
"Sayang, bangunn.." ucap Revano sembari mengelus kepala sang istri
"5 menit lagi abang..." jawab Dinda tanpa membuka matanya
"Hmm, katanya mau honeymoon tapi malah keasyikan tidur nih, apa kita batalin aja ya?" ucap Revano sembari tertawa
"Abang cansel aja ya tiket kita, gimana sayang?"
"Abang ihh, kan Din udah prepare semua barang-barang kita. Yakali gajadi kesana." ucap Dinda sembari menguap karena dengan godaan untuk tidak pergi honeymoon tidurnya terusik wkwk
"Iyadeh iya, makanya kita harus siap-siap sayangku. " ucap Revano sembari mengecup kening sang istri
"Emang pesawat kita jam berapa bang?" tanya Dinda sembari menguncir rambut panjangnya
"2 jam lagi, makanya daritadi abang nyuruh kamu bangun."
"WHAT!!!"
"ABANG JANGAN BERCANDA DEH! DIN AJA BELOM MANDI, BELOM DANDAN, BELOM BERES-BERES YAKALI PESAWAT KITA 2 JAM LAGI???" ucap Dinda yang kali ini agak emosi dengan perkataan sang suami
"Yaudah mandi dulu yuk sayang, atau mau abang mandiin?" tanya Revano sembari mengedipkan kedua bola mata nya dihadapan sang istri
"Ih ganjen! udah ah bay, Din mau mandi dulu." ucap Dinda seraya berjalan menuju kamar mandi
Lalu setelah Dinda masuk ke kamar mandi, Revano pun bergegas untuk menelpon seseorang. Karena jika Dinda tau hal itu maka tidak akan suprise lagi bukan.
"Sesuai apa yang saya katakan! Jika ada yang kurang dengan apa yang saya pesan, kalian siap-siap mengajukan surat pengunduran diri." ucap nya sembari menelpon dengan seseorang
Mau tau surprise nya? Eh gaboleh deng kan suprise nanti aja deh author kasih tau hihi
"Baik, siapkan semuanya dengan sempurna!" ucap Revano
"Kamu lagi telpon siapa bang?" tanya Dinda yang masih memakai kimono dengan rambut panjang yang masih basah
"Eh udah mandi nya, hm?" jawab Revano lalu ia pun mendekat kearah sang istri
" Iya, itu siapa yang kamu telpon tadi? terus kamu bilang siapkan dengan sempurna?" ucap Dinda jiwa kepo Dinda meronta-ronta jika saja ia tadi tidak mendengar apa yang dibicarakan oleh sang suami maka ia tidak akan banyak tanya, benar bukan
"Engga sayang, ini tadi dari Perusahan karena proyek yang mereka handel harus disiapkan secara sempurna." jawab Revano
"Oh gitu, kirain siapa gitu." ucap Dinda seraya berlalu menuju meja rias
"Sini abang bantuin keringin rambut kamu, supaya cepet." ucap Revano sembari mengambil hairdryer yang ada didalam laci tersebut
"Hilih, bilang aja mau modus." ucap Dinda sembari memakai make up
"Modus sama istri sendiri juga ga dosa, malah dapet pahala." ucap nya sembari tersenyum
"Kok wangi banget ya rambut kamu sayang, padahal abang juga pake shamppo punya kamu. Tapi kok ga sewangi rambut kamu lohh." ucap Revano sembari mencium rambut sang istri
"Oh pantes shampoo aku cepet habis, kamu juga make shampoo aku ya bang?" ucap Dinda yang langsung berbalik menatap kearah sang suami dengan tatapan yang tajam
__ADS_1
"Eh iya sayang, nanti abang beliin satu truk deh." ucap nya seraya membujuk sang istri, bisa gawat jika mood Dinda seketika memburuk
"Iya deh pokoknya sebelum habis abang harus beli! "
" Iya iya sayang." jawab Revano
Setelah perdebatan kecil tadi, mereka pun ber siap-siap untuk menuju bandara. Karena jika telat bisa-bisa ketinggalan pesawat yakali gajadi honeymoon.
***
"Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta."
"Abang, cepetan dong jalannya! ini mana belom check in terus boarding pass juga." ucap Dinda seraya berjalan cepat menuju kedalam bandara
"Sayang sabar, kita gabakal ketinggalan pesawat." ucap Revano sembari mengejar sang istri yang terus menerus berjalan cepat
"Heh, yang punya pesawat bukan punya nenek moyang kita! Jalan cepet atau kamu bakal gadapet jatah selama di Labuan Bajo!" ucap Dinda sembari menoleh kearah sang suami dengan kedua bola mata yang menatap tajam
"Wah mampus anceman istriku, bisa-bisa gadapet beneran!" ujar Revano didalam hati dengan perasaan was-was, karena ancaman sang istri nya tidak akan pernah main-main
"Iya sayangg, bentar kita cari tempat duduk dulu ya."
