Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku

Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku
Bab62


__ADS_3

"Selamat ya mbak untuk pernikahannya. Semoga langgeng sampai maut memisahkan." Ucap Avica memberi ucapan selamat pada Sely yang baru saja melangsungkan pernikahannya dengan Devan. Pria yang mau menerima masa lalunya.


"Terima kasih, Ca. Akhirnya aku bisa menemukan pria yang mau menerima kekurangan ku." Ujar Sely pada Avica.


Lalu kini bergantian Abizar yang mengucapkan selamat pada mantan istri dengan suami baru nya.


"Selamat untuk pernikahan kalian." Ucap Abizar pada kedua mempelai tersebut.


"Terima kasih mas." Ujar Sely.


"Saya juga mengucapkan terima kasih dengan kalian. Dan silahkan cicipi hidangannya." Ujar Devan ikut menimpali.


"Baiklah." Jawab Abizar.


Pesta pernikahan masih berlanjut. Kini Avica dan Abizar yang mengajak serta baby Al dan Alulu pun sedang menikmati hidangan yang disediakan.


Pak Adi dan bu Sarah pun juga hadir dipernikahan Sely. Bagaimanapun Sely adalah mantan menantunya. Mereka juga sudah memaafkan Sely karena wanita itu benar-benar sudah berubah.


"Sel, selamat untuk pernikahan mu. Semoga ini yang terakhir untuk mu." Ucap Bu Sarah.


"Terima kasih, ma, pa. Karena sudah mau datang kepernikahan kami. Maaf jika dulu Sely pernah punya salah sama mama dan papa." Ujar Sely.


"Sudah kami maaf kan. Yang lalu biarkan berlalu. Sekarang yang perlu dipikirkan adalah saat ini." Ucap Bu Sarah.


"Terima kasih ma. Mama papa silahkan menikmati hidangannya. Selamat menikmati." Ucap Sely pada bu Sarah dan pak Adi.


"Baiklah. Kami akan menikmatinya." Ucap pak Adi.


Pak Adi dan bu Sarah pun mundur dari atas pelaminan untuk mencari tempat duduk. Saat sedang celingukan mencari tempat duduk yang kosong Avica memanggilnya.


"Mamaaa, papaaa.." Panggil Avica saat mengetahui kedua mertuanya sedang berdiri seperti mencari tempat duduk.


Pak Adi dan bu Sarah pun menoleh kearah sumber suara. Ternyata sang menantulah yang memanggilnya. Ternyata disana juga ada kedua cucu dan putranya yang sedang menikmati hidangan.


Avica melambaikan tangannya agar kedua mertuanya itu menghampiri dirinya dengan suami dan anak-anaknya.


"Yuk, pa. Kita hampiri mereka." Ajak bu Sarah pada pak Adi untuk menghampiri anak, mantu dan kedua cucunya.


"Mama sama papa baru sampai?" Tanya Avica pada kedua mertuanya.


"Iya kami baru saja sampai. Dan baru saja selesai memberi selamat pada Sely dan suaminya." Jawab bu Sarah.

__ADS_1


"Aku pikir papa sama mama tidak akan datang ke pernikahan Sely karena kesalahannya dulu. Jadi Abi berangkat sendiri dengan Ica dan anak-anak."


"Kami sudah memaafkan Sely. Lagian dia sudah mempertanggungjawabkan kesalahannya dulu. Jadi untuk apa kami terus marah dengannya." Ujar bu Sarah.


"Benar apa yang dikatakan oleh mama mu. Tak seharusnya kita menyalahkan Sely terus menerus. Karena yang papa lihat dia benar-benar telah berubah." Ucap pak Adi menimpali.


Abizar pun hanya manggut-manggut. Sedangkan Avica hanya menyimaknya saja. Tapi juga membenarkan apa yang dikatakan kedua mertuanya itu.


Pak Adi dan bu Sarah pun akhirnya duduk bersama Avica yang sedang memangku baby Al, Abizar dan juga cucunya Alula. Mereka begitu menikmati hidangan yang telah disajikan di pernikahan Sely.


"Kalian udah dari tadi?" Tanya pak Adi pada anak dan mantunya.


"Iya pa. Karena tadi Alula udah nggak sabar pengen cepet-cepet ketemu mamanya." Jawab Avica.


"Oh, gitu." Balas pak Adi sambil manggut-manggut.


