
"Iya, aku berangkat."ucap Revano yang beranjak pergi menuju pintu masuk
"Hati-hati dan Safe filght sayang..."
ucap Dinda yang secara tiba-tiba memeluk tubuh Revano dari belakang
Lalu tanpa aba-aba Revano pun membalikkan tubuhnya, seketika ia pun membalas pelukan Dinda secara tiba-tiba.
"Aku pergi, jaga dirimu baik-baik kamu mengerti?"tanya Revano di sela-sela pelukkan manis mereka.
"Aku mengerti, kamu juga ya."
balas Dinda lalu Revano pun tersenyum tipis dan melepaskan pelukkan Dinda kemudian beranjak untuk masuk ke pintu utama
Setelah melihat Revano yang sudah masuk,Dinda pun bergegas keluar dari Bandara lalu menunggu jemputtan yang akan datang
Sudah lebih setengah jam,jemputtan itu tak kunjung datang juga.Dinda yang geram pun sedari tadi langsung beranjak berdiri mendorong kopernya untuk menaiki taksi yang sudah disediakan pihak Bandara.
"Sweethearttt."teriak seseorang dari ujung sana
Dinda yang tak mendengar pun terus melangkahkan kaki nya menuju taksi tersebutt.
"Tunggu Sweatheart!"teriak Devano dari kejauhan sambil berlari sekencang mungkin agar tak kehilangan sang adik kecilnya
"Kok aku ngerasa ada yang manggil ya?"
gumam Dinda didalam hati seraya menunjuk salah satu supir taksi tersebut
Lalu Dinda pun menemukan taksi itu, kemudian ia segera merogoh handpone nya dari dalam tas hitam tersebut.
"Excuse me sir, can you take me to this address?"ucap Dinda seraya menunjukkan alamat dari handponenya itu
"Sure, please enter Miss."jawab supir tersebut sambil menaruh koper Dinda serta beberapa barang tersebut kedalam bagasi
Abang Devano♥ calling
"Kamu dimana,Abang dari tadi manggil kamu tapi kamu malah pergi entah kemana."ucap Devano yang sedang mengatur nafasnya karena sedari tadi ia berlari mencari sang adik namun tak kunjung bertemu
"Lah aku udah di taksi bang?"Ucap Dinda yang sama sekali tak merasa bersalah wkwk
"Cepet turun abang kesana sekarang!"ucap Devano yang berbicara tegas terhadap Dinda lalu ia pun langsung memutuskan sambungan telpon tersebut
"Stop sir."
"My brother has picked me up here."
"So I just stop here sir, this is the money thank you."ucap Dinda sambil memberi beberapa lembar dolar kepada supir tersebut lalu ia langsung membuka bagasi untuk mengambil koper dan beberapa barang-barangnya itu
"Excuse me miss, this is your money is okay I also have not escorted to the destination."ucap supir itu sambil mengembalikan beberapa lembar dolar yang sudah Dinda berikan tadi
"It's okay sir, just consider this a reward for helping me."ucap Dinda sambil tersenyum tipis dan mengembalikan uang tersebut kepada supir taksi itu
__ADS_1
"Thank you miss,you are so kind."ucap supir tersebut sambil menerima uang itu,lalu tersenyum bahagia melihat uang tersebut
"Finally today we can eat delicious, son."gumam supir tersebut sambil tersenyum bahagia melihat uang yang sudah diberikan oleh Dinda tadi
"Sure sir, thanks sir."ucap Dinda sambil berlalu menyeret kopernya untuk menuju ruang tunggu
***
"Huh kamu kemana aja sih,dari tadi Abang keliling muterin satu Bandara ini nyariin kamu!"ucap Devano yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Dinda sedangkan Dinda ia sedang menggunakan headpone di telinganya sambil mendengarkan lagu dan sama sekali tak menyadari kedatangan sang Abang
"Sweetheart!"teriak Devano seraya melihat Dinda yang masih setia memegang handponenya itu
"ADINDA!"teriak Devano yang emosi karena Dinda sedari tadi menghiraukan perkataannya lalu ia pun mengoyangkan tubuh Dinda agar Dinda menyadari bahwa ada sang Abang disampingnya
"Astaga!"
"Abang mau buat Dinda jantungan ya!"
celetuk Dinda sambil melepas headpone dari telinganya
"Kamu dari tadi ga nyaut-nyaut Abang panggilin sih!"
