Baby Darling ^.^

Baby Darling ^.^
19. Kantor Ginanjar


__ADS_3

Sampai kantor, Kenzie disambut oleh para pegawai yang lembur,


“Selamat datang Tuan Muda,” Pegawai


Kenzie naik ke atas podium membiarkan Gemini yang makan es krim di pinggir podium dan Sherina di kereta bayinya,


“Ekhem, terimakasih atas kehadiran kalian, atas suruhan CEO alias Ayahku, aku disini akan menjabat sebagai Direktur Utama, dan sebelum menjadi Direktur, aku adalah Kakak dari adik-adik yang masih bayi, karena itu aku mohon pengertian dan bantuan kalian karena aku akan membawa adik-adikku, tapi ya, aku akan tetap fokus kepada Perusahaan dan berusaha keras untuk lebih memajukan Perusahaan,” Kenzie


Semuanya bertepuk tangan, seseorang mengangkat tangan,


“Tuan Muda, kami mengenal Nona Gemi, tapi bayi itu-“  Pegawai


“Ah ini, ini adik bungsuku, namanya Sherina, dia baru lahir beberapa hari yang lalu, aku sengaja mengajak Sherina karena Sherina adalah adik bungsuku- tidak, lebih tepatnya, Sherina adalah Nona Bungsu Keluarga Ginanjar, Sherina adalah Putri Mamaku Sera dengan Bungsu Ginanjar Terdahulu, Ayah Kecilku Yohan,” Kenzie


Semua terkejut dan berbisik,


“Tenang semua, aku tau ini mendadak untuk kalian ataupun Keluarga Ginanjar, tapi waktu gak mungkin berulang karena kita inginkan kan? Oleh sebab itu, aku minta kalian menerima Sherina menjadi bagian Keluarga Ginanjar,” Kenzie


Kenzie membungkuk,


“Tuan Muda, apa yang Tuan Muda lakukan?? Keluarga Ginanjar tidak pernah membungkukkan badan, kami tentu saja akan menerima Si Bungsu Ginanjar ini Tuan Muda,” Pegawai


Semuanya pun mengiyakan, Kenzie berdiri tegap dan tersenyum,


“Terima kasih banyak semuanya,” Kenzie.


.


.


.


Jam 23.22 WIB...


Kenzie yang sedang membaca laporan dengan menggunakan satu tangannya, dan tangan lainnya menepuk-nepuk lembut bokong Gemini yang tertidur diatasnya, Kenzie melirik Sherina yang terlihat anteng tidur di kereta bayinya,


“Untung Sherina bukan bayi yang cerewet, ahhhh aku seharusnya tidak membawa Gemini, Gemini ternyata sangat manja dan cengeng,” Gerutu Kenzie


Gemini terisak,


“Cup cup, maaf maaf, Kakak gak bermaksud mengeluhkanmu, maafkan Kakak ya, tidurlah lagi, Gemi pintar, cup cup,” Kenzie


Gemini kembali tidur,


“Telinganya lebih tajam dari ngengat, pfft itulah adikku sayang,” Bathin Kenzie


Kenzie tersenyum tulus walau sebenarnya Kenzie sangat lelah, tak lama, Pak Jay datang,


“Tuan Muda, sebaiknya Tuan Muda pulang sekarang, walau Tuan Muda adalah Penanggung Jawab Perusahaan Ginanjar, Tuan Muda masih muda dan perlu istirahat lebih,” Pak Jay


“Aku nggak papa kok, biasanya aku tidur jam 1 dan terbangun jam 5, aku harus segera menyelesaikan ini semua, Paman Billy sungguh jahat, bisa-bisanya Paman kembali ke Inggris dan meninggalkan begitu banyak pekerjaan, apakah Paman Billy gak kerjain ini dari awal,” Kenzie

__ADS_1


“Tuan Billy memang tidak pernah mengerjakan tugasnya sebagai CEO, karena itu terkadang Tuan Julian datang ke Jakarta untuk memarahi Tuan Billy hingga Tuan Billy terpaksa menyelesaikan beberapa,” Pak Jay


“Paman Billy keterlaluan, jika ketemu Paman lagi, aku akan mengikat Paman disini dan menyuruhnya mengerjakan ini,” Gerutu Kenzie.


.


“HACHIIIII,”


Di waktu yang sama, Billy bersin-bersin,


“Ada yang menyumpahiku sepertinya,” Billy.


.


Di Perusahaan Ginanjar, Kenzie memutuskan untuk pulang, setelah berberes, Kenzie menempatkan Sherina di belakang sedangkan Gemini di kursi depan, setelah memastikan Kereta bayi Sherina aman dan tak goyang-goyang, Kenzie masuk ke mobil dan juga memastikan Gemini memakai sabuk pengaman.


