Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku

Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku
Bab36


__ADS_3

Semenjak kedatangan Sely ke perusahaan Abizar waktu itu pengamanan kantor semakin diperketat. Agar Sely tidak seenaknya masuk kedalam kantor. Hal itu Abizar lakukan agar tidak menjadi salah paham untuk istrinya.


Meskipun begitu, Sely tetap pada tekatnya berusaha untuk mendapatkan hati Abizar kembali. Setiap hari Sely akan selalu mendatangi kantor Abizar meskipun selalu mendapatkan penolakan dan pengusiran. Dan Sely tidak akan menyerah, seperti saat ini bila setiap hari kedatangannya ke kantor Abizar selalu diusir, kini Sely memilih untuk langsung mengunjungi kediaman Abizar yang dulu juga pernah ia tinggali semasa dirinya masih menjadi istri Abizar.


Sely mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil bersenandung kecil. Sely mengendarai mobilnya untuk menuju rumah mantan suaminya. Dirinya ingin bertemu dengan putrinya yang dulu ia tinggal. Sely penasaran dengan wajah putrinya, sebab semenjak Sely berpisah dengan Abizar dirinya tidak pernah memcari informasi tentang pertumbuhan putrinya. Dirinya lebih mementingkan karirnya dan hubungannya dengan mantan kekasihnya yaitu Rangga.


Kini ketika Sely telah dikhianati oleh Rangga, dirinya baru merasa menyesal telah meninggal kan anak dan suaminya dulu. Karena keegoisannya juga Sely kehilangan pria yang benar-benar tulus mencintainya.


Tak terasa mobil yang dikendarai Sely pun tiba didepan gerbang kediaman Abizar. Sely mencoba membunyikan klakson agar dirinya dibukakan gerbangnya.


Tinn..tiinn...


Muncul lah pria yang belum terlalu tua dan tak begitu muda yaitu satpam rumah Abizar tersebut, lalu dibukalah gerbang tersebut agar mobil yang dikemudikan Sely bisa masuk ke halaman rumah Abizar.


Sely pun menghentikan mobilnya. Lalu dirinya turun dengan percaya dirinya lalu melangkah menuju pintu depan rumah tersebut.


Ting..Tong...


Ting..Tong..


"Iya, sebentar." Terdengar sahutan dari dalam.


Pintu pun terbuka dan muncul lah Avica yang baru saja membuka pintu tersebut. Avica kaget, sebab yang datang bertamu kerumah suaminya adalah mantan istri Abizar dan ibu kandung dari Alula. Tetapi Avica menyembunyikan keterkejutannya itu.


"Mbak kan..."


Belum selesai berbica Sely pun memotong pembicaraan Avuca.


"Pasti kamu sudah tahu jika saya mantan istri dari mas Abi, dan ibu kandung Alula."


"Iya, saya sudah tahu. Lalu tujuan anda kesini mau apa?" Tanya Avica dengan sopan.


"Saya mau menjenguk putri saya." Ucap Sely.


"Kenapa anda mendadak kesini ingin mengunjungi Alula, Mbak?" Tanya Avica lagi.


"Ya terserah saya, itu hak saya. Saya yang mengandungnya selama 9 bulan dan saya juga yang melahirkan nya." Jawab Sely.

__ADS_1


"Saya tahu mbak ibu kandungnya, tapi mbak Sely kemana saja selama ini kok baru mengunjungi anaknya." Kata Avica.


"Apa urusanmu? kamu tidak berhak mengurusi kehidupan saya. Kau hanya ibu sambung untuk putri ku jadi akan ku pastikan kau akan berpisah dengan Alula dan juga dengan mas Abi." Ancam Sely.


"Silahkan saja jika anda bisa. Saya yakin anda lah yang akan kehilangan mereka untuk selamanya." Balas Avica yang tak gentar dengan ancaman Sely.


"Kau.. Minggir aku akan menemui putriku." Sely memaksakan dirinya untuk masuk kedalam rumah dan mencari putrinya.


"Alula.."


"Alula, sayang.."


Avica pun melangkah menyusul Sely dari belakang.


"Mbak bisa sopan nggak sih? Ini bukan rumah mbak. Mbak disini hanya tamu jadi tolong sopan santunnya." Ujar Avica tegas.


"Kau ini siapa? apa hakmu untuk menegurku seperti ini, hah?" Tanya Sely yang tak terima dengan ucapan Avica.


