Baby Darling ^.^

Baby Darling ^.^
32. Ultah Gemini 4


__ADS_3

Ra yang melihat aura dingin itu pun mencoba mencairkan suasana,


“Horaa, semua persiapan udah beres, bagaimana kita mulai acaranya?? Jika perut Gemini sampai kosong kan bahaya,” Ra menengahi


Ra menjetikan jarinya, Aldo dan Anji keluar sambil membawa kue ulang tahun tingkat 5 dan tupeng nasi kuning yang juga 5 tingkat,


“Gemini, sekali lagi, happy birthday,” Ra


Semuanya pun bernyanyi happy birthday dan dilanjutkan pemotongan kue, dan potongan pertama, Gemini menatap kue potongan pertama cukup lama,


“Gemini, kue pertama kamu mau kasih siapa??” Kenzie


“Gemi, Gemi, kasih Kakak,” Ra


“Oi,” Kenzie


Gemini memberikan kue itu ke Raka,


“Raka, gak ada Mama disini, kue ini untukmu aja,” Gemini


“Makasih Gemini,” Raka


“Gemini, kenapa kamu gak memberikan kue pertama untuk Ayah??” Serlian


“Ayah, gak pelnah mau main sama aku, jadi Ayah gak akan dapat kue peltama,” Gemini


Julian merasa sedih,


“Perkataan bayi itu memang yang paling polos dan lolos ya,” Celetuk Eknath yang bahkan tak bisa di bantah siapapun


Pembagian kue dilakukan, mereka semua makan bersama, saat Gemini mulai membuka hadianya, Kenzie memberikan sebuah map ke Gemini,


“Gemini, ini hadia dari Paman Billy,” Kenzie


“Billy??” Julian


“Kakak, hadia Paman Billy, tipis sekali, emangnya apa ini??” Gemini


“Surat tanah dan rumah yang kita tempati, Paman Billy yang membelikan semua dan membuatnya beratas namamu untuk hadia ultahmu,” Kenzie


“Wahhh, bahkan aku sendiri hanya dapat mobil-mobilan saat ultah ke-5,” Celetuk Ra


“Oi, beda kasta Ra,” Caca


Julian mendekat ke Gemini,


“Gemini, Ayah hanya bisa memberikan ini untukmu,” Julian


Gemini membuka kotak itu,


“Eh, ini, perhiasan Nenek??” Serlian


“Iya, Mama kalian selalu mengatakan jika Gemini yang harus mendapatkan ini, yaa walau gak seberapa, tapi ini warisan yang berharga, jadi- jaga ini baik-baik ya Gemini,” Julian


Gemini sempat terdiam lalu mengangguk,


“Makasihhh Ayah,” Gemini


Julian mengelus rambut Gemini lalu pergi ke samping Serena,


“Serena, setelah pesta temui Ayah di rumah,” Bisik Julian ke Serena


Serena hanya diam dan tetap memakan es krim yang sedang ia makan, Kembar A mendekat ke Gemini,


“Gemini, ini, Kakak membuat kookie spesial untukmu, kami bekerja keras membuatnya,” Azka

__ADS_1


“Selamat ulang tahun Gemini,” Aksa


Gemini mengambilnya dan langsung memakannya,


“Kaka, ini enakkk, buatkan untukku lagi yaa lain kali,” Gemini


“Jika itu yang kamu inginkan maka baiklah, Kakak Kembarmu ini akan membuatkan kookie khusus untukmu,” Azka


Azka dan Aksa memeluk adik embulnya itu, setelahnya, Azka dan Aksa kembali ke kursi mereka, lalu selanjutnya Fay dan Yuda datang berdua,


“Gemi, selamat ulang tahun, ini hadia dari Kakak,” Fay


“Kakak Fay, itu siapa??” Gemini


“Adiknya Fay, aku adalah Gurunya Fay,  Fay yang mengajakku untuk ke pesta ulang tahunmu, jadi aku juga membawakan hadia, diterima ya,” Yuda


Gemini membuka sebuah kotak itu, Gemini melihat jika isinya adalah jepitan rambut yang nampak sangat cantik berisi berbagai permata,


“Wahhhh cantiknyaaa, cocok sama kalung pembelian Kakak Selen, makasih-“ Gemini


“Panggil Kakak atau Paman juga boleh,” Yuda


“Iya, Kakak,” Gemini


Yuda mencubit lembut pipi Gemini,


“Kamu memang bayi yang manis,” Yuda


Yuda dan Fay pun pergi, Kenzo mendekat sendirian,


“Adik embul, Kakak hanya bisa belikan ini dari uang tabungan Kakak,” Kenzo


Kenzo memberikan sebuah anting dengan berlian asli,


“Hanya katanya,” Celetuk Ra yang melihat hadia mahal itu


“Kenzie, emang berapa uang jajan anak Keluarga Ginanjar?? Gue hanya 150 juta per bulan ditambah gajih dari InOs dan YGS, jadinya hanya 1 M,” Ra


