
Saat ini Avica sedang menjemput Alula disekolahannya. Dengan membawa serta baby Al. Tapi Avica tidak pergi sendiri, dirinya diantar oleh seorang sopir yang sengaja Abizar kerjakan untuk mengantar Avica untuk bepergian kemana pun.
"Mama.." Panggil Alula saat baru saja keluar dari kelasnya.
"Hey, sayang. Sudah selesai?" Tanya Avica.
"Sudah ma." Jawab Alula.
"Kalau gitu yuk pulang." Ajak Avica pada putri sambungnya.
"Al baru tidur ya ma?" Tanya Alula ketika melihat sang adik yang sedang terlelap dalam gendongan sang mama.
"Iya sayang. Mungkin kecapekan habis main tadi dirumah." Ujar Avica.
"Alula sayang.."
Alula dan Avica pun menoleh kebelakang mencari asal sumber suara saat mereka sedang berjalan untuk menuju mobil mereka. Dan ternyata ada Sely yang sedang berdiri di belakang mereka yang jaraknya tidak terlalu dekat dengan mereka. Sehingga Avica dan Alula mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil.
"Alula.." Panggil Sely kembali. Lalu menghampiri putrinya yang sedang bersama ibu sambungnya.
"Mama kangen sama kamu. Kangen sekali. Bolehkan mama peluk kamu?" Kata Sely pada Alula.
Alula pun tak langsung menjawabnya. Anak itu justru melihat Avica terlebih dahulu seperti meminta pendapat dari sang mama sambung.
Avica yang mengerti tatapan dari Alula pun mengangguk dan tersenyum pada anak itu.
"Boleh.." Jawab Alula.
Dengan senyum bahagia Sely pun langsung memeluk putrinya yang sudah lama tak ia jumpai itu. Sely benar-benar sangat menyesali perbuatannya dulu. Sekarang dirinya menyerah untuk merebut Abizar kembali. Dirinya ingin meminta maaf pada Avica dan Abizar karena pernah berbuat salah pada mereka. Sely juga ingin berubah menjadi orang yang lebih baik lagi.
Setelah puas memeluk sang putri, Sely pun mengurai pelukannya lalu bergantian menatap Avica.
"Avica, saya minta maaf sama kamu. Karena saya pernah berbuat salah sama kamu. Dan sempat memiliki rencana jahat untuk merebut mas Abizar kembali." Ujar Sely yang menyesali perbuatannya dulu.
"Mbak, saya sudah memaafkan mbak kok. Sebelum mbak minta maaf saya sudah memaafkannya. Saya tahu semua orang pasti punya salah." Balas Avica yang benar-benar memaafkan Sely dengan iklas.
"Selama ini saya memang bodoh. Karena tak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga saya tidak bisa melihat kebaikanmu. Mas Abizar beruntung karena sudah menjadikanmu sebagai istrinya. Karena kamu memang baik orangnya. Cantik wajah dan hati kamu." Ucap Sely.
"Mbak Sely bisa aja. Jangan terlalu berlebihan memuji saya mbak." Ujar Avica.
"Terima kasih ya sudah mengizinkan saya bertemu dengan Alula." Kata Sely.
"Selama ini saya tidak ada niatan untuk melarang mbak untuk bertemu dengan Alula. Tapi saya hanya ingin Alula benar-benar siap untuk bertemu ibu kandungnya." Ucap Avica.
__ADS_1
"Saya tahu, Ca. Pokoknya saya terima kasih banget sama kamu. Karena sudah mau merawat putri saya." Ujar Sely.
"Itu sudah tugas saya mbak. Mbak Sely lain kali kalau mau ketemu Alula lagi bilang aja. Atau sekali-kali main kerumah. Pasti mas Abi juga mengizinkannya." Ucap Avica.
"Saya takut kalau mas Abizar tidak mengizinkan ku untuk mengunjungi Alula dirumah." Balas Sely.
"Mbak tidak perlu khawatir. Nanti aku akan ngoming sama mas Abi biar mbak Sely diizinkan untuk mengunjungi Alula." Ucap Avica meyakinkan.
"Baiklah. Sekali lagi terima kasih ya." Ucap Sely.
"Sama-sama mbak." Jawab Avica.
"Kalau bagitu saya pamit pergi dulu. Saya masih ada pekerjaan setelah ini." Ucap Sely pada Avica. " Sayang terima kasih sudah mau menerima mama lagi. Tapi maaf ya mama harus pergi " Ucap Sely bergantian pada Alula.
"Mama mau kemana?" Tanya Alula penasaran.
"Mama harus kerja. Lain kali kita ketemu lagi ya. Mama akan mengunjungi mu lagi." Jelas Sely pada sang putri.
"Baiklah. Tapi mama harus janji." Ucap Alula pasrah.
"Iya mama janji kok." Jawab Sely.
