
Semua pengunjung pun menaruh ponsel mereka, namun ada beberapa yang masih mereka diam-diam, Eun pun mengambil laptopnya dan menghack semua ponsel orang-orang disana dan menghapus video atau mematikan ponsel yang masih merekam.
Sedangkan Kenzie menelepon seseorang, saat orang yang dihubungi Kenzie mengangkat teleponnya,
“Hei, gue baru tidur 30 menit dan lo malah ngebangunin gue bangs*t, ada apa hah??”
“Maaf sebelumnya, tapi ini urgent, gue butuh bantuan lo, Kak Ra,” Kenzie
Kenzie menceritakan detailnya, Ra yang masih mengantuk menjadi tersadar dan mode serius, saat cerita Kenzie selesai,
“Lo tetep disana, gue akan kesana sekarang,” Ra
Ra menutup teleponnya, 10 menit kemudian, Ra sungguh datang bersama dengan 4 temannya,
“Eh, InOs sendiri yang dateng??” Reno
“Kak, lo sendiri yang dateng?? Cepet pula,” Kenzie
“Ah, kami sedang istirahat di klub dekat sini makanya bisa cepat,” Ra
Ra melihat Kakek itu dan duduk disebelahnya,
“Kakek, Kakek sudah makan??” Ra
Kakek itu mengangguk,
“Kakek hanya baru makan bakso aja tadi,” Kenzie
“Hm, Kakek, sebelumnya siapa nama Kakek??” Ra
“Nama Kakek, Wahid,” Ujar Kakek
“Lalu nama anak Kakek??” Ra
“Namanya Ahmad dan istrinya Aisyah,” Kakek
“Kakek ingat nomor ponsel atau daerah tujuan anak Kakek di Bali??” Ra
Kakek menggeleng,
“Baiklah, Kakek, Kakek ikut saya dulu ya, saya Raphael, Ketua Osis Inti Osis YGS generasi sekarang, saya akan berikan tempat tinggal sementara untuk Kakek, kami akan carikan anak bangs- ah maksud saya anak Kakek, Kakek mau kan??” Ra
Kakek Wahid terdiam,
“Kakek jangan khawatir, jika Kakek merasa tak enak hati tinggal gratis, Kakek bisa bekerja di YGS, jadi Kakek bisa tinggal dan hidup di YGS tanpa meminta-minta,” Ra
“Su-Sungguh??” Kakek
“Iya, pekerjaan pun mudah hanya seperti menanam pohon dan menyapu sedikit, bagaimanapun caranya, kami akan membawa anak Kakek ke kaki Kakek,” Ra
Kakek mengangguk,
“Terima kasih nak, terima kasih banyak,” Kakek
“Aldo-Anji, bawa Kakek ke mobil, dan nyalakan pemanas di mobil,” Ra
“Baik. Kakek, mari ikut kami,” Aldo
Aldo dan Anji membantu Sang Kakek,
__ADS_1
“Dhani, Caca, cari anak Kakek itu, beraninya seorang anak membuang Orang tuanya, manusia- tidak, makhluk seperti itu harus di hukum seberat mungkin,” Ra
“Nih, dah ketemu,” Eun
Eun memperlihatkan di laptopnya,
“Daerahnya di Bali, sekitar Jembrana,” Eun
“Dhani, besok setelah pulang sekolah, pergi ke Bali dan cari makhluk itu, beraninya dia mengotori daerah suci seperti Bali,” Ra
“Lo bener Kak, gue gak bisa tenang sebelum dia ketemu,” Kenzie
“Tenang aja Ken, semasih Kakek Wahid di YGS, maka Kakek akan aman,” Ra
“Ya iyalah, mana ada orang yang berani macam-macam di wilayah Panti Jompo setelah lo ngebakar mereka hidup-hidup,” Celetuk Akira
“Bukan hanya itu aja, lo bahkan tak ragu saat membedah organ orang-orang yang meninggalkan anak mereka, lo bahkan memanjang isi organ yang menjijikkan itu ke publik, Presiden Amerika sampai bergetar tau,” Eun
“Itu perintah Bangsawan Utama, gue hanya jalanin, sebaiknya gue segera bawa Kakek Wahid ke YGS, udah malem gini, biar dapet istirahat aja dulu. Ken, thanks udah mau nolongin Kakek itu,” Ra
“Udah tugas gue Kak,” Kenzie
“Kalau gitu kita pergi sekarang, adios,” Ra
Ra dan Caca pun pergi,
“Jam 1 pun mereka masih nugas,” Reno
“Menurut lo Kekuasaan InOs yang besar hanya nama aja, YGS bukan pemerintah, tapi Individu yang bekerja sendiri, bahkan YGS yang memberikan dana dan bukannya Pemerintah. Sudahlah, suasananya sepertinya udah gak cocok untuk party, gue hanya akan makan dan pulang,” Kenzie
“Iya, gue juga merasa gitu,” Akira
Kenzie cs pun kembali ke ruangannya.
Kebesokan harinya, Kenzie dan saudara-saudarinya melakukan kegiatan seperti biasa, pagi sarapan lalu berangkat sekolah, Kenzie pun memilih membawa Bilal karena Gemini tidak mau ikut dan memilih tidur seharian di kamar sambil membuka kado.
