Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku

Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku
Bab59


__ADS_3

Sudah tiga hari Avica dirawat dirumah sakit. Kini dirinya dan sang bayi sudah diperbolehkan untuk pulang. Saat ini bu Linda sedang membantu putrinya untuk beres-beres barang bawaanya dibantu dengan pak Agil. Sedangkan bu Sarah dan pak Adi tidak bisa ikut menjemput menantu dan cucu keduanya pulang sebab ada meeting diluar kota. Dan bu Sarah harus menemaninya.


Saat ini Abizar sedang mengurus administrasi nya terlebih dahulu. Agar istri dan anaknya bisa segera pulang. Tadi Abizar sudah menghubungi bi Imah agar mempersiapkan kamar yang akan digunakan oleh baby Al nanti ketika sampai di rumah.


Selesai mengurus administrasi nya Abizar kembali ke ruangan sang istri dan putranya.


"Sudah mas?" Tanya Avica saat sang suami telah masuk.


"Sudah. Tunggu susternya sebentar. Nanti setelah selang infus nya dilepas baru bisa pulang." Ujar Abizar.


"Oh, gitu." Avica pun manggut-manggut mengerti.


"Bunda, ayah terima kasih sudah bantu merapikan barang bawaan kami. Maaf jika sudah merepotkan." Ucap Abizar pada kedua mertuanya.


"Tidak masalah nak Abi. Avica itu putri kami dan Al juga cucu kami. Jadi kami tidak merasa direpotkan." Ujar bu Linda.


"Benar apa yang dikatakan bundamu, nak Abi. Itu sudah tugas kami untuk membantu kalian." Kata Pak Agil menimpali.


Abizar pun tersenyum hangat kepada kedua mertuanya. Sebab mertuanya itu sangat baik dan penyayang. Bahkan meskipun Alula bukan cucu kandung mereka pak Agil dan bu Linda begitu menyayanginya seperti kandung mereka.


Setelah perbincangan tadi, tak lama seorang perawat masuk ke ruang rawat Avica.


"Selamat siang bapak, ibu. Maaf ya mengganggu waktunya sebentar. Saya hanya mau melepas selang infus bu Avica sebentar." Ujar perawat itu dengan ramah.


"Baik sus. Silahkan." Balas Abizar.


Perawat itu pun menghampiri Avica yang duduk diatas ranjang rumah sakit.


"Maaf ibu, saya lepas infusnya dulu ya." Kata sang Perawan pada Avica.


"Iya sus." Jawab Avica singkat.


Tak lama selang infus yang ada ditangan Avica pun sudah terlepas.


"Sudah, Bu." Ucap perawat itu.


"Apakah sudah boleh pulang sus?" Tanya Avica yang tak sabar ingin segera pulang. Sebab dirinya sudah tidak betah di rumah sakit meskipun ruangannya luas dan nyaman.


"Boleh. Kalau begitu saya pamit undur diri. Mari pak, bu." Pamit sang perawat.


"Silahkan sus."


Perawat itu pun keluar dari ruangan Avica setelah melakukan tugasnya.


"Kalau gitu yuk kita pulang sekarang. Caca sudah tidak betah disini." Ujar Avica.

__ADS_1


"Iya sayang. Kita pulang sekarang kok." Ucap Abizar.


"Biar bunda yang gendong baby Al ya." Kata bu Linda.


"Iya bun." Jawab Avica sambil tersenyum.


"Kalau gitu ayah yang akan bantu bawa barang-barangnya." Timpal pak Agil.


"Apa tidak merepotkan yah?" Tanya Abizar tak enak.


"Tidak sama sekali nak Abi." Balas pak Agil meyakinkan menantunya.


"Baiklah kalau begitu yah." Ucap Abizar.


"Yuk sayang. Mas gendong." Ujar Abizar pada sang istri.


"Kenapa nggak pakai kursi roda aja mas. Nanti mas Abi capek lo kalau gendong Ica." Ucap Avica.


"Nggak apa-apa sayang. Yuk." Kata Abizar.


Avica pun pasrah untuk digendong suaminya. Dari pada berdebat dirinya memilih untuk menurut saja. Agar dirinya segera pulang dan sampai ke rumah.


Kini mereka semua sudah berada didalam mobil dengan Abizar yang mengemudikannya. Dan Avica duduk disampingnya. Sedangkan pak Agil dan bu Linda duduk dikursi belakang dengan baby Al.