Sely pun beranjak pergi meninggalkan Alula bersama Avica. Dirinya menuju mobil yang terparkir diseberang jalan. Sebab dirinya akan melakukan pemotretan lagi setelah ini. Tadi dirinya sedang beristirahat. Dan kebetulan saat pulang dari mencari makan siang Sely melewati sekolahan sang putri jadi Sely manfaatkan untuk melihat putrinya. Dan keberuntungan memihaknya. Karena sang putri sudah mau menerima kehadirannya. Hal yang membuatnya bertambah bahagia, anaknya itu memanggilnya mama.
"Lula seneng ketemu mama?" Tanya Avica pada Alula.
"Seneng ma. Lain kali Lula mau ketemu mama lagi. Boleh kan ma?" Tanya Alula.
"Boleh sayang. Pasti papa juga mengizinkannya." Ujar Avica.
"Tapi aku takut jika papa akan melarang mama Sely untuk main kerumah." Ucap Alula mengutarakan kekhawatiran nya.
"Tidak akan sayang. Percaya sama mama." Kata Avica meyakinkan sang putri. Alula pun hanya mengangguk
"Sekarang kita langsung pulang atau mau mampir dulu?" Tanya Avica.
"Langsung pulang saja ma." Jawab Alula.
"Baiklah kalau begitu. Sebentar lagi papa juga akan pulang untuk makan siang." Ujar Avica.
"Pak, jalan sekarang. Langsung pulang." Perintah Avica pada sang sopir.
"Baik nyonya." Jawab pak Budi.
__ADS_1
Mobil pun mulai melaju secara perlahan untuk pulang ke rumah. Tak lama mobil pun sampai di kediaman Abizar. Saat akan turun ternyata Alula tertidur didalam mobil.
"Sayang, bangun yuk. Kita sudah sampai." Ucap Avica membangunkan Alula.
Dan beruntungnya Alula pun langsung meresponnya. Dan langsung membuka kedua matanya.
"Yuk turun." Ajak Avica pada Alula.
"Baik, ma." Jawab Alula.
*
*
*
Kini siang pun berganti malam. Saat ini dikediaman Abizar sedang melakukan makan malam bersama. Dan Sely pun juga ada disana karena Avica mengundangnya atas izin sang suami karena ingin Alula lebih dekat dengan ibu kandungnya. Selesai makan malam mereka pun berbincang-bincang terlebih dahulu.
"Avica terima kasih sudah mengundang saya untuk makan malam bersama." Ucap Sely pada Avica.
"Sama-sama mbak." Jawab Avica.
"Mas Abizar, aku juga terima kasih karena sudah mengizinkanku untuk bertemu dengan Alula. Aku minta maaf karena sudah membuat kesalahan pada mas Abi." Ujar Sely pada mantan suaminya.
"Aku akan memaafkanmu asal kamu bisa merubah sifat burukmu demi Alula." Balas Abizar.
"Aku akan berubah mas. Asal aku bisa bertemu dengan Alula." Ucap Sely.
"Aku akan mengizinkanmu bertemu dengan Alula. Karena dia juga anak mu. Kamu berhak untuk itu. Dulu aku sengaja tidak mengizinkan mu untuk menemui Alula karena keegoisanmu. Sekarang kamu sudah menyadari kesalahanmu dan ingin berubah. Sebenarnya aku tidak begitu langsung percaya dengan perubahanmu, tapi karena Ica meyakinkanku jadi aku percaya jika kamu benar-benar berubah." Jelas Abizar.
"Terima kasih mas. Karena sudah percaya padaku." Ucap Sely pada Abizar.
"Tapi jangan sampai kamu merusak kepercayaan ku. Jika itu terjadi aku tidak akan mengizinkanmu untuk bertemu dengan Alula sampai kapan pun." Tegas Abizar.
"Baik mas. Aku akan menjaga kepercayaan mu." Jawab Sely. "Ca, sekali lagi aku berterima kasih padamu. Karena kamu sudah meyakinkan mas Abizar." Ucap Sely lagi.
"Sama-sama mbak. Kita jalani hidup ini tanpa perselisihan lagi. Kita besarkan Alula bersama-sama ya mbak." Ucap Avica.
"Itu pasti." Jawab Sely.
Sely bahagia, akhirnya keinginan nya untuk bertemu dengan sng putri bisa terwujud. Dirinya sangat-sangat bersyukur karena Avica tak dendam kepadanya dan mau memaafkannya begitu saja. Padahal Sely pernah menyakitinya dan menghinanya.
Kini Sely semakin sering berkunjung kerumah untuk mengunjungi sang putri. Tak jarang Sely mengajak Alula beserta Avica dan baby Al untuk pergi jalan-jalan bersama-sama. Itu juga dengan izin dari Abizar.
__ADS_1
Sely pun juga telah mendapatkan pengganti Abizar dan Rangga yang benar-benar bisa menerima kekurangan nya.