Saat perjalanan pulang, Kenzie membagi fokusnya menjadi ke jalanan yang masih ramai dan kereta bayi Sherina agar tak goyang,


“Kakak, aku lapal,” Gemini


“Hah?? Gemi, kamu lapar?? Bukannya tadi kamu udah makan nasi goreng, snack, roti lapis, dan susu 3 botol, kamu masih lapar??” Kenzie


Gemini mengangguk,


“Hmmm gimana kalau besok??? Sekarang udah malam, kamu nanti tambah embul jika makan malam lagi,” Kenzie


“Aku lapal, aku mau maem,” Gemini merengek


“Sstttt, jangan menangis sayang, baiklah ayo kita cari makan, kamu mau apa??” Kenzie


“Baiklah, gimana kita makan bakso rujak?? Biasanya ada dagangnya di malam hari,” Kenzie


Gemini mengangguk semangat,


“Baiklah, ayo kita cari dagangnya,” Kenzie


Saat menemukan dagang bakso, Kenzie berhenti agak jauh dari dagang baksonya, Kenzie pun menggendong keluar Gemini dan melupakan Sherina yang masih didalam mobil.


Kenzie pun memesan untuk Gemini,


“Nak, itu adikmu??” Dagang


“Ah iya Pak, orang rumah sedang sibuk karena itu saya mengajaknya,” Kenzie


“Nak, Bapa beritau ya, di sini adalah daerah yang sering dijadikan markas preman, hati-hati dengan keselamatan adikmu,” Dagang


“Baik Pak, saya akan menjaga adik saya apapun yang terjadi,” Kenzie


Saat sudah mendapatkan bakso dan membayar bakso itu, Kenzie tersenyum melihat Gemini makan dengan lahap,


“Gimana?? Enak kan??” Kenzie

__ADS_1


Gemini mengangguk,


“Baguslah,” Kenzie


Kenzie teringat dengan Sherina,


“Eh?? Sherina?? Aku lupa Sherina masih di dalam mobil,” Kenzie


Kenzie bergegas menuju mobil meninggalkan Gemini yang masih memakan baksonya, Gemini yang melihat kepergian Kakaknya merasa sedih dan bingung,


“Kakak,” Lirih Gemini.


.


Di mobil Kenzie, Kenzie merasa tenang karena Sherina masih tertidur anteng dan tak ada tanda sesak nafas,


“Untung aku punya kebiasaan membuka sedikit jendela mobil. Sekarang waktunya pulang, Gemi, ayo,” Kenzie


Kenzie menatap ke bawah dan sekitar namun tak menemukan Gemini,


“Gemini, dimana Gemi?? Apa aku meninggalkan Gemini di dagang bakso tadi??” Kenzie


Kenzie mengambil Sherina dan menggendongnya pergi ke tempat dagang bakso, sampai di dagang bakso, Kenzie melihat jika tempat itu sudah ramai dengan preman-preman, Kenzie mencoba mencari Gemini namun tak ketemu, hingga suara tangisan Gemini terdengar di telinga Kenzie, Kenzie mencoba mencari arah suara.


Saat ketemu, Kenzie melihat Gemini menangis bersama seorang pemuda yang ia kenal,


“Bastian?” Kenzie


“Ah, bayi embul, Kakakmu datang tuh,” Bastian


Gemini melihat Kenzie, Gemini langsung berhamburan memeluk kaki panjang Kenzie,


“Hei Kenzie, lo harus lebih berhati-hati, bisa-bisanya lo meninggalkan bocil di kawasan Preman dan begal seperti ini, apalagi lo memberikan jas YGS ke anak ini, lo tau sendiri, YGS dibenci banyak penjahat, apalagi lo dari Keluarga Ginanjar, double plus deh, untungnya gue kebetulan lewat dan saat gue liat name tagnya ternyata nama lo,” Jelas Bastian


“Kalau begitu, terima kasih, adik-adik gue adalah harta berharga gue, makasih atas bantuan lo Bastian. Jika terjadi sesuatu pada Gemini, gue bahkan gak akan sanggup menatap bayangan gue,” Kenzie


“Gue secara gak sengaja ngelukai Serlian, sekarang gue gak sengaja menyelamatkan adik lo, jadi sekarang impas,” Bastian


“Iya, walau gue masih marah karena lo udah ngelukain Serlian, tapi dengan menyelamatkan Gemini, gue gak punya alasan membenci lo, jadi- maukah lo berteman sama gue??” Kenzie


Kenzie mengulurkan tangannya,


“Tentu saja,” Bastian


Bastian membalas uluran tangannya Kenzie


“Senang rasanya punya teman bekas musuh. Sudahlah, lo harus cepat pulang, angin malam gak baik buat para bayi,” Bastian


“Iya  sekali lagi makasih Bas,” Kenzie


Kenzie pergi dengan membawa kedua adiknya, sedangkan Bastian membuka jaketnya dan memperlihatkan sebuah luka sayatan pisau di lengannya,

__ADS_1


“Ya, dengan ini kita impas Kenzie- tidak, Serlian,” Bastian.


.


__ADS_2