
"TERSERAH!"
"KALAU INI TIDAK MAU, SEKALIAN TAK USAH MENIKAH!!!"ucap Dinda yang kesal dengan kelakuan Revano karena ia sudah lelah untuk mengganti gaun lagi
What!seketika Revano tersadar dari lamunannya dan segera mencekal tangan Dinda, karena tak mungkin jika hanya masalah gaun mereka tak jadi menikah konyol bukan?
"Tidak tidak mana bisa begitu!Yasudah ini saja tak apa."setelah itu Dinda tersenyum kemenangan melihat akhirnya Revano pasrah dengan apa yang akan ia pakai nantinya
"Aku kira kita akan batal menikah hanya karena gaun pengantin,haha."ucap Dinda yang tertawa lalu ia pun segera mengganti bajunya
Setelah Dinda keluar dari ruang ganti, ia pun memberitahu Revano agar segera memilih tuxedo yang akan dipakainya nanti.
"Ini saja!"ucap Dinda seraya memberi tuxedo berwarna abu-abu kepada Revano
"Ckck iyaya."akhrinya Revano pun mengalah dia menuruti keinginan Dinda.Karena tuxedo tersebut adalah warna kesukaan Dinda
Setelah selesai fitting baju, mereka pun segera menuju restoran kesukaan Dinda karena sedari tadi Dinda merengek untuk makan ditempat kesukaannya sedari kecil...
"Cepat sedikit! aku sudah laper, gara-gara kamu kelamaan ganti baju jadinya ginikan!"ucap Dinda sedari tadi karena ia begitu kesal kenapa Revano sangat lama mengganti baju padahal Revano hanya butuh waktu 10 menit bahkan seperempat dari waktu ia mengganti baju tadi, haha. Sedangkan disisi lain Revano hanya tersenyum tipis melihat gadis kecilnya merengek sedari tadi alhasil ia pun harus mengikuti keiinginan sang putri
"Sabar tuan putri, ini sebentar lagi sampai kok."ucap Revano sambil mengelus puncak kepala Dinda
Akhirnya mereka pun sampai di restoran makanan khas padang, karena fakta sedari kecil ia sangat sangat menyukai masakan padang terutama rendang dan nasi padang tentunya.
"Pesanlah sesukamu."ucap Revano sambil tersenyum tipis kearah Dinda lalu dengan senang hati Dinda memesan hampir seluruh menu yang ada di restoran hal itu membuat Revano terkejut bukan karena harganya namun untuk apa Dinda makan sebanyak itu
Setelah pesanan mereka datang, mata Dinda berbinar binar melihat semua makanan kesukaannya ada dihadapannya mulai dari rendang, dendeng batokok, dendeng balado, ikan asam padeh dan masih banyak menu yang lainnya.
"Kamu yakin mau makan sebanyak ini yang?" tanya Revano yang menyakinkan Dinda
"Tentu kenapa tidak, rezeki mana boleh ditolak haha."lalu Dinda pun tersenyum bahagia dan mulai memakan semua menu yang ada dihadapannya, hal itu membuat Revano hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku gadis kecilnya itu
"Kenapa tidak makan?"tanya Dinda karena sedari tadi Revano hanya memperhatikannya saja
"Karena melihatmu saja membuatku kenyang, makanlah aku akan menelpon mama dulu." lalu Revano pun pergi meninggalkan Dinda sendirian yang masih setia memakan masakan kesukaannya itu
Mama calling
"Halo, assalamualaikum Ma?"
"Iya waalaikumsalam, gimana udah selesai fitting bajunya?"
"Udah kok Ma, ini Vano masih nungguin Dinda makan dulu."
"Iyaudah bagusla kalo gitu jangan lupa kamu ambil cincin nikah sama perhiasann yang sudah Mama pesan ditempat langganan Mama beli perhiasan nak."
"Loh cincin nya belum diambil Ma?"
"Belum karena Mama belum sempat kesana, kebetulan kamu diluar lagi sama Dinda kamu aja yang ambil sekalian lihat apa kekecilan dengan ukuran jari Dinda atau tidak!"
"Hm baiklah.Yasudah Vano tutup dulu ya sepertinya Dinda udah selesai makan."
"Ett tunggu dulu, Mama baru inget kan kamu sama Dinda itu nikahnya ngelangkahin abang Al jadi kalau mau ngelangkahin harus ada persyaratan dari abangnya Dinda nak. Takutnya nanti ada hal hal diluar dugaan kita."
__ADS_1
"Terus Vano harus apa Ma?"tanya Revano yang nampak bingung dengan apa yang dijelaskan oleh sang Mama
"Jadi kalian harus meminta izin terlebih dahulu karena sudah melangkahi abangnya Dinda, kamu harus turutin apa yang diinginkan oleh Abang Al nak..."
"Setelah pulang ini kamu harus menemuinya dan meminta persyaratan agar pernikahan kalian bisa lancar nantinya tanpa hambatan apapun nak."
"Baikla Ma, Vano mengerti."
"Yasudah kalau begitu Mama tutup telponnya ya, assalamualaikum."
"Iya Ma, waalaikumsalam."
Setelah menutup telponnya Revano pun bergegas menuju ketempat Dinda duduk lalu memberitaukan apa yang dikatakan oleh Mama nya tadi kepada Dinda.
"Oh jadi harus kayak gitu."ucap Dinda setelah mendengar penjelasan dari Revano tentang meminta izin atau restu kepada sang abang
"Iya kata Mama aku harus ketemu abang Al, kamu sudah selesai?"
