
Pukul 11 siang pengantin baru itu perlahan mulai membuka matanya. Kegiatan panas yang mereka lakukan semalam membuat keduanya sangat lelah. Apalagi Sely, wanita itu merasa tubuhnya sangat remuk akibat digempur abis-abisan oleh sang suami hingga subuh tadi dirinya baru bisa beristirahat dan memejamkan matanya.
Sely pun membuka kedua matanya dengan lebar. Lalu bangun mendudukkan tubuhnya di atas ranjang.
"Uuhh.. Tubuhku rasanya remuk semua. Mas Devan benar-benar agresif diatas ranjang. Aku bahkan kuwalahan untuk mengimbangi permainannya." Gumam Sely sambil meluruskan otot-ototnya yang kaku setelah bangun tidur.
Setelah itu Sely turun dari ranjang. Lalu memunguti pakaiannya yang berserakan diatas lantai. Dan memakainya kembali. Kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk berendam tubuhnya agar merasa segar kembali.
Saat Sely tengah asyik merendam tubuhnya, Devan pun mulai menggerakkan tangannya meraba tempat tidur di sampingnya untuk mencari istrinya. Ketika tak menemukan keberadaan sang istri di sampingnya Devan pun langsung terbangun.
"Kemana Sely?" Tanya Devan bingung pada dirinya sendiri.
Devan pun menyingkap selimut yang menutupi sebagian tubuhnya. Lalu beranjak dari tempat tidurnya untuk mencari sang istri. Devan melangkah menuju kamar mandi dengan telanjang dada dan hanya menggukan boxer saja.
"Sayang.." Panggil Devan saat tepat berada didepan kamar mandi.
"Apa kamu didalam?" Tanya Devan.
Sely tak menyahut karena dirinya tertidur saat sedang berendam didalam bathtub. Karena tak mendengar sahutan dari dalam Devan mencari ponselnya untuk menghubungi Sely. Mungkin istrinya itu sedang keluar sebentar. Pikir Devan.
Saat panggilan terhubung, Devan mendengar dering ponsel milik Sely yang ternyata berada didalam tas milik istrinya itu.
"Ponsel sama tasnya ada. Tapi kemana Sely?" Ucap Devan bingung dengan keberadaan sang istri.
Devan pun mencoba membuka pintu kamar mandi siapa tahu istrinya tadi tidak dengar saat dirinya panggil. Dan ternyata benar, Sely sedang merendam tubuhnya.
"Ck.. Disini rupanya. Tapi kenapa saat ku panggil tak menjawab." Gumam Devan heran.
Devan pun menghampiri Sely yang sedang berendam itu. Ternyata Sely tertidur didalam bathtub. Devan pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Pantesan nggak denger aku panggil. Ternyata tidur." Ucap Devan.
Devan mencoba membangunkan Sely. Sebab Devan takut istrinya akan masuk angin jika terlalu lama merendam tubuhnya..
"Sayang, bangun." Ucap Devan sambil menyentuh pundak mulus sang istri.
Sely pun perlahan menggerakkan kelopak matanya. Saat matanya terbuka sempurna Sely terkejut karena suaminya sudah ada di depannya.
__ADS_1
"Mas kenapa ada disini?"Tanya Sely pada suaminya.
" Aku dari tadi nyari kamu. Panggil-panggil kamu nggak menyahut. Ternyata tidur disini." Ujar Devan.
"Badanku rasanya sangat lelah. Aku tidak sadar jika aku ketiduran." Ujar Sely.
"Maafkan aku jika sudah membuatmu lelah." Ucap Devan merasa bersalah.
"Tidak apa-apa sayang. Tidak perlu minta maaf. Kamu tidak bersalah. Itu sudah tugasku memberikan hak mu." Kata Sely.
"Terima kasih sayang." Ucap Devan.
Lalu kejadian semalam pun terulang lagi di dalam kamar mandi teesebut. Sebagai pengantin baru mereka masih sangat haus akan kenikmatan surga dunia itu. Saling memberi kenikmatan dan memuaskan. Seperti tak memiliki rasa lelah sama sekali. Maklum ini hal pertama untuk Devan. Devan dulunya adalah pria lajang yang memiliki umur cukup matang tetapi belum memiliki pasangan sama sekali. Hingga dirinya bertemu Sely disuatu tempat ketika wanita itu baru saja menyelesaikan pemotretan.
