Baby Darling ^.^

Baby Darling ^.^
49. Akhir Season 1


__ADS_3

Saat mereka sampai di YGS, SMA YGS yang sedang istirahat pun membuat Erick bisa langsung membawa Fay kepada Kenzie dan Serlian yang sedang makan siang ditaman (Kantin YGS pun ikut hancur),


“Kak Kenzie, Kakak Serlian,” Fay


Kenzie maupun Serlian langsung menengok dan berdiri, dalam keterkejutan, Serlian memeluk Fay,


“Fay, kamu kembali, syukurlah kamu baik-baik saja,” Serlian


“Kakak, hiks, aku takut Kak,” Fay menangis


“Tidak apa, kamu sama Kakak sekarang, semua akan baik-baik saja,” Serlian


“Serlian, aku datang membawa Fay seperti perjanjian kita, jadi sekarang tepati janjimu,” Erick


“Erick, aku berterima kasih karena menyelamatkan adikku, aku akan menghubungimu lagi,” Serlian


“Baiklah, Kakak-Beradik yang terpisah memang harus diberi banyak waktu,” Erick


“Janji?? Serlian, kesepakatan apa yang kamu lakukan dengan bocah ini,” Kenzie


“Hei Kenzie, lo benar-benar gak punya sopan-santun ya, bukannya berterimakasih karena udah nyelamatin adik lo ini,” Erick


“Ya, gue sangat berterima kasih pada lo, bahkan jika lo mau gue bisa saja bersujud, tapi ini masalah lain, apa yang lo sepakatin sama Serlian,” Kenzie


“Itu-“ Erick


“Itu bukan masalah untukmu Kenzie, aku akan mengatasi hal kecil ini, dibandingkan dengan keselamatan Fay, itu bukan sesuatu yang besar,” Serlian dengan cepat memotong kalimat Erick yang ingin memberitahu tentang kesepakatan mereka


Fay menatap Erick,


“Erick, kamu bisa pergilah sekarang, aku akan menghubungimu secepatnya,” Serlian


“Baiklah, aku percaya kamu akan menempati janjimu,” Erick


Erick pergi,

__ADS_1


“Serlian, katakan, kesepakatan apa yang kamu lakukan dengan Si Bocah Si*lan itu,” Kenzie


“Apa itu penting?? Sebaiknya kita pulang lebih awal, Pak Yuda mungkin akan datang dan mengacau lagi di YGS, Ketos InOs belum dipilih, pasti akan susah jika ada masalah lagi,” Serlian


“Kamu benar juga, baiklah, aku akan memanggil semua adik kemari,” Kenzie


Kenzie pun pergi,


“Kakak, aku gak mau pisah dari Kakak lagi, maafkan aku karena kabur waktu itu, aku menyesal,” Fay


“Asalkan kamu jangan mengulanginya lagi, Kakak akan memaafkan kamu Fay, jadi tenanglah sekarang, kita akan pulang, disana akan aman, Ayah dan Paman Ezhar sudah memberikan banyak pengamanan di rumah, jadi kamu jangan takut lagi ya,” Serlian


Fay mengangguk, Fay melihat makanan Kenzie yang belum tersentuh,


“Kakak, aku lapar, apa boleh aku makan itu??” Serlian


“Hmmm, Kenzie belum makan sih, tapi kamu bilang kamu lapar, gak apalah, kamu makan saja sambil menunggu yang lain,” Serlian


Fay pun memakan nasi goreng milik Kenzie, Fay makan dengan lahap dan sesekali meminum es teh milik Serlian (Minuman milik Kenzie adalah kopi pahit).


Tak lama, setelah Fay selesai makan dan membersihkan tempat makannya, Fay melihat adik kembarnya berlari mendekat kepadanya,


Kenzo berhambur memeluk Fay,


“Serfayi, kamu benar-benar keterlaluan, kamu membuatku takut,” Kenzo


“Kenzo, maafkan aku,” Fay


Fay menangis, Kenzo pun ikut menangis, Serlian pun menatap sedih kedua adik kembar terkecilnya itu, saat Kenzie dan yang lainnya datang,


“Fay, aku senang kamu baik-baik saja,” Aksa


“Manusia itu gak melukaimu kan, aku akan menghajarnya jika dia berani menyakitimu,” Azka


Fay melepaskan pelukan Kenzo, Fay mengangguk ke Azka,

__ADS_1


“Iya Kak, aku baik-baik saja, Pak Yuda tidak pernah melukaiku kok,” Fay


“Tapi tubuhmu jadi sangat kurus lhoo, pipi cabimu ilang,” Azka


“Aku sungguh baik-baik saja Kak Azz, malah sekarang aku lebih terlihat cantik dengan tubuh kurus kan,” Fay


“Benar sih,” Azka maupun yang lainnya tidak bisa mengelak


Kenzie tersenyum,


“Fay, kamu memang cantik, tapi pujiannya nanti aja di rumah, sekarang kita harus pergi, aku telah meminta izin ke wali kelas kalian,” Kenzie


“Baiklah Kak, ayo pulang, kapan lagi Kak Kenzie polos saat izin pulang lebih awal wkwkwkwkwk,” Azka


Azka pun pergi duluan sambil menggendong Gemini, yang lainnya pun mengikuti Azka dari belakang.


.


.


.


Di dalam sebuah gudang kosong, Erick akhirnya tertangkap oleh bawahan Yuda, Erick dipaksa bersujud di hadapan seorang pria yang memakai masker hitam serta hoodie hitamnya, Pria bermasker a.k.a Yuda menatap tajam Erick,


“Sepertinya Ketua terlalu memanjakan lo Erick, lo beraninya membuat rencana supaya Fay bisa melarikan diri,” Yuda


“Ahhh, hei pedofil, jika lo dikasih sesuatu yang lo sangattt di inginkan, apa lo bisa menolaknya?? Gue menginginkan Serlian, hati ataupun tubuhnya, gue hanya mau bersama Serlian, dan Serlian akan menyerahkan semuanya jika gue membantu adiknya itu melarikan diri, tentu saja gue gak akan melewati kesempatan itu, walau gue harus membunuh lo sekalipun,” Erick


Yuda menjadi sangat kesal,


“Tidak pernah kah lo berpikir kalau yang lo lakukan bisa sia-sia?? Gue bisa aja membunuh lo sekarang,” Yuda


“Ya, gue tau, tapi gue puas hanya dengan Serlian mengatakan itu aja, gue gak berharap banyak,” Lirih Erick


“Kalau begitu, gue gak punya pilihan lain kecuali menghabisi lo sekarang, Erick,” Yuda

__ADS_1


Yuda mengarahkan pistolnya tepat ke arah Erick, dan....


DORRR!!!!


__ADS_2