Baby Darling ^.^

Baby Darling ^.^
06. Curigaan Serena Dan Kenzie


__ADS_3

Sampai di mobil,


“Wahhhhhhh, Kakak membeli hiace??” Azka


“Iya, Ayah menyuruhku menjadi babysitter kalian, isi 16 kursi, aku, Fay, Kenzo, kalian berdua, Devals, Daffa, Farro, Rully, Anier, Azlan, jika piknik pun bisa angkut Kak Serena dan Serlian, hebat kan??” Kenzie


“Hahaha, Kak Kenzie memang yang terbaik,” Azka


Azka dan Aksa pun masuk dan melihat para saudara dan sepupu mereka sudah duduk rapih,


“Wahhh, ada Kak Olivia juga,” Azka


“Ah iya, sekolahku pulang lebih awal, lalu ketemu sama Kenzie, jadi sekalian,” Olivia


“Wahh bagus sekali, kita bisa makan pizza bersama,” Aksa


Mereka pun mengobrol setelah duduk dengan rapih, di luar, Kenzie yang masih menggendong Gemini pun akan masuk ke mobil, dan tiba-tiba.....


“Oi oi oi, kau tega sekali mau tinggalin saudaramu ini,”


Kenzie menatap pemuda yang lebih tua beberapa tahun darinya,


“Kau bukannya ada di kampus, Eknath??” Kenzie


“Apakah seperti itu kau bicara dengan orang yang lebih tua Kenzie, aku kecewa sekali,” Ujar Eknath


“Kenapa kau ada disini?” Kenzie


“Aku sedang jamkos*, dan kesini hanya untuk makan ayam krispi di depan sekolah,” Eknath santay


*Jamkos : Jam Kosong


Eknath melihat mobil model hiace itu,


“Motorku mogok dan masih di bengkel, aku nebeng ya,” Eknath


Kenzie berdecak sebal, Eknath pun masuk ke mobil Kenzie dan melihat suasana ramai,


“Wah ada Olivia disini,” Eknath


“Iya Kak, sekolahku sedang mengadakan rapat, jadi pulang cepat,” Olivia


“Wahh senangnya bisa barengan pulang,” Eknath


“Berhenti menggoda Livia dan duduklah, atau turun aja sekalian,” Ujar Kenzie yang sudah naik ke mobil lebih tepatnya di tempat pengemudi


“Hei tenanglah, aku tidak tertarik pada Olivia, ada gadis lain yang aku suka,” Eknath


“Siapa yang peduli?? Gadis yang kau sukai pasti sangat si*l karena di sukai oleh manusia sepertimu,” Kenzie


Eknath hanya tersenyum miring dan duduk di paling belakang mobil, Kenzie pun menghidupkan mobil lalu pergi.

__ADS_1


.


.


.


Sampai rumah, Kenzie yang menggendong Gemini melihat Serena dan Serlian sudah di rumah,


“Eh?? Kalian berdua sudah pulang, baru kami akan memanggil kalian,” Kenzie


“Iya, Paman Ezhar, Ayah Kecil, dan Ayah Julian yang menunggui Mama, aku dan Serlian pulang bersama Paman Alan,” Serena


“Oh baiklah,” Kenzie


Kenzie menidurkan Gemini yang tertidur di sofa bed dan mengelilinginya dengan bantal,


“Nahh, yang lain, kalian mandi dan ganti baju, kerjakan pr baru boleh makan pizza,” Kenzie


“Ehhhhh??????? Tapi kami ingin makan sekarang,” Fay


“Fay, kalau kamu makan sekarang, nanti kamu mengantuk dan tidur sampai malam, dan pr yang diberikan guru akan terlupakan, jadi kerjain pr sekarang dan Kakak akan membiarkanmu makan pizza sebanyak yang kamu mau,” Ujar Kenzie lembut


“Sungguh?? Dengan es krim dan kentang goreng yaa,” Fay ceria


“Tentu saja, kita kan udah beli banyak, itu untukmu,” Kenzie


“Horeeee, aku akan dengan cepat kerjain pr,” Fay bersorak


Fay berlari ke kamarnya dengan gembira,


“Kakak Ken, tidak bisakah kita makan pizza dulu, nanti dingin,” Azka


“Sejak kapan kita suka makanan panas? Sudah jangan banyak alasan, sana mandi,” Kenzie


*Just Info : Sera dan semua anak-anaknya tidak terlalu suka makan makanan panas bahkan hangat sekalipun.