"Al nggak rewel, Ca?" Tanya bu Sarah pada Avica.


"Nggak mama. Dari tadi anteng. Bahkan malah makan terus. Setelah kekenyangan tidur deh." Ucap Avica.


Mereka terus berbincang. Tak sedikit juga para rekan bisnis Abizar dan pak Adi yang juga menghadiri pesta pernikahan Sely dengan Devan. Sebab Devan juga seorang pengusaha yang usahanya juga maju dan terkenal.


Hingga tiba-tiba, Alula mulai menguap dan mengucek kedua matanya.


"Kalau gitu kita pulang sekarang aja mas. Kasihan Alula udah ngantuk. Besok juga harus sekolah." Ajak Avica pada Abizar suaminya.


"Ya udah ayo. Mama sama papa mau pulang sekarang apa nanti?" Tanya Abizar pada kedua orang tuanya.


"Kita ikut pulang sekarang aja." Jawab Bu Sarah.


"Kalau gitu kita pamit sama mbak Sely dulu sebelum pulang." Ajak Avica pada suami dan kedua mertuanya.


"Iya. Ayok." Balas bu Sarah.


Mereka semua pun melangkah menghampiri Sely dan suaminya yang masih diatas pelaminan.


"Mbak, kami pamit dulu ya. Kasian Alula sudah ngantuk soalnya" Ucap Avica.


"Oh gitu ya. Ya udah nggak apa-apa. Terima kasih karena sudah mau hadir di pestaku." Ujar Sely.


"Iya mbak. Sama-sama." Jawab Avica.

__ADS_1


"Lula salim dulu sama mama Sely." Perintah Avica.


Alula pun menghampiri mama kandungnya itu lalu berpamitan kepadanya.


"Mama, Lula pulang dulu sama papa dan mama Ica ya." Ucap Alula pada mamanya. Lalu mencium punggung tangan Sely.


"Iya sayang. Sampai rumah langsung istirahat ya. Kamu pasti capek karena sudah menemani mama dari tadi." Balas Sely.


"Iya ma." Jawab Alula. Lalu beralih pada Devan untuk berpamitan.


"Om, Lula pulang dulu. Lula titip mama ya om. Jangan buat mama nangis." Ucap Alula berpesan pada papa sambungnya. Lalu mencium punggung tangan Devan.


"Iya sayang. Om akan jaga mama Sely. Dan tidak akan membuat mama mu menangis." Ujar Devan.


"Baiklah kalau gitu kami pamit dulu, Sel, Dev." Ucap Abizar.


"Iya, Mas." Jawab Sely. Sedangkan Devan hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Terima kasih untuk kehadiran kalian." Ucap Devan.


Kini bergantian bu Sarah dan pak Adi yang juga akan berpamitan pada kedua mempelai itu.


"Kami juga pamit ya, Sel. Sudah malam soalnya." Ucao bu Sarah.


"Iya ma. Terima kasih sudah mau hadir, ma, pa." jawab Sely.


"Iyaa."


"Terima kasih pak, bu untuk kehadirannya." Ucap Devan pada bu Sarah dan pak Adi.


"Sama-sama." Jawab pak Adi.


Mereka pun akhirnya melangkah untuk keluar dari gedung tersebut. Sesampainya diluar mereka harus berpisah. Abizar dan Avica beserta anak-anaknya menuju kemobilnya yang dikendarai oleh Abizar sendiri. Sedangkan pak Adi dan bu Sarah menuju mobilnya yang didalam nya sudah ada sang sopir yang mengemudikan mobilnya. Pak Adi sengaja membawa sopir untuk mengantarnya karena tidak ingin mengambil resiko untuk menyetir dimalam hari dengan usianya yang sudah tak muda lagi.


"Ma, pa kami pulang dulu ya. Mama sama papa hati-hati dijalan." Ujar Avica saat akan berpisah.


"Iya sayang. Kalian juga hati-hati ya." Jawab bu Sarah.


"Bi, jangan ngebut kalau mengemudi. Pelan-pelan asal selamat." Ucap bu Sarah menasehati putranya.


"Iya mama. Abi pasti akan pelan-pelan dan hati-hati kok. Mama tenang aja." Jawab Abizar.

__ADS_1


"Baiklah. Kalau gitu mama sama papa juga pamit." Ucap bu Sarah.


"Iya ma." Jawab Avica dan Abizar bareng.


__ADS_2