
Eun mendekat ke Gemini, Eun menggendong Gemini,
“Hai Baby Darling, kamu bilang jika Kakak Ken kamu gak tampan, coba lihat aku, apakah aku gak tampan juga,” Eun
Gemini blushing,
“Eun Oppa*, Eun Oppa tampan sekaliiiii, lebih tampan dali Raka atau Pacalnya Kakak Selian,” Gemini
*Oppa : sebutan adik perempuan ke Kakak laki-lakinya dalam bahasa Korea
Eun tertawa, “Kamu memanggilku Oppa?? Kamu memang manis Baby Darling,” Eun
Eun membawa Gemini ke ruang Keluarga untuk bermain disana dan diikuti beberapa orang, Kenzie melihat jika Fay sedang bersama dengan Yuda yang entah kapan datang, Kenzie melihat mereka sedang belajar,
“Nilai Fay segitu buruk kah sampai Gurunya harus tetap mengajarnya walau saat Nyepi??” Bathin Kenzie.
.
.
..
Jam demi jam berlalu, Ra cs maupun teman-temannya Kenzie semua pada bosan, mereka memilih menonton video di mini bioskop, mereka memutar berbagai video yang telah Kenzie download sebelumnya, sedangkan Gemini dan Serena memilih tidur seharian di kamar mereka, Serlian dan Rully memilih untuk belajar membuat kue atau roti didapur serta memasak untuk makan malam(Pembantu ataupun Satpam libur).
Saat tengah malam, Kenzie berkeliling untuk mengatur lampu(Di Bali saat Nyepi, pemakaian cahaya di turunkan atau sekalian di gelapkan), Kenzo mendekati Kenzie,
“Kakak,” Kenzo
“Hm?? Kenapa Kenzo??” Kenzie
“Fay daritadi sama Pak Yuda terus, bahkan saat makan malam tadi, mereka makan berdua di bale bengong, coba Kakak pisahin,” Kenzo
Kenzie melirik keluar dan benar saja Fay sedang bersama Yuda,
“Aku tau jika Fay butuh banyak belajar, bahkan saat Fay meminta uang ke Ayah untuk belajar private, Ayah langsung memberikan puluhan juta, tetapi, ini udah kelewat batas, Fay bahkan memanggil Pak Yuda ke Bali coba dengan alasan ingin belajar, Fay itu pemalas akut, jika tidak ada yang ia inginkan, Fay pasti lebih milih rebutan es krim sama Gemini,” Kenzo
Kenzie terdiam,
“Aku sudah melaporkan ini ke Ayah, tapi Ayah tak memberikan respon, aku gak mau ngerepotin Kak Serena, kalau Kak Serlian apalagi, jika Kakak tak mendengar, aku akan mengadu ke Paman Ezhar dan Kakek,” Kenzo
“Kenzo, jangan repotkan Paman Ezhar, Kakak akan menyuruh Pak Yuda pergi di pesawat pertama besok, tenanglah,” Kenzie
“Oh ya Kakak, jika Kakak ingin Kakak Serena membatalkan surat donor, Kakak memerlukan bantuan Gemini, aku tidak yakin, tapi diantara semua, hanya Gemini yang bisa mengatur Kak Serena selain Mama,” Kenzo
“Kenzo, kamu selalu diam tapi saat saudaramu ada masalah, kamu selalu tau ya,” Kenzie
“Kakak mau tau kenapa?? Karena aku satu-satunya anak laki-laki Mama yang memiliki sifat pendiam Mama, jawaban itu sudah cukup kan,” Kenzo
Kenzie tersenyum, “Tentu saja, itu sudah cukup, sekarang tidur sana, sisanya serahkan pada Kakakmu ini,” Kenzie
Kenzo hanya ber”Hn” lalu pergi, sedangkan Kenzie pergi keluar,
__ADS_1
“Ekhem, permisi ganggu. Fay sepertinya kamu terlalu banyak belajar sampai lupa waktunya tidur,” Kenzie
“Hah? Benarkah?? Tidak bisa 1 jam lagi Kak??” Fay
“Tidak, cepat pergi ke kamar dan tidur, Kakak Serena akan marah lagi jika melihat lampu masih nyala padahal udah jam 9,” Kenzie
“Hmmm,” Fay berpikir
“Fay, tidurlah sekarang, kita lanjutkan besok,” Yuda
“Baiklah Pak,” Fay
Fay pergi, saat Yuda akan pergi,
“Pak Yuda,” Kenzie
Yuda melirik Kenzie,
“Kenapa??” Yuda
“Saya dengar nilai Fay jadi lebih bagus berkat ajaran Bapak, Saya sangat berterima kasih untuk itu, tapi waktu antara murid dan Guru itu hanya ada di dalam sekolah, jika diluar sekolah, sebaiknya Bapak jangan terlalu dekat dengan murid Bapak, apalagi Fay masih kecil, Saya tidak mau ada rumor omong kosong yang merusak kehidupan adik saya,” Kenzie serius
“Nak Kenzie, aku hanya berprilaku sebagai guru yang baik bagi Fay, tidak lebih, dan rumor?? YGS selalu tak percaya rumor, jadi untuk apa kamu ragu, Calon Ketos selanjutnya??” Yuda
Yuda pergi, Kenzie hanya diam lalu mematikan lampu bale bengong serta beberapa lampu luar lainnya, Kenzie mengunci gerbang dan memastikan semua pintu aman.
