Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku

Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku
Bab58


__ADS_3

"Ma, dimana dedek bayinya?" Tanya Alula saat baru saja memasuki ruangan Avica bersama Oma dan opanya.


"Lula nggak sabar pengen lihat dedeknya ya?" Tanya balik Avica.


"Iya mama. Dedek nya laki-laki apa perempuan?" Tanya Alula lagi.


"Dedeknya laki-laki sayang." Ujar Avica.


"Pasti dedek bayinya tampan." Ucap Alula.


"Iya dong. Kan kakak Alula nya juga cantik." Ujar Abizar menimpali.


Abizar yang baru pulang kerja langsung menuju rumah sakit. Dirinya memilih untuk berganti pakaian dirumah sakit saja. Sebab tidak sabar ingin bertemu istri dan putranya lagi.


"Mas Abi baru pulang?" Tanya Avica pada suaminya.


"Iya sayang." Jawab Abizar.


"Bi, bersih-bersih dan ganti baju dulu. Kamu kan baru dari luar pasti banyak kuman dan virus yang menempel di pakaianmu, kasian putramu. Baru setelah itu bisa mendekati putramu." Pinta Bu Sarah pada putranya itu.


"Baik ma." Abizar menurut. Dirinya langsung mencari baju ganti lalu menuju kamar mandi yang ada diruangan tersebut untuk membersihkan tubuhnya.


"Lihatlah oma dedek bayinya benar-benar tampan." Ujar Alula pada sang oma yang sedang memangku adiknya yang baru lahir.


"Iya sayang." Balas bu Sarah.


"Alula tidak mau menggendongnya?" Tanya Bu Linda yang ikut menimpali.


"Apakah boleh nek?" Tanya Alula balik.


"Pasti boleh. Lula kan kakaknya." Jawab bu Linda.


"Oma, aku pengen menggendong adik bayinya." Ucap Alula pada bu Sarah.


"Boleh. Lula duduk yang tenang ya. Biar nanti adik bayinya tidak jatuh saat Lula gendong." Bu Sarah membantu sang cucu untuk memangku adiknya.

__ADS_1


"Baik oma." Ucap Alula menurut.


"Anak papa lagi gendong adik bayi ya?" Tanya Abizar saat baru saja keluar dari kamar mandi.


"Iya pa." Jawab Alula.


Abizar pun mendekati sang istri yang sedang bersandar diatas ranjang rumah sakit.


"Apa mas Abi sudah siapkan nama untuk putra kita?" Tanya Avica pada sang suami.


"Sudah sayang. Apa kamu juga punya ide untuk nama putra kita?" Tanya balik Abizar.


Avica menggeleng. "Belum mas. Aku belum terpikirkan untuk memberi nama. Biar mas Abi saja." Ucap Avica.


"Kira-kira kamu mau memberinya nama siapa Bi?" Tanya Bu Sarah yang penasaran. Semua yang ada disitu pun juga penasaran.


" Alvaro Adinata. Bagaimana sayang apa kamu suka?" Ucap Abizar lalu menanyakan pendapat sang istri.


"Nama yang bagus. Aku suka mas." Ujar Avica.


"Adik Al jangan ngompol ya. Nanti kakak Lula bau pesing." Ucap Alula dengan gemas.


"Kamu bisa aja sih cantik." Ucap bu Linda gemas pada cucu pertamanya itu.


Baby Al sepertinya terusik dengan suara tawa yang menggema diruangan itu. Sebab baby Al mulai menggeliatkan tubuh nya dan seperti akan menangis.


"Oma, adik Al mau nangis." Ucap Alula pada sang oma.


"Kalau gitu biar adik Al nya disus*i sama mama Caca dulu ya." Ujar bu Sarah lalu mengambil alih baby Al dalam pangkuan Alula. Dan menyerahkannya pada menantunya Avica.


"Uluh-uluh sayang, bobok nya keganggu ya." Ucap Avica pada baby Al.


Pak Adi dan pak Agil pun keluar terlebih dahulu agar Avica bisa menyus*i baby Al dengan nyaman. Avica pun menyusui baby Al. Dan baby Al menghisap sumber asupan gizi nya itu dengan kuat.


