
"Gimana kamu setuju kalo kita honeymoon kesana?" masih dengan mode kesal Dinda sengaja tidak menjawab apa yang dibicarakan Revano karena ia sangat menahan gengsi nya itu
"Apa kita pergi kesana besok atau lusa?" tanya nya yang masih ngelus dahi sang istri
"Gausah buru-buru juga, masa gak nyiapin keperluan dulu!" dan seketika Revano tersenyum kembali ketika akhirnya sang istri membalas pembicaraannya
"Baiklah, aku terserah kamu sayang."
"Jadi kamu mau kita kapan berangkat kesana?" tanya nya lagi dan lagi
"Gimana kalo minggu depan, kan bisa prepare dulu kita bang." ucap Dinda yang kini sudah memutar balik badannya kearah Revano
"Baiklah apapun untukmu princess..." ucap Revano sembari mengecup kening sang istri
Sedangkan Dinda tersenyum manis ketika apa yang dia ingin sudah disetujui oleh sang suami.
"Nanti abang cari dulu tiketnya ya, supaya kita bisa langsung menuju kesana." ucap Revano sembari tersenyum kearah sang istri
"Iya bang, makasih yaa udah mau nurutin kemauan Dindaa."
"Sama-sama sayang." ucapnya sembari memeluk sang istri dari belakang
***
"Abang itu diluar kayaknya ada orang deh." ucap Dinda sembari mencuci sayuran karena saat ini ia sedang berada di dapur untuk memasak untuk makan siang mereka berdua
"Eh iya bentar sayang, abang pake baju dulu."
Karena ini weekend jadi Revano seharian berada di apartemen untuk menemani sang istri agar tidak kebosanan, haha kalimat yang sering sekali diucapkan oleh Dinda.
"Permisi Pak kami dari pusat eskrim gelato ingin mengantarkan pesanan yang kemarin sudah dipesan Pak." ucap petugas itu sembari memberikan beberapa nota pesanan Revano yang kemarin dipesan agar sang istri tidak marah lagi dengan nya
"Oh baiklah, silahkan masuk Pak langsung letakan disini saja."
"Baik Pak." jawab petugas tersebut sembari menyuruh karyawan lain untuk membantunya memasukan seluruh pesanan Revano yang begitu banyak
"Abangggg." panggil Dinda karena ia sangat terkejut apa yang saat ini ia liat, ada 4 frezer box eskrim yang saat ini tengah dimasukkan oleh petugas tersebut
"Iya sayang, kenapa?" tanya Revano yang nampak bingung dengan sang istri
"Itu kenapa banyak banget, bang? kan kemarin Dinda cuma pesen dua varian aja." ucap nya yang lemas ketika melihat semua pesanan Revano begitu banyak apalagi gelato bukanlah eskrim murah
"Ini pesenan kamu kemarin sayang, sama yang 24 varian lain." ucap Revano dengan enteng
"Yaampun dia seperti tidak ada beban, dia pikir gelato murah apa!" ucap nya didalam hati yang tengah kesal dengan kelakuan sang suami
"Abangg, bisa gak dibatalin aja gitu?soalnya ga mungkin Dinda makan sebanyak ini bang, balikin setengah nya aja mubazir bang kalo basi.Lagian apart kita bisa sempit karena ada frezer box ini." bisik Dinda yang membujuk sang suami agar pesanan tersebut dibatalkan setengahnya saja
"Sayang tapi kan kamu suka banget sama eskrim yang satu ini, lumayan kan kita bisa stok sampe beberapa bulan." bisik Revano karena ini adalah stok persiapan untuk beberapa bulan jikalau sang istri marah ataupun ngambek jadi bisalah gelato ini jadi penyogok untuk sang istri
"Balikin 3 frezer box ini, atau kamu mau malem nanti tidur diruang tv?" ucap Dinda dengan nada mengancam
"Aku cuma butuh 1 frezer box bukan 4 !"
__ADS_1
"Iyaya bentar abang bilang dulu." lalu Revano pun menghampiri petugas tersebut dan bicara untuk membatalkan 3 frezer tersebut
"*Baik Pak, tidak masalah nanti kami akan bicara kepada bos." ucap petugas tersebut sembari menyuruh petugas lainnya untuk kembali mengambil 3 frezer box yang sudah tertata rapi diruang tamu Revano
"Baik untuk uang ganti ruginya, ini dan nanti saya akan bantu bicarakan kepada bos kalian." ucapnya sembari memberikan 10 lembar uang merah kepada petugas tersebut
"Baik Pak, kami permisi dulu. Beberapa varian gelato sudah kami taruh difrezer box itu jika nanti ada yang kurang bapak bisa menelpon kami kembali." ucapnya sembari menerima uang ganti rugi yang diberikan oleh Revano
"Terimakasih,nanti saya akan langsung tranfer uang ini sesuai yang tertera dinota."
"Baik Pak, kami permisi dulu, masih banyak pesanan orang yang mau diantar Pak, permisi."
Kemudian setelah petugas tersebut pergi Dinda pun, segera menghampiri frezer box tersebut karena sangat penasaran dengan isi nya.
note: maaf author ambil foto ini digoogle, jika tidak sama dengan apa yang kalian pikirikan author minta maaf ya...
