
Setelah emosinya mereda Avica mulai menghampiri Alula yang masih berada diruang makan bersama bi Imah. Anak itu naru saja menyelesaikan makan nya dan bi Imah baru akan membereskan sisa makanan Alula.
"Makan nya sudah habis, bi?" Tanya Avica pada bi Imah.
Bi Imah pun mendongak menatap Avica. "Sudah nyonya. Baru saja." Jawab bi Imah dibarengi aggukan kepalanya.
"Kalau begitu terima kasih bibi sudah menyuapi Alula." Ujar Avica.
"Sama-sama nyonya. Nyonya tidak perlu berterima kasih kepada saya. Sebab itu juga termasuk tugas saya." Balas bi Imah.
"Tidak apa-apa, bi. Bibi boleh melanjutkan tugas bibi kembali." Kata Avica.
"Baiklah kalau begitu saya permisi kebelakang lagi nyonya." Pamit bi Imah pada Avica.
"Baik, Bi. Silahkan."
Avica pun duduk disamping Alula kemudian mengambil gelas untuk ia isi air putih lalu ia minum hingga tandas tak tersisa. Energinya sedikit terkuras setelah beradu mulut dengan Sely tadi. Sehingga membuat Avica merasa kerongkongan nya terasa kering dan butuh disiram dengan air.
"Alula sekarang mau apa sayang? Mau bermain apa belajar lagi?" Tanya Avica pada putri sambungnya itu.
"Alula pengen bermain aja boleh tidak?" Tanya balik anak itu dengan gemasnya.
"Boleh, kita bermain di taman belakang saja. Bagaimana?" Ajak Avica.
"Oke.." Jawab Alula singkat.
"Sebelum ketaman kita ambil dulu maianannya ya." Ucap Avica.
"Baik ma."
Avica pun beranjak dari kursinya, lalu mengajak Alula untuk pergi ke kamarnya untuk mengambil mainan yang akan diperlukan Alula. Setelah itu barulah mereka turun lagi untuk menuju taman dihalaman belakang untuk bermain. Avica masih memiliki waktu untuk menemani Alula bermain, Sehingga dirinya juga bisa bersantai sebentar sebelum nanti ia akan mulai memasak kembali untuk makan siang suaminya.
Sesampainya ditaman, Avica menggelar karpet untuk alas Alula saat bermain.
"Alula duduk dibangku ini dulu ya. Mama mau menggelar karpetnya dulu." Pinta Avica pada Alula.
"Baik, Ma." Jawab Alula.
Setelah siap Avica pun menaruh semua mainan yang dibawanya diatas karpet. Dan Alula pun mulai bermain dengan dirinya yang juga duduk disampingnya untuk menemani Alula bermain.
Tak terasa matahari pun mulai terik dan saat ini telah pukul 11 siang. Sehingga Avica harus mengajak Alula untuk masuk menyudahinya bermain ditaman belakang. Sebab Avica akan mulai memasak lagi untuk makan siang nanti.
__ADS_1
"Nak, kita masuk yuk. Lihat cuacanya sudah panas. Mainnya pindah didalem aja yuk. Soalnya mama mau masak dulu untuk makan siang nanti." Ajak Avica pada Alula.
"Nanti papa pulang untuk makan siang dirumah ya?" Tanya Alula.
"Iya. Nanti papa pulang kok. Makanya kita masuk sekarang yuk. Nanti keburu papanya pulang." Ujar Avica.
"Baik, ma."
"Kita beresin mainannya dulu ya." Kata Avica. Alula pun mengangguk.
Avica mulai membantu sang anak sambung untuk membereskan semua mainan yang tadi digunakan Alula untuk bermain. Setelah semua mainan nya beres, Avica dan Alula pun masuk kedalam rumah.
"Alula haus nggak?" Tanya Avica.
"Haus, ma." Jawab Alula.
"Kalau gitu Alula duduk disofa dulu. Biar mama ambilkan minumannya." Ujar Avica saat dirinya telah berada diruang keluarga.
"Baik, ma."
Avica menaruh semua mainan Alula diatas lantai terlebih dahulu . Setelah itu dirinya pergi kedapur untuk membuat minuman yang akan diberikan kepada Alula dan untuk dirinya sendiri. Dengan cuaca yang panas Avica membuat jus jeruk yang diberi sedikit es batu supaya terasa menyegarkan. Selesai membuat minuman Avica melangkah kembali kedepan menyusul Alula diruang keluarga untuk memberikan minuman yang berada di tangannya tersebut.
"Alula, ini minumannya diminum dulu." Ucap Avica.
" Iya, nak. Kenapa? Alula nggak suka ya?" Tanya Avica balik.
