan,
“Permisi Pak,” Satpam
“Ya? Ada apa Pak Satpam??” Seorang Guru laki-laki
“Saya mengantarkan dua murid baru bapak,” Satpam
“Ooo benarkah?? Baiklah, terima kasih Pak,” Guru itu
“Nah anak-anak, ini Pak Yuda, Pak Yuda akan menginstruksikan kalian selanjutnya, jika ada apa-apa, tanyakan kepada Beliau,” Satpam
“Baik Pak, sekali lagi terima kasih telah mengantar kami,” Kenzo
“Ya sama-sama, kalian termasuk anak-anak sopan, teruslah bersikap baik,” Satpam itu senang
Satpam pergi,
__ADS_1
“Kalian berdua, masuklah,” Yuda
“Baik Pak, permisi,” Kenzo
Kenzo dan Fay ke dalam ruang guru, Yuda nampak mencari-cari sesuatu dan akhirnya menemukannya,
“Hm, kalian Kenzo Ginanjar dan Serfayi Ginanjar, ini kartu Siswa kalian, hmm kalian kelas 5 SD ya, kebetulan Bapak juga mengajar di Kelas 5, kalau begitu bapak akan sekalian mengantar kalian ke Kelas,” Yuda
“Baik, terima kasih Pak,” Kenzo dan Fay.
.
.
.
Di SMP Ganesh Shati, Si Kembar A dan Rully sudah mendapatkan kartu siswa mereka dan sedang mencari Kelas mereka,
“Katanya Kelas 2 semua ada di lantai 2, tapi dimana ya Kelas A Mipas??” Azka
“Ahhh, cape aku berkeliling,” Aksa
Aksa melirik Rully,
“Kamu cape juga Rul??” Aksa
Rully menggeleng,
“Tidak, aku baik-baik saja,” Rully
“Seharusnya kita minta tolong diantarkan ke Kelas, ck,” Azka berdecak sebal
Tiba -tiba seorang laki-laki seumuran tak sengaja menabrak Azka yang tak fokus jalan karena melihat kiri kanan, Azka dan anak itu terjatuh berbarengan,
“Hei, kau gak punya mata kah??” Azka
“Maafkan aku, maafkan aku,” Anak itu ketakutan
“???” Azka dan Aksa bingung kenapa anak itu sangat ketakutan
“Hei, kau gak perlu seperti itu, maaf aku kasar juga tadi,” Azka
“Sekali lagi maafkan aku,” Anak itu
Anak itu langsung pergi,
“Aksa, haruskah kita mengikutinya??” Azka
“Tentu saja. Rully, kamu siap mental kan?” Aksa
“Huh??” Rully bingung.
.
BRAKKK!!!
Seisi ruangan terkejut tiba-tiba pintu di dobrak dan memperlihatkan 2 Kembar Laki-laki yang mereka tak kenal bersama dengan seorang gadis yang mereka tak kenal juga.
Azka dan Aksa melihat anak yang menabrak Azka tadi sedang berlutut di hadapan seorang anak laki-laki lainnya yang bertubuh gempal,
“Ada babi kecil yang sok berkuasa disini,” Azka
“Padahal YGS tempat dimana semua orang sama kedudukan, tapi ternyata ada para babi yang mengecewakan,” Aksa
“Sial*n!! Siapa kalian!?” Anak jahat itu
“Kami?? Kau mau tau??” Aksa
“Sayangnya, nama kami terlalu bagus untuk di ucapkan Pembully bangs*t yang sok berkuasa,” Azka
Azka dan Aksa pun menyerang 5 orang tukang bully itu dan terjadilah perkelahian.
__ADS_1