
Part khusus Devano ya
Lain hal nya dengan pasangan yang sudah hampir 2 tahun menikah ini, masih belum dikaruniai Tuhan seorang bayi kecil kepada mereka padahal mereka sangat menginginkan buah hati sampai kadang sangat istri terus menerus sedih dengan keadaannya yang walaupun terlihat sehat akan tetapi hati kecilnya menginginkan hadirnya buah hati untuk keluarga kecil mereka.
"Honey, kenapa kamu menyindiri disana?" tanya sang suami yang baru saja pulang dari kantor
"Sayang, maaf. Lau belum bisa kasih baby buat kamu." ucap sang istri sambil meneteskan air mata
"Honey, udah berapa kali aku bilang. Kita cuma harus bersabar dan terus berusaha selain itu biar Tuhan yang mengurusnya." ucap Devano dengan nada frustasi
Sebetulnya ia juga ingin ikut bersedih, tapi jika ia ikut bersedih siapa yang akan menjadi penenang untuk sang istri? ada kalanya ia sedih karena melihat sang istri terus menerus bertanya kapan buah hati mereka hadir didalam rahimnya. Bahkan Devano mengusulkan ingin mengadopsi bayi dari panti asuhan agar istri bisa melupakan tentang kehadiran sang buah hati di keluarga mereka.
"Maaf." ucapnya tak terasa air mata sudah mengalir di pipi cantik sang istri
"Honey, daripada kamu nangis lagi mending kita nyicil buat baby gimana?" tanya Devano dengan nada serius
"Itu akal akalan kamu!" jawab sang istri dengan nada jutek
"Ya terus mau gimana? kalo ga kita cicil mana mungkin bisa jadi." skak ucapan sang suami benar juga adanya mana mungkin bisa jadi kalo tidak di adon bukan wkwk
"Hm, tapi kamu mandi dulu sana."
"Iya iya, udah mandi langsung gas ya honey." ucap Devano sambil mengedipkan matanya kepada sang istri
"Ih genit banget sih." ucap Laura sambil tersipu malu
"Genit sama istri sendiri ga dosa kok, cup.. " setelah mengucapkan kata tersebut ia pun segera mengambil kesempatan untuk mencium sang istri karena menurutnya rugi jika dilewatkan begitu saja bukan
"ih cepetan mandi sana, kalo gak aku gamau ya!" ucap Laura dengan tegas
"iyaya mandi ini." lalu setelah itu Devano pun bangkit menuju kamar utama mereka dan membersihkan diri sehabis pulang kerja
"Maaf honey..." ucapnya didalam hati
***
Tak terasa hari pun berlalu sudah seminggu ini Laura mengeluh sakit kepala serta mual mual karena salah makan pikirnya. Namun lain hal nya dengan sang suami yang terus menerus gelisah karena Laura tidak mau diajak untuk periksa ke rumah sakit , karena dia pikir itu tidakla terlalu penting.
__ADS_1
"Honey, ayo kita periksa. Aku bahkan tidak tau kenapa kamu pusing begini ditambah mual mual, jadi ayo kita periksa dulu." ucap Devano sedang berbicara dengan sang istri yang tengah berbaring
"Tapi aku gapapa kok sayang, ini paling kecapekan aja." ucap sang istri sembari tersenyum dihadapan Devano
Lalu tak lama kemudian Laura kembali menuju kamar mandi untuk memuntahkan semua yang ada dalam perutnya, entah kenapa ia juga bingung ada apa dengan dirinya namun ia yakin ini hanyalah hal yang biasa.
"Ayo kita ke rumah sakit sekarang!" ucap Devano yang panik serta langsung mengambil dompet dan kunci mobil
"Tapp...iii Lau gapapa kok sayangg." ucap Laura yang saat ini terlihat lemas
Setelah sampai di rumah sakit mereka langsung menuju ruangan dokter umum, bisa saja Devano memangil dokter langsung menuju kediaman mereka namun jika menunggu dokter datang mungkin akan lama.
"Baik, untuk gejalanya saya boleh tau bu?" tanya dokter tersebut
"Sudah seminggu ini dok istri saya mengeluh mual-mual dan pusing. Padahal pola makanannya teratur dok." jawab Devano karena ia sangat yakin jika pola makan sang istri benar-benar sehat
"Baik, boleh ibu berbaring kesini. bisa dibantu sama suaminya." ucap dokter tersebut
Setelah melakukan pemeriksaan dokter pun tersenyum.
"Hahh, jadi bener dok istri saya sedang mengandung?" tanya Devano dengan wajah yang sangat bahagia
"Sebaiknya langsung ke dokter obygn ya, langsung ke ruangan dan tak perlu daftar terlebih dahulu pak."
