
Disisi lain, Kenzie sudah selesai mengantar Sang Kakek dan memastikan pesawat sudah meninggalkan landasan, Kenzie yang di jemput oleh orang-orang Ezhar pun naik ke mobil dalam perjalanan pulang, ditengah perjalanan, Kenzie memilih turun dari mobil,
“Tuan Muda, jika kami membiarkan Tuan Muda turun, kami akan dimarahi Tuan Ezhar,” Orang 1
“Paman Ezhar tak akan marah, aku akan memberitau Paman nanti, lagipula aku masih ada urusan rahasia, kalian pulanglah dan beristirahat yang banyak,” Kenzie
Kenzie pergi,
“Kira-kira Tuan Muda akan kemana ya??” Orang 1
“Siapa yang tau apa yang dipikirkan oleh anak orang kaya,” Orang 2
“Oi oi, kau tidak mengenal Kenzie Ginanjar ya?? Dia itu salah satu dari sedikit remaja yang diakui oleh Bangsawan Utama, kau tau sendiri, remaja yang diakui oleh Bangsawan Utama itu pasti Remaja yang mengerikan,” Orang 3
“Dia benar, kita sebaiknya melapor dan pulang, kapan lagi kita dibolehkan istirahat lebih lama, jangan membuang waktu,” Orang 1
Mereka pun pergi.
.
.
.
Disaat Kenzie sampai sebuah kedai bakso, Kenzie sempat melihat seorang Kakek-Kakek duduk sendirian di samping warung bakso itu, namun Kenzie hanya mengira Kakek itu menunggu pesanan atau seseorang, setelah masuk ke dalam warung, Kenzie menunjukan sebuah kartu ke tukang bakso itu, Kenzie pun disuruh masuk ke sebuah ruangan dibelakang warung, saat sudah didalam ruangan, Kenzie menghela nafas melihat suasana yang berbeda dibanding di luar,
“Yo Ken, dateng juga lo, lama amet dateng,”
Kenzie duduk di single sofa dan memijat pelipisnya,
“Lo keliatan pening banget, napa??”
“Oi Akira, lo gak tau ya, Kenzie kita ini kan udah jadi Direktur Utama S-J Group, ditambah masalah Kakak Perempuannya Serena yang menandatangani surat penyetujuan donor organ,”
“Btw Ken, adek gue maksa gue ngasih ini buat adek lo Gemi,”
Kenzie melihat kotak hadia itu,
“Adik lo itu- memang terobsesi sama Gemi ya, Reno,” Kenzie
Reno Altezza menghela nafas,
“Si Gion itu kan gak pernah berubah dari bayi, untungnya dia sekolah asrama di Singapur, atau gak dia bisa aja minta tunangan sama Baby Darling,” Reno
“Cih, kayak diterima aja sama Gemi,” Kenzie
“Kenzie, jadi- ada apa lo manggil kita berempat??”
Kenzie menatap teman-temannya,
“Suzuki Akira, Reno Altezza, Vivian Arisditya, dan Tae Eun, gue ingin kalian membantu gue,”
Park Tae Eun atau yang biasanya di panggil Eun itu tersenyum miring,
“Soal Kakak lo Serlian lagi??” Eun
__ADS_1
“Ya, dan Kak Seren juga kayak terlibat masalah dengan Ayah Kandungnya, gue gak bisa ngebiarin mereka dalam bahaya,” Kenzie
“Gue sempat dengar mengenai Erick, dia merupakan salah satu yang akan menjadi Pewaris Organisasi Hitam, dia tidak akan ragu menembak siapapun yang menghalanginya, tapi selama 1-2 tahunan ini dia hanya terlihat di genk-genk kecil di Bali,” Eun
“Napa lo bisa tau banyak Eun??” Vivian
“Tentu saja, gue kan juga salah satu Pewaris Organisasi Hitam,” Eun
“Vivian, kita temenan hampir 10 tahun dan lo baru tau??” Reno
“Yaaa gimana gue mau tau, gue aja kagak pernah diajarin jadi spy. Oh ya Ken, bagaimana keadaan sepupu gue?? Olivia baik-baik aja kan?” Vivian
“Iya, Livia banyak membantu Serlian di rumah, sampaikan pada Paman Vino jika Livia baik-baik saja,” Kenzie
“Yokayyy,” Vivian
“Untuk masalah Keluarga Anantaraj, sepertinya Paman lo udah gertak mereka,” Akira
Akira menunjukan suatu berita di tabnya,
“Akira, Keluarga Suzuki bisa bantu tambah?? Keluarga Anantaraj harus mendapatkan hukuman karena menindas Kakak gue,” Kenzie
“Hmmm, Keluarga Anantaraj berteman baik dengan Keluarga gue, gimana ya??” Akira
Kenzie menatap serius Akira, Akira menjadi takut sendiri,