.
.
.
Serena sendiri membuatkan Suta bubur ayam dan air jahe, Caca pun melakukan tugas mudah yaitu memasak bihun, sedangkan Olivia memanaskan air untuk minuman hangat untuk semua orang serta memotong daun seledri untuk hiasan bakso, sambil menunggu bakso matang, Serlian menyajikan mangkok-mangkok di meja(meja makan di rumah Sera berukuran sangat besar dan memiliki putaran makanan.
Hingga 2 wanita paruh bayah datang,
“Ehhh??? Makanan udah hampir siap?? Baru kami akan memasak,”
“Bibi Rini, Bibi Amel, pagi,” Serlian
“Pagi, kalian masak apa ini?? Bakso??” Amel
“Iya Bi,” Serlian
“Baru kami akan memasak, berarti sekarang tinggal membanten, kalian bangunkan saja dulu para cowok dan para tamu, kami akan mandi dan membanten dulu,” Rini
“Baik Bi,” Serlian
Rini dan Amel pun pergi,
“Nah Kak Seren, Kakak saja yang bangunkan para cowok,” Serlian
__ADS_1
“Iya, jagain bubur buat Kakek, jangan sampai meluah,” Serena
“Baik Kak,” Serlian
Serena pergi. Sampai di kamar anak laki-laki,
BRAKKKK!!!!!
Ra maupun Kenzie sontak bangun dan melihat Serena di pintu, Kenzie menghela nafas,
“Kakak, bisakah Kakak pelan-pelan buka pintu, jantungku hanya satulah Kak,” Kenzie
“Siapa bilang jantungmu ada 2, cepat bangun,” Titah Serena
Serena membuka korden dan jendela, Serena merebut semua bantal dari setiap ranjang,
“Serena, jika kau galak seperti ini maka gak akan ada yang mau sama kau,” Eknath yang terpaksa bangun
“Biarin, aku bukan jomblo ngenes, aku ini jomblo bahagia. Jadi cepat bangun sebelum baksonya mengecil,” Serena
Serena menggendong Bilal yang menangis,
“Dan kamu bocil, diamlah, jangan merengek kayak bayi,” Serena ke Bilal
Bilal pun langsung terdiam, Serena memberikan Bilal ke Kenzie yang masih mengucek matanya,
“Mandiin bocah ini dan turun ke bawah untuk sarapan, kalau ada yang tidur lagi, aku akan memukulnya,” Serena
Serena pergi,
“Ahhhh, Kak Serena selalu saja jadi diktator,” Keluh Azka
“Jika kita tidur lagi, kita pasti habis,” Aksa
.”Sudahlah, ayo bangun, jangan buat Kak Serena marah,” Kenzie
Para anak laki-laki pun bangun, dan merapihkan ranjang masing-masing.
Dilantai bawah, Alan datang untuk membuat bubur namun sudah melihat Serena menata bubur untuk Suta,
“Wahhh Serena, rajinnya kamu membuatkan bubur untuk Kakek,” Alan
“Iya, aku udah lama gak bikinin soalnya, ini Paman bawakan ya, oh ya, Paman udah bersihin Kakek??” Serena
“Sudah dong, kalau gak, mana mungkin Paman ada disini, sekarang Paman Ezharmu sedang melakukan terapi ke Kakek, dia menyuruh Paman untuk sarapan terlebih dahulu lalu menyiapkan bubur Kakek, tapi udah kamu yang menyiapkan Ser,” Alan
“Sudahlah Paman, Paman sarapan aja dulu, aku yang akan membawakan ini untuk Kakek sekalian membangunkan Gemini dan yang lainnya,” Serena
“Baiklah,” Alan
Serena pun pergi.
__ADS_1