"Hehe maaf Din tadi lagi denger music bang."ucap Dinda yang tersenyum tipis seraya beranjak berdiri lalu mengambil koper dan barang-barangnya
"Kok Abang Dev yang jemput sih?"tanya Dinda yang heran karena tadi sang Mama bilang yang jemput Al bukan Dev
"Jadi kamu gamau dijemput Abang ya sweetheartt,Abang rela loh ninggalin meeting penting demi nyempetin buat jemput kamu di Bandara."ucap Devano yang seketika bersedih lantaran sang adik sepertinya tak suka karena ia menjemputnya
ucap Dinda bersorak bahagia agar bisa menggembalikan raut wajah Abangnya menjadi bahagia juga
"Nih bang."ucap Dinda sambil menyodorkan satu koper kepada Devano
"Ckck iyaa."jawab Devano seraya menerima satu koper dan beberapa barang dari Dinda
***
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit mereka berdua pun sampai ke rumah mewah keluarga Emily,karena memang keluarga Emily mempunyai rumah juga di LA.
"Mamaaaa."teriak Dinda yang sedang mencari sang Mama dengan raut wajah sangat bahagia
"Yaampunn suara kamu gak di Indo gak disini sama aja tetep nyaring."ucap Mama yang seketika muncul dihadapannya sambil memeluk putri kecil kesayangannya itu karena sudah beberapa minggu ia tak bertemu dengan Dinda
"Ckck Maa, Din ga bisa nafas nihh pegepp."ucap Dinda di sela-sela pelukan sang Mama karena begitu erat sehingga ia tak bisa lagi bernafas wkwk
"Kamu inii, selalu dan selalu mengacaukan kerinduan Mama."ucap sang Mama sambil melepas pelukkannya lalu menatap putri kecil kesayangannya itu
"Yasudah cepat tidur karena besok hari pernikahan Abangmu,dan kamu harus bangun pagi-pagi sekalii ya sayangg."
"Iya iyaa Ma."
"Din katanya kamu kesini sama temen?tapi kok sendirian?"tanya sang Mama sambil menatap kearah Dinda
__ADS_1
"Em tadi temen Dinda langsung pulang balik ke Indo karena dia dapet kabar katanya Mama nya masuk rumah sakit Mah."jawab Dinda dengan tenang karena ia tak mau mengenalkan Revano kepada keluarganya
"Sampaikan permintaan terimakasih Mama kepadanya karena sudah mengantar putri kecil kesayangan Mama ya sayang,dan Mama juga turut berdoa agar Mama temanmu cepat lekas pulih kembali ya."
"Baiklah Ma,nanti Din sampaikan.Yasudah Din kekamar dulu ya mau tidur kan besok mau bangun pagi hehe."ucap Dinda sambil beranjak menuju kamar tercinta yang sudah beberapa tahun ini tak dihuni oleh pemiliknya
***
Keesokkan harinya pukul 04.30 waktu aktual di Los Angeles,Dinda bangun dan bersiap untuk mandi lalu bergegas untuk berdadan karena pasti akan banyak tamu yang hadir nantinya maka dari itu ia bangun lebih awal.
"Huh, untung ada alarm."
gumam Dinda seraya mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer miliknya
Tokkk...tokkk
"Din,kamu cepetan keluar ya udah giliran kamu yang dandan nihh."teriak sang Mama sambil mengetuk pintu Dinda karena ia menyangka jika putri kecilnya itu masih tidur tapi kenyataanya putri kecil itu sudah bangun bahkan sudah siap memakai gaun yang sudah disiapkan sebelumnya oleh Abangnya itu
"Kesini aja Ma bilangin sama MUA,Din mau dandan di kamar aja."
"Baiklah."
Setelah selesai pun mereka bergegas menuju Hotel Curio Collection By Hilton karena keluarga pihak perempuan yang memilih Hotel itu untuk menjadi tempat sakral pernikahan putri mereka.
Lalu acara pun akad nikah akan segera dimulai,semua hikmat tak ada satu orang pun bersuara kecuali Devano yang dengan lantangnya mengucap janji suci dihadapan semua orang.
“Saudara Devano Emily Grace bin Emily Grace, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan
Gracesylly Laura Andrietta binti Pawira Sanjaya dengan maskawinnya tersebut dibayar tunai.”
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Gracesylly Laura Andrietta binti Pawira Sanjaya dengan maskawinnya tersebut dibayar tunai.”
"Sah?"
Lalu semua orang menjawab "Sah" dan Alhamdulilah...
btw hampir semua yang dateng itu orang Indo ya karena kebanyakkan temen-temen Laura dan Devano di Indo
*
*
*
TBC
Bigg thxx buat yang udah support akuu,supaya aku kembali semangatt nulisnyaa hehe.Maaf ya kalo udah lama banget ga update karena aslii urusan aku banyak banget diduniaa nyataa temen-temenn:(
Ohiya kalo aku buat SQUEL BANG DEVANO SAMA KAK LAURA gimana? pada setuju gak wkwk tapi nanti setelah urusan di dunia nyataku kelar hehehe,kalo kalian suka langsung komen dibawah yapp ♥♥♥
__ADS_1
♥Don't forget for like, komen and vote ya temen-temen 💕