"Sayang pelan-pelan. Tidak akan ada yang memintanya kok." Ujar Avica.

__ADS_1


Selesai menyus* baby Al pun kembali terlelap. Dan Avica pun merasa sangat mengantuk. Sebab hari sudah menjelang malam. Bu sarah dan pak Adi pun memilih untuk mengajak Alula pulang karena anak itu juga sudah merasa ngantuk. Sedangkan Pak Agil dan bu Linda disuruh pulang Abizar ke kediamannya. Abizar tidak ingin mertuanya itu ikut menginap dirumah sakit. Sebab tidak akan bisa beristirahat dengan nyaman.


"Sayang, biar aku tidurkan baby Al diranjang nya. Kamu juga harus istirahat. Kamu harus banyak istirahat berjaga-jaga jika nanti malam baby Al rewel." Abizar mengambil sang putra dari tangan sang istri untuk ia pindahkan pada ranjang khusus bayi.


"Baiklah mas. Mas Abi juga harus istirahat. Besok mas harus ke kantor kan." Pinta Avica pada suaminya.


"Iya sayang. Setelah kamu tidur aku juga akan ikut tidur." Jawab Abizar.


"Ya sudah kalau gitu aku tidur dulu." Ucap Avica.


Avica pun mencoba memejamkan matanya. Sebab dirinya benar-benar merasa sangat mengantuk. Dan tak butuh waktu lama Avica pun terlelap dalam tidurnya.


Abizar juga mulai memejamkan matanya. Sebelum putranya nanti bangun dirinya juga harus ikut tidur. Sebab besok dirinya harus melakukan meeting pagi.


Baru beberapa menit Abizar memejamkan matanya baby Al sudah membangunakannya dengan suara tangisnya.


"Ooeekkk..ooeekkk..ooeeekkk.."


Abizar kembali membuka matanya, ternyata sang istri masih tertidur pulas disampingnya. Abizar pun beranjak untuk menghampiri putranya.


"Sayang, kenapa bangun." Ucap Abizar pada baby Al. Saat Abizar akan mengangkat baby Al untuk menenangkannya ternyata popoknya basah.


"Ternyata anak papa tidak nyaman dengan popoknya yang basah ya." Ujar Abizar. "Papa ganti dulu popoknya ya. Biar baby Al bisa bobok lagi." Ucap Abizar lagi.


Abizar mengganti popok baby Al. Setelah itu Abizar menggendong nya agar sang putra kembali tidur. Agar tidak menganggu tidur istrinya yang terlihat sangat lelah.


"Sayang, bobok lagi ya. Nanti kalau mama kebangun kasihan." Ucap Abizar.


Abizar terus saja menggendong baby Al berusaha untuk menidurkannya lagi. Meskipun sebenarnya dirinya juga sangat mengantuk tapi Abizar tidak tega jika harus membangunkan sang istri.


Karena merasa lelah Abizar mencoba menidurkan baby Al disamping sang istri. Dan dirinya juga ikut berbaring sambil menepuk-nepuk pelan bokong baby Al agar mau tertidur kembali. Tak lama baby Al pun akhirnya tidur juga. Hal itu tak disia-siakan Abizar untuk juga ikut tidur. Tidak menunggu lama Abizar pun sudak tertidur pulas dengan baby Al berada di tengah-tengan antara Sang mama dan sang papa.


Saat baby Al dan Abizar tertidur pulas, Avica pun bangun karena kebelet ingin ke kamar mandi.


"Kok baby Al tidur disini. Pasti tadi rewel tapi mas Abi tak membangunkanku. Kasian sekali suamiku pasti sangat kelelahan." Gumam Avica. Lalu Avica pelan-pelan beranjak dari ranjang untuk menuju kamar mandi.

__ADS_1


Saat kembali dari kamar mandi, Avica melihat sang putra mulai menunjukkan pergerakannya lagi. Avica menghampirinya lalu mengangkatnya untuk dirinya sus*i sebelum baby Al menangis dan akan membangunkan suaminya.


"Al haus ya." Ucap Avica. Avica mulai menyus*inya. Dan baby Al pun langsung menghisapnya dengan sangat kuat.


__ADS_2