
5 Hari Kemudian
"Huh, hari ini sangat membosankan."gumam Dinda didalam hati karena sedari tadi ia hanya merebahkan tubuhnya disofa lalu menonton televisi yang ada dihadapannya.
"Mana ga ada orang lagi dirumah, tau gitu aku ikut sama Mama tadi!"gumamnya karena memang ia ditinggal pergi sama seluruh keluarganya haha
"Hmm, biasa nya ada pengangu yang sering menelponku."ucap Dinda seraya mengotak -atik handpone nya karena merasa ada yang kurang dari dalam handponenya.
"Author mah jahatt aku dibuat gabut terus sama dia."ucap Dinda sambil menyindir author hahaha
Mamaa π calling
Mamaa π calling
Mamaa π calling
3 Panggilan tak terjawab
"Dindaa! Kamu kemana aja dari tadi."ucap sang Mama sambil berteriak geram lantaran sedari tadi Dinda hanya fokus menonton film yang ada dihadapannya
"Eh, maaf Ma.Din tadi habis nonton film soalnya lagi seru banget nih,hehe."ucap Dinda seraya tertawa seperti tak merasa bersalah
"Yaudah,Mama cuma mau bilang kalo kami semua mau menginap disini. Kalo kamu mau kesini nanti Abang Al jemput."
"Berapa hari Mama menginap disana?"tanya Dinda dengan nada penasaran lantaran ia sangat menyesal tadi menolak ajakan sang Mama untuk pergi
"Ya tergantung."balas sang Mama dengan singkat dan padat
"Tergantung apa?"
"Tergantung Papa lah kan kemanapun Papa,Mama harus ikut dong hahaha."ucap Mama yang tertawa bahagia sekaligus mengejek putri sulungnya itu
"Mulai deh,mulaii."ucap Dinda yang merasa tersindir dengan ucapan sang Mama
"Makanya punya pacar dong, biar bisa mesra-mesra an hehehe. Udah dulu ya Mama tutup dulu soalnya Papa udah nunggu,dah sayang."ucap sang Mama sambil menutup sambungan telpon tersebut
"Huh giliran soal gitu lupa sama anaknya."
gumam Dinda seraya melanjutkan tontonan film tadi
***
Ditempat lain
"Gimana Ma, apa Dinda mau kalau kita jodohkan dengan anak Ilyas dan Widya?"tanya Papa yang ragu merencanakan niatnya untuk menjodohkan putrinya dengan anak temannya,karena sejak dulu mereka sudah sepakat jikalau nanti sudah besar keduanya akan dijodohkan
"Entahla Pa, Mama juga bingung tapi mau tidak mau Dinda harus dijodohkan dengan anak Ilyas dan Widya Pa."balas Mama seraya mengelah nafas,karena mau tak mau Dinda harus segera dijodohkan toh ini untuk masa depan Dinda juga bener kan
"Baiklah, semuanya Papa serahkan sama Mama.masalah Dinda mau atau tidaknya itu terserah dia saja."ucap Papa yang sama sekali tak merasa keberatan jikalau nanti Dinda tak ingin melaksanakan perjodohan tersebut
"Yaudah yuk Pa, kita lanjut ngobrol dikamar aja Mama udah gerah nih dari tadi."ucap Mama yang sedari tadi ingin mengajak sang suami untuk masuk kedalam kamarnya
__ADS_1
"Huh sudah tua juga."
balas Papa seraya tersenyum tipis lalu langsung masuk kedalam kamar mereka, selanjutnya di skip aja ya ehehe
***
"Hallo, den."
"Iya bi ada apa?" tanya Revano dibalik sambungan telpon tersebut
"Aden sekarang kerumah sakit den, Nyonya den."
"Ha! Mama kenapa bik?"
ucap Revano yang panik setengah mati dan langsung menyambar kunci mobil yang tak jauh dari hadapan lalu ia langsung bergegas menuju rumah sakit dimana tempat sang Mama dirawat
"Hallo, hallo den."
tak lama kemudian sambungan telepon tersebut pun ternyata putus dikarenakan sinyal yang tak bagus
"Shit."
ucap Revano yang membanting stir karena ia terjebak kemacetan lalu dengan cepat ia langsung memarkirkan mobil di pinggir jalan dan dengan segera pun berlari dengan cepat menuju kerumah sakit.
Langkah kecepatan berlari Revano pun bertambah,dengan cepat ia pun berlari sekencang mungkin karena ia takut akan terjadi sesuatu kepada sang Mama. Setelah sampai di area rumah sakit dengan segera ia bergegas menuju kamar sang Mama.
