
"Ma, aku sudah lelah..."gumam Dinda seraya berbisik agar sang Mama mengizinkannya untuk segera masuk kedalam kamar hotel
"Sebentar lagi ya, sayang..."
"Ckck, kenapa juga kita harus mengundang banyak tamu!"
"Sayang jangan begitu, sekarang tersenyumlah dulu nanti setelah selesai acara kau dan Revano bisa kembali ke hotel."lalu dengan cepat Dinda mengangukkan kepalanya dan kembali tersenyum ketika ada tamu yang datang mengahampiri mereka
Setelah selesai melakukan resepsi pernikahan, mereka berdua pun segera kembali ke hotel.Karena sedari tadi Dinda merengek untuk segera menuju kamar mungkin ia sudah cukup lelah mengahadapi beribu-ribu tamu yang datang di pesta pernikahan mereka.
"Cepatlahh, aku sudah tak tahan lagi!"bisik Dinda kepada Revano sedangkan Revano hanya tersenyum kecil dan membalas ucapan Dinda
"Sungguh kau tak tahan lagi, baby?"seringai senyum nakal yang dikeluarkan oleh Revano lalu Dinda pun menginjak kaki Revano seraya mendengus kesal dengan apa yang ada dipikiran Revano
"Mesum!"tatapan tajam yang dikeluarkan oleh Dinda membuat Revano sedikit takut terhadap gadis kecil kesayanganya itu
"Tunggu baby..."ucap Revano sambil berlari mengejar Dinda yang sudah meninggalkannya didepan loby hotel tersebut
"Kenapa sih aku bisa mencintainya padahal dia adalah laki-laki mesum tingkat akut!"gumamnya sembari berjalan menuju kamar hotel yang sudah dipersiapkan oleh Revano
"Sifatmu mirip seperti Papa, son."
"Sudahlah Pa, ayo kita pulang..."
"Semoga kita cepat mendapatkan cucu cantik dan tampan dari mereka, Ma..."
"Semoga, Pa..."lalu kedua orang tua Revano pun beranjak pergi setelah menggelengkan kepala melihat tingkah laku anak dan menantunya seperti anak kecil
***
Disisi lain setelah sampai dikamar mereka, Dinda pun bergegas untuk membersihkan tubuhnya karena merasa sudah sangat lengket sedari tadi.Tak lama kemudian datanglah seseorang yang tak lain adalah Revano yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya.
"Apa dia marah kepadaku?"tanya Revano didalam hati seraya melihat Dinda didepan cermin sembari menghapus sisa make up yang ada diwajah cantiknya
Setelah mengahapus sisa make up Dinda pun beranjak untuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, namun setelah sampai dikamar mandi ia baru teringat kalau tak ada orang yang bisa membantunya untuk melepas gaun pengantin yang sedari tadi lekat ditubuhnya.
"Ckck mau tak mau aku harus minta tolong sama tuan mesum itu!"ucapnya lalu ia pun keluar dari kamar mandi dan segera menuju ketempat Revano sekarang duduk
"Kenapa?"tanya Revano yang heran ketika melihat Dinda berada tepat dihadapannya sembari terlihat sangat kesal
"Huh."
"Tolong bantu aku untuk melepas reseleting gaun ini."ucap Dinda yang membalikkan tubuhnya agar Revano bisa membuka gaun tersebut
__ADS_1
"Dengan senang hati, baby."ucap Revano lalu dengan segera ia pun membantu Dinda untuk melepas reseleting gaun tersebut
"Astaga ini indah sekali."seringai nakal pun kembali saat Revano melihat punggung Dinda dengan sangat teliti
"Hei, sudah belum!"ucap Dinda yang sedari tadi menunggu apakah sudah dibuka atau belum
"Astaga Revano, tahan tahan..."gumamnya didalam hati sembari mengehela nafas kasar
"Eh...iyyy...aaa sudah kok."lalu dengan cepat Dinda pun segera berdiri tanpa menoleh kearah Revano yang saat ini sedang menahan sesuatu
"Hanya dengan melihat punggungnya saja aku sudah tegang apalagi yang lainnya." ucapnya sembari mengehal nafas kasar melihat tingkah laku Dinda seperti yang anak kecil
Tak lama kemudian Dinda pun akhirnya sudah selesai dengan aktivitasnya didalam kamar mandi sedangkan Revano masih setia melihat layar laptop yang ada dihadapannya itu.
