Badboy My Boss

Badboy My Boss
Tidur Diluar?


__ADS_3

Marah aja gapapa kok." ucapnya dengan tenang yang seolah tak terjadi apa - apa


"Terserah pokoknya aku ngambek sama abang!" gumamnya didalam hati sembari menggerutu


"Awas aja kalo udah sampe apart, malamnya kamu tidur diluar!" gumanya lalu ia kembali tersenyum licik seketika memikirkan ide agar Revano malam ini bisa tidur diluar


"Hm sepertinya ideku bagus juga, haha."


"Tunggu pembalasannya!"


"Masih marahnya?" tanya Revano sembari menyetir mobilnya


Sedangkan Dinda masih membungkam mulutnya, sebenarnya ia juga tak tahan jika harus diam karena ia ingin sekali memarahi suaminya itu tetapi dia juga ingin agar Revano menyadari kesalahannya.


Lalu Revano pun menepikan mobilnya, dan kemudian ia meraih pipi Dinda sembari mengucapkan kata...


"Maaf..." ucapnya sembari menatap kearah Dinda


"Gak!" gumam Dinda didalam hati


"Sayangg, maafin abang ya..." ucap lagi Revano yang melihat Dinda diam dan tak berkutik 


"Nanti kita beli eskrim rasa vanila kesukaan kamu..."


"Hilihh nyogok pakek eskrim, emang dia pikir aku anak kecil apa!" gerutunya didalam hati sembari melirik kesal kearah Revano


"Yaudah kalo gamau ya terserah, yang penting udah ditawarin..." lalu Revano yang hendak kembali menyetir dikejutkan dengan suara Dinda yang berteriak


"MAU!!!" teriak Dinda dengan sangat kencang sampai laki - laki itu menahan sabar melihat tingkah laku sang istri


"SIAPA JUGA YANG BILANG GAK MAUU!"


"Oke kita kesana!" ucap Revano yang tersenyum lalu segera menancapkan gasnya menuju kedai eskrim yang sering menjadi langganan Dinda


Sekitar 20 menit, akhrinya mereka pun sampai di kedai eskrim yang sering menjadi langganan Dinda.Lalu mereka pun segera turun dan masuk kedalam kedai tersebut. 


"Kamu mau pesen apa sayang?" tanya Revano yang melihat Dinda sedang membaca buku menu tersebut


"Gelato vanila, Gelato macha, Gelato hazelnut, Gelato tiramisu sama Gelato blueberry udah itu aja bang!" ucap Dinda sedangkan Revano hanya memikirkan apa nanti istrinya itu akan menghabiskan semua eskrim yang dipesan kan nya


Gelato  adalah sebuah ice cream dari Italia yang memiliki arti beku dari kata ‘gelare’. Ice cream gelato dikenal lebih kental daripada ice cream biasanya. Makanya ice cream jenis ini sering ada di kawasan pantai, lebih padat dan dingin. Adonannya yang penuh dengan telur membuat gelato makin padat dan enak. Campuran susunya pun mempergurih ice cream yang dingin tersebut. Meskipun gelato padat, namun dikandungannya tidak mengandung lemak yang tinggi, sehingga gelato ini digemari meskipun harganya lebih mahal.


"Udah itu aja?" tanya Revano


"Iya itu aja cukup kok!"


"Oke siap tuan putri." lalu ia pun beranjak memesan seluruh eskrim pensanan yang disebutkan oleh istrinya tadi


Setelah menunggu 10 menit akhirnya waiters itupun datang dengan membawa macam - macam eskrim yang sudah dipesankannya sedari tadi. 


"Loh kok cuma pesenan aku aja yg dateng?"

__ADS_1


"Punya abang mana?" tanya Dinda yang heran ketika melihat semua yang diantar hanyalah pesanannya saja


"Ngeliat kamu makan juga abang udah kenyang..." ucap Revano yang tersenyum tipis lalu Dinda pun hanya menggelengkan kepalanya dan bersiap untuk memakan semua eskrim pesanannya itu


"Nih mauu?" tawar Dinda yang menyodorkan sendok eskrimnya dihadapan Revano, tak tinggal diam laki - laki itu langsung melahap habis eskrim yang disodorkan oleh istrinya


"Katanya gak mauu, tuh buktinya abis haha..."


"Kalo kamu yang suapin mah beda sayang." ucapnya yang tersenyum sembari menatap kearah istrinya yang sedang asik menghabiskan seluruh eskrim tersebut


"Sayang, abang ke toilet bentar ya!"


"Iya cepetan ya, jangan lama!" lalu Revano pun segera menuju toilet untuk menyelesaikan semua urusannya wkwk


Setelah selesai ia pun keluar dan menuju meja sang istri karena sudah begitu lama ia meninggalkan istrinya itu bisa - bisa Dinda ngambek lagi. 


