Baby Darling ^.^

Baby Darling ^.^
28. Erick


__ADS_3

Di tempat parkir motor Erick, Erick sudah naik ke motornya dengan Gemini di depannya,


“Gemini, ayo sama Kakak dibelakang,” Serlian


“Gak mau,” Gemini


“Gak papa kok, aku tidak akan mengebut, lagian aku ingin berlama-lama denganmu,” Erick


“Erick, bisakah kamu tidak menggangguku lagi, aku-“ Serlian


“Gak, bagaimana bisa aku gak mengganggumu lagi Serlian, kamu tau, saat mendengarmu pindah tiba-tiba, aku hampir gila, entah berapa suntikan obat tidur untuk menenangkanku, tapi itu tidak berarti apapun, hanya melihatmu saja yang bisa membuatku tenang. Ah Haha aku sudah seperti psikopat bukan? Padahal aku baru saja menemukan cara untuk menghabisi Eknath, sekarang malah tembok lainnya yang menghalangi,” Erick


“Erick, sudah, jangan berkata aneh didepan Gemini, kita- kita pulang saja sekarang,” Serlian mengalihkan pembicaraan


“Baiklah, naiklah,” Ujar Erick sambil memasang bantal di depan motornya agar Gemini aman jika tertidur


Serlian cukup terkejut saat melihat jika Erick perhatian pada keselamatan Gemini,


“Serlian, ayo naiklah,” Erick


Serlian pun naik setelah diberikan helm oleh Erick, bahkan Erick memasangkan helm mini ke kepala Gemini,


“Kaka, aku gak mau pake ini, belat,” Gemini mengeluh


“Aihhhh kamu kalau gak pakai helm nanti kamu bisa dicari monster coklat, semua makanan manis yang ada di perut endutmu ataupun ditanganmu nanti semuanha ddiambil, kamu mau??” Erick


Gemini melihat coklat yang ada di tangannya lalu menggeleng,


“Aku gak mau,” Gemini


“Kalau gitu pakai ini,”  Erick


Erick memastikan helm Gemini terpasang,.


“Yoshhh, ayo kita berangkat,” Erick


Erick menyalakan motornya dan mereka pun meninggalkan lapangan parkir SMA YGS.


.


Selama perjalanan pulang, Erick merasakan hawa Kenzie yang mengikutinya dari belakang dengan menggunakan taksi, Erick diam-diam menyeringai lalu lebih mengebut, Kenzie yang menyadari kehadirannya diketahui pun menjadi kesal,


“Manusia itu sungguh menyebalkan,” Bathin Kenzie.


.


.


.


Sampai di rumah, Serlian terkejut karena Erick langsung membawanya ke rumah, Serlian pun turun dan menggendong Gemini serta melepaskan helm mini dari kepala Gemini, Serlian memberikan helm itu ke Erick,


“Erick, makasih udah nganter aku dan adikku pulang,” Serlian

__ADS_1


“Besok bersiaplah, aku akan menjemputmu,” Erick


“Kenzie akan marah jika kamu terlalu dekat denganku,” Serlian


“Apa peduliku?? Kamu kira aku gak tau, kamu dipaksa Eknath untuk menjadi pemuas nafsunya kan, tapi tenang saja, aku akan membuatmu menjadi milikku, walaupun aku harus membunuh Eknath, jika adik kembarmu Kenzie ikut campur, maka jangan salahkan aku jika aku menghabisi Kenzie,” Erick


“Jangan sentuh Kenzie, aku- aku akan menurutimu, tapi kamu jangan menyentuh Keluargaku,” Serlian


“Keputusanmu sangat bijak Serlian, aku akan pergi sekarang, dan pastikan, kamu tidak merubah keputusanmu atau aku tidak akan memastikan jika kepala adik maupun Keluargamu yang lain selamat,” Erick


Serlian menjadi takut dan memilih masuk ke rumah, saat Erick akan pergi, Kenzie datang dengan terengah-engah,


“Hei, jauhi Serlian,” Kenzie langsung


Kenzie mengatur nafasnya,


“Kalau gue gak mau??” Erick


“Gue akan membuat lo ngejauhin Serlian, bagaimanapun caranya, karena lo adalah- buronan YGS, YGS terlalu naif sampai tidak mengetahui hal itu, lo, terlalu bahaya untuk Serlian,” Kenzie


“Cobalah hentikan gue, adik ipar, yang pasti, gue gak akan meninggalkan Serlian, jika lo berani menghalangi gue, gue terpaksa menculik dan menyekap Serlian ditempat yang bahkan Ketua YGS gak bisa sentuh, jadi lo sebaik-baiknya jadilah adik yang baik dan jangan ganggu hubungan gue dan Serlian,” Erick


“Lo, dihentikan oleh Eknath, kenapa bisa?” Kenzie


“Karena- gue masih mencari cara agar bisa menjebak Eknath di lingkungan Bali yang aman, sekarang kita di Jakarta, jadi gue bisa dengan mudah menjebak Eknath dan menghancurkan Si Pebinor* itu,” Erick


*Pebinor : Perebut Bini Orang


“Eh bangs*t sejak kapan Kakak gue jadi bini lo, gue gak akan biarin,” Kenzie


Tangan Kenzie terkepal erat, Kenzie menjadi sangat kesal, Kenzie mengambil ponselnya setelah Erick pergi dan menjauh.


