Badboy My Boss

Badboy My Boss
Akhirnya


__ADS_3

"Ma, Din udah sele..saii..."ucap Dinda yang terbata-bata ketika melihat Revano yang kini duduk manis disebelah sang Mama dan berbicara sangatlah akrab dengan kedua orang tua nya


"Dinda!"


"Vano!"


"Kenapa kamu ada disini!"ucap Dinda yang terkejut melihat keberadaan Revano yang sekarang tepat dihadapannya


"Kamu juga kenapa disini?"tanya Revano yang terkejut dan berdiri tegak ketika melihat Dinda tepat dihadapannya


"Itu yang duduk disebelah kamu Mama ku!"ucap Dinda dengan tegas yang seolah masih belum sadar dengan apa yang terjadi sekarang


"Apa!"


"Ja...ddiii..."ucap mereka berdua dengan terbata - bata dan melihat satu sama lain


"Mama!Dia abb...ang Lanoo ku?"tanya Dinda yang masih tak percaya jikalau Boss nya itu adalah abang Lano nya


"Iya sayang dia abang Lano muu, kenapa apa ada masalah?"tanya Mama


"Tidak Ma, mari kita lanjutkan acaranya."lalu setelah itu Dinda pun duduk disamping Revano masih dengan tatapan yang tak percaya


"Dindaa sayanggg,Mama kangenn."ucap Mama Revano yang merentangkan tangannya lalu setelah itu Dinda pun tersenyum dan beringsut tegak membalas pelukan dari Mama Revano


"Dinda juga, Mama apa kabar?"tanya Dinda setelah melepas pelukannya


"Seperti yang kamu lihat sayang, Mama baik-baik saja kalau dia tak menyusahkan Mama."ucap Mama Revano sambil melirik kearah Revano sedangkan Dinda hanya tersenyum tipis seolah tau apa yang dibicarakan oleh Revano didalam hatinya


"Loh kalian udah saling kenal ya?"tanya Mama Dinda yang binggung


"Iya Glea,dia adalah keka...."


"Iya kan Din, masih inget wajahnya Mama abang Lano."ucap Dinda yang gugup karena ia tau apa yang ingin dikatakan oleh Mama Revano jadinya dia memotong pembicaraan mereka


"Yaudah Dinda duduk ya sayang."lalu Dinda hanya mengangukan kepala nya setelah itu ia pun kembali duduk ditempat nya


Setelah itu mereka pun melanjutkan acara makan malam mereka dan kemudian barulah mereka akan membahas acara pertunangan Dinda dan Revano.


"Sebenarnya aku sudah tau lama jikalau ia gadis kecil kesayanganku."

__ADS_1


"Tapi aku masih tak percaya kalau dia adalah orang yang Ingin Mama jodohkan,tau gitu gausah pusing-pusing mikirinnya hahaha."gumam Revano yang berdialog sendiri didalam hatinya lalu sejenak memperhatikan wajah Dinda karena sudah beberapa minggu ini ia sangatt merindukan gadis kecil kesayanganya itu


Sementara kedua orang tua mereka sibuk membahas acara pertunangan yang akan dilaksanakan satu minggu lagi.Sedangkan Dinda dan Revano hanya saling diam dan tak bergeming apapun.


"Gimana kalian berdua setuju kan, kalau acara pertunangannya kita adakan di hari jumat minggu kedua bulan ini?"tanya Mama Dinda sambil memperhatikan ekspresi mereka berdua


"Kenapa gak langsung acara pernikahan aja sih."ucap Revano sacara spontan dihadapan kedua orang tua mereka.Sedangkan disisi lain Dinda yang tadinya diam sekarang malah menajamkan matanya kearah Revano


"Aduhh kamu udah gak sabar ya nak."ucap Mama Dinda yang tertawa sedangkan Papa hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum tipis kearah Revano


"Hehe maaf ya tan..."setelah itu Revano hanya malu untuk berbicara lagi,dan sejenak ia pun kembali melirik kearah Dinda yang masih setia menajamkan matanya kearah Revano


"Jadi gimana kalian setuju?"sekarang Mama Revano yang angkat bicara menanyakan apakah mereka berdua setuju dengan apa yang tadi dirundingkan oleh kedua orang tua mereka


"Baiklah kami setuju,Ma."ucap Dinda yang sekilas menatap kearah Revano lalu tersenyum tipis


"Manis..."gumam Revano yang melihat Dinda tersenyum


"Kalo kamu gimana Van?"tanya Mama


"Iyayaa Vano setuju apa yang dikatakan Dinda."ucap Revano yang gugup


"Baiklah kami akan mengatur semua persiapannya, kalian tinggal ikut saja dengan acara nya ya."lalu keduanya pun menganguk secara bersama yang membuat tawa kedua orang tua mereka pecah seketika


"Din pamit ke toilet sebentar ya.."lalu Dinda pun izin pergi ke toilet


"Vano juga pamit ke toilet ya."kemudian setelah meminta izin Revano pun pergi ke toilet bukan untuk buang air tetapi untuk menyusul Dinda


Setelah menunggu Dinda didepan toilet khusus perempuan selama lebih dari 5 menit akhirnya Dinda pun keluar dan ia dikejutkan dengan adanya Revano didepan pintu toilet tersebut.