Disekolah, Kenzie melihat InOs sedang berjalan menuju Panti Jompo YGS, Kenzie pun memilih mengikuti mereka setelah menitipkan Bilal, saat Kenzie sampai disana,
“Kak Ra, ada apa ini??” Kenzie
“Ah, kebetulan lo ada disini Ken, anak Kakek Wahid udah ketemu,” Ra
“Eh?? Kok bisa?? Kan baru beberapa jam dari pencarian,” Kenzie
“Ternyata makhluk itu bersembunyi di kapal barang yang akan menuju Singapura, kesalahan besar kan, dia gak tau jika YGS memiliki seribu lebih helikopter khusus pencarian, semasih bisa terlihat dari langit, dia gak akan bisa kabur, YGS bagian Singapura juga turut membantu, lagi 30 menit aja datang,” Ra
“Untungnya Kakek membawa foto anaknya, kita langsung deteksi dan menemukannya transit,” Caca
Tiba-tiba seorang Guru datang,
“Raphael,” Guru
“Pagi Pak,” Ra
“Pagi, ini kalian InOs berkumpul pagi-pagi, ada apa gerangan??” Guru
“Ah itu Pak Beni, kami membawa Lansia yang ditinggal anaknya sendiri,” Ra
“Anak mana yang begitu kurang ajar, kamu harus menghukum berat orang itu Ra, itu tugasmu,” Perintah seorang guru bernama Beni
__ADS_1
“Ya saya tau Pak,” Ra
“Jadi mana Lansia yang kamu bawa??” Pak Beni
Aldo dan Anji datang sambil memapah Kakek Wahid, saat Kakek Wahid duduk di kursi yang telah disiapkan, Pak Beni melihat dan mengenal dengan jelas pada Kakek Wahid,
“Ayah,” Beni
Beni langsung memeluk Kakek Wahid,
“Ayah, bagaimana bisa Ayah sampai seperti ini?? Dimana Kak Ahmad??” Beni
“Beni?? Kamu Beni??” Kakek
“Iya Ayah, aku Beni, Ayah,” Beni
“Pak Beni, Bapak kenal sama Kakek Wahid??” Kenzie
Beni melepaskan pelukannya namun tidak dengan tangan Kakek Wahid,
“Tentu saja, Lansia ini adalah Ayah Angkat bapak,” Beni
“Ah benar juga, Bapak kan berasal dari Keluarga Adinata yang terkenal,” Caca
“Bagaimana bapak bisa jadi anak angkat Kakek Wahid??” Aldo
“Dulu, Keluarga Adinata menjadi sasaran Organisasi Hitam, Tetua menyembunyikan aku ke Keluarga Ayah Wahid saat umur bapak 5 tahun, setelah bertahun-tahun, Bapak bisa berdikari, umur 12 tahun Bapak keluar dari rumah Ayah Wahid dan memilih tinggal di sekolah YGS, bertahun-tahun berlalu, Bapak sudah lulus dan juga bekerja sebagai guru disini, Bangsawan Utama menyuruh Bapak kembali ke Keluarga Adinata. Sejak saat itu, Bapak tidak pernah mengunjungi Ayah Wahid, tapi Bapak selalu mengirimkan uang untuk Ayah Wahid, bahkan uang 2 miliar untuk operasi Ayah Wahid Bapak yang bayarkan,” Beni
“Operasi?? Nak, Ayah tak pernah operasi,” Kakek
“Eh?? Tapi kata Kak Ahmad, Ayah gagal dalam investasi dan kena serangan jantung,” Beni
“Tidak, Ayah sudah tua, sudah tidak kuat dalam bisnis,” Kakek
“Berarti Kak Ahmad berbohong padaku, padahal setengah saham Adinata sudah aku jual untuk pengobatan Ayah, kenapa Kak Ahmad sangat tega,” Beni
“Bukan, Makhluk itu yang tega Pak, Bapak yang lamban, seharusnya Bapak cari tau terlebih dahulu,” Kenzie
“Jika adik tersayangmu meminta banyak uang yang katanya beli es krim tapi malah beli obat-obatan, apa kamu bisa curiga,” Beni
Kenzie terdiam mengerti maksud Pak Beni,
“Ayah, ikutlah denganku ke Keluarga Adinata, disana lebih baik daripada disini,” Beni
“Lalu Ahmad??” Wahid
“AYAH MASIH MEMIKIRKAN KAK AHMAD SETELAH DIA MEMBUANG AYAH???” Teriak Beni
“Pak, sudah Pak, tenang, woles Pak, Kakek Wahid sudah berumur, jangan galak-galak,” Anji
“Anji benar Pak, lagipula Panti Jompo di YGS adalah Panti terbaik yang ada di dunia, Bapak pun lebih sering di sekolah, jadi kalau disini, Bapak bisa menjaga Kakek di ruangan Bapak secara langsung,” Ra
“Kak Ra benar, walau tak tau nyata atau gak, pikirkan jika Bapak tidak beruntung dan mendapat Pelayan tercela, Kakek juga yang akan menderita, jika di YGS kan aman Pak, gak ada yang berani menindas orang tua,” Kenzie
“Pak, percayakan Kakek Wahid pada kami Pak, jika ada Pelayan yang buruk disini, aku berjanji akan menguliti orang itu hidup-hidup dan memakai kulitnya untuk di bully,” Ra
Beni menatap Ra yang nampak serius dengan perkataannya,
“Baiklah, Bapak percaya akan otoritas InOs,” Beni
__ADS_1
“Terima kasih Pak,” Ra.