"Baik dokter, Terima kasih banyak dok. Kami permisi dulu dokter." ucap Devano sembari memapah tubuh sang istri
Sesampainya di ruangan dokter tersebut kembali menanyakan hal yang membuat Laura tidak nyaman seperti mual-mual dan mengeluh pusing hampir setiap saat.
"Baik boleh berbaring bu, dan tolong buka sedikit baju dibagian perutnya ya." ucap dokter obygn tersebut untung saja dokter itu perempuan jika laki-laki mungkin Devano akan protes dengan hal itu
Tak lama kemudian setelah Laura ikut duduk disamping Devano dokter pun tersenyum seakan tau apa penyebab dari mual-mual tersebut.
"Selamat ya sebentar lagi kalian akan menjadi orangtua." ucap sang dokter sembari tersenyum manis
"APA? ini beneran dok, ga becanda bukan?" ucap Laura dengan spontan
"Tidak, usia kandungannya baru memasuki 5 minggu. Perbanyak konsumsi buah-buahan ya, dan ini saya beri vitaminnya." Jawab Dokter sembari memberi sebuah kertas yang berisi resep vitamin
__ADS_1
"Baik dokter, terima kasih banyak." ucap Devano sembari tersenyum manis
"Baik, ada yang mau ditanyakan lagi pak bu?"
"Ohiya dok, untuk kehamilannya itu apa aja ya yg harus dihindari." Tanya Devano dengan antusias
"Usahakan calon ibunya jangan stress, Makan-makanan yang bergizi dan hindari alkohol ya dan untuk jadwal kontrol itu bulan depan lagi, bisa di reschedule terlebih dahulu, mungkin ada lagi yang ingin ditanyakan pak?"
"Baik dok, mungkin sudah cukup jelas." ucap Devano sembari mengajak sang istri untuk pulang ke rumah mereka.
Setelah diperjalanan, sang istri pun tertidur akibat kelelahan sembari menatap wajah sang istrinya yang terlihat cantik. Teringat dahulu ketika mereka saling mengkuatkan untuk tetap bersama walaupun tidak ada buah hati di keluarga mereka akan tetapi badai sudah berlalu sepertinya semua doa-doa mereka dikabulkan sang maha kuasa.
Tak lupa Devano pun terlebih dahulu mampir menuju minimarket terdekat untuk membeli susu hamil sang istri, sebelumnya ketika sang istri izin ke toilet ia sudah mencari tau apa saja yang harus dihindari dan harus di konsumsi oleh sang istri.
"Honey, aku tinggal sebentar ya." ucapnya sembari mengecup puncak kepala sang istri dengan penuh kasih sayang
"Tolong mba susu ibu hamilnya, seluruh varian." ucapnya yang langsung menuju kasir
"Baik Pak, sebentar saya ambilkan dulu."
"Ini totalnya xxxx"ucap kasir tersebut sembari menerima sebuah kartu dari Devano
Sesampainya di parkiran mobil rupanya sang istri cantiknya sudah terbangun, Laura bingung karena kenapa dikunci dari dalam dan kemana suami nya pergi. Tak berapa lama Devano pun datang sembari membuka bagasi belakang untuk meletakkan susu yang sudah ia beli tadi.
"Sayang, kamu habis darimana?" tanya sang istri sembari tersenyum
"Sorry honey, tadi aku mampir ke minimarket sebentar. Mau dibangun takutnya kamu masih ngantuk makanya aku tadi cepet supaya kamu ga nyariin aku." ucap Devano sembari tersenyum dan kembali mengecup puncak kepala sang istri
"Hm oke, beli apa tadi?" jawab Laura
"Habis beliin kamu susu hamil, tapi tenang aku beli semua varian kok jadi biar ga bosen." ucap Devano
"Makasi sayang, aku aja belum kepikiran loh buat beli susu hamil kamu udah duluan malah. Bahagia banget aku dikasih jodoh dan suami kayak kamu, makasi ya udah jadi pelindung aku, mungkin tanpa kamu lau ga sekuat ini."ucap Laura sembari memeluk sang suami
"Honey, aku yang beruntung dapetin kamu dan kita udah ditakdirkan sama Tuhan untuk bersama.Tolong ingatkan aku kalo salah dan tolong tetap jadi pasangan seumur hidupku sampai maut memisahkan kita. Ayo kita besarkan anak kita sama-sama , merawat mereka bersama dan menua bersama." ucap Devano sembari mengeratkan pelukkannya bersama sang istri
__ADS_1