
Dini hari, Alula terbangun dari tidurnya. Orang pertama yang anak itu cari adalah Avica, sang mama. Alula beranjak dari ranjang nya, dia melangkah keluar dari kamarnya untuk menuju kamar Abizar untuk mencari Avica.
Tokk..tokk..tokkk
"Mama.." Panggil Alula.
Sedangkan didalam kamar Abizar mereka masih terlelap dalam tidurnya. Sehingga tidak mendengar panggil an sang putri. Dan Alula pul mengetuk pintu kamar nya kembali.
Tokk..tokk..tokkk..
"Mamaa.." Panggil Alula dengan sedikit berteriak.
Didalam kamar, Avica menyipitkan matanya ketika mendengar suara sang putri. Setelah kedua matanya terbuka sempurna Avica bangun dan beranjak dari ranjangnya untuk menuju pintu dan membuka nya. Ketika pintu telah dibuka sempurna nampaklah Alula dengan wajah cemberut.
"Alula.. Ada apa sayang?" Tanya Avica pada Alula. "Kok tumben jam segini sudah bangun?" Tanya Avica lagi sebab tak mendapat jawaban dari Alula.
"Kenapa mama tidak menemani Alula tidur?" Tanya balik anak itu.
"Maaf sayang, Mama lupa." Ucap Avica.
"Mama bohong. Alula marah sama mama." Ujar anak itu dengan wajah cemberut.
"Jangan begitu dong sayang. Mama minta maaf. Alula mau tidur sama mama?" Tanya Avica pada Alula. Dan anak itu mengangguk.
"Kalau gitu, yuk masuk tidur sama mama dan papa, mau?" Ajak Avica. Alula pun mengangguk kembali.
Avica pun mengajak Alula untuk masuk kedalam kamarnya bersama Abizar. Lalu setelah itu Avica menutup kembali pintu kamarnya.
Alula dengan semangat menghampiri sang papa yang masih tertidur pulas diatas ranjang. Dan anak itu berbaring disamping sang papa. Disusul Avica yang ikut membaringkan tububnya, sebab matanya masih mengantuk karena saat ini masih pukul setengah dua dini hari.
"Yuk, sekarang kita tidur lagi." Ajak Avica pada Alula.
"Baik, ma." Jawab Alula.
Alula pun mulai memejamkan kedua matanya kembali sambil memeluk tubuh Avica. Sedangkan Avica memilih mengusap-usap punggung Alula supaya anak itu segera tertidur kembali. Setelah dirasa sudah tidak ada pergerakan lagi dari Alula, Avica pun ikut memejamkan matanya untuk melanjutkan tidurnya. Tak lama Avica sudah terlelap kembali.
Jam setengah lima pagi, Avica sudah bangun lagi untuk melakukan aktivitas nya. Seperti biasa Avica akan memasak sarapan untuk suami dan anaknya. Selesai memasak Avica menuju kamar untuk membersihkan diri dan membangunkan suaminya.
__ADS_1
"Mass, bangun!" Ucap Avica membangunkan suaminya.
"Hemm.." Abizar pun hanya mendehem saja. Kemudian Abizar mulai membuka matanya. Abizar merasa jika ada tangan yang melingkar diperutnya. Lalu pandangannya turun kearah perutnya, dirinya melihat ada tangan kecil lalu menoleh kesamping, ternyata putri kecilnya lah yang memeluk tububnya.
"Sejak kapan Alula tidur disini?" tanya Abizar pada istrinya.
"Tadi sekitar jam setengah dua dini hari. Alula kebangun, karena tidak melihatku tidur disamping nya makanya dia kesini, jadi aku suruh tidur disini aja." jelas Avica.
"Ohh, gitu." Ucap Abizar. Lalu prua itu mencium kening sang putri. "Cuupp.."
"Mas Abi buruan mandi. Airnya udah aku siapin sialnya."
"Iya. Sebelum itu morning kiss dulu dong." Pinta Abizar.
"Mas, disini ada Alula. Nanti kalau dia tiba-tiba bangun gimana?" Ucap Avica.
"Tidak akan. Sebentar saja." Balas Abizar.
"Baiklah.." Avica pun menuruti permintaan Abizar.
"Kok cuma disitu?" Tanya Abizar.
"Sudah mas, buruan mandi nanti keburu dingin airnya." Ujar Avica.
"Oke, baiklah." Abizar pun pasrah. Lalu memasuki kamar mandi untuk mandi sebelum dirinya pergi kekantor supaya tubuhnya merasa segar.
