
Akhirnya sampailah hari dimana banyak orang yang menanti melihat mereka duduk diatas pelaminan.Hari ini tepat acara pesta pernikahan mereka berdua, nampak kedua belah pihak saat ini sedang gusar dan cemas harapan mereka hanya satu yaitu semoga acara pernikahan ini berjalan dengan lancar sampai akhir tanpa hambatan.
Awal rencana yang diinginkan Dinda adalah menikah di Disneyland Tokyo, namun hal tersebut rupanya tak disetujui oleh kedua orang tua.Pasalnya semua yang ada di Indonesia sudah diurus sedemikian rupa maka hal itu tak dapat lagi dibatalkan, pesta pernikahan yang diinginkan sedari kecil tampil memakai baju princess bersama sang pangeran pun kini harus sirna sudah.
"Sayang aku janji!aku nanti bakal bawa kamu ke Disneland Tokyo."
"Janji ya?"
"Iya janji sayang..."
Tapi pesta pernikahan disini jauh lebih mewah, Revano sendiri yang sudah memesan gedung dengan harga fantastis untuk satu malam.Uang yang dikeluarkan pun tak main main, angka tersebut bisa dibilang cukup mahal karena satu hari menyewa gedung itu sama dengan membeli rumah besar yang ada dikawasan elit.
Lampu lampu nampak kemerlip, ruangan tersebut dominan dengan warna silver pilihan yang sudah Dinda pilih sempat terjadi cekcok namun akhirnya Revano mengalah demi calon istrinya.
"Nak, kamu sudah siap?"tanya Mama Revano yang baru kali ini ia melihat anaknya nampak cemas dan gugup
"Insyallah Ma, Siap."jawab Revano dengan tegas namun sang Mama hanya tersenyum tipis melihatnya
"Son, kamu sudah hafal pengucapannya?jika satu kata salah itu akan berakibat fatal, Son..." ucap Papa sambil menepuk bahu Revano namun Revano hanya menggangukkan kepalanya sebenarnya sudah lebih dari 3 hari ia menghafal pengucapan tersebut namun sejak sore tadi ia merasa sudah sangat hafal hanya doalah yang bisa ia panjatkan agar pengucapan yg diucapkanya benar dan lantang
Disisi lain Dinda kini tengah memakai baju pengantin yang kemarin dipilih olehnya dengan Revano meskipun harus bertentangan dulu sebelumnya haha.Nampak wajah cantik berseri terpancar di wajahnya senyum yang menawan menambah kecantikan asli dari gadis kecil yang bernama Adinda tersebut...
"Yaampun Mama baru tau kalo anak Mama yang satu ini sangat cantik."gurau sang Mama ketika melihat Dinda telah selesai di make up dan sudah siap untuk turun menuju pelaminan
"Jadi dari dulu Din gak cantik, Ma?"tanya Dinda dengan raut wajah masam ketika sang Mama memujinya bukankah dari kecil ia memang cantik? lantas kenapa sekarang baru dipuji, aneh bukan
"Emang dari dulu cantik kok, cuma baru keliatan sekarang cantiknya." canda Mama agar anaknya itu kembali tersenyum
"Iss Mamaa, anak sendiri jugaa!"ucap Dinda yang tersenyum kecut tetapi itu tak lantas membuatnya jadi jelek justru terlihat tambah cantik sekali
"Udah udah anak Mama memang cantik kok, bahkan sebelum lahir juga udah cantik..." alhasil ucap sang Mama tersebut membuat Dinda kembali tersenyum lalu dengan cepat ia pun memeluk gadis kecilnya itu walaupun sekarang ia harus rela melepas gadis kecil yang dulu membuatnya sangat sangat pusing
"Walaupun Din udah nikah nantinya, Mama tetep ngangep Din gadis kecil kesayangan Mamaa ya sayang!"ucapnya sambil memeluk haru sang putri lantas hal itu membuat Dinda ingin menitihkan air mata namun dengan cepat ia menggelengkan kepala
"Udah gaboleh nangis, nanti make up nya rusak."lalu Dinda pun menggangukan kepalanya dan kembali tersenyum menatap haru sang Mama yang telah mengandung dan membesarkannya selama ini
Tamu-tamu tampak berdatangan semua sudah dipersiapkan setelah menikmati hidangan pembuka, mereka akan melihat secara langsung pengucapanya karena sebentar lagi akan dimulai.Sedangkan sekarang Revano tengah gugup, karena sebentar lagi ia akan berjabat tangan dengan Ayah dari gadis kecil kesayangannya itu.
__ADS_1
"Bagaimana kamu siap nak?"tanya Pak penghulu ketika melihat Revano nampak gugup dan cemas
"Saya siap Pak!"lalu Penghulu itupun tersenyum dan setelah itu ia pun berjabat tangan dengan ayah Dinda yang sebentar lagi akan menjadi mertuanya
"Baik kita mulai!"
