
***
Keesokan paginya Dinda menyempatkan diri nya untuk sarapan terlebih dahulu bersama keluarganya agar tak ditanya-tanya ataupun diintrogasi jikalau ia tak ikut sarapan pada pagi hari...
"Tumben ikut sarapan biasanya kamu yang pergi duluan sekali."ucap sang Mama
"Hehe kan sekali-kali Ma.ohiyaa Ma hari ini Din pulangnya agak telat lagi ya soalnya hari ini ada 3 meeting yang harus diselesaiin."
ucap Dinda sambil mengambil nasi goreng yang telah disiapkan oleh Mamanya
"Hmm, selalu dan selalu pulang malem."dengus sang Mama
"Gimana kerjaan nya dek? baik-baik aja kan?"tanya Alvino abang kedua kesayangan Dinda setelah Devano
"Baik-baik aja kok bang, emangnya kenapa bang?"tanya Dinda
"Gak gapapa kirain kamu gak betah kerja disana."
"Yaudah Ma, Al pergi dulu ya ma takutnya telat lagi."ucap Alvino sambil berajak pergi meningalkan meja makan lalu mencium tangan kanan Mamanya
"Iyaa hati-hati ya nak."ucap sang Mama sambil mengantar Alvino kepintu depan
***
"Ma, Dinda juga pergi ya."ucap Dinda seraya mencium tangan kanan sang Mama
"Iyaa hati-hati ya nak, inget jangan pulang terlalu malem gabaik buat kesehatan."
ucap sang Mama sambil mencium pipi Dinda
"Iyaa Maa, Dinda pergi dulu ya assalamualaikumm mamakuu sayanggg."
ucap Dinda lalu masuk kedalam mobil dan bergegas untuk pergi ke apartemen bos nya itu
***
Sementara Dinda melajukan mobilnya menuju apartemen boss nya itu, karena memang sudah kewajiban dinda untuk pergi keapartemen bosnya terlebih dahulu sebelum berangkat kekantor.
Dinda Pov
"Hufttt, capek juga ya kalo setiap pagi aku harus pulang pergi kek gini terusss."
ucap Dinda seraya menekan pintu lift ke angka no 9 karena itu adalah lantai apartemennya Revano
"Untunggg disini ada lift kalo gaada bisa abis betisku karena naik tangga sampe kelantai 9."
"huhh, akhirnya sampe juga."
gumam Dinda
lalu Dinda menekan pin untuk mengakses pintu apartemen Revano, karena memang dinda sudah tau berapa nomer pin tersebut.
"Hmm, apa aku masak sarapan dulu aja ya. terus baru bangunin Vano?"ucap Dinda berlalu kedapur untuk menyiapkan sarapan sang boss tentunya
__ADS_1
Lalu Dinda pun segera menguncir rambutnya agar tak tergangu ketika memasak,kemudian ia pun bergegas untuk menyiapkan sarapan untuk Revano.
"Huh! selesai juga akhirnya wkwk."ucap Dinda yang tersenyum lalu ia teringat akan boss nya itu bahwa sedari tadi boss nya itu belum juga beranjak dari tempat tidurnya
Tokkk...tokkk...kkk
ya itu adalah suara ketukan dari Dinda.ia dari tadi sudah puluhan kali mengetuk pintu kamar Revano tapi tak ada jawaban sama sekalipun padahal ia sudah lebih dari setengah jam menunggu didepan kamarnya Revano.
"Revanooo, ini udah sianggg kamu daritadi kok gak bangun-bangun."ucap Dinda seraya sambil mengetuk pintu kamar Revano agar sang empu sadar dari alam bawah sadarnya
"Revanooooooooo!!!!"ucap Dinda sambil berteriak didepan kamarnya Revano
Lalu Revano yang merasa tergangu pun,segera membukakan pintu kamar nya karena sedari tadi ia mendengar teriakan Dinda di pagi hari.