"Bukan begitu ma. Alula suka kok." Ujar anak itu.
"Kalau begitu diminum dulu biar nggak kehausan." Kata Avica. Lalu Alula meminumnya dengan sangat menikmati kesegaran jus jeruk itu.
"Seger nggak?" Tanya Avica pada Alula.
"Seger banget, ma." Jawab Alula.
"Kalau gitu dihabisin ya. Mama mau masak dulu. Alula disini dulu ya sambil main sendiri." Ucap Avica pada Alula.
"Iyaa ma."
Avica meletakkan gelasnya diatas meja. Lalu dirinya beranjak dari duduknya dan melangkah menuju dapur untuk memasak sebelum suaminya tiba dari kantor untuk makan siang bersama.
Sedangkan di kantor Adinata Grup, Abizar tengah sibuk dengan berkas-berkas yang ada di tangannya dan diatas meja kerjanya itu. Ditambah lagi dengan laptop yang ada dihadapannya itu. Sebelum jam istirahat Abizar harus menyelesaikan semua itu. Sebab dirinya sedang mengejar target untuk pencapaiannya dibulan depan. Dan saat jam istirahat nanti dirinya akan pulang untuk makan siang bersama keluarga kecil nya.
__ADS_1
Tak terasa kini telah menunjukkan waktunya istirahat dan Abizar berhasil menyelesaiakan pekerjaannya. Sebab setelah istirahat dirinya tidak akan kembali lagi ke kantor. Abizar pemilik perusahaan tersebut sehingga tak masalah jika dirinya pulang terlebih dahulu. Abizar masih merasa khawatir pada putri kecilnya Alula. Abizar berharap putrinya sudah baik-baik saja. Tanpa menunggu lama Abizar pun beranjak dari kursi kebesaran nya lalu melangkah keluar dari ruang kerjanya.
Saat Abizar telah berada diluar ruangannya, dia berpapasan dengan Rendy yang kebetula juga baru keluar dari ruang kerjanya.
"Tuan, mau makan siang ya?" Tanya Rendy.
"Iya. Saya mau pulang makan siang dirumah. Tapi nanti saya tidak akan kembali lagi kesini. Saya ingin memastikan keadaan putri saya." Ucap Abizar.
"Memangnya ada apa dengan non Alula, Tuan?" Tanya Rendy lagi.
"Kemarin Sely mendatangi rumah saya dan memaksa bertemu dengan Alula. Tapi hal itu malah membuat Alula takut saat bertemu dengan ibu kandungnya itu." Jelas Abizar.
"Oh, begitu ya. Tuan jika anda butuh bantuan katakan pada saya." Ucap Rendy menawarkan diri.
"Sebelumnya terima kasih, Ren. Sudah peduli pada keluarga ku." Ucap Abizar.
"Sama-sama tuan. Sudah tugas saya membantu tuan." Balas Rendy.
"Baiklah. Kalau begitu saya pergi dulu." Pamit Abizar.
"Baik tuan." Jawab Rendy.
Abizar pun melanjutkan langkahnya menuju lift yang akan membawanya turun ke bawah. Sampai bawah Abizar langsung menuju parkiran untuk mencari mobilnya yang terparkir ditempat tersebut. Setelah menemukan mobilnya, Abizar pun memasukinya dan menyalakan mesin mobilnya untuk ia kemudikan. Lalu Abizar melajukan mobilnya membelah jalan untuk pulang kerumah dimana anak dan istrinya yang telah menunggunya.
Sedangkan dirumah, Avica baru saja menyelesaikan masakannya. Setelah itu Avica membersihkan alat yang telah ia gunakan untuk masak tadi terlebih dahulu sebelum ia menata makanannya diatas meja.
Makanan telah tersaji diatas meja, dan bertepatan dengan Abizar yang juga telah tiba dirumah.
"Makanannya sudah siap?" Tanya Abizar pada Alula.
Avica pun menoleh. "Mas, sudah pulang?" Bukannya menjawab Avica justru berbalik bertanya pada Abizar.
"Baru juga sampai." Jawab Abizar.
"Ohh, Ya udah kalau gitu kita langsung makan aja. Aku panggil Alula nya dulu." Kata Avica.
"Baiklah. Aku tunggu."
Avica melangkah menuju ruang keluarga untuk menghampiri putrinya. Sesampainya diruang keluarga Alula masih sibuk bermain dengan mainannya.
"Sayang, kita makan dulu yuk." Ajak Avica.
__ADS_1
"Iya, ma. Kalau gitu Alula beresin dulu mainannya ya." Ucap Avica.
"Baiklah. Mama tunggu."