"Bukannya mbak Sely sudah tahu jika saya ini istri dari mas Abi. Apa mbak lupa? Atau mungkin mbak Sely pura-pura lupa sebab ingin mendapatkan mas Abi kembali." Ucap Avica tegas


"Apa kau takut jika aku bisa mendapatkan mas Abi kembali?" tanya Sely meremehkan.


"Percaya diri sekali kau. Akan aku pastikan suatu saat nanti aku akan mendapatkan mas Abi kembali."


"Ya. Terserah saja."


"Minggir, aku akan bertemu dengan putriku. Aku yakin dia sudah merindukan ku." Sely kembali melangkah lebih masuk lagi untuk mencari putrinya.


Sesampainya diruang tamu, Sely melihat seorang anak kecil yang sedang sibuk bermain.


"Alula.." panggil Sely.


Yang dipanggil pun menoleh, anak itu bingung dengan wanita yang memanggilnya tadi. Lalu pandangannya mengarah pada Avica yang berada dibelakang wanita tersebut.


"Mama.." Ucap Alula. Lalu menghampiri Avica yang berada dibelakang Sely yang sudah siap akan memeluk putrinya Alula.


Avica pun menangkap Alula yang ternyata menghampirinya. Sedangkan Sely, wanita itu langsung terdiam dan menurunkan tangannya kembali ketika putrinya memilih orang lain dari pada ibu kandung nya sendiri.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" Tanya Avica pada Alula.


"Tante ini siapa, ma?" Tanya balik anak itu.


"Ini mama sayang. Sini nak peluk mama." Bukan Avica yang menjawab melainkan Sely. Dirinya memberitahukan tentang siapa dirinya pada putrinya.


"Tidak, Mama Lula hanya mama Ica. Bukan tante." Mendengar penuturan Alula, Sely merasa kecewa ternyata putrinya itu tidak mengenalinya sebagai ibu kandungnya. Dirinya curiga apakah Abizar tidak pernah memberi tahukan tentang ibu kandungnya siapa.


"Ini mama, sayang. Maaf kan mama jika mama sudah meninggalkan mu hingga mama tidak mengetahui perkembangan putri mama sendiri." Ucap Sely. Dan Alula pun sama saja tidak menghampiri ibu kandungnya itu.


"Apa kamu sudah mengatakan sesuatu pada putriku sehingga dirinya tidak kenal denganku?" Tanya Sely curiga.


"Untuk apa aku melakukan hal itu? Aku tidak akan melakukan hal itu dan aku tidak sejahat yang kau pikirkan." Balas Avica.


"Lalu kenapa dia tidak mau bersamaku dan tidak mengenal ku?" Tanya Sely lagi.


"Aku tak tahu. Mungkin karena Alula tak pernah mengenalmu selama masih kecil hingga sekarang." Balas Avica.


Lalu Sely pun berusaha menghampiri putrinya yang sedang berada didalam gendongan Avica.


"Sini nak, ikut mama." Ujar Sely.


"Nggak mau." Bukannya menerima ajakan sang mama, Alula pun malah semakin merasa takut pada Sely.


"Alula sayang, dengarkan mama! Alula tidak boleh seperti itu. Ayo salim dulu." Ujar Avica.


"Tidak mau, ma. Lula tidak mau lihat tante itu." Tolak Alula lagi.


Avica pun tidak ingin memaksa Alula supaya mau menerima ibu kandungnya. Karena menurutnya semua itu butuh proses.


"Mbak dengar sendiri kan? Bukannya mengusir, lebih baik mbak Sely pulang dulu. Dan jangan memaksakan Alula untuk langsung menerima dirimu. Semua itu butuh proses. " Ujar Avica.


"Sudah ku bilang, jangan pernah ikut campur urusanku dan jangan mengatur ku." Ucap Sely tak terima.


"Mbak Sely mau jika Alula semakin takut dan tidak mau bertemu dengan dirimu?" tanya Avica.


"Aku yakin cepat atau lambat Alula akan memerimaku sebagai ibu kandungnya." Ujar Sely.

__ADS_1


"Kalau begitu, mbak Sely silahkan pergi. Aku tidak ingin Alula semakin takut terhadapmu." Ujar Avica


"Baiklah, aku akan pergi. Tapi aku akan kembali lagi kesini." Sely pun akhirnya pasrah. Sebab dirinya tidak ingin putrinya semakin takut kepadanya. Dirinya berjanji akan datang kembali lagi supaya dirinya bisa mendapatkan perhatian dan pengakuan dari putrinya. Maka dengan begitu dirinya akan bisa merebut kembali putri kecilnya dan mantan suaminya.


__ADS_2