Sedangkan dikediaman Abizar, Avica baru saja selesai memasak untuk makan siang nanti. Karena seperti biasa Abizar akan pulang disaat jam istirahat untuk makan siang bersama keluarganya.
Lalu baby Al dan Alula sedang bermain diruang keluarga dengan ditemani oleh mbak Yuni. Diusianya yang menginjak 7 tahun, Alula sudah bisa membantu Avica mengasuh baby Al. Gadis cilik itu bahkan jarang membuat sang adik menangis. Dia lebih sering mengalah dengan adik laki-lakinya itu. Hal itu membuat Avica bersyukur karena memiliki anak sambung yang tak pernah merasa iri dengan saudaranya meskipun tak sekandung. Tetapi Abizar dan Avica juga tidak membedakan kasih sayang mereka. Mereka memperlakukan anak-anak mereka dengan sama.
"Lagi main apa nih anak-anak mama?" Tanya Avica saat menghampiri kedua anaknya.
"ain obil-obilan ma." Jawab Al yang kini sudah memasuki usia 2 tahun.
"Lula hanya menemani Al bermain, ma." Jawab Alula. Karena anak itu memang hanya menemani adiknya bermain.
"Kalau gitu udah dulu yuk. Cuci tangan dulu. Sebentar lagi papa pasti pulang." Ajak Avica pada anak-anak nya.
"Ndak au ma." Ucap Al.
"Kenapa nggak mau sayang?" Tanya Avica.
"Al macih engen main." Jawab Al.
"Baiklah kalau gitu. Tapi nanti kalau papa sudah pulang berhenti dulu ya mainnya." Ucap Avica. Al pun hanya mengangguk.
"Kak Lula cuci tangannya dulu gih!" Perintah Avica pada Alula.
"Baik ma." Jawab Alula.
__ADS_1
"Mbak Yuni istirahat aja dulu. Biar Al saya yang jaga." Ucap Avica. Karena saat ini memang waktunya istirahat untuk para pegawainya.
"Tapi nyonya.."
"Tidak apa-apa mbak." Sela Avica.
"Kalau begitu saya pamit kebelakang dulu nyonya." Ucap mbak Yuni.
"Iya mbak. Silahkan."
Tak lama Abizar pun sampai di kediamannya.
"Assalamu'alaikum." Ucap Abizar.
"Waalaikumsalam." jawab Avica.
Avica pun berdiri dan menghampiri suaminya. Lalu mencium punggung tangannya. Setelah itu Abizar pun menghampiri sang putra yang sedang asyik bermain dengan mobil-mobilannya.
"Al sedang bermain ya?" Tanya Abizar.
"Iyah papa." Jawab Al.
Abizar pun mengangkat putranya itu untuk dirinya pangku. "Papanya cium dulu dong." Ucap Abizar. Al pun menurut saja. Anak itu langsung mencium pipi sang papa.
"Anak pintar." Ujar Abizar.
"Mas, aku siapin makanannya dulu ya." Ucap Avica pada suaminya.
"Iya sayang." Jawab Abizar.
Avica pun beranjak kebelakang untuk menyiapakan makanannya ke meja makan. Hari ini Avica memasak sambal cumi pedas, udang asam manis, dan sop daging sapi. Avica memang jarang memasak banyak jika hanya untuk keluarga kecilnya saja. Tetapi jika aka orang tua atau mertuanya dirinya akan menghidangkan banyak makanan untuk mereka.
Setelah semua tertata diatas meja, Avica pun menghampiri suami dan anaknya yang masih berada di ruang keluarga.
Sesampainya di ruang keluarga ternyata suaminya menemani sang putra yang masih ingin bermain.
"Mas makanannya udah siap. Yuk makan dulu." Ucap Avica. "Al cuci tangan dulu yuk. Setelah itu makan siang sama-sama." Ucap Avica lagi pada putranya.
__ADS_1
"Yuk sayang cuci tangannya dulu. Nanti habis makan main lagi." Ajak Abizar pada sang putra. Dan Al pun langsung mengangguk.
Kini semuanya sudah ada dimeja makan. Mereka menikmati makanan mereka masing-masing. Kecuali Avica, dia memilih untuk menyuapi Al terlebih dahulu. Sebab jika putranya itu disuruh makan sendiri akan banyak makanan yang berceceran terbuang sia-sia. Makanya Avica memilih untuk menyuapi nya dulu.