Badboy My Boss

Badboy My Boss
Terbongkar Semua


__ADS_3

"Siapa orangnya Ma,Pa?"tanya Dinda


"Dia adalah orang yang menyanggimu sejak kecil nak."jawab Papa


"Siapa dia Pa?"


"Dia adalah kak lano mu nak."


"Ha!maksud Papa siapa sih?"tanya Dinda yang masih tak ingat dengan seseorang yang disebutkan tadi oleh sang Papa


"Dia kak lano mu,kau ingat bukan nak?"tanya Papa


"..."


Flashback 14 tahun yang lalu


"Sayangg kamu jangan ngebut-ngebut,nanti Din jatuh terus luka deh."jelas sang Mama terhadap anak kecil yang berumur 10 tahun itu


"Tapi kan Din cuma main ini Mamaaa."balas anak kecil itu lalu melanjutkan untuk mengayuh sepedanya disekitar taman rumah mereka


"Yasudah Mama ke dapur sebentar ya, Din jangan kemana-mana disini aja."kemudian Mama pun pergi meninggalkan Dinda yang tengah bermain mengayuh sepedanya


Sementara itu disisi lain, anak laki-laki ini terus menangis meminta kepada sang Mama agar mereka tidak jadi pindah ke luar negeri.


"Mamaa,Lano gak mau pergii,kalau Mama mau pergi Mama aja sana.biarin Lano disini sama bi Inah."ucap anak berumur 14 tahun itu sambil merengek agar keluarganya tak pindah ke luar negeri


"Tapi Lano, kita di Aussie cuma sebentar kok cuma 10 tahun terus kita pulang lagi ke Indonesia.Mama janji kita pasti bakalan pulang kesini lagi ya sayang."bujuk sang Mama terhadap anak semata wayangnya itu


"Pokoknya Lano gak mau! tetep gak mau!"kemudian Lano pun bergegas pergi meninggalkan rumahnya dan berlari entah kemana arahnya


"Lanooooo!"teriak sang Mama


"Kenapa Ma?"tanya Papa


"Lanoo Pa,Lano kabur dari rumah dia bilang gamau ikut kita pindah ke Aussie."ucapnya sambil menangis melihat sang Anak yang kabur entah kemana arahnya


"Nanti kita bujuk Lano Ma,sekarang kita cari Lano dulu ya."


"Tapi kemana anak itu Pa.Mama takut Lano diculikk."


"Papa tau kok dia kemana, ayo kita kesana."kemudian kedua orang tua Lano pun segera menyusul keberadaan Lano karena sang Papa sudah begitu hafal kemana arah perginya jika anaknya itu sedang marah ataupun sedih


Disisi lain Lano terus berlari sekencang mungkin,ia sebenarnya binggung mau pergi kemana.namun satu hal yang ia ingat bahwa ada gadis kecil kesayanganya yang harus ia kunjungi.


"Adinnn..."teriak Lano dari kejauhan


"Eh ada den Lano,den Lano mau cari non Adinn ya."ucap Pak satpam sambil menggoda Lano sedangkan Lano tersenyum malu dihadapan Pak satpam


"Eumm iyyyaa Pak, Adinn ada kan?"tanya Lano

__ADS_1


"Ada kok den, kebutulan non Adin lagi main ditaman belakang."tanpa mengucapkan kata lagi segera Lano menyusul keberadaan gadis kecil kesayanganya itu


"Adinnn..."teriak Lano


"Abangg Lanoooo."ucap Dinda yang ingin turun dari sepedanya namun tak disangka kakinya terbelit dan membuatnya terjatuh dari sepedanya itu dan seketika


"Auwww."


"Adinnn!"dengan sigap Lano pun menangkap tubuh Dinda agar tak terjatuh dibatu-batuan tersebut


"Lain kali Adin hati-hati kalo mau turun dari sepeda ya."ucap Lano dengan lembut setelah itu ia pun menolong Dinda untuk turun dari sepeda


"Abangg Lanoo sakittt."ucap Dinda yang manja padahal tubuhnya sama sekali tak ada yang luka


"Yang mana yang sakit."tanya Lano


"Inii."tunjuk Dinda kearah lututnya yang agak sedikit tergores akibat terhantam di ujung kepala sepedanya


"Sebentar abang Lano kedalam dulu,ambil kotak P3K ya."ucap Lano yang ingin mengambil kotak P3K namun segera Dinda mencekal tangannya agar ia tak pergi meninggalkan Dinda


"Kenapa?"tanya Lano


"Abang Lano disini aja, jangan tinggalin Dinda ya."ucap Dinda dengan wajah sedih karena dari kecil ia sudah begitu akrab dengan Lano


"Baiklah."ucap Lano yang tersebyum kearah Dinda dan seketika membuat Dinda tertawa kecil karena ia sedang mengerjai Lano haha


Lalu tak berapa lama kemudian munculah Mama Dinda yang tengah membawa segelas susu coklat untuk ia berikan kepada anak gadis nya itu


"Eh ada nak Lano, udah lama Lano disini ya."tanya Mama Dinda sambil tersenyum bahagia melihat mereka berdua sangat senang bermain bersama dengan tentram


"Iyaa tadi Lano mampir kesini sebentar soalnya Lano udah kangen banget Adinn, tante."balas lano dengan tersenyumm


"Lano ada disini Pak?"tanya Papa Lano kepada Pak satpam


"Eh Pak Wijaya kebetulan tadi den Lano mampir kesini nanyain non Adin, terus den Lano masuk kedalam Pak."