"Ckck apasihh pagi-pagi udah teriak."
ucap Revano sambil berjalan untuk membuka pintu kamar nya
"Bisa gak pagi-pagi gausah teriak-teriak ha!"ucap Revano sambil membukakan pintu kamarnya,lantaran ia sangat terkejut dengan suara teriakan Dinda dipagi hari
"Kamu sih daritadi dipanggil gak nyaut-nyaut."ucap Dinda seraya menujukan muka masamnya kepada Revano
"Loh,kok udah siap aja kamu?"tanya Dinda kepada revano yang bingung lantaran ia melihat revano sudah rapi dengan setelan jas yg ia kenakan
"Lah kan mau berangkat kekantor, ya harus siap lah."ucap Revano dengan santai lalu ia pun berlalu menuju ruang makan karena sedari tadi ia sangat lapar
"Ckck menyebalkan."ucap Dinda yang juga berlalu menyusul Revano menuju ruang makan juga pastinya
***
"Itu."ucap Dinda seraya menujukkan makanan yang ia buat dengan Revano
"Bisa lihat sendiri kan?"ucap Dinda yang tersenyum tipis lalu menatap tajam kearah Revano
"Ya, aku tau itu.tapi bisakah kau sebutkan kau membuat apa saja?"tanya lagi Revano kepada Dinda
"Itu ada roti tawar, selai kacang, selai strowberry,kopi hitam dan nasi goreng komplit kesukaanmu."ucap Dinda yang kesal lalu mengambilkan piring beserta nasi goreng untuk Revano
"Hmm, aku mau nasi goreng saja."ucap Revano yang tersenyum tipis lalu menerima satu piring nasi dari Dinda
"Nih."ucap Dinda seraya menyodorkan satu piring berisi nasi goreng komplit yang ia buat
"Masakannya seperti masakan Mama"
batin Revano
***
Setibanya mereka dikantor mereka langsung ke meja masing-masing,lalu mengerjakan tugas mereka.
"Pak ini schedule hari ini."ucap Dinda sambil menyerahkan sebuah buku kepada Revano
"..."
__ADS_1
Setelah beberapa menit Dinda berdiri tepat disamping Revano, akhirnya ia mengehela nafasnya karena Revano sudah selesai membaca schedule tersebut.
"Kenapa kamu daritadi disamping saya?"tanya Revano kepada Dinda
"Lah kan saya nungguin bapak selesai baca schedule itu."ucap Dinda sambil menunjukan buku yang sedari tadi dipegang oleh Revano
"Saya gak nyuruh kamu tuh, buat nungguin saya sampe selesai."ucap Revano sambil mengembalikan buku itu dengan Dinda
"Ckck menyebalkan"
dengus dinda didalam hati
"Baiklah Pak saya permisi dulu."ucap Dinda yang berlalu meninggalkan Revano yang sedari tadi menahan tawa nya karena ia berhasil membuat gadis kesayanganya itu menjadi sangat kesal kepadanya
"Ckck saya tau pasti kamu sangat kesal sekarang."ucap Revano yang melihat kearah Dinda yang sedang mengumpat kasar didalam hatinya
***
Dinda Pov
"Huh mentang-mentang dia bos nya jadi seenaknya saja."umpat Dinda didalam hati
"Untungnya aku orangnya sabar kalo enggak udah habis kumakan tu boss."
"Huftt, sabar Dinda sabar kalo sampe papa tau kelakuan kamu Dinda bisa-bisa kamu disuruh berhenti kerja disini lalu pindah ke perusahan Papa."
"Gak!Gak jangan sampe Papa tau."
"Bisa habis aku kalau Papa tau."
(ucap dinda didalam hati)
Mama 💕 calling
"Hallo Din, Mama cuma mau bilang jangan pulang larut ya. soalnya Mama mau ke bandung sama Papa ada urusan mendadak soalnya."ucap sang Mama dari telpon
"Loh kok mendadak Ma,emang ada acara penting atau apa Ma?"tanya Dinda dari dalam telpon
"Iya ada pembukaan perusahaan cabang baru disana, maka nya Mama sama Papa harus kesana sayang."
"Ini kami sudah di perjalanan, ingat kalau pulang jangan terlalu larut ya."ucap Mama yang sering mengingatkan kata-kata itu hampir setiap hari
"Iyaya Ma, mama hati-hati ya.jangan lamaama di Bandung cepet pulang pokoknya."
"Iyaa sayang,udah Mama tutup dulu ya telpon nya,see u."ucap sang Mama sambil mengakhiri telpon tersebut
"Huh ditinggal lagi aku,sungguh hari yang menyebalkan."ucap Dinda didalam hati lalu ia pun bergegas untuk menyiapkan semua berkas penting untuk rapat nanti
*
*
*
__ADS_1
TBC
jangan lupa like dan tambahkan komentar kalian ya ♥♥♥