"Abang ih, ini udah hampir telat masa kita duduk dulu sih!" ucap Dinda dengan wajah yang sangat cemberut
"Abang telpon orang dulu ya, kamu tunggu di sini sebentar ya." ucap Revano sembari menatap Dinda lalu Dinda pun menganguk dan ia pun segera menelpon seseorang
"Saya sudah di bandara."
"Baik pak, kami akan menuju kesana." ucap seseorang tersebut
"Permisi, bu pak boleh ikut saya karena kami akan membantu penerbangan kalian." ucap petugas bandara tersebut sembari tersenyum
"Ayo sayang kita berangkattt!" ucap Revano sembari tersenyum kearah sang istri
"Lah kita gak boarding pass dulu, bang?"tanya sang istri dengan muka bingung yang tidak tau apa yang dilakukan sang suami kesayangan nya itu
"Kita kan harus antri dulu abang, masa nyerobot aja gitu." tanya Dinda lagi
"Ngapain kita antri sayang, kan kita VVIP." jawab Revano sembari tertawa dihadapan sang istri
"Maksud kamu apa?"
"Yaudah ih kita harus berangkat, nanti kamu juga tau sendiri." ucap nya sembari mengajak sang istri berjalan menuju kedalam pesawat
"Abang, kok cuma kita berdua penumpang nya? sisa nya cuma pramugari dan teman-temannya." ucap sang istri yang kebingungan
"Kan kita naik Jet VVIP sayang, yakali kita naik pesawat ekonomi."
"Mana pernah sih abang buat kamu susah, ga tega banget liat kamu desak-desakan sama penumpang lain nya sayang." jawab Revano sembari mengajak sang istri untuk room tour didalam jet tersebut
__ADS_1
"Nah ini sebenernya belom di set untuk berdua, tapi gapapa ya sayang?" tanya nya sembari menatap wajah sang istri
"Abang ih ngabisin uang aja tau! Penerbangan ke Labuan Bajo tuh cuma 2 jam setengah masa iya harus sewa jet pribadi gini." kembali ke muka masam ya temen-temen
"Demi kenyamanan kamu dan juga ini ga sewa sayang."
"Terus ini punya siapa?"
"Punya Papi?" tanya Dinda
"Bukan." jawab Revano yang singkat dan kembali tersenyum dihadapan sang istri
"Lalu siapa yang punya jet semewah ini?"
"Orang nya yang sedang kamu tatap sayang?" jawab Revano sembari mengedipkan kedua bola mata nya untuk menggoda sang istri
"Jangan bercanda deh."
"Untuk apa abang bohong sama kamu coba?"
"Jadi serius ini yang punya abang?" tanya Dinda sekali lagi yang tak percaya dengan ucapan sang suami
"Iya sayangku, yuk kita lanjut ke kamar." jawab Revano sembari mengajak sang istri untuk ikut masuk kedalam kamar pribadi mereka
"Abang serius ini punya kamu?" tanya Dinda lagi
"Apa perlu aku kasih liat surat-surat nya, hmm." jawab Revano dengan santai
"ABANGGGGG!!! KAMARNYA BAGUS BANGETTTTT KAYAK DI HOTEL BINTANG 5, PADAHAL INI DALEM PESAWAT LOH. KOK BISA YA DI SET SE CANTIK DAN SE GEMOY INI!" ucap Dinda yang sangat excited dengan apa yang ada dihadapan nya sekarang
"Iya sayang, Demi kenyamanan kamu apa yang enggak sih."
"Yaudah sini kita lanjutin tidur lagi, kata nya masih ngantuk kan?" ucap Revano sembari menepuk ranjang tersebut agar sang istri mendekat kearah nya
"Kok abang ga bilang sih, kalo ada jet pribadi gini?"
"Suprise lah, kalo bilang bukan suprise nama nya"
"Yaudah yuk kita tidur, abang masih ngantuk soalnya."
"Thank you very much dear, I know you love me so much that you even bought this private plane. Thank you very much anyway, I really love you." ucap Dinda seraya mengecup bibir sang suami
"Same with my dear, for your sake there will be nothing that I can't do." balas Revano
***
Hai haiii apakabar semuanya???
Maafin author ya kalo jarang banget updateee huhuhu, sebenernya pengen cepet up tapi ya apalah daya ini.
__ADS_1
Selama engga ada judul end tetep klik favorit ya, aku masih mau kok ngelanjutin kisah mereka wkwk. insyallah update satu minggu sekali, gimana pada setuju? mungkin hari sabtu/minggu aku update ya❤
Terimakasih buat kalian-kalian semua yang udah pada setia nungguin cerita ini update lagi, aku sayang kalian❤❤❤