"Baiklah terimakasih Pak."


"Iya Pak sama-sama."


Tak lama kemudian orang tua Lano pun segera menyusul keberadaan Lano dan ternyata mereka sedang melihat betapa dekatnya Lano dengan Dinda.Jadi mereka tau mengapa alasan Lano tak ingin pindah ke luar negeri karena ia tak mau dipisahkan oleh gadis kecil kesayangannya itu.


"Papa Mama..."ucap Lano yang terkejut melihat keberadaan kedua orangtua nya itu


"Kenapa Papa dan Mama bisa tau kalau aku ada disini."gumam Lano didalam hati


"Sayangg... "teriak sang Mama yang menghampiri Lano dan dengan segera ia pun memeluk tubuh Lano


"Mam...ma kenapa?"tanya Lano dengan gugup

__ADS_1


"Mama tak sanggup jauh darimu sayangg, Mama mohon ikutlah dengan kami ke Aussie.Mama janji setelah Perusahaan kita membaik kita akan pulang kembali kesini."ucap Mama sambil menitihkan air matanya dihadapan semua orang


"Jadd...dii abang Lano mau pergii."ucap Dinda dengan wajah sedih


"Adinn tante boleh gak bawa abang Lano,soalnya tante gak bisa hidup kalau abang Lano gaada disamping tante, tante janji kok kita bakal pulang lagi kesini."ucap Mama Lano sambil menangis menatap kearah Dinda yang tengah mencerna apa yang sebenarnya diucapkan oleh Mama Lano


"Maksud tante mau bawa abang Lano pergi dari sini ya."ucap Dinda yang seakan ingin menangis namun ia tahan karena ia tak mau menangis dihadap Lano


"Iyaa sayangg, bolehkan."tanya Mama Lano sambil mengusap air matanya


"Eumm boleh tapi tante harus janji sama Dindaa,kalau nanti abang Lano harus pulang kesini lagi."ucap Dinda yang mengakat jari kelingking nya tanda perjanjian itu


"Tante janji,pasti kita pulang lagi."jawabnya sambil membalas jari kelingking Dinda dan kemudian ia pun segera memeluk Dinda dengan wajah sedih,sebenarnya ia sudah mengangap Dinda sebagai putrinya sendiri karena Dinda sudah begitu akrab dengan keluarga mereka sedari kecil


"Sayangg kita pulang yuk,soalnya pesawat kita nanti siang sudah take off."ucap sang Mama yang mengajak Lano untuk pergi namun Lano masih saja termenung menatap kearah Dinda


"Lanooo..."


Seketika Lano bangun dan memeluk Dinda, entah mengapa saat ini ia sedang tak mau jauh-jauh dari gadis kecil kesayangannya itu.


"Abang Lano kalau nanti disana banyak temen perempuan jangan lupa sama Dinda ya,kan cuma Dinda yang cantik diantara mereka benarkan Ma?"ucap Dinda yang kemudian diangguki oleh kedua orang tua Lano dan sang Mama lalu kemudian Lano sedikit tersenyum melihat Dinda masih saja bisa bercanda disaat hal seperti ini


"Iyaa abang Lano janji kok, tapi Adinn disini gak boleh nakal juga ya, Adin harus janji gaboleh telat makan, terus gaboleh ngambekkan lagi sama tante dan Om dan Adin gaboleh deket sama temen laki-laki selain abang-abang Adin ya."ucapan Lano


seketika membuat ketiga orang dewasa itupun terharu melihat betapa besar sayangnya Lano terhadap Dinda


"Iya Adin janji kok."kemudian Dinda pun tersenyum bahagia melihat Lano sangat menyanggginya


"Lanoo, ayo nak..."


"Kita harus segera pergi nanti kita ketinggalan pesawat."


"Baiklah Ma. tante Lano titip Adin yaa, kalo Adin nakal jangan dimarahin yaa nanti Lano janji kok bakalan kesini lagi jemput Adin."ucap Lano sedangkan Mama Dinda hanya mengagukan kepalanya dan menitihkan air mata nya lantaran mendengar semua yang dikatakan oleh Lano tadi


"Lano pergi ya..."


"Lano janji bakal pulang kesini lagi jemput Adinn."ucap Lano dan kemudian ia pun beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut


*


*


*


TBC


Mau update terus setiap hari yakan?


kasih like dan komentar kalian dong wkwk supaya aku tambah semangat lagi nulisnya dan jangan lupa beri bintang 4/5 di novelku ya, satu lagi vote jangan dilupainn wkwk terimakasih teman-teman✨

__ADS_1


__ADS_2