Badboy My Boss

Badboy My Boss
Kenapa air keran mati?


__ADS_3

"Aku masih ngambek ya gara - gara dihotel tadi, jadi sebagai hukumannya kamu tidur diluar ya abanggg!" teriak Dinda lagi setelah itu ia pun mematikan lampu tidur dan mulai menutup matanya 


"Sial!"


"Kunci cadangannya ada didalam lagi!" ucap Revano yang frustasi mengingat kunci cadangan ada didalam laci kamar


"Hahaha..." ucap Dinda yang tertawa bahagia


Sedangkan Revano hanya diam tak berkutik didepan pintu kamar mereka.


"Sayangg, abang mohon buka..." rengek Revano kepada Dinda namun ternyata istrinya itu hanya diam tak menanggapi ucapan Revano


"Rasain! Siapa suruh yang buat aku maluu, hahaha." dengus Dinda seraya tertawa ketika mendengar rengekkan suaminya itu


Setelah pukul 00.00, akhirnya Dinda memberanikan diri untuk keluar dari kamar tidur karena ia sangat penasaran sekali kemana suaminya itu hingga tak ada suara sama sekali.


Tap


Tap


"Kemana dia, kenapa tidak ada suara sama sekali?" tanya Dinda didalam hati nya sembari berjalan kearah ruang tamu


"Abang..."


"Abang dimana?" teriak Dinda


"Abang pergi atau kemana ya?" ucap Dinda lalu ia pun menuju kearah dapur untuk mengambil minum karena haus


"Abanggggg!" teriak Dinda lagi


Namun masih nihil, entah kemana hilangnya suami kesayangannya itu. Apa ada di ruang kerja atau malah keluar apartemen?


Setelah minum ia pun masuk kedalam kamar lalu tak lupa Dinda menguncinya, karena ia takut jikalau ada seseorang yang berniat jahat.


"Abang kemana ya kira-kira?" ucapnya sembari duduk diatas tempat tidur tersebut


"SAYANG!"teriak Revano dengan kencang


"ALLAHUAKBARR, ABANGGG!" teriak Dinda ketika mendengar suara suaminya itu dan terkejut melihat Revano yang sudah duduk disampingnya


"Astaga sayangg, gausah teriak kenceng -kenceng malu didenger sama tetangga!" ucapnya tanpa rasa bersalah


"Abang juga sih, kapan abang masuk kesini coba?" tanya Dinda yang heran melihat keberadaan Revano


"Dari tadi sebelum kamu manggil Abang, hehe..." jawab Revano


"Yaudah yuk kita tidur, ini udah tengah malem juga." lalu ucapan Revano diangukkan oleh Dinda dan mereka pun tidur bersama


***


Sinar matahari menyeruak dibalik gorden tersebut, namun hal itu tak membuat pasangan tersebut terbangun malah sang suami mempererat pelukannya kepada sang istri.


Hoamm...

__ADS_1


"Sudah pagi rupanya."ucap Dinda sembari mengusal mata kanannya dan saat ia ingin bangun dari tempat tidur, seolah tubuhnya sedang dipeluk erat oleh seseorang namun siapakah orang itu?


Ohiyya! Dinda baru ingat sekarang jikalau ia sudah mempunyai suami yang dulu pernah menjadi sahabat kecilnya itu.


Lalu dengan cepat ia pun perlahan melepas pelukkan sang suami agar tidak terbangun, namun nyatanya sedari tadi Revano sudah terbangun dan melihat aksi yang dilakukan oleh istri kesayangannya itu.


"Aduh! kok tangan abang berat bangettt." ucapnya sembari mengangkat tangan Revano yang melingkar di perut kecilnya itu


Sedangkan Revano hanya tersenyum sembari mengintip akan apa yang dilakukan oleh istrinya itu.


Alhasil Dinda pun menyerah, ia tak bisa mengangkat lengan kokoh suaminya karena tenaganya tak sebanding dan ia pun memilih untuk merebahkan tubuhnya lagi disamping Revano.


Karena tak tahan dengan kelakuan sang istri, Revano pun akhrinya membuka matanya dan melihat istrinya itu sedang berusaha untuk kembali memejamkan matanya, yaampunn sebegitu menggemasskan bukan si istri kesayangannya itu hahaha.


"Good morning baby." ucap Revano ketika melihat Dinda sedang menatap kearahnya


"Loh, kok kam... "ucap Dinda yang belum sempat menjawab namun Revano sudah memotong ucapannya


"Morning kiss, babyy." ucap Revano sembari mencium bibir tipis sang istri


"Kamu tuh selalu motong pembicaraan aku!" ucap Dinda yang kesal


"Abang salah apa sayangg, hmm?" tanya Revano sembari mengelus puncak kepala sang istri


"Pikir aja sendiri!" ucap Dinda lalu ia pun beranjak pergi menuju kamar mandi


Namun selintas ide gila muncul dihadapan Revano untuk menjahili sang istri, entahlah mengapa sifatnya sekarang sangatlah berbeda dengan yang dulu. Mungkin itu karena adanya Adinda hidupnya bisa seceriah dan bahagia seperti ini.