"Sudah ayo kita mengambil cincin dulu terus pulang kan kamu harus ketemu sama abang Al. "lalu Revano pun menuju kasir untuk membayar bill makanan tersebut dan langsung menuju tempat perhiasan yang sudah dipesan dari kemarin kemarin
Kemudian setelah selesai mengambil cincin dan beberapa perhiasan mereka pun langsung menancapkan gas menuju kediaman Dinda, tak sampai 1 jam mereka sudah sampai dihalaman rumah Dinda.
"Ayo turun!"ucap Dinda yang mengajak Revano untuk turun karena sedari tadi Revano masih memikirkan apa yang dikatakan oleh sang Mama
"Hmm, gimana kalo abang kamu gak setuju yang?"tanya Revano yang waswas takut nantinya ia ditolak oleh sang abang
"Hahaha mana mungkin abang gak setuju, tapi aku juga tak tau!"
"Cepatlah turun! atau kamu mau aku tinggalkan?"ucap Dinda dengan nada mengancam
"Yatuhan semoga aku diterima..."
***
Kemudian setelah sampai Dinda pun segera membukakan pintu untuk Revano namun laki-laki itu masih terus bergumam mengucapkan kata yang tak terdengar oleh Dinda karena suaranya sangat kecil.
"Ckck ada apa dengan dia?"
"Bik, abang Al udah pulang?"tanya Dinda kepada bik Ida
"Eh non, aden Al udah pulang daritadi kok. Cuma masih didalam kamar non."
"Oke bik, terimakasih."setelah itu Dinda pun bergegas menuju kekamar sang abang kebetulan pintunya tak kunci ia langsung masuk kedalam kamar dan betapa terkejutny ia melihat sang abang berada dipojok kamar sambil memeluk foto seseorang yang sangat ia sayangi dan meminum air didalam botol tersebut
"Abang!!!"teriak Dinda dan ia pun langsung menghampiri sang abang yang nampak frustasi entah kenapa
"Abang kenapaaa..."
"Abang jawabbb!"ucap Dinda sambil menggoyangkan badan sang abang namun Al masih terdiam dan tersenyum tipis melihat Dinda
"Ana jangan pergi..."ucap Al yang tersenyum kearah Dinda
"Ini pasti karena kak Ana."lalu dengan cepat ia mengambil ponselnya dan segera menelpon Ana namun beberapa kali ia menelpon Ana sama sekali tak menjawab
__ADS_1
"Din kak Ana pergi..."ucap sang abang yang nampak senduh lalu ia hampir menitihkan air matanya
"Din janji, bakal bawa kak Ana kesini!"
"Tapi Din mohon, abang jangan kayak gini ya. Sekarang abang mandi biar seger biar Din yang beresin semua ini ya."
"Kak Ana Din..."
"Udah Din janji bakal bawa kak Ana kesini, tapi abang mandi dulu dan tenangin pikiran abang baru nanti boleh ketemu sama kak Ana ya."lalu setelah itu Al mengangukan kepalanya dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk menenangkan pikiran sedangkan Dinda ia nampak sedih melihat sang abang baru kali ini hampir menangis karena perempuan dan ia berjanji akan membawa perempuan yang sangat dicintai sang abang kembali
"Abang Din tunggu dibawah yaa, ada yang mau kita bicarain sama Vano."teriak Dinda dari luar kamar mandi dan berharap Al mendengar ucapannya
"Iyaa nanti abang kebawah."lalu Dinda kembali tersenyum dan ia pun pergi kebawah untuk menemui Revano yang ia tinggalkan sedari tadi diruang tamu
"Bentar lagi abang turun kamu bicara aja sama dia."lalu revano mengangukan kepalanya dan tak lama kemudian Al datang dengan wajah bahagia dan tersenyum sangat berbeda dengan raut wajah tadi
"Ada apa?"tanya Al kepada Revano
"Hm, sebenernya saya mau minta izin sama abang."
"Gausah panggil abang, aku hanya punya adik satu cuma Adinda dan satu lagi panggil Al saja!"
"Baik, kali ini saya datang untuk meminta izin ingin menikahi Dinda dan karena Dinda melangkahi kamu maka harus ada persetujuan dari kamu supaya acara pernikahan kita nantinya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan."
"Maksudmu ingin meminta izin dariku?"
"Iya akan tetapi sebelumnya saya akan melakukan perintah darimu, karena itu adalah kewajiban dari Mama saya."
"Hm baiklah, kau yakin akan menuruti keinginanku?"tanya Al dengan nada santai
"Yakin!"
"Baik, kalau begitu tunggu aku di RING TINJU pukul sembilan malam!"ucap Al dengan tegas
"ABANGG!!!"teriak Dinda yang terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh sang abang
"Baik Al, saya akan datang!"ucap Revano dengan nada menantang
*
*
*
TBC
Hmm semakin hari vote sama sekali gaada terus rating turun, yuk bantu vote sama rating biar author update setiap hari kalau rating sama vote naik author bakal update setiap hariš
Mau update terus setiap hari yakan?
kasih like dan komentar kalian dong wkwk supaya aku tambah semangat lagi nulisnya dan jangan lupa beri bintang 4/5 di novelku ya, satu lagi vote jangan dilupainn wkwk terimakasih teman-temanāØ
Berteman sama author yuk diig
__ADS_1
follow @dillaaa09_