“Aihhh baik-baik, aku akan melakukannya, tapi gak sampai bangkrut ya, Jii-Sama bisa murka,” Akira
“サンキュ,” Kenzie
“Nah, mumpung ultah adek lu udah lewat, berarti lo agak bebas kan Ken, kita udah lama gak party,” Reno
“Hmm setengah jam aja kayaknya cukup, sebelumnya lo pada dateng kesini bukan hanya karena panggilan gue kan??” Kenzie
“Yaa, kita udah kelas 11, jadi sekolah 2 tahun disini gak masalah kayaknya, sekalian healing,” Akira
“Pewaris Suzuki Group mah bebas, mau ngapain aja gak ada yang halangi,” Eun
“Oi oi, lo gak punya mata atau hatikah Tae Eun?? Gue terkurung di Mansion hanya untuk jadi Pewaris Perusahaan, jika Jii-Sama tidak punya hubungan baik dengan Kakek Buyut Kenzie, mungkin gue gak akan dikasih kesini,” Akira
“Udah-udah jangan bertengkar, btw, bakso disini tambah enak kayaknya, mau pesen??” Kenzie mencoba mengalihkan pembicaraan
“Akira udah makan 3 mangkuk,” Reno
“Gue udah pesenin buat lo Ken, satu mangkok, dengan 2 sendok sambal saja kan,” Vivian
“Yeah, lo tau aja Vi,” Kenzie
“Vian, pesenin buat gue juga dong, laper juga nih jadinya,” Akira
“Ya Tuhan, babon emang beda ya,” Eun
“💢💢💢, Kenzie, nasehatin temen lo ini,” Akira
“Gue juga temen lu bangs*t, udah jangan nambah beban pikiran, dan Eun, berhenti ganggu Akira, Jepang sama Korea perang kan bahaya,” Kenzie
__ADS_1
“Lagian, lo berdua dari Keluarga seimbang tapi napa bisa beda yak?” Reno
Akira maupun Eun terdiam,
“Ren, ssttt, jangan bahas itu,” Kenzie yang mengerti
Vivian pergi, namun tak lama, Vivian kembali dengan gelisah walau masih membawa bakso pesenannya,
“Vivian, napa??” Reno
“Lo pada tadi datang liat Kakek-Kakek didepan kagak??” Vivian
“Liat, gue sampe disini sekitar jam 4 sore, Kakek itu udah ada disana,” Akira
“Eh, ini jam setengah 1 ***, berarti hampir 10 jam Kakek itu duduk disana,” Reno
“Walau masih dinginan Korea, tapi jam segini dingin banget, apalagi kalau hanya pakai kaos kayak Kakek di luar itu,” Eun
“Gue nanya ke Pak Lat, katanya, Kakek itu gak mesen sama sekali,” Vivian
Kenzie pun langsung keluar dari ruangan itu dan diikuti 4 temannya, Kenzie mendatangi Kakek-Kakek itu,
“Kakek, Kakek nunggu siapa ya?? Kenapa sendirian disini??’ Kenzie
“Kakek nunggu anak Kakek Nak, kami akan ke pindah ke Bali hari ini,” Jawab Kakek
“Lalu kemana anak Kakek??” Kenzie
“Itu- tadi katanya dia mau ngambil dompet untuk beli bakso,” Kakek
“Ngambil dompet bisa 9 jam lebih,” Celetuk Eun
“Eun, diem lo,” Kenzie serius
Kenzie mengambil kursi dan duduk di depan Kakek itu,
“Vivian, pesen teh hangat dan bakso untuk Kakek,” Kenzie
“Ah tidak perlu nak, Anak Kakek pasti akan datang,” Kakek
“Anak Kakek tidak akan kembali, parkiran disini tidak lebih dari 10 meter, bahkan dari sini, kita bisa melihat orang-orang di parkiran, walau Anak Kakek buta arah sekalipun, dia pasti akan tetap bisa melihat Kakek, tidak mungkin juga Anak Kakek disabilitas kan,” Kenzie
Kakek terdiam,
“Kakek, Anak Kakek sudah pasti meninggalkan Kakek,” Lirih Kenzie
Kakek itu menangis, Kenzie menjadi prihatin,
“Kakek sudah menjual rumah bahkan tanah yang Kakek punya agar bisa ke Bali, tapi- hiks,” Kakek itu menangis
Kenzie melepaskan jaketnya dan memakaikannya ke Kakek itu,
“Kakek, ayo ikut kami ke dalam, di luar dingin,” Kenzie
Kenzie pun memapah Kakek itu, Kenzie membawa Kakek itu ke dalam warung yang masih agak ramai, Reno melihat sekitar malah merekam aksi kebaikan Kenzie,
__ADS_1
“Ekhem, perhatian semuanya, dimohon jangan mengambil foto dan video, menjaga privasi orang itu penting, kebaikan itu bukan untuk konten, biarkan ini menjadi kasus, harap pengertiannya ya semua, sekian, terima kasih,” Reno ke semua pengunjung.