"Tinggal tunggu saja pasti sebentar lagi dia akan memanggilku" ucap Revano sembari bersantai dipinggiran tempat tidurnya


1


2


3


"ABANGG!!!" teriak Dinda dari dalam kamar mandi


Dan benar bukan? apa yang direncanakan Revano ternyata berhasil sungguh ini sangat membuat Revano ingin berteriakk.


"ABANGGG!!!" teriak Dinda lagi


"Iya sayang?" tanya Revano yang sudah berada didepan pintu kamar mandi tersebut


"Kenapa airnya mati?" teriak Dinda


"Air apa sayang?" tanya Revano yang pura pura tak tau dengan apa yang terjadi


"Air pam nya abang!" teriaknya kembali


"Coba kamu buka dulu pintunya sayang, abang mau lihat apa yang rusak." ucap Revano sembari tersenyum licik


"Ckckck iyaya bentar!" lalu tak lama kemudian Dinda pun membukakan pintu tersebut dan benar saja Revano langsung masuk untuk melihat apa air tersebut benar benar mati atau tidak

__ADS_1


"Jadi gimana bang?" tanya Dinda yang kini hanya memakai kimono putih menutupi tubuhnya itu


"Ini kayaknya emang mati yang." ucapnya sembari melihat kearah keran air


"Loh aku jadi gimana bang, mana belum keramas lagi!" ucap Dinda karena ia belum selesai mandi tapi airnya sudah mati


"Emang biasanya suka mati gini apa, bang?" tanya Dinda kepada Revano


"Gak pernah, baru kali ini mati loh sayang..."


"Kok bisa ya bang?" tanya Dinda yang kebingungan


"Mungkin airnya mau kita mandi berdua yang." ucap Revano sambil tersenyum tipis kearah istrinya itu


"Dasar mesum!" teriak Dinda dihadapan Revano


"Kan cuma sama kamu sayang hahaha..."


"Yaudah kamu tunggu disini bentar, abang keluar dulu mau nanyain kenapa air nya bisa mati ya..."


"Iya cepet ya bang, Din udah gerah nih soalnya." lalu Revano hanya menggangukkan kepalanya tanpa menjawab ucapan dari istrinya itu


"Yes!" ucap Revano yang tersenyum tipis dan sangat senang sekali karena rencana ide gila nya itu bisa berhasil tanpa diketahui oleh istrinya itu hahaha


Kalian tau bukan, dari awal Revano yang mrnjalankan ide gilanya itu dikarenakan ia ingin sekali mandi berdua dengan sang istri namun jika dibujuk pasti istrinya itu tidak akan mau dan terpaksa Revano menggunakan akal busuknya itu supaya rencananya berhasil.


"Nah ini udah bisa lagi kok." ucap Revano yang tersenyum ketika melihat sang istri sudah ingin melepaskan kimono tersebut


"Abang ngapain lagi masih disini?" tanya Dinda


"Abangg!"


"ABANG KOK MELAMUN!!!" teriak Dinda sembari memukul bahu suaminya itu agar tersadar dari lamunanya


"Eh maaf sayangg, abang tadi lagi mikirin sesuatu." ucap Revano tanpa rasa bersalah


"Yaudah ngapain lagi abang disini?"


"Eh abang mau mandi juga lah yang." ucap Revano yang sudah melepas sebagian pakaiannya


"Oh yaudah abang mandi disana aku mandi di bathtup ya!" ucap Dinda


"Loh sayang kita mandi didalam bathtup aja berdua, muat kok!" ucap Revano yang tak mau kalah dengan apa yang diucapkan oleh Dinda


"Abangg kamu mau besok tidur disofa ruang tamu lagi?" ucap Dinda dengan halus tapi kata katanya sedikit menyindir suaminya


"Eh enggak sayangg, abang mandi disana aja." lalu ia pun pasrah dan menuruti apa kata istrinya itu


"HAHAHA GAGAL SUDAH RENCANAKU!"ucap Revano didalam hati sembari menggerutu semua yang dilakukannya tadi


Maaf ya aku udah lama banget hiatuss, bukan gamau update tapi urusanku belum selesai mana lagi mau tes sana sini jadi harus siap otak sama fisik jugaa.


Minta maaf banget buat yang udah lama nungguin novel ini updatee hehe, insyallah aku akan usahain update seminggu sekali ya dan doakan semoga tes aku berjalan dengan lancar tanpa ada halangann, aamiin...

__ADS_1


__ADS_2