"Wow, sekarang aku bisa makan gelato setiap saat." ucap nya dengan mata berbinar-binar setelah melihat eskrim kesayangannya itu sudah ada didepan mata nya
"Sayanggg?"
"Sayangg, kok melamun?" panggil Revano yang melihat Dinda sedang melamun sembari melihat frezer box gelato tersebut
"Pasti dia sangat senang ketika melihat eskrim kesayangannya sudah ada dirumah dan bisa dia makan setiap detik, hahaha." ucap Revano didalam hati sembari tersenyum melihat kelakuan sang istri
"Eh gapapa kok, tadi cuma liat ada berapa varian disini.Yaudah bang, Dinda mau ngelanjutin masak dulu daripada kita berdua kelaperan." ucapnya yang langsung menuju dapur untuk melanjutkan memasak
"Em nanti Dinda pikirin dulu ya bang, sekarang daripada abang ngelamun enak bantuin Dinda ngupasin bawang deh."
"Siap sayang, sini abang bantuin kamu kerjain yang lain aja." ucap Revano yang mengambil ahli untuk mengupas bawang
"Nih, Dinda mau nyuci ayamnya dulu.Abang kalo udah selesai ngupas ini langsung dicuci terus dipotong kecil-kecil ya."
"Iyaa gampang itu sayang." ucapnya
Tak lama kemudian setelah Dinda selesai mencuci dan merebus ayam, ia menghampiri Revano yang tengah memotong bawang.
"Loh, bang kok kamu nangis?" tanya Dinda yang seketika melihat Revano menitihkan air mata
"Dinda kan ga ngapa-ngapain abang?"
"Sayang, abang ga nangis cuma pedih aja mata karena bawang ini." ucap Revano sembari mengusap air mata nya
"Hahahaha, kamu ada-ada aja bang ngupasin bawang aja sampe nangis."
"Kamu tertawa diatas penderitaannku sayang, tega sekali kamu." ucap Revano didalam hati sembari tersenyum manis dihadapan sang istri
"Yaudah kamu cuci tangan sana, biar aku yang ngelanjutin." ucap Dinda karena ia sangat kasian dan merasa bersalah kepada sang suami
"Iya sayang, abang bersih bersih dulu ya." lalu ia pun beranjak untuk mencuci bersih tangannya karena sedari tadi tangan itulah yang membuat mata nya perih
"Baru kali ini aku melihat seorang Ceo sekaligus Presdir Perusahaan mengupas bawang, hahaha sungguh kejam kamu Dinda."
__ADS_1
ucapnya didalam hati sembari tertawa
"Abanggg, sini turun kita makan siang bareng." teriak Dinda karena saat ini ia sudah menyelesaikan acara masak-memasaknya
"Iyaya sayang, meluncurrr." balas Revano sembari berjalan ke meja makan
Masakan hari ini :
ayam saus teriyaki ala Dinda
Tumis kangkung ala Dinda
Sambel cobek ala Dinda
"Wihh, banyak banget sayang.Ini beneran kamu yang masak semuanya?" terkagum bahkan hampir tak percaya Revano dibuatnya, ia tak menyangka bahwa sang istri bisa memasak makanan rumahan seperti ini.Padahal yang ia ketahui Dinda adalah anak yang sangat amat manja dan juga tak mungkin ia memasak dirumahnya, ah tapi sudahlah itu tak penting yang terpenting ia bisa mencicipi makanan yang sudah dibuat oleh sang istri.
"Iya dong bang, terus siapa lagi kalo bukan Dinda?masak hantu, aneh banget kamuu." ucap nya seraya mengambil piring dan nasi untuk sang suami
"Kenapa kamu melamun gitu, masih ga percaya kalo aku yang masak ini semua bang?" ucap Dinda yang menatap Revano yang masih setia berdiri tegak menatap makanan masakan Dinda
"Eh enggak kok sayang, malah abang bahagia bangett kalo kamu bisa jadi istri yang bisa masak hehe."
"Sayang boleh gak kalo setiap hari kamu anterin makan siang buat abang, kan daripada abang makan fast food mending masakan kamu aja.Gimana sayang." menatap dengan tatapan seduh agar sang istri luluh
"Ehm, baiklah setiap hari aku akan masak dan mengantar makan siang untuk abang." ucap Dinda yang tersenyum manis
"Terimakasih sayangg, nanti ada upahnya kok." ucap Revano sembari memeluk sang istri
"Upah, upah apa bang?" tanya Dinda yang sangat penasaran
"Ada deh, yaudah yuk kita makan abang udah gasabar banget pengen cobain masakan kamu."
"Besok beneran ya masak sama anterin makan siang abang ya, sayang?"
"Iya abang sayang, besok Dinda masakinn."
"Istriku terbaik, terimakasih banyak sayanggg." lalu mereka berdua pun melanjutkan makan siang yang sudah dimasak oleh Dinda
***
Hai haiii apakabar semuanya???
Maafin author ya kalo jarang banget updateee huhuhu, sebenernya pengen cepet up tapi ya apalah daya ini.
Selama engga ada judul end tetep klik favorit ya, aku masih mau kok ngelanjutin kisah mereka wkwk. insyallah update satu minggu sekali, gimana pada setuju? mungkin hari sabtu/minggu aku update ya❤
Terimakasih buat kalian-kalian semua yang udah pada setia nungguin cerita ini update lagi, aku sayang kalian❤❤❤
__ADS_1