Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku

Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku
Bab51


__ADS_3

Semakin hari Abizar semakin posesif dengan sang istri. Dirinya selalu mengawasi sang istri saat sedang dirumah. Bahkan sekarang Alula sudah mendapatkan Baby Sitter yang baru. Yaitu seorang ibu rumah tangga yang sangat membutuhkan pekerjaan untuk membiayai sekolah kedua anaknya. Nama nya Mbak Yuni, berusia 38 tahun.


Mbak Yuni terpaksa harus mencari nafkah untuk anaknya sebab dirinya telah bercerai dengan suaminya yang sering mabuk dan main tangan.


Usia kandungan Avica saat ini sudah berjalan 7 bulan. Rencananya hari ini Avica dan Abizar akan berbelanja perlengkapan bayi mereka. Sebab mereka sudah mengetahui jenis kelamin calon anak mereka. Terakhir kali melakukan USG dokter mengatakan jika jenis kelamin bayi mereka adalah laki-laki.


Saat ini Avica sedang bersiap untuk pergi ke pusat perbelanjaan bersama sang suami. Hari ini Avica menggunakan dress polos lengan pendek sebatas bawah lutut. Sangat pas dengan tubuhnya yang sedikit berisi dan bagian perut yang menonjol. Dan hanya memakai make up tipis saja tapi sudah terlihat cantik.


Pintu kamar dibuka oleh Abizar. "Sayang, sudah siap belum?" Tanya Abizar pada sang istri.


"Sudah, mas." Jawab Avica.


"Ya udah kalau gitu, yuk kita berangkat." Ajak Abizar.


"Sebentar, Mas. Aku ambil tas dulu." Ucap Avica lalu mengambil tas slempang yang ada diatas meja riasnya. "Yuk, Mas."


Abizar pun menggandeng tangan Avica saat keluar dari kamar untuk menuruni anak tangga. Sesampainya dibawah Avica menghampiri mbak Yuni terlebih dahulu untuk berpamitan, sebab Alula ditinggal dirumah dengan mbak Yuni.


"Mbak, kami berangkat dulu ya. Saya titip Alula." Ujar Avica.


"Baik nyonya."


"Alula, mama pergi dulu ya. Lula dirumah sama Mbak Yuni nggak boleh nakal ya." Ucap Avica pada Alula.


"Iya mama. Alula janji nggak akan nakal." Jawab Alula.


"Baiklah, kalau gitu mama berangkat dulu. Ayo mas."


Abizar dan Avica kini telah berada di dalam mobil. Abizar melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk menuju pusat perbelanjaan yang ada dikota ini.


"Mau belanja apa aja nanti?" Tanya Abizar pada sang istri.


"Banyak mas. Mulai dari tempat tidur bayi, baju bayi, popok bayi sarung tangan sama kaki, masih banyak lagi pokoknya. Emang kenapa mas?" Ujar Avica.


"Nggak apa-apa kok." Ucap Abizar.


Tak lama mobil yang Abizar kendarai pun tiba di salah satu mall terbesar dikota tersebut. Abizar memarkirkan mobilnya terlebih dahulu sebelum masuk kedalam. Setelah mobil terparkir sempurna Abizar pun keluar terlebih dahulu.


"Kamu tunggu disini dulu. Biar mas yang buka pintu mobilnya." Ujar Abizar pada sang istri.


"Iya mas."

__ADS_1


Abizar mengitari mobilnya untuk membukakan pintu istrinya. "Ayo sayang. Hati-hati keluarnya."


Avica menggenggam tangan sang suami untuk keluar dari dalam mobil. Dengan hati-hati dirinya keluar dari dalam mobil tersebut. Setelah dirinya keluar barulah Abizar menutup pintunya kembali.


Mereka berjalan bergandengan tangan untuk memasuki pusat perbelanjaan tersebut. Sesampainya didalam Mall Avica mencari toko perlengkapan bayi. Setelah menemukan toko yang ia cari, tanpa menunggu lama Avica langsung mengajak sang suami untuk masuk ke toko tersebut.


Avica mulai memilih-milih apa saja yang akan dirinya beli. Mulai dari baju bayi, sarung tangan dan sarung kaki, popok bayi, gendongan dan masih banyak lagi. Avica sangat antusias saat berbelanja, bahkan dirinya tak berpikir berbelanja untuk dirinya sendiri.


Selesai memilih-milih, Avica mengajak Abizar ke kasir untuk membayar semua barang yang telah dipilihnya. Selesai membayar, mereka pun keluar dari toko tersebut.


