
Setelah pertemuan antara Sely dengan Alula tadi membuat anak itu masih merasa takut meskipun Sely sudah pergi dari rumah tersebut. Anak itu terlihat semakin manja kepada Avica dan tidak ingin ditinggal sama sekali. Alula menjadi rewel sehingga membuat Avica susah melakukan aktivitas apa pun. Seperti ketika Avica ingin mandi sore, Alula tidak ingin ditinggal sama sekali sehingga membuat Avica menunda keinginannya itu. Hingga setelah magrib, Avica bisa bernafas lega dan melakukan aktivitasnya yang tertunda tadi. Sebab Alula sudah tertidur pulas karena tadi siang tidak tidur sama sekali.
Saat ini Avica baru saja menyelesaikan mandinya, sebab dirinya baru sempat untuk membersihkan tubuhnya. Ketika Avica keluar dari kamar mandi bertepatan dengan Abizar yang baru masuk ke kamar setelah pulang dari kantor.
Abizar langsung terpaku melihat istrinya yang baru selesai mandi hanya menggunakan handuk yang cukup menutupi aset-aset berharga nya. Dan Abizar merasa tubuhnya sudah panas dingin ketika istrinya itu dengan santainya menghampiri dirinya.
"Mas Abi sudah pulang? Aku kira lembur." Tanya Avica pada suaminya.
"Apa kamu sengaja menggodaku, sayang?" Bukannya menjawab pertanyaan Avica, Abizar justru bertanya kembali pada istrinya.
Dan Avica pun tersadar jika dirinya hanya menggunakan handuk dan belum sempat memakai pakaiannya. Dan dengan cepat Avica menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.
Avica pun menggeleng. "Tidak.."
"Bukan niatku menggoda mas Abi. Aku memang baru sempat membersihkan tubuhku." Ucap Avica lagi.
"Memangnya kenapa? Apakah hari ini kamu kesulitan mengasuh Alula?" Tanya Abizar pada Avica.
"Hari ini Alula sedikit rewel, ini aja baru bisa lepas darinya dan baru bisa tidur." Ucap Avica.
"Kok tumben? Biasanya kalau siang juga tidur. Kenapa bisa rewel? Apa tidak enak badan?" Abizar memberikan beberapa pertanyaan pada Avica. Dan Avica pun bingung mau cerita dari mana.
"Tidak. Nanti saja aku kasih tahu. Sekarang aku mau pakai baju dulu. Karena ini hal penting, aku tidak ingin menutup-nutupinya dari mas Abi." Ujar Avica.
"Mas Abi mau langsung mandi? Biar aku siapkan airnya." Tanya Avica.
"Baiklah. Aku mandi dulu." Jawab Abizar. Sebab dirinya juga sudah merasa tubuh nya sangat gerah dan lengket. Abizar ingin segera menyegarkan tubuhnya itu.
"Kalau gitu setelah aku berpakaian akan aku siapkan airnya. Mas tunggu sebentar ya!" Kata Avica. Dan Abizar pun hanya mengangguk.
__ADS_1
Avica telah selesai berpakaian dan mengisi bathtub dengan air hangat untuk mandi suaminya. Dan dirinya juga telah menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Setelah Abizar selesai mandi dan berpakaian, mereka langsung turun menuju meja makan untuk makan malam. Kali ini mereka hanya makan berdua tanpa ada Alula, sang putri.
Avica pun melayani suaminya sebelum makan, dari mengisi pinging Abizar dengan nasi dan lauk pauk yang telah Avica masak sore tadi. Siang tadi Avica tidak masak untuk makan siang Abizar, sebab Abizar yang memintanya. Karena siang tadi Abizar ada meeting diluar kantor. Jadi Abizar memilih untuk makan siang diluar saja. Sekalian pikirnya.
Selesai makan malam mereka berdua memilih duduk diruang keluarga untuk istirahat dan memanfaatkan waktu berduanya.
"Tumben Alula udah tidur karena apa?" Tanya Abizar memulai pembicaraan.
"Ohh iya. Aku lupa kalau mau ngasih tahu mas Abi." Ucap Avica sambil tersenyum menunjukkan deretan giginya
"Tadi siang ibu kandung Alula kesini..." Belum selesai Avica berbicara, Abizar segera memotongnya.
"Mau apa dia kesini?" Abizar merasa emosi. Ternyata mantan istrinya itu tidak menyerah juga setelah beberapa kali kedatangannya ke kantor ditolak. Wanita itu malah mengunjungi kediamannya.