“Huh?? Uang jajan kami tanpa batas, jika ada alasan penting maka 5 M ditarik dari black card juga gak masalah dalam seharinya, tapi biasanya sebulan sih hanya 100 jutaan aja keluar karena kita belinya di pasar lokal untuk jajanan, tapi pas masih ada Mama, uang jajan kami hanya 20 ribu sama 50 ribu sehari, jika lebih maka bisa dimarahi habis-habisan,” Kenzie


“Heee, Nyonya Ginanjar ternyata hemat juga,” Ra


“Ngak juga, uang jajan ditekan karena Mama yang memakainya untuk belanja online,” Kenzie


Semuanya menahan tawa dan tak bisa mengelak, Gemini mendekat ke Julian,


“Ayah, aku boleh bertemu sama Mama??” Gemini


Julian berjongkok,


“Besok ya, sekarang udah malam, kamu pasti juga cape kan,” Julian


Gemini mengangguk, “Janji ya,” Gemini


“Iya, Ayah janji,” Julian


Gemini menjadi lebih senang, Gemini berhambur memeluk Raka.


.


.


.


Setelah pesta selesai, semuanya pun pulang, Gemini ketiduran sambil memeluk Raka yang juga ketiduran, bahkan yang terbangun hanya tersisa Julian, Ezhar, Alan, Suta, Kenzie, Serena dan Eknath, saat sampai rumah,

__ADS_1


“Julian, kami harus kembali ke Bali, besok anak-anak masih harus sekolah,” Suta


“Ayah, Ayah tidak mau menjenguk Sera??” Julian


“Tidak, Ayah- Tak sanggup melihat keadaan Sera,” Suta


Julian menunduk tak bisa mengelak pernyataan Suta,


“Alan, aku akan tetap di Jakarta, katakan pada Rini untuk jaga anak-anak,” Ezhar


“Eh?? Siapa yang akan menyetir?? Kita kan bawa 2 mobil,” Alan


“Kan ada Kenzie. Kenzie, bantu Paman Alanmu ke Bandara, disana akan ada orang yang mengambil mobil, kamu pulang naik taksi aja,” Ezhar


“Paman, Paman mengutusku tengah malam gini, kalau ada penjahat gimana??” Kenzie


“Maka penjahat itu yang akan mati, jangan mengeluh dan cepat pergi, jangan seakan kamu lemah dasar keponakan bandel,” Ezhar


Kenzie menyengir, “Yaaa baiklah Paman. Paman Alan, ayo,” Kenzie


“Ayah, hati-hati dijalan ya. Kenzie, jangan mengebut, bagaimanapun Azlan masih kecil,” Julian


“Ya Ayah,” Kenzie


Kenzie dan Alan pun masuk ke mobil setelah memastikan semua sudah masuk dan mereka pun pergi, Serena membangunkan ketiga babysitter bayi untuk membawa para bayi ke kamarnya, Serena juga membangunkan Serlian dan yang lainnya,


“Serlian, Devals, Rully, Daffa, Farro, Azka-Aksa bangunnnnnn, kita udah sampai rumah,” Serena


Mereka terbangun,


“Hah, kita udah sampai rumah?? Hoammmmm,” Devals


“Devals bangun, bawa adikmu Rully ke kamarnya,” Ezhar


“Baik Ayah,” Devals


Devals pun menggendong Rully yang enggan bangun, sedangkan Eknath menyeret Daffa-Farro yang bermalasan,


“Azka-Aksa, ayo bangun,” Serlian


“Serlian, seret aja dua bocil ini,” Serena


Azka menggeleng, “Kami bisa jalan sendiri kok. Aksa, ayo,” Azka


Azka dan Aksa turun dari mobil dan jalan dengan perlahan dan tertatih,


“Serlian, kamu juga harus tidur, besok kamu sekolah,” Julian


“Iya Ayah,” Serlian


“Aku juga harus pergi sekarang,” Serena


“Kak Serena, Kakak mau kemana??” Serlian


“Iya Serena, ini udah malam, mau tidur di mana kamu??” Ezhar


“Hmmm, hotel??” Serena


“Jangan, tidurlah di rumah, kamu jangan tidur di luar, kamu masih punya rumah Serena,” Julian


“Paman, aku tidak memiliki rumah, apa maksud Paman dengan aku masih punya rumah,” Serena


“Serena, hentikan ini, Ayah tau Ayah salah saat itu, Ayah- Ayah minta maaf, kamu memang bukan anak kandung Ayah, tapi Ayah hampir lupa jika kamu adalah anak pertama Sera, anaknya Sera adalah anak-anak Ayah juga, tanpa aliran darah, kamu adalah Putri Pertama Ayah,” Julian


“Paman, aku tidak tau apa maksud Paman-“ Serena

__ADS_1


“Sudah hentikan, kita bicarakan di dalam, tidak baik bicara masalah pribadi di luar gini,” Ezhar


Ezhar merangkul pergi Serena masuk ke dalam rumah, Serlian dan Julian pun mengikuti Ezhar dan Serena.


__ADS_2