"Kamu kenapa disini?"tanya Dinda yang seakan heran dengan kelakuan Revano


"Aku menunggumu,ada yang harus kita bicarakan!"lalu setelah itu Revano menarik lengan Dinda dan mengajaknya untuk duduk ditempat yang sepi jauh dari keramaian karena ada yang harus dibicarakan


"Katakan!apa yang mau kau bicarakan!"ucap Dinda dengan tegas karena saat ini ia masih mode marah dengan Revano


"Hmm, maafkan aku karena beberapa hari ini aku mendiamkanmu.Aku tak bermaksud begitu sumpah, aku hanya bingung ketika Mama bilang akan menjodohkan aku dengan anak temannya.Sebenarnya aku sudah lama tau jikalau kamu adalah gadis kecil kesayanganku dulu, Adin..."ucap Revano yang seketika membuat Dinda tercengang dengan kata-kata yang barusan diucapkan oleh Revano


"Aku tau kalau kau adalah gadis kecilku. Sudah lama sejak aku kembali dari Aussie aku mencari keberadaanmu, namun tak kunjung mendapatkan kabar tentangmu. Kemudian saat beberapa tahun aku mulai hampir melupakannmu dan disaat itu kau mulai datang melamar ke Perusahaanku, sebelumnya aku tak tau jika itu adalah kamu tapi setelah aku menyuruh seseorang untuk mengikuti dan mencari tau asalmu semuanya terbongkar dan saat aku tau kamu adalah gadis kecilku,rasa nya seperti mimpi di sore hari dan saat itu rasa aku tak ingin kehilanganmu seperti dulu lagi. Kalau tau Mama menjodohkanku dengan mu tak mungkin aku rela mendiamkanmu berhari-hari,seandainya kamu tau bagaimana kehidupanku disaat kamu tak ada itu sangat-sangat menyakitkan bagiku, Adinn." ucap Revano sambil menitihkan air matanya dihadapan Dinda setelah bertahun-tahun ia mencari dimana keberadaan gadis kecilnya itu akhirnya ia pun kembali mendapatkan gadis kesayangnya

__ADS_1


"Hmm, maaf jika aku selalu menyusahkanmu sedari kecil ya abang Lano. Sudahla yang penting aku sudah berada disampingmu benarkan?"tanya Dinda yang seakan membujuk Revano agar kembali bahagia seperti tadi dan sepertinya ucapan Dinda berhasil membuat Revano kembali tersenyum sembari memeluk Dinda dengan erat yang seakan tak rela jika Dinda kembali pergi.


"Jangan pernah pergi dari ku!"ucap Revano dengan tegas sembari mengeratkan pelukkannya


"Baiklah aku berjanji abang Lano,sekarang sudah aku pengap jika terus berpelukan seperti ini." ucap Dinda sambil melepas pelukan Revano sedangkan Revano hanya mengerucutkan bibirnya dan membuat Dinda tertawa dengan kelakuannya


"Sudah nanti gantengnya ilang kalo kayak gituu.Yaudah kamu mau apa?"tanya Dinda yang membujuk Revano agar tak marah lagi


"Hmm yakin mau ngasih apa yang aku mau?" tanya Revano dengan menggoda


"Ckck iyaa cepet mau apa?"


"Mau permen?gulali?lolipop?atau permen arum manis?"tanya Dinda yang menawarkan seluruh jenis permen yang disukai anak kecil kepada Revano


"Gak aku gamau semua itu!"


"Lalu mau kamu apa?"


"Mau ini..."ucap Revano yang menujuk kearah pipi Dinda yang mengembung


"Cup..."


"Terimakasihh hahaha."setelah itu Revano pun tertawa dan meninggalkan Dinda yang masih terpaku menatapnya karena seakan tak percaya dengan kelakuan Revano


*


*


*


TBC


Hola semuaaaa.Ada yang mau join di grub whatsapp gak? supaya bisa tau kapan jadwal update nya dan supaya kita saling kenal satu sama lain wkwk buat yang mau ikutan join,tinggalin nomer kalian di komentar ya atau bisa pc aku secara pribadii yaa 😉


Aku tunggu✨



Mau update terus setiap hari yakan?

__ADS_1


kasih like dan komentar kalian dong wkwk supaya aku tambah semangat lagi nulisnya dan jangan lupa beri bintang 4/5 di novelku ya, satu lagi vote jangan dilupainn wkwk terimakasih teman-teman✨


FOLLOW IG AUTHOR BUAT YANG MAU TAU INFO UPDATE NYA @DILLAAA09_


__ADS_2