"Mau belanja apa lagi?" Tanya Abizar pada Avica.


"Sudah cukup deh mas kayaknya." Jawab Avica.


"Kamu nggak belanja untuk kamu sendiri?" Tanya Abizar lagi.


"Nggak mas. Yang penting keperluan anak kita." Ujar Avica.


"Baiklah. Setelah ini mau kemana?"


"Makan dulu ya mas. Aku laper, aku pengen makan dulu." Ajak Avica.


"Aku pengen makan bakso ." Ucap Avica.


Mereka pun kembali melanjutkan langkahnya untuk keluar dari Mall mencari penjual bakso sesuai permintaan sang istri tercinta. Baru saja mereka berjalan tiba-tiba ada yang memanggil Abizar.


"Mas Abi.."


Abizar dan Avica pun menoleh kearah sumber suara, betapa terkejutnya Avica, ternyata yang memanggil suaminya adalah Sely mantan istri Abizar.


"Mas, Alula mana? nggak ikut?" Tanya Sely pada Abizar.


"Tidak." Ucap Abizar cuek.


"Mas izinkan aku bertemu dengan anak kita. Aku mohon mas, aku sangat ingin bertemu dengannya." Mohon Sely.


"Tidak untuk sekarang." Jawab Abizar.


"Tapi kapan mas? Apakah istri barumu ini yang sebenarnya tak mengizinkan ku untuk bertemu dengan anakku sendiri." Tuduh Sely.


"Jaga bicara mu. Istriku tidak pernah melarang mu untuk bertemu Alula. Tapi aku sendiri yang sengaja melakukan itu. Sebab aku tak ingin anakku ketakutan, nanti jika Alula sudah bisa mengerti pasti dia akan mau bertemu dengan mu. Tapi bukan saat ini." Ujar Abizar. Lalu menggandeng tangan sang istri untuk pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Abizar tidak ingin istri nya banyak pikiran dan menjadi setres. Dan berimbas pada janin yang dikandungnya. Sebab tadi saat Sely menuduhnya Abizar


melihat mata sang istri sudah berkaca-kaca.


Abizar mengajak Avica menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Setelah menemukan mobilnya, Abizar pun membukakan pintu untuk sang istri yang . murung. Setelah sang istri masuk, barulah Abizar masuk kebagian kemudi. Lalu melajukan mobilnya untum keluar dari area parkiran.


Diperjalanan Avica banyak diam. Hal itu membuat Abizar merasa khawatir.


"Sayang.." Panggil Abizar.


Avica pun menoleh. "Iya mas?"


"Sudah jangan dimasukkan kehati kata-kata Sely tadi. Biarkan dia berkata apa yang penting kamu tak melakukan itu." Ujar Abizar menenangkan sang istri.


"Apa aku terlihat seperti ibu tiri yang jahat mas?" Tanya Avica pada suaminya.


"Tidak sayang. Kamu itu perempuan baik dan ibu yang baik. Mas bahkan merasa bersyukur karena memiliki istri sebaik kamu." Jelas Abizar.


"Mas yakin tak menyesal menikah denganku? Bagaimana jika mbak Sely ingin kembali kepadamu mas?" Tanya Avica khawatir.


"Aku tak menyesal sama sekali sayang. Aku tidak akan sudi kembali pada wanita egois seperti nya. Kamu tidak perlu khawatir sayang, jangan terlalu dipikirkan. Kasian anak kita." Ucap Abizar.


"Maaf kan aku mas. Aku hanya tidak ingin rumah tanggaku hancur karena masa lalu mas Abi." Ujar Avica sendu.


"Tidak akan sayang. Percayalah padaku." Kata Abizar sambil mengusap kepala sang istri.


"Jadi makan bakso nya nggak?" Tanya Abizar mengalihkan pikiran Avica tentang Sely.


"Boleh, mas. Aku udah laper banget." Jawab Avica yang terlihat sumringah kembali saat diajak makan.


"Baiklah kalau gitu, kita cari tukang bakso nya dulu ya." Ujar Abizar.


"Iya mas. kalau ada yang dipinggir jalan ya mas!" Pinta Avica.


"Kenapa harus yang dipinggir jalan?" Tanya Abizar penasaran.


"Biar suasananya enak aja mas." Ujar Avica.


"Oke, kita cari."


Abizar melajukan mobilnya untuk mencari pedagang bakso seperti yang diinginkan oleh Avica. Yaitu yang berada tepat dipinggir jalan.

__ADS_1


__ADS_2