"Eh ada Pak Revano." sapa karyawan perempuan tersebut


Namun Revano hanya melirik sekilas tanpa tersenyum atau menyapa balik karyawan tersebut. 


"Ckck sombong banget untung dia yang punya perusahaan!" ucapnya yang kesal melihat tingkah laku Revano


"Memang begitu sifat pak Revano sedari dulu, sombong dingin serta angkuh.Tak ada satupun karyawan yang menyapanya itu disapa balik padanya!" jawab teman sekaligus karyawan di perusahaan Revano


"Kecuali pada satu karyawan!"


"Siapa dia?" 


"Adinda?si jelek itu, mudah saja aku akan merebut hati pak Revano dengan segala cara!" ucapnya yang tersenyum tipis 


"Jangan!"


"Jangan berani mengusik kehidupan pak Revano jika kamu tidak ingin keluargamu hancur fika!"


"Justru itu, aku akan membuat keluargaku bangga jika mendapatkan seorang suami kaya raya!" jawabnya


"Terserah padamu, yang penting aku sudah mengingatkan!"


"Baiklah persiapkan dirimu agar nanti memanggiku dengan sebutan nyonya Fika Adiwijaya!"


"Ckck dalam mimpimu Fika!" lalu ia pun segera meningalkan Fika yang masih berada ditempat tersebut sembari memikirkan cara agar ia dapat merebut hati Revano


Sedangkan disisi lain Revano tersenyum manis ketika melihat gadis kecil kesayanganya yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya itu sedang melahap habis eskrim kesukaannya. 


"Kenapa lama sekali?" tanya Dinda yang melihat Revano sedang berdiri menatapnya


"Kebelet!" jawab Revano dengan singkat


"Kamu udahan makan nya?"


"Belum, ini kamu mesti coba deh rasa tiramisu enakk bangett!" ucap Dinda yang tersenyum sedangkan Revano harus pasrah melihat Dinda kembali menyodorkan sendoknya kearah Revano agar ia mencicipinya

__ADS_1


"Enak kan bang?" tanya Dinda


"Iya enak sayang!" ucap Revano sebenarnya ia tak terlalu suka memakan eskrim namun jika istrinya suka, mau tak mau dia juga harus suka memakannya


"Bang, nanti kita stok eskrim rasa ini dirumah ya!"


"Sama yang vanilla latte bang yayaya?" 


"Iya sayang, besok kita beli freezer khusus eskrim ya."


"Bener ya bang?"


"Iyaa sayang."


"Oke dehh, udah yuk kita pulang!" lalu dengan cepat ia pun berdiri dan mengajak Revano untuk bergegas pulang ke apartemen mereka


"Udah?"


"Udah ayo cepett!"


"Yaudah kamu tunggu dimobil aja, abang bayar dulu!" lalu setelah itu Dinda hanya menggagukan kepalanya dan pergi menuju parkiran mobil


Setelah sampai di apartemen mereka, Dinda pun bergegas kekamar utama untuk membereskan semua pakaian mereka yang ada dikoper. 


"Loh kok udah rapi semua bang?" tanya Dinda yang heran ketika melihat lemari tersebut sudah tertata rapi baik baju celana maupun yang lainnya


"Mungkin bik Ina yang beresin sayang." ucapnya dengan santai lalu ia pun beranjak menuju sofa untuk membuka beberapa berkas yang hampir lama ia tinggalkan


"Loh kok abang gak bilang sih kalo kita ada yg bantu beresin apart?" 


"Abang lupa sayangg." jawab Revano sembari mengecek saham - saham yang ada dilaptopnya


"Nih bang!" ucap Dinda yang melemparsatu bantal dan selimut kepada Revano


"Loh ini kenapa dikasih abang, sayang?" tanya Revano yang binggung lalu ia menerima bantal serta selimut tersebut


Sedangkan Dinda ia tak langsung menjawab, dengan segera ia pergi meninggalkan Revano yang terpaku menatapnya.


"Kamu tidur diluar ya bang!" teriak Dinda setelah masuk kedalam kamar lalu menguncinya dengan cepat


"Loh kok gitu yang?" mendengar teriakan Dinda tadi, ia pun langsung bergegas berdiri didepan kamarnya 


"Aku masih ngambek ya gara - gara dihotel tadi, jadi sebagai hukumannya kamu tidur diluar ya abanggg!" teriak Dinda lagi setelah itu ia pun mematikan lampu tidur dan mulai menutup matanya 


"Sial!"


"Kunci cadangannya ada didalam lagi!" ucap Revano yang frustasi mengingat kunci cadangan ada didalam laci kamar


"Hahaha..." ucap Dinda yang tertawa bahagia


Jangan lupa vote dan review bintang 5 yaa... 

__ADS_1


Berteman diig yuk follow @dillaaakkk


__ADS_2