
Avica pun langsung menegakkan tubuhnya saat tangan pria tersebut masih menangkap tubuhnya dan seperti tak berniat ingin melepaskannya.
"Maaf tadi saya buru-buru jadi tak tahu jika ada orang yang akan masuk." Ucap pria tersebut.
"Tidak apa-apa. Saya permisi." Balas Avica yang langsung pergi dari hadapan pria tersebut.
"Kenapa jantungku berdetak saat menatap wajahnya." Batin pria tersebut sambil memegang dadanya.
Pria itu pul melanjutkan langkahnya untuk pergi meninggalkan toko kue tersebut. Sedangkan Avica, wanita itu sedang memesan beberapa kue dan cake untuk mertua dan anak-anaknya.
"Mbak saya mau beli brownies original satu, choco chips satu dan cake strawberry satu." Ucap Avica pada pelayan toko kue tersebut.
"Ada lagi mbak? Disini kamu juga ada menu baru." Ujar sang pelayan.
"Apa itu mbak?" Tanya Avica.
"Brownies lumer sama mille crepes." Jawab pelayan teesebut.
"Baiklah. Yang itu boleh satu-satu ya mbak." Ucap Avica.
"Baiklah, tunggu sebentar! Akan saya bungkuskan terlebih dahulu." Kata pelayan itu.
"Iya mbak." Jawab Avica.
Avica memilih untuk mendudukkan tubuhnya terlebih dahulu saat menunggu pesanannya. Tak lama pesan pun jadi, Avica pun dipanggil.
"Semuanya berapa mbak?" Tanya Avica pada sang pelayan.
"Semuanya tiga ratus ribu mbak." Jawab pelayan tersebut.
Avica pun merogoh dompetnya yang ada didalam tas slempang nya. Lalu mengambil tiga lembar uang pecahan seratus ribu rupiah. Kemudian dia berikan pada pelayan toko tersebut.
"Terima kasih mbak. Semoga puas dengan rasa kue dari toko kami." Ucap pelayan tersebut.
"Sama-sama mbak. Semoga saja." Balas Avica.
Lalu Avica pun melangkah keluar dari toko kue tersebut menuju mobilnya. Sang putra pasti sudah menunggunya.
"Jalan sekarang nyonya?" Tanya pak Budi saat majikannya telah memasuki mobil kembali.
"Iya pak, kita jalan sekarang." Balas Avica.
"Mama kenapa lama cekali?" Protes sang putra.
"Tadi di dalam masih antri sayang." Jawab Avica. Al pun langsung diam dan tak protes lagi saat mendengar alasan sang mama.
Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya mobil yang ditumpangi Avica pun tiba di halaman rumah mertuanya. Setelah mobil terparkir, pak Budi turun dari kursi kemudi lalu mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil majikannya.
"Mari nyonya." Ucap pak Budi saat pintu mobil telah terbuka.
__ADS_1
Avica pun turun terlebih dahulu. Lalu setelah itu dirinya menurunkan putranya kemudian membawa bingkisan yang dirinya beli tadi.
"Terima kasih ya pak." Ucap Avica.
"Sama-sama nyonya." Jawab pak Budi.
"Bapak mau langsung pulang apa istirahat dulu? Kalau mau istirahat biar dibuatkan minuman dulu." Ujar Avica menawari sang sopir.
"Tidak perlu nyonya. Saya langsung pulang saja. Tapi nanti nyonya pulang nya gimana?" Tanya pak Budi.
"Nanti saya pulangnya dijemput sama papa nya anak-anak pak. Jadi pak Budi tidak perlu jemput saya." Jawab Avica.
"Baiklah kalau gitu nyonya. Saya langsung pamit kembali ke rumah." Kata pak Budi.
"Iya pak. Hati-hati dijalan." Balas Avica.
"Iya nyonya." Jawab pak Budi sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Avica pun berjalan menuju pintu masuk kediaman mertuanya itu dengan tangan kanan menggandeng tangan sang putra sedangkan tangan kiri menenteng bingkisan kue yang dirinya beli tadi.
'Ting..tong..
Tak lama pintu pun dibuka dari dalam oleh asisten rumah tangga bu Sarah.
"Assalamu'alaikum bi." Ucap Avica.
"Wa'alaikumsalam. Eh, non Avica." Balas bi Hikmah.
"Ada non. Mari masuk non." Jawab bi Hikmah lalu Mempersilahkan menantu majikannya itu untuk masuk ke dalam rumah.
"Cucu omah sudah datang ternyata." Ujar bu Sarah saat melihat menantu dan cucunya memasuki kediamannya.
"Assalamu'alaikum ma." Ucap Avica.
