
"Tadi jadi ketemu dengan Sely?" Tanya Abizar pada istrinya saat mereka sedang berada di kamar untuk istirahat.
"Jadi mas. Katanya kangen sama Alula." Jawab Avica.
"Kalau kangen kenapa nggak main ke rumah? Biasanya juga langsung kesini." Tanya Abizar.
"Tadi ada pekerjaan jadi nggak sempet ke rumah. Jadi terpaksa harus ketemu di luar deh." Jawab Avica.
"Ohh, gitu." Balas Abizar.
"Mas, dua minggu lagi saudara dikampung mau ada hajatan. Kita pulang ya?" Tanya Avica pada suaminya.
"Iya. Nanti mas akan ambil cuti. Disana berapa hari?" Tanya balik Abizar.
"Mas Abi bisanya berapa hari? Rencana disana pengennya tiga atau dua harian. Biar bisa bantu-bantu disana." Ucap Avica.
"Iya. Semoga saja pekerjaan mas nanti tidak menumpuk." Balas Abizar.
"Ya udah kalau gitu yuk kita tidur mas." Ajak Avica pada suaminya.
"Jangan tidur dulu." Pinta Abizar.
"Emangnya kenapa mas?" Tanya Avica penasaran.
"Kita buat adik untuk Al dulu. Oke?" Ujar Abizar.
"Baiklah." Jawab Avica pasrah.
Avica menuruti saja apa yang diminta sang suami. Sebab tak setiap hari Abizar meminta haknya pada sang istri. Alasannya karena merasa kasihan pada sang istri yang sudah mengurus dirinya dan juga putranya yang sedang aktif-aktifnya itu. Meskipun Avica tak mengeluh capek tapi Abizar mengetahuinya.
Akhirnya apa yang harusnya terjadi pun terjadi juga. Abizar menggempur Avica dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Dirinya tidak ingin menyakiti istrinya itu dan dirinya juga ingin membuat sang istri nyaman disaat melakukan hubungan suami istri.
Tepat pukul 11 malam Abizar baru menyudahi kegiatannya itu bersama sang istri. Dan Avica sudah memejamkan matanya karena matanya merasa sangat mengantuk.
"Sayang, bersihkan tubuhmu terlebih dahulu. Setelah itu baru tidur." Ujar Abizar ketika melihat sang istri benar-benar memejamkan kedua matanya.
"Baiklah." Dengan malas Avica pun membuka kedua matanya kembali. Lalu membalut tubuhnya dengan selimut, setelah itu dirinya beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa kegiatan panas nya bersama sang suami tadi. Abizar pun juga mengikutinya dari belakang. Dirinya juga ingin membersihkan tubuhnya yang lengket. Sebab Abizar tidak akan bisa tidur jika dalam keadaan tubuh yang tidak segar.
Setelah membersihkan tubuh dan berpakaian mereka pun langsung membaringkan tubuhnya kembali untuk tidur. Sebab besok masih ada kegiatan yang harus mereka lakukan. Abizar masih ada pekerjaan sedangkan Avica seperti biasa dirinya akan mengurus buah hatinya.
"Sekarang baru boleh tidur." Ujar Abizar.
"Iya mas. Mas juga harus tidur." Balas Avica.
"Selamat malam sayang." Ucap Abizar.
"Selamat malam mas." Balas Avica.
Tak butuh waktu lama mereka sudah terlelap dalam tidurnya. Dengan posisi Abizar yang memeluk tubuh sang istri dari belakang.
__ADS_1
Keesokan harinya Avica beserta suami dan anak-anaknya sedang melakukan sarapan bersama sebelum melakukan aktivitas mereka masing-masing. Saat sedang menikmati makanannya ponsel Avica pun berdering. Saat melihat panggilan masuk ternyata bu Sarah ibu mertuanya yang menelponnya.
(Halo, assalamu'alaikum ma.) Ucap Avica.
(Wa'alaikumsalam, Ca. Hari ini sibuk nggak?) Tanya bu Sarah pada menantunya.
(Tidak, ma. Memangnya ada apa ya ma?) Tanya balik Avica.
(Kalau tidak sibuk mainlah ke rumah mama. Mama kangen dengan cucu-cucu mama.) Ujar bu Sarah.
(Baik ma. Nanti Caca akan mengajak anak-anak kerumah mama.) Ucap Avica.
(Baiklah. Mama tunggu ya.) Ujar bu Sarah.
(Iya ma.) Balas Avica.
(Ya udah mama tutup dulu. Maaf kalau mama ganggu waktunya.) Ucap bu Sarah.
(Tidak mengganggu sama sekali kok.) Ujar Avica.
(Kalau gitu mama tutup dulu telepon nya. Assalamu'alaikum.) Ucap bu Sarah mengakhiri panggilannya.
(Wa'alaikumssalam ma.) Jawab Avica.
Sambungan pun terputus. Avica pun melanjutkan untuk memakan sarapannya yang tinggal sedit lagi habis.