Semua nampak hikmat tak ada suatu pun suara yang menggema, para tamu sibuk mengabadikan momen dengan memotret Ceo Adiwijaya Grup kapan lagi bisa memotret Revano secara dekat kalau bukan sekarang?
Akhirnya hembusan nafas terdengar dari Revano dan sekarang waktunya ia akan mengucapkan janjinya untuk menikahi Adinda seumur hidupnya...
"SAUDARA REVANO ILYAS ADIWIJAYA BIN ILYAS ADIWIJAYA, SAYA NIKAHKAN DAN KAWINKAN ENGKAU DENGAN ADINDA EMILY GRACE BINTI EMILY GRACE DENGAN MASKAWIN BERLIAN 10 KARAT DAN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DIBAYAR TUNAI."
"SAYA TERIMA NIKAHKAN DAN KAWINNYA ADINDA EMILY GRACE BINTI EMILY GRACE DENGAN MASKAWIN TERSEBUT DIBAYAR TUNAI."
Lantang!Hanya dengan sekali hembusan nafas akhirnya Revano mampu mengucapkannya walaupun sempat gugup dan cemas.
"Bagaimana para saksi SAH?"
"SAH..."
"Baarakallaahu laka, wa baarakallahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir."
Setelah itu akhirnya pengantin wanita turun, nampak bak putri dari kerajaan Dinda hanya bisa tersenyum manis ketika para tamu berahli memotret dirinya.Hal tersebut membuat Revano tersenyum ketika melihat gadis kecil kesayanganya telah berubah status menjadi istrinya.
"Silahkan pasangkan cincin kepada mempelai wanita."lalu Revano pun tersenyum dan segera ia pakaikan cincin yang bernama R tersebut dijai manis sang istri.Setelah itu Dinda pun bergantian memakaikan Revano cincin yang bernama A tersebut ke jari yang sekarang menjadi suaminya
Cup...
Akhirnya sekarang ia bisa bebas mencium dan memeluk Dinda karena sekarang ia sudah sah menjadi pasangan seumur hidup.
"Selamat Son, kalian sudah sah."ucap Papa Revano yang tersenyum tipis melihat kemesraan keduanya lalu Revano hanya membalasnya dengan senyuman
Setelah acara tersebut Revano dan Dinda dituntun menuju keatas pelaminan yang nampak seperti singah sana seorang Raja dan Ratu.Kemudian pembawa acara mengatakan bahwa para tamu undangan bisa menikmati hidangan utama yang sudah dipersiapkan oleh pihak gedung.Ada beragam has makanan terdapat makanan Asli Indonesia seperti rendang,gudeg,soto betawi,pempek kapal selam dan masih banyak lagi karena mereka menyediakan makanan khas Indonesia dan khas Jepang dan Korea, karena itu adalah permintaan Dinda.
Yah, tak terasa kita sudah dipenghujung acara saat ini para tamu sudah ikut berbaris karena sekarang adalah acara yang paling mereka tunggu-tunggu yaitu acara pelemparan bunga. Konon banyak orang yang mengatakan jika seseorang yang mendapatkan bunga dari pengantin akan segera bertemu dengan jodohnya.
"Siap ya!"
__ADS_1
"Satu... dua... tigaa!"lalu Dinda pun melempar bunga tersebut kearah belakang dan para tamu nampak histeris melihat kemana bunga tersebut?
"Yeay dapettt!"
"Hei saya duluan yang megang!"
"Hei ini punyaku, aku duluan yang dapett!"
Kalian tau siapa yang mendapatkan bunga tersebut? mereka adalah Lea dan Al, sahabat sekaligus abang Dinda wkwk lucu bukan konon jika mereka memegang bersamaan bunga tersebut maka mereka akan berjodoh nantinya.Tapi entahlah karena saat ini mereka hanya saling menatap untuk memperebutkan satu bunga saja...
"Abang!"
"Lea?"
"Jadi kalian berdua yang dapet bunganya?"
What! seketika Lea sadar dari lamunannya ketika Dinda meneriaki abang? jadi ini abang Al? kenapa Lea baru sadar ini adalah Al, haduh bisa gawat jika Lea bertengkar dengannya bisa bisa jadi bakwan goreng wkwk.
"Emm,nih bang ambil aja bunganya gapapa." ucap Lea seraya memberi bunga tersebut kepada Al
"Ck Kau ambil saja bunganya, saya tak perlu juga!"lalu Al pun meninggalkan Lea yang masih terpaku menatapnya
"Sayang sepertinya akan ada pasangan baru!" ucap Dinda kepada Revano dan mereka berdua hanya bisa tertawa melihat Al dan Lea seperti Tom & Jerry haha
"Semoga saja sayang, kita doakan yang terbaik untuk mereka!"
*
*
*
TBC
Gimana seru gak?
Mau dooble up?gampang kok caranya vote sebanyak-banyaknya dan tinggalkan jejak kalian dikomentar, nanti jika sudah banyak author bakal update tapi jika sebaliknya ya tunggu mood author:)
Berteman sama author yuk diig
follow @dillaaa09_
__ADS_1