“Hallo Paman Ezhar, bolehkah aku menggunakan pasukan pemberian Paman?” Kenzie.


 .


.


.


Disisi lain, di Singapura, tepatnya disebuah gedung perusahaan besar, Serena memasuki sebuah ruangan yang telah ia tunggu selama 3 hari, Serena melihat seorang pria paruh baya yang walau sudah 40an masih terlihat segar,


“Apakah seorang Putri harus menunggu selama 3 hari untuk hanya bertemu Ayahnya, Ayah Sean??” Serena


Sean menatap putri satu-satunya,


“Ayah memiliki beberapa kesibukan, jadi- ada apa??” Sean


Serena menunduk dan menjadi murung,


“Ayah, Mama masuk rumah sakit dan koma, sampai sekarang Mama masih belum sadar,” Serena


Sean terdiam,

__ADS_1


“Jadi aku-“ Serena


“Kamu yang bukannya anak kandung Julian merasa diasingkan dan lari kesini,” Sean


Serena terdiam,


“Kamu- kembalilah ke Jakarta,” Sean


“Bukan hanya itu, Mama juga punya anak lagi, seorang putri bernama Sherina, dia anak dari Mama dan Pria bernama Yohan,” Serena


“Yohan? Kembarannya Julian??” Sean


“Iya,” Serena


“2 kembar itu sangat menyebalkan,” Sean menggerutu


“Ayah, apakah aku boleh tinggal disini sementara??” Serena


“Tidak, kau harus kembali ke Keluarga Ginanjar, jika Para Tetua disini tau kalau kau datang menemuiku, maka akan terjadi masalah,” Sean


“Ayah, aku adalah bagian Keluarga Anantaraj, dan yang paling penting aku adalah putrimu, putri kandungmu, memang apa yang menjadi masalah jika seorang anak ingin tinggal bersama Ayahnya,” Serena


“Karena kau adalah anak perempuan, Keluarga Anantaraj tidak menerima anak perempuan, aku kembali ke Keluarga ini hanya karena Sera, tidak lebih dari itu. Serena, kau beruntung karena kau adalah anaknya Sera, wanita yang aku cintai, jika tidak, aku bahkan tidak akan membiarkanmu lahir,” Sean


Serena menunduk, “Baiklah, aku akan pergi, sebelumnya aku bertanya-tanya, kenapa Ayah masih mendukungku, itu karena Mama ya, bahkan Ayah Julian mengatakan hal yang sama, jika Mama meninggal maka aku juga berakhir, aku berjanji, Ayah,” Serena


Serena pergi, Sean hanya menatap kepergian Serena.


.


.


.


Di Hospital YGS, Kenzie datang menemui Ayahnya, Kenzie melihat jika Sang Ayah hanya sedang menatap Mamanya,


“Ayah, aku datang,” Kenzie


“Kenzie, kamu datang menjenguk, bagaimana saudaramu yang lain??” Julian


“Mereka sudah pulang sekolah semua. Ayah, aku ingin tau bagaimana kabar Kak Serena, sudah hampir seminggu Kak Serena tidak ada kabar,” Kenzie


“Serena, dia pasti baik-baik saja, Serena seharusnya sudah aman bersama Sean di Singapura,” Julian


“Ayah, aku selama ini diam karena Kak Serena tidak membahasnya, tapi Ayah Sean tidak pernah menyayangi Kak Seren,” Kenzie


“Apa maksudmu? Serena adalah anak kandung Sean,” Julian


“Aku tau, tapi aku juga tau, jika Ayah Sean hanya menunjukkan kasih sayang jika ada Mama, jika Mama tidak ada, Ayah Sean- bahkan tidak pernah tersenyum pada Kak Seren, jika terjadi sesuatu pada Mama, aku punya firasat jika Kak Seren menganggap dirinya tidak diterima di Keluarga Ginanjar ataupun Keluarga Anantaraj,” Kenzie


Julian terdiam sambil menatap Sera,


“Kenzie, Serena adalah anak pertama Mamamu, walau sama rata, jika harus jujur, Mamamu pasti sangat menyayangi Serena, jika Kakak Pertamamu terluka, Mamaku tak akan ragu menyembunyikan diri bersama kalian anak-anaknya seperti 12 tahun yang lalu, Ayah akan menggila jika kehilangan Mamamu lagi, karena itu, Ayah tidak akan membiarkan apapun terjadi pada anak-anaknya Sera, Ayah akan memanggik Serena kembali dan meminta maaf, kamu gak akan tau apa yang bisa dilakukan Mamamu jika sudah membenci seseorang,” Julian

__ADS_1


Kenzie diam menatap Mamanya.


__ADS_2