"Wa'alaikumssalam. Yuk kita duduk diruang keluarga" Ajak bu Sarah pada menantu dan cucunya.
"Cucu oma kangen nggak sama oma?" Tanya bu Sarah pada cucu nya sambil berjalan menuju ruang keluarga.
"Kangen oma." Jawab bocah itu.
"Oh, ya. Oma juga kangen sama cucu oma yang paling ganteng ini." Balas bu Sarah.
"Aku ke dapur dulu ya ma. Mau pindahin kue nya dulu." Ujar Avica saat mereka telah tiba di ruang keluarga.
"Kamu bawa kue?" Tanya bu Sarah yang baru sadar jika menantunya membawa bingkisan di tangannya.
"Iya ma. Tadi mampir ke toko kue Delista dulu." Jawab Avica.
"Kenapa harus repot-repot." Kata bu Sarah.
__ADS_1
"Nggak repot kok ma. Ini sekalian biar ada cemilan buat anak-anak juga." Ucap Avica.
"Ya udah kalau gitu. Makasih ya nak." Ujar bu Sarah.
"Iya ma."
Avica pun melanjutkan berjalan menuju dapur untuk menyimpan kue yang dia beli tadi dan sebagian akan dirinya suguhkan untuk cemilan diruang keluarga. Tak lama Avica pun kembali sambil membawa nampan berisi kue dan cake tak lupa juga minuman yang akan dia hidangkan di ruang keluarga.
"Ini ma dicicipi kue nya." Ucap Avica saat dirinya baru saja meletakkan nampan di atas meja.
"Punya aku mana ma?" Tanya Al pada sang mama.
"Ini sayang." Avica meletakkan piring berisi cake dengan rasa strawberry didepan sang putra.
Menantu dan ibu mertua Itupun saling berbincang dan bercerita tentang kehidupan mereka. Tentang perkembangan Al. Tak lupa Avica juga mengatakan pada mertuanya jika dua minggu lagi dirinya akan pulang kampung.
"Ada acara apa di kampung, Ca?" Tanya Bu Sarah.
"Saudara mau hajatan nikahan, ma." Jawab Avica.
"Nanti kalau papa nggak sibuk kami akan ikut. Nggak apa-apa kan?" Tanya bu Sarah.
"Nggak apa-apa ma. Caca malah seneng kalau mama sama papa ikut." Balas Avica.
"InsyaAllah ya sayang. Nanti mama kabari." Ucap bu Sarah.
"Iya ma."
"Ca sepertinya anakmu mengantuk. Ajak Al istirahat dulu dikamar suami mu." Ucap bu Sarah saat melihat cucunya yang menguap setelah kenyang menghabiskan beberapa cake.
"Ya udah kalau gitu aku ke kamar dulu ya ma." Pamit Avica pada ibu mertuanya.
"Iya. Mama juga mau ke dapur dulu mau siap-siap untuk masak makan siang nanti." Kata bu Sarah.
"Maaf ya ma nggak bisa bantu masak." Ucap Avica tak enak pada ibu mertuanya.
"Nggak apa-apa. Lagian mama kan sudah terbiasa masak sendiri." Ujar bu Sarah.
"Nanti kalau Al sudah tidur akan Caca bantu jika masakannya belum selesai." Ucap Avica.
"Sudah tidak perlu dipikirkan. Sekarang cepat ajak anakmu untuk istirahat. Oh ya nanti Alula siapa yang jemput?" Tanya bu Sarah mengingatkan menantunya.
"Oh ya ampun, aku hampir lupa dengan putriku. Nanti kalau tidak sempat biar pak Budi atau mas Abi saja jika ada waktu." Kata Avica.
"Sopir mama juga ada jika nanti kamu tidak sempat menjemput." Ucap bu Sarah.
"Baiklah ma. Kalau begitu aku ke atas dulu. Sepertinya Al sudah sangat mengantuk." Ujar Avica saat sang putra sudah mulai memejamkan kedua matanya.
"Iya Ca."
__ADS_1
Avica pun berjalan sambil menggendong sang putra yang sudah mulai tertidur itu menuju kamar suaminya dulu ketika belum menikah dan memiliki rumah sendiri yang berada di lantai atas. Saat sampai didepan pintu kamar Abizar dulu, Avica sedikit kesusahan saat akan membuka pintu kamar tersebut. Perlahan pintu kamar berhasil terbuka. Avica pun melangkah masuk kedalam kamar. Lalu meletakkan sang putra dengan pelan di atas ranjang. Dan Avica pun ikut membaringkan tubuhnya di samping sang putra untuk istirahat sebentar.