Badboy My Boss

Badboy My Boss
Istriku yang Manis


__ADS_3

"Baiklah, baiklah kapanpun kamu mau..."ucap Dinda dengan nada malas


"Benarkah?"tanya Revano dengan mata berbinar-binar setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Dinda


"Iyaya tuan mesum tapi hanya untuk hariini saja, hahaha..."


"Ckck iya cepatla ambilkan bajuku didalam lemari!"titah Dinda agar Revano segera mengambil bajunya dari dalam lemari


"Baiklahh."lalu Revano pun beranjak untuk mengambil pakaian Dinda namun ia sedikit ragu untuk mengambil pakaian dalam Dinda


"Yasudahla aku ambil ini saja!"lalu ia pun hanya mengambil hotpans dan kaos tipis berwarna putih tanpa berpikir ia pun langsung memberinya kepada Dinda


"Baby, ini baju nya..."teriaknya dari luar


"Baikla kau julurkan saja tanganmu, nanti bajunya akan aku ambil!"ucapnya dengan nada was was yang sekarang pikirannya sedang memikirkan hal yang akan terjadi jikalau sampai Revano masuk kedalam kamar mandi tersebut


"Ini ambillah!"ucapnya sembari menjulurkan tangannya kearah pintu kamar mandi yang sekarang sedang terbuka


"Baiklah sebentar."


"Terimakasihh sayangg..."ucap Dinda lalu dengan segera ia menutup pintu tersebut tanpa tau jika tangan Revano masih menjulur dipintu kamar mandi tersebut


"Awww..."teriak Revano sembari menahan kesakitannn


"Babyyyy!!!tanganku terjepit..."ucapnya


"Yaampunn!Ma-aaf kan aku ya sayangg..."lalu Dinda pun dengan segera membukakan pintu tersebut seketika ia melihat tangan Revano yang sekarang menjadi merah karena ulahnya


"Ma-aaf..."ucapnya sembari menuntun Revano untuk duduk disisi ranjang


"Seben-tar aku akan mengambil kotak P3K dulu..."lalu ia pun bergegas mengambil kotak P3K tersebut untuk mengobati luka akibat ulahnya


"Baby, sudahlah aku baik-baik saja..."ucap Revano yang tersenyum manis ketika melihat Dinda sedang mengobati luka ditanganya


Padahal itu hanya sekedar luka diluar, tak ada sakit bagi Revano cuma itu hanya akal-akalan nya saja supaya Dinda lebih memperhatikan nya haha...


"Sudah Diamlah, kau berisik sekali seperti tikus!" ucap Dinda yang sedari tadi mengobati lukanya


"Baby, aku akan baik-baik saja jika kau memberiku satu ciuman dipagi hari..."ucap Revano yang terlihat seperti lesu agar Dinda mau untuk menciumnya


"Halahhh alasann saja!"gumam Dinda yang menyunggingkan senyumnya


"Babyyy...."rengek Revano sedangkan Dinda masih berpikir berulang kali untuk mencium suami sah nya itu


"Hm, baiklah..."


"Tutup matamu!"lalu Revano pun menurut dan menutup matanya dalam sekejab


"Sudah ayooo..."ucapnya yang tak sabar menunggu ciuman tersebut


CUP


"Ckck sudah!"


"Ha!hanya mengecup dikeningku saja?" ucapnya yang tercegang melihat Dinda hanya mengecup dibagian dahi saja


"Lalu mau dimana lagi?"tanya Dinda yang seolah tak tau

__ADS_1


"Disinii!"lalu ia pun menunjukan kearah bibirnya agar Dinda tau bahwa yang dikecup bukan dibagian dahi melainkan bibirnya


"DASAR MESUM!"


"PLAK!"lalu Dinda pun memukul bagian tangan Revano secara refleks tanpa ingat tanganya tersebut sedang luka


"Awwwww, sakitttt!!!"ucap Revano yang merengek manja sengaja agar Dinda bisa memberinya lagi ciumam gratis dipagi hari


"Ma-aff aku lupa..."seketika ingatan Dinda pulih ia pun mengingat jikalau tangan Revano sedang luka akibat ulahnya sendiri


"Huhu obatinn..."ia pun merengek manja lagi dihadapan Dinda


"Baiklah sini aku obati lagi!"lalu dengan cepat Dinda pun mengambil kembali kotak P3K yang ada dimeja


"Tidakkk, jangann!!!"


"Kenapa?"tanyanya yang heran


"Bukannya tanganmu terluka kembali karena aku memukulnya?"tanya Dinda sembari menatap kearah Revano


"Em maksudku kau bisa mengobatinya dengan cara lain..."ucap Revano yang secara tidak langsung menyindir agar Dinda tau apa yang dimaksud olehnya


"Caranya?"