Avica sengaja tidak membangunkan Alula, sebab anak itu masih terlihat sangat pulas dengan tidurnya. Disaat Abizar masih berada didalam kamar mandi Avica menyiapkan pakaian Abizar yang akan digunakan untuk pergi ke kantor.
Tak lama Abizar pun keluar dari kamar mandi, hal ini lah yang membuat Avica tak berkedip saat melihat tubuh sixpack suaminya saat selesai mandi sebab hanya sebatas pinggang dan lutut lah yang tertutup handuk.
"Tutup mulutmu, sayang. Jangan sampai air liur mu keluar." Ucap Abizar menyadarkan Avica.
Dengan reflek Avica menutup mulutnya dengan tangan. "Apaan sih, mas." Ucap Avica. Sedangkan Abizar tertawa ketika melihat tingkah istrinya.
"Mas, jangan ketawa kenceng-kenceng nanti Alula bangun." Ucap Avica mengingatkan suaminya.
"Oke oke, tidak lagi." Abizar pun langsung mengecilkan suaranya. Abizar pun memilih langsung memakai pakaina kantornya. Setelah itu Avica menghampirinya untuk memakaikan dasi untuk Abizar.
__ADS_1
Saat sudah rapi mereka keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju meja makan untuk sarapan. Selesai sarapan Abizar beranjak dari tempat duduk untuk berangkat ke kantor. Dan Avica pasti akan mengantarnya sampai depan pintu.
"Nanti kalau Sely memaksa kesini lagi jangan izinkan dia masuk ke dalam rumah. Kalau dia tidak mau pergi kamu hubungi aku atau suruh pas Usman untuk mengusirnya." Ucap Abizar mewanti-wanti Avica.
"Iya mas. Aku tidak akan membiarkan dia masuk kesini tanpa seizin mas Abi." Ujar Avica.
"Ya sudah kalau begitu mas berangkat dulu. Tolong jaga Alula baik-baik ya." Ucap Abizar sebelum berangkat ke kantor.
"Iya mas. Tanpa mas suruh aku pasti akan menjaganya dengan baik. Itu sudah tugas ku sebagai ibu." Balas Avica. Lalu Avica mencium punggung tangan suaminya.
"Terima kasih sayang." Ucap Abizar lalu mengecup kening Avica. "Mas berangkat dulu ya." Pamitnya.
"Iya mas. Hati-hati dijalan." Jawab Avica. Dan Abizar mengangguk.
Abizar pun memasuki mobilnya dibagian pengemudi. Setelah itu dirinya menyalakan mesin mobilnya. Sebelum melajukan mobilnya Abizar menekan klakson untuk istrinya pertanda jika dirinya akan pergi. Dan pak Usman pun membukakan gerbang untuk majikannya yang akan pergi ke kantor. Setelah pintu gerbang terbuka sempurna sebelum pergi Abizar memanggil pak Usman terlebih dahulu.
"Pak Usman.." Panggil Abizar.
"Iya tuan. Ada apa?" Tanya pak Usman.
"Nanti jika Sely kesini lagi, tolong jangan bapak bukakan gerbangnya. Kalau dia maksa bilang aja itu perintah saya." Ucap Abizar pada pak Usman.
"Baik, tuan. Siap." Jawab pak Usman.
"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu. Saya titip istri dan anak saya pada bapak." kata Abizar sebelum pergi.
"Siap tuan."
Setelah itu Abizar pun mulai melajukan mobilnya untuk membelah jalan kota dipagi hari yang penuh dengan kemacetan tersebut.
Setelah kepergian Abizar, Avica memasuki rumahdan kembali ke meja makan untuk membereskan sisa sarapannya bersama Abizar tadi. Setelah semuanya beres Avica pergi ke kamar Alula untuk membersihkan dan membereskan kamar Alula sebelum anak itu bangun. Avica merapikan mainan Alula yang masih berserakan yang belum sempat ia rapikan dari kemarin. Selesai membereskan kamar Alula, Avica beralih menuju kekamar yang dirinya dan Abizar tempati untuk melihat sang putri apakah sudah bangun ataupun belum.
Avica membuka pintu kamarnya dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur sang putri. Setelah pintu terbuka sempurna Avica pun memasukinya lalu menghampiri sang putri yang masih terlelap.
"Masih tidur ternyata." Gumam Avica.
Karena Alula masih tidur, Avica memilih untuk menyirami tanaman yang ada dihalaman depan terlebih dahulu sambil menunggu Alula terbangun dari tidurnya.
__ADS_1