"Shit."gumam Revano karena sangat kesal kepada pelayanan rumah sakit ini yang hanya menyediakan satu lift untuk naik dan satu lift untuk turun.
"Bisa cepet gak!"ucap Revano sambil berteriak dihadapan orang yang ingin keluar dari dalam lift tersebut
"Semua bikin emosi!"
"Maa..."ucap Revano sambil berlari menuju kamar sang Mama
"Bik Mama kenapa?"ucap Revano yang melihat sang Mama sedang ditangani oleh dokter yang sedang memasangkan alat bantu pernafasan
"Emm, tadi Nyonya nyuruh bibi buat beli buah terus gak lama setelah itu ada suster yang berlari menuju kamar Nyonya,katanya Nyonya sesak nafas Den."ucap Bibi sambil menangis sesegukan yang tak kuasa melihat sang Nyonya terbaring lemah tak berdaya ditempat tidur tersebut
"Kenapa bibi tinggalin Mama,harusnya bibi bisa telpon Revano kalau ada apa-apa."ucap Revano yang tanpa sengaja menitihkan air mata karena tak kuasa melihat sang Mama ditangani oleh dokter tersebut
"Maaf Den,seharusnya tadi kalo bibi gak ninggalin Nyonya gak akan kayak gini."ucap bibi seraya menghapus air mata yang jatuh sedari tadi
"Udah bik gapapa."balas Revano dengan nada menenangkan agar tak terlarut dalam kesedihan
"Mama pasti bisa sembuh kok."
gumam Revano didalam hati
***
2 jam sebelumnya
__ADS_1
"Hallo jeng?"
"Udah sehat belum,hehe maaf ya saya belum bisa jenguk soalnya masih di LA."
"Iya gapapa kok jeng, saya juga minta maaf ya kalo gabisa dateng ke acara pernikahan Devano."
"Iya jeng gapapa kok kita saling maklum aja ya,hehe.Ohiya gimana rencana kita jadi buat jodohin Adinda sama Revano ?"ucap Mama Dinda sambil tersenyum tipis dibalik telepon tersebut
"Yaampunn jadi lupa saya jeng,maaf ya efek sudah tua jadi gini kan.Kita rencanain aja jeng pasti Revano akan setuju."
"Iya jeng nanti setelah jeng membaik, kita rencanakan kapan acaranya bisa dilaksanakan."
"Ngomong-ngomong Adinda setuju jeng sama perjodohan ini?"tanya Mama Revano yang sedikit ragu kalau Adinda nantinya akan menolak perjodohan ini
"Insyallah mah Adinda mau jeng,pokoknya mah jeng cepet sehat-sehat aja dulu biar kita bisa ngerencanain perjodohan ini."
"Iya jeng pasti sekali lagi maaf ya,kalau saya gak hadir diacara pernikahan Devano."
"Iya jeng santai gapapa kok,udah dulu ya jeng nanti kita bahas lagi masalah ini soalnya disini udah malem ehehe."lalu sambungan telepon tersebut pun terputus
***
"Maa, mama kenapa?"tanya Revano sambil mengelus puncak kepala sang Mama Lalu Mama hanya menggelengkan kepala
"Mama istirahat dulu ya, Vano mau keruangan dokter Tyo dulu."ucap Revano sambil tersenyum tipis lalu beranjak untuk pergi namun tangannya ditahan oleh sang Mama tanda bahwa ia tak ingin ditinggal oleh Revano
"Mama kenapa?Vano cuma sebentar kok,janji."
"Mamm...aaa mau ngomong sama Vannn...ooo"ucap sang Mama dengan terbata-bata sambil menahan lengan Revano agar tak pergi
"Yaudah Mama mau ngomong apa?"balas Revano lalu ia pun segera duduk disamping sang Mama untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh Mama.
"Mama pengen punya cucu."
"Tapi Vano belum nikah Ma, masak mama minta cucu sih."
"Makanya Mama mau jodohin kamu sama anak temen mama."ucap sang Mama sambil tersenyum bahagia agar Revano mau menerima perjodohan tersebut
"Tapi Maa."belum sempat melanjutkan pembicaraannya lalu sang Mama langsung mengatakan
"Karena Mama tak yakin,kalau mama masih bisa bernafas lagi nak."ucap sang Mama seraya meneteskan air mata dihadapan anak semata wayangnya itu
*
*
*
TBC
Makasii buat temen-temen yang udah support,big thxxππ
__ADS_1
insyallah aku akan terus update secepetnya aku akan usahainn semampu aku ya, jadi jangan pernah bosen untuk baca cerita aku ya temen-temen β¨