"Ini."tunjuknya lagi diarah bibirnya


"Terus?"tanya Dinda lagi sebenarnya ia tau apa yang dimaksud oleh Revano namun ia malu jikalau harus duluan menciumnya


"Cukup cium ini, maka luka ku akan menjadi sembuh..."


"Hm, baiklah."


CUP


"Ada apa lagi!"ucapnya yang kesal melihat Revano dengan tatapan malas


"Sekali lagi..."ucapnya yang kembali dengan nada manja kepada Dinda


"Apa yang tadi tidak puas ha!"lalu Dinda pun menatap tajam kearah Revano pasalnya ia sangat begitu geram dengan kelakuan suaminya itu


Lalu Revano kembali menggelengkan kepalanya, namun ia tak ingin memaksa jika Dinda tak mau yasudah tak apa mungkin belum rezekinya saja.


CUP


Kemudian Dinda kembali mencium Revano, namun tak tinggal diam Revano menahan tengkuk Dinda agar ia tak lepas dari Revano.


"Huhh sudah cukup!"


"Ka-u membuatku kehabisan oksigen!"ucap Dinda yang terbata-bata setelah melepas dari Revano


"Maaff..."ucap Revano yang tersenyum seketika melihat Dinda


"Ada apa lagi sekarang ha!"


"Tidak ada!"


"Lalu kenapa kau tersenyum seperti itu?"tanya Dinda yang heran melihat tingkah aneh suaminya itu

__ADS_1


"Tidak aku hanya senang dengan rasa yang ada dibibirmu, sangat maniss..."ucap Revano yang kembali tersenyum menatap Dinda sedangkan Dinda hanya menatap malas kearahnya


"Benar-benar gila!"gumamnya didalam hati sembari mengerutu


"Dasar ganguann!"


"Ganguan apa, baby?"


"Ganguan jiwa!"lalu seketika Dinda beranjak pergi meninggalkan Revano yang terpaku menatapnya


"Istriku begitu manis jika sedang marah, haha..."


Kemudian ia pun beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, entahlah kemana Dinda sekarang pergi yang jelas ia masih ingat jikalau mereka berdua masih didalam kamar hotel.


Ceklek


Pintu pun terbuka dan setelah itu Dinda menaruh nampan yang berisi makanan tersebut ke meja yang telah disediakan didekat balkon hotel tersebut.


"Kemana tuan mesum itu?"tanyanya yang heran


"Oh rupanya dia sedang mandi."ucapnya setelah mendengar percikan air dari dalam kamar mandi tersebut


Tak lama kemudian muncul lah Revano yang keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai handuk putih yang hanya menutupi bagian bawahnya saja.


Lalu ia pun mendekat kearah Dinda yang sedang duduk di balkon kamar tersebut.


"Kenapa?"tanya Dinda yang heran ketika Revano sedang berdiri dihadapannya


"Pakaianku mana?"jawab Revano yang bingung kenapa Dinda tidak menyiapkan pakaian untuk nya


"Ckck mengambil pakaian saja tak bisa!"lalu ia pun bangkit menuju lemari dan mencari pakaian Revano


"Lalu apa yang bisa kau lakukan, jika mengambil baju saja harus aku!"gerutunya sembari menyiapkan seluruh pakaian yang akan dipakai oleh Revano


"Aku hanya bisa menciummu dan membuat baby untuk kita, hahaha..."lalu setelah mengucapkan itu Revano kembali tertawa sedangkan Dinda hanya mendengus kasar melihat tingkah laku gila suaminya itu


"Ini cepat pakai, aku menunggumu dibalkon untuk sarapan."lalu Revano pun mengangukkan kepalanya dan Dinda meninggalkannya menuju balkon


"Sudah?"tanya Dinda yang melihat Revano yang sangat rapi walaupun hanya memakai celana pendek dan baju kaos hitam saja


"Ayo makan."ucap Dinda sedangkan lelaki dihadapannya itu hanya tersenyum tipis sembari menatap wajahnya


"Ada yang mau aku bicarakan, baby..."ucap Revano disela-sela makan karena sedari didalam kamar mandi tadi ia terus memikirnya


"Bicara saja!"ucap Dinda yang malas untuk menatap mata Revano karena ia sudah tau pasti hal yang dibahas tak lain dan tak bukan adalah hal-hal mesum


"Tatap aku saat bicara."lalu Dinda pun menatap malas kearahnya


"Katakan kenapa?"tanya Dinda lagi sebenarnya dia penasaran apa yang akan dibicarakan oleh suaminya itu


"Cepat katakan!"ia sudah tak sabar lagi apa yang akan dibicarakan sedangkan Revano masih saja setia menatapnya dengan tatapan ingin memakannya


*


*


*

__ADS_1


TBC


haii ✨maaf ya aku lama banget updatenya hehe, soalnya aku masih banyak urusan sana sini buat tes nanti.Doain yang terbaik ya supaya aku bisa lulus ditempat yang aku inginkan, Terimakasihh 🙏😇


__ADS_2