"Kita pulang ke rumah ya sayang." Ucap Avica pada baby Al yang berada dipangkuan bu Linda.


Butuh waktu satu jam mereka sampai di rumah. Dengan pelan Avica turun dari mobil dengan dibantu oleh Abizar. Didepan rumah sudah ada bi Imah dan mbak Yuni yang menyambut kedatangan mereka. Sedangkan Alula, anak itu sudah menghampiri baby Al yang berada di gendongan bu Linda.


"Selamat datang nyonya. Selamat untuk kelahiran putra nyonya." Ucap bi Imah mewakili semua pegawai yang bekerja di rumah itu.


"Terima kasih bi, mbak Yuni." Ujar Avica.


"Sama-sama nyonya." Ucap bi Imah dan mbak Yuni bersamaan.


"Bi kamarnya sudah siap?" Tanya Abizar pada bi Imah.


"Sudah tuan. Kamarnya sudah saya rapikan." Jawab bi Imah.


"Baiklah kalau begitu. Yuk sayang kita masuk." Ajak Abizar pada sang istri.


"Iya mas." Avica berjalan dengan pelan untuk memasuki rumahnya. Dengan Abizar yang menggandeng tangannya untuk menuntunnya berjalan.


Sesampainya dikamar, baby Al langsung dibaringkan diatas ranjang tempat tidurnya. Lalu menggeliatkan tubuhnya terlihat begitu menggemaskan.


"Selamat datang dirumah baby Al." Ujar Abizar disamping putranya yang tertidur pulas.

__ADS_1


"Bunda sama ayah istirahat lah dulu." Ucap Avica pada kedua orang tuanya.


"Iya. Benar apa yang dikatakan Ica yah, bun." Ujar Abizar ikut menimpali perkataan sang istri.


"Nanti saja, nak." Ucap bu Linda.


"Atau ayah sama bunda mau makan dulu?" Tanya Abizar.


"Nanti saja, nanti kalau ayah sama bunda lapar pasti akan mengambilnya sendiri." Jawab pak Agil.


"Seharusnya kamu yang harus istirahat nak Abi. Kamu pasti lelah karena setiap malam harus terbangun saat baby Al bangun." Usul bu Linda pada menantunya.


"Iya mas. Benar apa kata bunda. Setiap malam mas Abi selalu terjaga ketika baby Al rewel." Ujar Avica membenarkan apa kata ibundanya.


"Itu sudah tugasku sayang. Aku papanya jadi aku juga harus ikut menjaganya." Kata Abizar.


Avica diam tidak ingin menimpali sang suamu lagi. Dirinya ingin segera membaringkan tubuhnya yang lelah setelah menempuh perjalanan dari rumah sakit.


"Istirahat lah jika ingin istirahat. Mumpung baby Al masih tidur." Ujar Abizar pada istrinya.


"Iya mas."


*


*


*


Kini siang pun berganti malam. Kali ini Avica terbangun lebih dulu saat baby Al mulai menangis.


"Cup..cupp.. Anak ganteng jangan nangis ya. Nanti papanya kebangun kasihan papanya kecapekan." Ucap Avica pada sang putra.


"Bobok lagi ya." Ujar Avica lagi sambil menyusui sang putra. Akhirnya baby Al pun terlelap lagi dan Avica langsung menidurkannya di dalam ranjang bayi.


Sebelum melanjutkan tidurnya Avica pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk buang air kecil. Tak lama Avica kelur dari kamar mandi langsung menuju ranjangnya untuk melanjutkan tidur nya sebelum baby Al terbangun lagi.


Baru saja akan memejamkan matanya baby Al mulai menangis lagi. Avica pun mengurungkan niatnya untuk tidur kembali. Lalu menghampiri putranya sebelum bayinya membangunkan seisi rumah.


"Kenapa lagi sayang?" Tanya Avica pada sang putra yang sudah pasti belum bisa menjawabnya.


Avica mengecek popok baby Al. Ternyata penyebab nangisnya baby Al adalah karena popoknya telah basah.


"Popoknya basah ya sayang. Mama ganti dulu ya." Ucap Avica. Lalu mengganti popok bayinya.


"Sudah. Bobok lagi yuk."

__ADS_1


Avica menggendong baby Al sambil mengayunkan secara perlahan dalam gendongannya hingga baby Al tertidur kembali. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Avica. Ibu muda itu juga ikut mengistirahatkan tubuhnya kembali.


__ADS_2