Azka dan Aksa dan yang lainnya pun pergi, Kenzie pergi ke kereta bayi Sherina,


“Kak Seren, Sherina gak nangis kan?” Kenzie


“Dia cukup anteng, Ayah kecil juga udah beliin stok asi, jadi adik udah makan, kulkas asi para bayi yang lama kosong jadi terisi lagi,” Serena


“Syukurlah, aku sempat khawatir selama dalam perjalanan menjemput para adik,” Kenzie


“Hei, kau kira kami tidak akan menerima anak bungsu Mama?? Walau gak diharapkan, tapi Mama telah melahirkan Sherina, dia tetap adik kita, statusnya sama sepertimu dasar baka*,” Serena


*Baka : Bodoh (Terjemahan dari Bahasa Jepang)


Kenzie hanya tersenyum bahagia, namun saat Eknath datang mendekat ke Serlian,


“Serlian, ini aku bawakan PR sekolahmu hari ini, walau pulang cepet, guru matematika selalu memberikan tugas,” Eknath

__ADS_1


“Aku- Aku akan menyalinnya, terima kasih,” Serlian


“Ayo kita kerjakan di ruang belajar, aku akan mengajarimu,” Eknath


“Tapi aku- aku mau menemani Sherina, Gemini juga harus ditemani,” Serlian


“Kan ada Serena disini, biarkan Seren yang menjaga mereka, tugasmu hanya belajar,” Eknath


“Hei, kau tidak menganggapku tidak ada?? Beraninya kau memaksa Kakak kembarku,” Kenzie menengahi


“Hm? Memang kau bisa apa?? Ayahmu sendiri yang menyuruhku menjadi teman belajar Serlian,” Eknath


“Walau begitu, jika Serli gak mau ya jangan dipaksa,” Kenzie


“Hei, asal kau tau aja-“ Eknath


“CUKUP,” Teriak Serlian


Kenzie dan Eknath menatap Serlian,


“Kalian, jangan bertengkar. Kak Eknath, ayo ke ruang belajar,” Serlian


Serlian menarik pergi Eknath,


“Ada apa dengan Serlian?? Sejak kapan Serlian dekat dengan Eknath??” Kenzie


“Kau mau tau?? 3 Tahun yang lalu saat kau baru pergi, nilai Serlian anjlok, Ayah mau marah pun tak bisa terlalu besar karena Serlian anak kesayangan Ayah, jadinya Ayah menyuruh Eknath mengajari Serlian secara pribadi, sejak saat itu- entah mengapa, Serlian selalu menurut pada Eknath, walau bukan uang yang diminta Nath,” Serena


Kenzie menjadi curiga seperti yang dirasakan Serena,


“Aku sudah menahan ini selama 3 tahun, tapi aku rasa ada rahasia diantara Serlian dan Eknath. Jadi Kenzie, cari tau apa yang terjadi, aku tidak mau kemungkinan terburuk terjadi, setidaknya untuk saat ini, kau harus berusaha menjauhkan Serlian dari Eknath, kamu tau sendiri, aku tidak akan meminta jika itu bukan hal penting karena ini bukan masalah uang,” Serena


Kenzie mengerti,


“Aku telah kembali, aku tidak akan membiarkan siapapun menatap jahat pada Kakak Kembarku,” Kenzie.


.


.


.


“Akh ahh, Kak,”


Serlian mencoba menjauhkan Eknath, namun Eknath kembali mendekati Serlian,


“Kak hentikan, ada Kenzie dirumah,” Serlian


“Lalu? Kita sama sekali gak ada hubungan darah, walau ketahuan pun, kita hanya perlu menunggumu lulus SMA, dan kita bisa menikah,” Eknath


“Tidak, aku gak mau, hentikan Kak,” Serlian

__ADS_1


“Ssttt, jangan bersuara terlalu keras, di sebelah ruangan ini adalah Kamar Kakek, jika Kakek tau, Kakek bisa serangan jantung,” Eknath


Serlian menutup mulutnya dan kembali membiarkan Eknath “bermain” dengan tubuhnya.


__ADS_2