Badboy My Boss

Badboy My Boss
Bayi besar ku yang manja


__ADS_3

***


Setelah pamit untuk pergi ke kantor, Dinda pun melajukan mobil nya untuk ketempat seperti biasanya yaitu apartemen si boss gila nya itu.


Dinda Pov


"Huh!Mama lagi lagi bahas ini, ga capek apa tiap ketemu nanyain calon mantuu muluu kan ada bang Dev dan bang Al kenapa Mama gak nanyain sama mereka berduaaa sihh."


"Kan bang Dev mau nikah,terus apalagi sih yang mama mau pasti setelah abang Dev sama kak Laura dapet anak terus Mama dapet cucu yakan? Huh ga abis pikir aku sama Mama, kenapa coba dia mau nya aku yang nikah bukan kedua anak laki-laki nya itu."


ucap Dinda sambil mengomel sedari tadi lantaran ia sangat kesal dengan pertanyaan sang Mama


Setelah sampai dibasement parkir, Dinda langsung keapartemennya Revano.


"0910XXXX" selesai mengklik kode masuk apartemen Dinda pun terkejut dengan apa yang terjadi dihadapannya.


"Hah,Astaga Revanooo!"ucap Dinda sambil berteriak lantaran ia sangat terkejut karena apartemennya Revano sungguh berantakann, padahal ia sangat tau jikalau Revano adalah anak yang sangat bersih dan benci dengan debu


Tokkk...tokkk... tokkk


suara ketukan itu berasal dari Dinda,saat ini iya saat kesal dengan apa yang dilakukan Revano sehingga ruang tamu sangatt kotorrr.


"Revanooo!bangunnn udah siang."ucap Dinda sambil menarik gorden Revano lalu ia melihat Revano sedang tidur dengan selimut yang menutupi tubuh nya kecuali kepala nya


Lalu dengan satu tarikan, selimut pun terbuka.Namun Revano tak kunjung bangun.


"Nih anak kalo tidur kebo banget sihhh."ucap Dinda seraya melirik kearah Revano


"Vanoo bangunn, ini udah jam 7 loh."ucap Dinda sambil menggoyangkan tubuh Revano


"Vanooo"


"..."


Lalu Dinda melihat Revano yang sedang mengigil karena dinda menarik selimutnya.tak lama dinda pun menyentuh kening Revano, namun ia sangat terkejut karena kening tersebut sangatlah panass dan beda dengan suhu tubuh nya.


"Astaga! kamu sakitt."ucap Dinda dengan panik lalu ia membangunkan Revano dengan lembut

__ADS_1


"Hmm, kamu udah dateng."ucap Revano dengan suara serak khas nya


"Kamu sakitt, gausah ke kantor ya.Tunggu sebentar aku masak bubur dulu buat kamu."ucap Dinda dengan tersenyum lalu ia ingin beranjak kedapur untuk membuat bubur Revano


"Hmm,iyaa maaf kalau aku merepotkanmu."


ucap Revano sambil tersenyum manis kepada Dinda


"Apasihh?yaudah tunggu bentar ya kamu tiduran dulu,oke."ucap Dinda lalu ia beranjak kedapur


"Hmm sepertinya ia sangat mengkhawatirkan ku."gumam Revano lalu ia menarik kembali selimutnya


***


Setelah 20 menit lama nya berkutat didapur apartemen Revano, akhirnya Dinda pun selesai membuat bubur seadanya.Walaupun bubur yang ia buat tak seenak bubur buatan sang Mama namun bubur itu merupakan resep dari sang Mama sendiri.


"Vanoo, bangunn gih sarapan dulu.biar perutnya hangat."ucap Dinda sambil membangunkan Revano


"Hmm baiklah."ucap Revano lalu ia duduk bersender ditempat tidur nya


"Ini minum dulu ya, setelah makan nanti kamu minum obat terus kamu tii..."belum sempat Dinda melanjutkan omelannya Revano pun membungkam mulut Dinda dengan tangan


"Udah ngomel nya?kalo udah saya mau makan."ucap Revano sambil tersenyum kearah Dinda


"Huh, apasihh lepassinn."ucap Dinda sambil melepas tangan Revano dari mulutnya


"Nih makan."ucap Dinda yang menyodorkan semangkuk bubur yang ia buat tadi kepada Revano


Revano pun menggelengkan kepalanya, namun Dinda sangat binggung apa yang diinginkannya.


"Kamu mau nya apa?"tanya Dinda kepada Revano


"Suappinnn."ucap Revano sambil tersenyum manis kepada Dinda seperti anak kecil yang sedang mengolok sang Mama


"Ckck manjaaaa!!!"ucap Dinda yang geram, namun ia tetap menyuapkan bubur tersebut kepada Revano


"Aaaaaaaaaaaaaa"

__ADS_1


"Anakk pinterrr."ucap Dinda sambil mengelus kepala Revano namun ajaibnya Revano malah tersenyum balik tak ada tanda kalau ia sedang marah


"Minummmm."ucap Revano merengek manja dengan Dinda


"Nihhh."ucap Dinda sambil menyodorkan segelas air putih kepada Revano


"Peganginnn."ucap Revano dengan nada khas manja nya


"Hufttt, untung bos kalo bukan udah abiss kamu."gumam Dinda kepada Revano lantaran sungguh ia sangat heran dengan sikap Revano yang sangat manja jikalau ia sakit


"Kamu bilangg apa!"ucap Revano karena ia mendengar apa yang barusan Dinda katakan tadi


"Enggg..akkk kokk."ucap Dinda sambil gelapan untuk menjawab apa yang dikatakan Revano


"Satu suap lagi yaa..."


Namun Revano menggelengkan kepala nya seperti anak kecil saja, lantaran ia sangat kenyang memakan bubur yang Dinda buat tadi.


"Anakk baikk haruss makan sedikit lagi yaaa.Satu suapp lagii yaa."ucap Dinda sambil mengelus kepala Revano agar ia mau makan bubur itu


"Satu suapp lagiii yaa."ucap Dinda sambil membujuk Revano agar ia mau memakan bubur nya


"Ammmmm"


Dan akhirnya bubur tersebut habiss seketika dengan bujukan maut Dinda hahaha...


*


*


*


TBC


Mau update terus setiap hari yakan?


kasih like dan komentar kalian dong wkwk supaya aku tambah semangat lagi nulisnya dan jangan lupa beri bintang 4/5 di novelku ya, satu lagi vote jangan dilupainn wkwk terimakasih teman-teman✨

__ADS_1


FOLLOW IG AUTHOR BUAT YANG MAU TAU INFO UPDATE NYA @DILLAAA09_


__ADS_2