Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku

Baby Sitter Anakku Adalah Jodohku
Bab42


__ADS_3

Satu jam Avica tertidur, kini wanita itu mulai mengerjap-ngarjapkan matanya. Saat matanya telah terbuka sempurna dirinya mulai mengumpulakan kesadarannya. Saat kesadarannya telah kembali Avica mendudukkan tubuh diatas ranjang sebelum dirinya beranjak.


"Aku ketiduran ternyata." Gumam Avica. "Jam berapa sekarang?" Tanya Avica pada diri sendiri. "Sudah jam 3 ternyata."


Avica pun beranjak dari ranjang menuju pintu untuk keluar dari kamar Alula. Tujuannya ada untuk pergi ke kamarnya bersama Abizar. Dirinya ingin membersihkan kan tubuhnya terlebih dahulu sebelum Alula bangun dari tidurnya. Saat Avica tiba dikamar dirinya tidak melihat Abizar dikamar mereka.


"Mas Abi dimana?" Ucap Avica.


"Sudahlah. Lebih baik aku mandi dulu."


Selesai mandi ternyata Abizar sudah berada didalam kamar sedang duduk ditepi ranjang.


"Mas Abi dari mana?" Tanya Avica pada suaminya.


"Tadi dari ruang kerja." Jawab Abizar.


"Ohh. Mas Abi mau mandi sekarang atau nanti aja?" Tanya Avica lagi.


"Sekarang juga nggak apa-apa."


"Kalau gitu aku ganti baju dulu. Setelah itu baru aku siapin airnya untuk mas Abi mandi." Ujar Avica.


"Oke, aku tunggu."


Kini Abizar juga telah selesai membersihkan tububnya. Saat dirinya keluar dari kamar mandi ternyata sang istri sudah tidak ada dikamar. Tanpa menunggu lama Abizar pun langsung menggunakan pakaian nya. Baru setelah itu dirinya akan mencari sang istri yang entah dimana.


Pertama-tama Abizar melangkah ke kamar sang putri untuk mencari istrinya. Ternyata didalam kamar hanya ada Alula yang masih tertidur dengan pulas. Abizar menutup kembali pintu kamar Alula, lalu melanjutkan langkahnya menuruni tangga untuk mencari istrinya didapur.


Sedangkan Avica, ternyata sedang sibuk dengan alat masaknya untuk mengolah makanan-makanan yang akan dihidangkan nanti saat makan malam bersama keluarga kecilnya. Avica terlihat sangat serius saat mengolah masakannya, hingga tidak menyadari langkah kaki seseorang yang mendekati nya.


Dari belakan secara diam-diam Abizar memeluk Avica yang tengah sibuk memasak. Avica yang tak menyadari kedatangan Abizar pun merasa kaget.


"Astagfirullah Aladzim. Mas Abi ngagetin aja." Ujar Avica.


"Lagian kamu masaknya serius banget sampai nggak sadar kalau ada yang mendekat." Balas Abizar.


"Aku kan masaknya pakai perasaan mas. Biar masakannya enak. Jadi aku harus serius." Ucap Avica sedikit bercanda dengan suaminya.


"Oh, ya. Apa kumu menggunakan jampi-jampi supaya aku menyukai masakanmu?" Ujar Abizar bercanda.


"Bisa jadi. Biar mas Abi selalu ketagihan dengan masakanku." Ucap Avica sambil menunjukkan senyum manisnya.


"Tanpa menggunakan jampi-jampi pun pasti akan aku makan masakan kamu, Sayang." Ujar Abizar.


"Kenapa begitu?" Tanya Avica.


"Karena masakan kamu itu enak." Ujar Abizar jujur.

__ADS_1


"Mas Abi bisa aja." Ucap Avica malu karena suaminya telah memuji masakannya.


"Beneran sayang. Mas tidak bohong." Ucap Abizar.


"Aku percaya mas. Lebih baik mas Abi duduk dulu biar aku selesai kan masakannya. Kalau mas Abi seperti ini masakannya tidak akan selesai." Ujar Avica agar suaminya itu melepaskan pelukannya. Karena Avica merasa tidak bisa memasak dengan benar jika suaminya memeluknya seperti itu.


"Oke. Baiklah mas akan duduk." Jawab Abizar dan akhirnya menuruti perintah sang istri yang menyuruhnya untuk duduk.


"Alula belum bangun juga, Mas?" Tanya Avica.


"Belum. Tadi pas aku ke kamarnya kelihatannya tidurnya masih nyenyak banget." Ujar Abizar.