"Dia sudah selesai?"tanya Revano didalam hati namun ia masih tak berani untuk menyapa Dinda duluan takutnya ada kesalahpahaman wkwk
"Astagaa cantik sekali..."ucapnya ketika melihat Dinda memakai piama bergambar princess yang biasanya dipakai oleh anak kecil
"Meskipun ia memakai piama seperti anak kecil, dia tetaplah cantik di mataku ini..."gumamnya sambil tersenyum kearah Dinda karena hilang sudah konsentrasinya ia pun menutup laptop tersebut lalu dengan cepat ia kembali menatap Dinda yang maaih setia duduk didepan cermin
"Ckck ada apa dengan tuan mesum itu!"ucap Dinda ketika melihat Revano masih terpaku melihat kearahnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan
"Hei!Mandi sana apa kau tidak gerah sehabis acara?"tanyanya kepada Revano namun hal tersebut tak direspon oleh Revano karena ia masih memperhatikan Dinda yang sedang menyisir rambut panjangnya itu
Lalu dengan kesal Dinda pun beranjak dan menuju sofa yang ditempati oleh Revano sedari tadi.
"Aww..."ucap Revano yang seketika sadar ketika melihat Dinda menjewer telinganya dan kembali tersenyum melihat Dinda yang sekarang berada tepat dihadapannya
"Baby, kamu melakukan kekerasan rumah tangga kepadakuu..."ucap Revano sambil mengelus telinganya akibat jeweran Dinda padahal tak sakit cuma dia hanya melebih- lebihkan haha
"Drama!"
"Cepatlah mandi, jika kau mau tidur disini dan jika tidak tidurlah disofa itu sepanjang malam!"balas Dinda seraya kembali duduk diatas kasur lalu ia pun memainkan handponenya
"Ckck iyaya aku akan mandi..."ucap Revano lalu ia pun segera bergegas untuk mandi karena ia tak mau tidur di sofa hanya karena hal sepele bukan
"Haha ternyata dia takut juga ancamanku!"
Akhirnya setelah selesai Revano pun segera keluar, namun ia kini melihat Dinda yang saat ini sedang tertawa bahagia ketika melihat sesuatu yang ada dibalik layar handponenya tersebut.
"Sayang aku sudah selesai mandi."ucapnya sambil membaringkan tubuhnya disamping Dinda
"Terus?"tanya Dinda yang masih asik mengetik sesuatu dari handponenya itu
__ADS_1
"Pelukk..."
"Tuh peluk aja guling!"ucap Dinda sambil melempar guling tersebut kepada Revano
"Huh."ucapnya sambil memeluk erat guling tersebut padahal ia ingin sekali memeluk gadis kecil kesayangannya itu tapi yasudahlah
"Sayanggg..."ucap Revano yang masih setia memeluk guling yang tadi dilempar oleh Dinda
"Kenapa?"balas Dinda dengan nada kesal
"Mau pelukk!"ucap Revano yang mengeluarkan nada khas seperti anak kecil
"Tuan mesum ini tak akan berhenti bicara jika aku tak memeluknya!"gumamnya didalam hati lalu dengan cepat ia memeluk Revano namun segera ia lepas karena takut akan terjadi hal yang tak diinginkan
"Ckck kenapa cepat sekali!"
"Lagii!"ucapnya sambil kembali merentangkan tangannya agar Dinda kembali memeluknya
"Sudah cukup, aku mengantuk!"lalu Dinda pun menaruh handponenya diatas meja kecil disamping tempat tidurnya dan segera membaringkan tubuhnya kearah berlawanan dengan Revano
Dan ketika ia tersadar dengan cepat Dinda kembali duduk diatas kasur tersebut dan mengambil guling yang ada disamping Revano
"Ingat! ini guling akan menjadi pembatas kita, jika kau melanggarnya maka kau akan tau akibatnya!"ucapnya seraya meletakkan guling tersebut ditengah-tengah agar Revano tak mengangu tidurnya dan tak melakukan hal hal yang diluar dugaannya
"Kenapa harus ada pembatas?"tanya Revano dengan heran
"Karena kau adalah tuan mesum!"ucap Dinda lalu ia pun segera membaringkan tubuhnya dan meninggalkan Revano yang masih terpaku menatap guling tersebut
"Gagal sudah rencana yang seharusnya dilakukan malam ini..."gumamnya seraya melihat Dinda yang berbaring kearah berlawanan dengannya
"Sabar Revano, sabar.Pasti akan ada saatnya hahaha..."lalu ia pun membaringkan tubuhnya kearah Dinda walaupun hanya punggung Dinda yang ia lihat namun itu saja sudah cukup baginya
*
*
*
TBC
MAU LANJUT?
AKU TUNGGU 50LIKE+10KOMENTAR, JIKA SUDAH MAKA AKU AKAN KEMBALI CRAZY UP YAA ✨
__ADS_1
MINAL AIZIN WAL FAIZIN
mohon maaf lahir dan batin ya temen-temen 🙏🙏