"Mama minta aku dan anak-anak untuk main kerumahnya." Jawab Avica.
"Ohh. Ya udah nanti biar diantar pak Budi. Pulangnya mas yang akan jemput." Ucap Abizar.
"Oke mas. Nanti setelah mas Abi dan Alula berangkat aku akan langsung bersiap.." Ujar Avica.
"Iya, nggak apa-apa. Terserah kamu saja." Balas Abizar.
Selesai sarapan Abizar pun berpamitan pada istrinya untuk berangkat ke kantor dan mengantar putrinya Alula kesekolah.
"Mas berangkat dulu ya. Yuk sayang kita berangkat." Ujar Abizar lalu mengajak Alula untuk segera berangkat.
"Iya mas. Hati-hati dijalan." Ucap Avica lalu meraih tangan sang suami untuk dirinya salami dan cium punggung tangannya. Lalu setelah itu dirinya memberikan tangannya pada Alula untuk disalami anak itu.
Alula meraihnya lalu mencium punggung tangan ibu kandungnya itu. "Lulu berangkat sekolah dulu ya ma." Ucap Alula saat berpamitan pada ibu sambungnya itu.
"Iya sayang. Belajar yang bener ya, jangan nakal dan jangan bandel di sekolahan. Harus nurut apa kata gurunya." Pesan Avica pada Alula sebelum berangkat sekolah.
"Iya ma." Jawab Alula.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumssalam."
__ADS_1
Setelah kepergian suami dan anaknya Avica pun kembali ke dalam rumah. Dirinya menghampiri putranya yang sedang bermain diruang keluarga dengan ditemani mbak Yuni.
"Mbak saya titip Al dulu ya. Saya mau siap-siap dulu sebelum pergi ke rumah mertua saya." Ucap Avica pada mbak Yuni.
"Baik nyonya." Jawab mbak Yuni.
Avica pun melangkah menuju kamarnya untuk berganti baju. Setelah siap Avica pun menuruni tangga untuk menghampiri sang putra. Tak lupa Avica juga membawa baju ganti untuk Alula dan Al serta beberapa mainan Al.
"Mbak, saya mau pergi ke rumah mama. Saya titip rumah ya. Tolong sampaikan pada bi Imah juga ya mbak." Ucap Avica sebelum berangkat ke rumah mertuanya.
"Baik nyonya. Saya akan sampaikan pada bi Imah." Jawab mbak Yuni.
"Baiklah, kalau gitu saya pergi dulu. Yuk sayang kita pergi ke rumah oma." Pamit Avica pada baby sitter nya itu.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumssalam."
Avica pun melangkah menuju pintu keluar dengan menggandeng tangan sang putra, Al. Sebelumnya Avica sudah memberitahu pak Budi untuk menyiapkan mobil untuk mengantarnya ke rumah mertuanya.
Pak Budi yang sedang menunggu majikannya di samping mobil pun langsung membukakan pintu belakang mobil saat nyonya nya mulai menghampiri nya.
"Yuk pak kita berangkat sekarang." Perintah Avica pada pak Budi saat dirinya akan memasuki mobil bersama Al.
"Baik nyonya." Jawab pak Budi. Lalu menutup pintunya saat kedua majikannya itu telah memasuki mobilnya.
Lalu pak Budi mengitari mobil untuk menuju ke kursi kemudi. Pak Budi pun mulai melajukan mobilnya dengan hati-hati untuk mengantarkan majikannya ke rumah mertuanya. Sebab pak Budi tidak ingin keselamatan majikannya itu terancam. Bisa-bisa dirinya akan mendapat masalah dan akan dipecat oleh jika terjadi sesuatu dengan majikannya itu.
"Pak, nanti mampir ke toko kue Delista sebentar ya. Saya mau membeli cake dulu." Pinta Avica pada pak Budi.
"Baik nyonya." Jawab pak Budi.
Sesampainya di toko yang dimaksud. Avica pun langsung turun dari dalam mobilnya.
"Al tunggu disini sebentar ya. Mama mau belu cake untuk oma dan kak Lula." Ujar Avica pada putranya.
"Iyah, ma. Al uga mau." Balas anak itu.
"Iya sayang. Nanti mama juga belikan untuk Al. Rasa strawberry kan?" Tanya Avica pada Al.
"Iyah mama." Al memang sangat menyukai makanan atau minuman rasa strawberry.
Avica pun melangkah menuju toko kue tersebut. Saat akan memasuki toko tersebut tiba-tiba ada seorang pria yang menabrak tubuhnya. Hingga dirinya hampir terhuyung kebelakang.
Dengan sigap pria tersebut pun langsung menangkap tubuh Avica yang hampir terjerambah kebelakang.
'Deg..
Saat menangkap tubuh Avica tiba-tiba jantung pria tersebut berdetak lebih cepat. Entah apa yang pria itu rasakan.
__ADS_1