"Dia kesini mencari Alula. Dan ingin bertemu dengan Alula. Tapi ketika dia sudah bertemu Alula, Alula langsung merasa takut kepadanya dan tidak ingin melihat wajahnya." Jelas Avica.
"Mas jangan begitu, bagaimana pun dia itu ibu kandung Alula. Cepat atau lambat Alula harus mengatahui." Ucap Avica sedikit menenangkan suaminya.
"Tapi, Ca. Ini tidak bisa dibiarkan. Dia sendiri yang memilih pergi, kenapa tiba-tiba ingin kembali? Suatu saat nanti aku pasti memberitahu Alula siapa ibu kandung nya yang sebenarnya, tapi tidak untuk sekarang." Ujar Abizar. Pria itu tidak habis pikir dengan apa yang telah mantan istrinya lakukan. Abizar takut, jika setelah pertemuan tadi akan membuat mental anaknya terganggu.
"Mas, yang terpenting sekarang adalah memastikan Alula akan baik-baik saja setelah pertemuan tadi." Ucap Avica.
"Itu yang kuharapkan. Aku tidak ingin kebahagiaan yang telah ia rasakan akan menghilang lagi." Balas Abizar.
"Jika nanti dia kembali, jangan izinkan dia untuk masuk. Aku juga akan memberi tahu pak Usman agar tidak membukakan pintu gerbang untuk wanita itu." Pinta Abizar. Sangat terlihat jelas kekhawatiran yang Abizar rasakan. Sebab dirinya tidak ingin keceriaan putrinya memudar akibat kedatangan ibu kandungnya yang belum diketahui oleh Alula sama sekali. Abizar terpaksa menyembunyikan identitas Sely dari putrinya. Sebab Abizar memiliki alasan yang kuat untuk melakukan hal itu. Abizar hanya tidak ingin putrinya mengharap kasih sayang dari ibu kandung yang tak bertanggungjawab.
"Baiklah, mas." Jawab Avica.
"Kenapa tadi siang kamu tidak menghubungi ku jika wanita itu kemari?" Tanya Abizar pada sang istri.
__ADS_1
"Aku tidak ingin mengganggu mas Abi. Kan mas Abi bilang kalau siang tadi ada meeting penting." Jawab Avica.
"Lain kali jika ada sesuatu pada dirimu dan Alula kasih tahu aku." Ujar Abizar yang terlihat sangat perduli pada keluarga nya.
"Iya, mas."
Abizar pun memeluk Avica dari samping dengan penuh kasih sayang. Mereka berdua masih menikmati waktu berduanya dengan bersantai diruang keluarga sambil menonton televisi.
"Kamu pasti sangat lelah sudah mengurus Alula seharian ini." Ucap Abizar.
"Tidak masalah, mas. Itu sudah menjadi tugas aku. Aku seneng kok bisa mengurus dan merawat Alula. Aku sudah menganggapnya seperti putriku sendiri meskipun dia tidak terlahir dari rahimku." Ujar Avica.
"Terima kasih sayang. Aku bangga bisa memiliki wanita baik dan tangguh seperti mu." Kata Abizar memuji sang istri.
"Mas Abi bisa aja. Aku juga bangga bisa memiliki suami yang bertanggung jawab dan sayang keluarga." Balas Avica.
"Mau aku pijit?" Tawar Abizar pada Avica.
Avica dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu mas." Ucap nya.
"Apa kamu takut? Aku serius akan memijatmu, tidak akan melakukan hal yang lebih." Ujar Abizar.
"Tidak mas, bukan begitu. Aku tidak ingin merepotkan mas Abi. Mas Abi pasti juga capek setelah seharian bekerja." Jawab Avica.
"Tidak apa-apa. Aku tidak merasa direpotkan." Ujar Abizar.
"Tidak usah mas. Lagian ini juga sudah malam. Lebih baik kita istirahat saja." Ajak Avica.
"Baiklah jika itu mau mu. Sebelum tidur kita buat adik untuk Alula terlebih dahulu." Ucap Abizar sambil menaik turunkan alisnya. Dan tanpa menunggu jawaban dari Avica, Abizar langsung menggendong Avica untuk ia bawa masuk kekamar mereka. Jika sudah seperti itu, Avica pun tidak bisa menolak keinginan suaminya itu.
__ADS_1