"Ohh, gitu. Ya udah biarkan saja. Nanti kalau dibangunin malah rewel." Kata Avica.


Baru saja menanyakan tentang Alula, tiba-tiba anak itu memanggil Avica dari lantai dua.


"Mamaaa..." Panggil Alula.


"Mas, Sepertinya Alula sudah bangun. Tolong mas Abi cek." Ucap Avica meminta tolong pada suaminya.


"Iya. Aku akan melihatnya keatas." Ujar Abizar lalu beranjak dari kursi dan melangkah untuk melihat sang putri yang ada dilantai dua.


'"Terima kasih mas." Ucap Avica.


Abizar mulai menaiki anak tangga satu persatu lalu menuju kekamar Alula saat dirinya telah sampai dilantai dua.


"Alula sudah bangun, sayang?" Tanya Abizar saat menghampiri putrinya.


"Mama dimana, Pa?" Bukannya menjawab pertanyaan sang papa, Alula justru balik bertanya pada sang papa.


"Mama lagi didapur, masak." Ucap Abizar pada putrinya.


"Alula mau ikut mama, Pa." Kata Alula.


"Ayo papa antar." Ujar Abizar. Alula pun mengangkat kedua tangannya untuk meminta gedong pada sang papa.


"Alula mau digendong?" Tanya Abizar lagi.


"Iya. Alula pengen digendong papa." Ujar Alula.


"Baiklah." Abizar pun mengangkat sang putri untuk ia gendong.


Abizar kembali melangkah menuruni tangga untuk menghampiri istrinya yang masih berada didapur. Sesampainya didapur Avica masih sibuk dengan masakannya.


"Mamaa.." Panggil Alula yang masih berada digendongan Abizar.


Alula menoleh sebentar. "Iya sayang. Alula baru bangun ya?" Tanya Avica.

__ADS_1


"Iya mama. Mama masih lama ya masaknya? Alula pengen mandi, ma." Ujar Anak itu.


"Sebentar lagi selesai kok, nak. Tunggu sebentar ya. Habis ini mama akan temani Alula mandi." Kata Avica.


"Ya udah, kalau begitu cepetan ya, ma. Alula tunggu disini." Ucap Alula.


"Iya sayang."


Avica baru saja menyelesaikan masakannya. Setelah itu dirinya mencuci semua peralatan yang ia gunakan untuk masak tadi. Selesai dengan kegiatan dapurnya Avica langsung mengantar Alula kekamar untuk mandi.


Kini Avica dan Alula telah berada didalam kamar mandi. Seperti biasa Alula akan mandi sendiri dan Avica menemaninya didalam kamar mandi.


"Sayang mama cari baju untuk kamu dulu ya." Ucap Avica pada Alula.


"Nanti saja, ma. Tunggu aku selesai mandi." Larang Alula.


"Oke, baiklah." Ujar Avica menuruti sang putri.


Avica pun masih setia menemani Alula mandi hingga selesai. Barulah Avica mencari baju yang akan digunakan untuk Alula yang baru saja selesai mandi.


"Ma, Alula pengen pake baju Frozen." Ujar Alula pada Ibu sambungnya.


"Iya. Mama cari dulu ya." Jawab Avica.


"Oke, ma."


"Yang ini bukan?" Tanya Avica saat dirinya menemukan baju yang bergambar Frozen.


"Iya, ma. Yang itu." Kata Alula.


Avica pun memberikan baju yang diinginkan oleh Alula tersebut. Anak itu pun menerimanya, lalu memakainya sendiri tanoa bantuan Avica.


"Ma, Alula sudah selesai pakai bajunya." Ucap anak itu.


"Sini biar mama rapikan dulu rambutnya." Kata Avica.


Selesai mengurus Alula, Avica pun mengajak Alula untuk keluar dari kamar. Untuk bersantai terlebih dahulu ditaman menikmati suasana sore hari.


Malam pun tiba, kini Abizar dan Avica beserta Alula telah duduk dikursi masing-masing didepan meja makan untuk menikmati makan malam bersama.


"Pa, nanti Alula ikut tidur papa sama mama ya." Pinta Alula.


Abizar bingung harus menjawab apa. Jika menguzinkan sang anak untuj ikut tidur bersama nya, rencananya untuk memadu kasih dengan sang istri akan gagal. Tapi, jika dirinya menolak sudah dipastikan anaknya itu akan merajuk.


"Iya sayang. Nanti tidur sama papa sama mama kok." Jawab Abizar dengan terpaksa.


"Sekarang makan nya dihabisin dulu ya sayang." Pinta Avica pada Alula.

__ADS_1


"Siap, Ma."


__ADS_2